Pengikut

Rabu, 13 Desember 2017

Santun di Dunia Maya Cerdas di Dunia Nyata

Ustad Adi Hidayat dan Ustad Felix Saw


1. Dakwah karena Rasa Cinta 

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda:Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhori dan Muslim). Anas Bin Malik dari Nabi shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tidak (sempurna) iman salah seorang kalian sehingga Allah dan rasulNya lebih dia cintai daripada selainnya, dan hingga ia dilempar ke neraka lebih disukainya dari pada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya. Dan tidak (sempurna) iman salah seorang kalian sehingga saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) lebih dicintainya daripada anaknya, orang tuanya atau manusia semuanya”. (HR. Ahmad)

2. Etika berposting dan bersikap didalam dunia maya atau santun di dunia maya ( adab ) (klik disini

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa internet adalah termasuk media tercepat dan termurah untuk menyebarkan informasi. Dalam satu kali klik, seluruh indonesia dapat mengakses informasi yang kita berikan. Dan hal ini tentu saja menimbulkan dua kemungkinan, yaitu menjadi potensi yang sangat baik atau menjadi potensi yang sangat buruk. Oleh karena itu, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan internet sebagai sarana penyebaran informasi. Maka hal yang harus diperhatikan adalah : 
  • Hendaknya informasi yang kita kirimkan adalah yang benar, dibutuhkan dan untuk umum
  • Mengabarkan berita baik untuk berbagi kebahagiaan sah-sah saja tapi jangan berlebihan
  • Menghindari menyebarkan berita yang mengundang mudharat
  • Tidak berlebih-lebihan dalam memberikan informasi
  • Tidak bersikap lemah, membuka aib diri sendiri ataupun orang lain dalam menyampaikan informasi

3. Etika berdebat & berdiskusi didalam dunia maya ( adab ) (klik disini)

Dalam dunia maya sering kita melihat diskusi atau debat yang terjadi dalam membahas suatu masalah. Memang betul, debat (jidal) adalah suatu cara untuk berdakwah dan itu diperbolehkan Allah swt, sebagaimana yang disampaikan-Nya dalam al-Qur’an "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik " (QS an-Nahl [16]: 125).  

Secara garis besar anjuran debat dalam islam ini adalah : 
  • Debat dilakukaan dalam takaran ide yang sedang diperdebatkan.
  • Debat dilakukan dengan cara yang baik (ahsan) sebagaimana yang diperintahkan Allah
  • Menghindari berkata yang buruk, keji, mencaci atau memaki individu
  • Tidak mencari-cari perdebatan atau senang dengan perdebatan
  • Perhatikan siapa yang menjadi partner debat/diskusi
  • Perhatikan apa yang akan diperdebatkan/didiskusikan
  • Tinggalkan perdebatan di forum-forum umum yang tidak terbatas

4. Tantangan tantangan dakwah media sosial – Awas peran Dajjal

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah munculnya para Dajjal pendusta, jumlah mereka hampir mencapai tiga puluh orang dan mereka semua akan mendakwakan dirinya seorang Nabi. (HR. Ibnu Majah).

Dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,bersabda:
Sebelum datangnya hari kiamat akan muncul sekitar tiga puluh Dajjal pendusta, mereka semua berkata: ‘Aku adalah seorang Nabi, aku adalah seorang Nabi.” (HR. Ahmad)

“Dajjal” yang dimaksud Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam dalam hadits di atas adalah sifat-sifat Dajjal itu itu ada pada diri mereka. Baik “Dajjal” yang berani menampakkan sifat dan perbuatannya secara terang-terangan di hadapan manusia, ataupun “Dajjal” yang masih sembunyi-sembunyi menampakkan karakter sebenarnya di hadapan manusia, karena khawatir manusia akan mengetahui sifat aslinya dan syubhat busuknya. Akan tetapi kedua-duanya memiliki tujuan yang sama dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuannya, yaitu menyesatkan manusia dengan memecah belah ukhuwah. 

Fenomena Muslim Indonesia saat ini 

Saat ini banyak orang sudah mulai tersadar bahwa fungsi masjid bukanlah untuk melakukan sholat saja tetapi sudah dapat untuk taklim, infaq, berbagi dengan sesama. Momentum bangsa Indonesia (khusunya muslim) untuk merapatkan barisannya di masjid-masjid memenuhi majelis taklim. Dari situ akan terlihat cahaya islam pada masjid di Indonesia. Maka mari kita perlihatkan pada dunia bahwa, " insyaa allah akan muncul cahaya islam dari masjid di Indonesia. Sehingga dapa memancarkan kemuliaan bagi muslim di dunia." Saat ini Indoensia sedang memiliki giroh untuk bersatu mewujudkan kebangkitan umat Islam. 

Fitrah dalan kehidupan akan bersanding dengan lawannya (ketidak baikan). Ketidak baikan bukan untuk menghadirkan sebuah keburukan dan kesulitan bagi kita untuk menghadapi kebaikan, akan tetapi dengan keburukan itu Allah hendak menguji kita, menguji kesungguhan kita untuk menyampaikan kebaikan dan kesungguhn memberikan pahala terbauk. Contoh, ketika Allah menciptakan kejujuran maka Allah juga menciptakan dusta (tetapi diciptakan bukan untuk supaya kita berdusta), Dengan dusta itu Allah uji kita, apakah kita konsekuensi dengan kejujuran kita. Ketika jujur maka akan ada pahala yang diberikan dan ada ikhtiar yang lebih baik lagi. 

Umat islam bersatu untuk menyatukan nilai nilai kebangsaan, bukan ingin yang merubah bangsa ini menjadi berbeda asas dan dasarnya (bukan seperti itu tujuan menyatukan bangsa ini). Indonesia udah bagus untuk landasan ideologinya, silanya dan pasalnya, karena mencerminkan nilai nilai ibadah masyarakatnya. Tetapi yang kurang itu bagaimana kita bisa mengamalkan nilai pancasila dan UUD. Hal ini dapat  menjadi nilai ibadah dalam kepercayaan masyarakatnya (kepercayaan yang beraneka ragam yang diakui)

Pancasila sila ke I sesuai dengan UUD pasal 29 ayat 1. " Negara Berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. " Untuk dapat memahaminya maka lihatlah UUD pasa; 29 ayat 2 "Negara menjamin kebebasan untuk memeluk agama, sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing masing."

Maka kita sebagai muslim beribadat menurut kepercayaan dan kta beribadah sesuai dengan syariat islam,  yang semua ini dijamin oleh UUD. Cara ibadahnya kafah (mengendalikan dalam kehidupan). Bagaimana memandang suatu hal secara islami. Pandangilah suatu hal, maka abilah yang baik menurut Allah dan tinggalkanlah yang buruk menurut Allah. 

Maka dengan demikian di Indonesia akan lahir : 
  • Pengusaha yang baik sesuai syariat sislam, fenomena di Indoensia jika semua baik maka akan tentram kehidupannya. 
  • Hubungan baik antara dia dengan TuhanNya dan antara dia dengan mahluk  hidup lainnya.
  • Hubungan yang baik dengan sesama muslim dan non muslim. 

Tidak ada sejarahnya ketika seseorang taat kepada perintah tuhannya maka ia akan terlihat memberikan warna kepada dunia. Tidak ada dalam sejarahnya ketika umat islam hidup berdampingan dengan yang lain maka terjadi ketidak cocokan. 
  • Ketika islam masuk ke tanah arab, dimana saat itu sedang berkuasa suku quraish yang didalamnya masih menganut masa jahiliyah. Dengan kedatangan islam maka setelahnya tidak ada lagi kemungkaran dan kedzaliman. 
  • Ketika islam masuk ke eropa (spanyol), begitu diterapkan nilai keislaman. Maka yang muncul sebuah peradapaan muslim yang membesarkan spanyol. Muslim dan lainnya dimasa  kejayaan islam hidup berdampingan dengan rukun dan damai. 
  • Ketika islam masuk ke babilonia, mulai mengenal nilai-nilai islam tetapi bisa hidup berdampingan.
  • Ketik islam dibawa ke nusantara, kerajaan hindu dan kerajaan budha bisa hidup berdampingan dengan umat muslim (kerajaan islam)

Jadi saat ini ketika kalian hidup ditengah tengah mereka dan mereka tidak merasa nyaman dengan kalian (mulim) maka sebaiknya anda check dulu keislaman anda. Apakah ada nilai nilai yang kurang kita terapkan. Ketika ada seseorang yang  bersemangat menerapkan nilai islam, maka akan ada tantangannya untuk menguji nilai keislaman kita dalam menerangkan nilai keislaman kepada orang lain. Tapi saat ini, tantangan ini muncul dari dalam tubuh umat islam sendiri. 

Maka yang perlu kita garis bawahi kita harus memiliki adab. (adab kali yang dibahas adalah adab di dunia maya dan didunia nyata) 

Banyak yang datang ke majelis ilmu tapi kurang mempelajari adab, karena seharusnya mengutamakan adab dari pada ilmu. Adap dipelajari dulu maka ilmu akan didapat. 

Imam anawawi menulis kitab tentang adab
Syeikh Hasyim Ashari menulis kitab tentang adab

Mengegakan Nilai Islam di dunia Maya. 

Ketika kita ingin menegakan nilai islam dalam dunia maya, perlahan adabpun hilang. Karena betapa banyak yang saling mencela, menuduh, memfitnah dan menghinakan saudaranya di dunia maya. Padahal kalian tahu apa yang kalian lakukan adalah kesalahan tapi kalian gengsi untuk mengakuinya dan malah melakukan pembelaan diri dengan dengan hal hal yang kurang beradab. Maka yang harus dilakukan adalah intropeksi diri. 

Di dunia nyata pun tidak ingin ketinggalan, ada yang mengaku muslim tapi tidak beradab. Bukan hanya adab kesesama umat saja tetapi adab kepada Allah pun menjadi hilang. Ini sangat memprihatinkan. 

Karena kecanggihan teknologi dan kebutuhan internet yang semakin meningkat. Menurut data yang dilangsir maka ada 96 juta - 115 juta orang pengguna internet ditahun 2017. Sebanyak 80% penduduk Indonesia tergolong digital motifs yakni : 
  • Lebih rela kehilangan barang yang lainnya dari pada kehilangan paket data internetnya. 
  • 90% waktunya dihabiskan untuk mengakses internet (sehingga informasi yang didapatkan tidak lagi melalui televisi dan surat kabar.
Sehingga dengan kebutuhan ini maka peran dakwahpun bisa dilakukan dengan dunia internet. Siapa yang bisa memimpin di dunia maya maka ia akan membawa peran di dunia nyata. Orang akan lebih dulu mengenal seseorang atau orang akan lebih mudah terkenal melalui dunia maya. Perdebatan juga lebih banyak dilakukan di dunia maya. Kita ketahui inti ukhuwah adalah saling cinta diantara kita dan inti dakwah adalah Rasa Cinta. 


" Tidak beriman seseorang ketika ia tidak mencintai saudaranya", 

begitu ia mendapatkan sesuatu yang baik buat dirinya, sudah dapat dipastikan ia akan ingin memberikan sesuatu yang baik itu untuk orang yang dicintainya. 

Para pengemban dakwah memiliki rasa cinta kepada Allah dan Allah pun memiliki rasa cinta kepada hambanya. Hal ini yang melatar belakangi seluruhnya adalah cinta kepada Allah. Islam adalah agama yang penuh rasa cinta dari Allah dan Rasulullah. Sebagaimana firman Allah kepada surah al fatihah, " Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang." Allah Maha Pengasih semuanya Allah kasih/berikan kepada kita semua hambanya, sedangkan Allah Maha Penyayang memberikan rasa sayangnya kepada umat mukmin. 

Bersyukurlah dalam setiap sujud kalian, sebagai umat muslim karena telah merasakan rasa kasih sayang Allah. Sebagai seorang mukmin juga harus dapat merasakan bahwa islam memberikan manfaat kepada dirinya dan lingkungannya. Dengan demikian mukmin tersebut membagikan kebahagiaan itu dengan yang lainnya. Sehingga tidak ada alasan lagi "diri kita sedang sibuk dengan aktivitas harian, sehingga kita tidak istiqomah dalam berdakwah." Istiqomah dalam berdakwah kuncinya adalah ketika kita memiliki rasa mencintai islam. Karena dengan merasakan ada perasaan cinta itu maka tumbuhlah keinginan berdakwah/menyebarkan kebenaran dan kebahagiaan yang dirasakan ketika memeluk islam. Ketika dalam berdakwah yang memiliki rasa cinta kepada islam dan pada saat yang sama melihat orang lain bersalah  ia akan bersedih, maka ia menyadari bahwa berdakwah adalah kewajiban. 

Adab itu penting dan bisa dibentuk dengan adanya rasa cinta, ini adalah dasar dari segala-galanya. Maka sebaiknya kita lebih bisa bersikap, seperti : 
  • Ketika kita bertemu dengan orang yang banyak ilmunya maka kita sebaiknya tunduk karenanya
  • Ketika ada seseorang yang menyampaikan islam, kita ambil kebaikan darinya dan keburukannya kita tinggalkan. Kita hargai usahanya untuk menyampaikan islam, walaupun penyampaiannya tidak sebagus dengan diri kita. Tapi niatnya untuk menyampaikan kebenaran agama Allah harus kita hargai. 
  • Janganlah kalian merasa hebat dan merasa pintar dengan apa yang kalian miliki, karena perasaan tersebut akan menyeret kita ke arah kesombongan dan akhirnya merendahkan orang lain. Hal ini menyebabkan kita tidak dikenal disisi Allah akibat kesombongan kita. 
Apakah seseorang yang tidak setuju dengan argument kita kita debat (tidak semuanya), ada waktunya kita menjelaskan ada waktunya kita meninggalkan. 

Memiliki tugas sebagai Khalifah dimuka bumi

Dalam praketeknya teori belum tentu bisa kita praktekan di dunia nyata. Jika apa yang diharapkan sesuai dengan kehendak Allah maka dalam pelaksanaannya tidak akan menjadi masalah. Tetapi ketika keinginan tidak sesuai dengan kehendak Allah maka seperti merasa berat melaksanakannya. Tapi ingatlah umat islam hadir dengan penuh cinta. 

Umat islam berasal dari surga dan akan kembali ke surga, sebagaimana firmanNya surah all baqarah ayat 35 

" Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. " 

Ketika kami berikan tugas untuk turun ke bumi sebagai nikmat sementara, sebagaimana firmanNya dalam surah al baqarah ayat 36 

" Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

Diturunkan ke bumi untuk mencari bekal (petunjuk kehidupan), sebagai bekal ketika akan kembali ke surga. Petunjuk/bekal itu disebut dengan "Huda". 
  • Huda diturunkan kepada Nabi adam,  petunjuk diturunkan ke nabi adam ketika hendak diturunkan ke bumi, diturunkannya huda untuk diikuti supaya kehidupannya tenang. "Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (Surah Al Baqarah 38)
  • Setelah bergantinya generasi/rasul/ maka petunjuk Allah kepada hambaNya tidak pernah ditiadakan. Huda tetap diberikan kepada seluruh Rasul Allah. Huda diturunkan kepada Nabi Musa, petunjuk diberikan kepada nabi musa untuk Bani  Israel. " Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku." (Surah Al Isra' ayat 2) 
  • Huda diturunkan kepada Nabi Isa, petunjuk diturunkan kepada nabi isa  " Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup (31), dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka (32), Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali (33)." (Surah Maryam ayat 31-33)
  • Huda diberikan kepada Muhammad, petunjuk yang diturunkan kepada nabi Muhammad adalah al quran. Al quran sebagai petunjuk kehidupan manusia. Penjelasan al quran adalah lisan dari Rasulullah untuk menerangkan wahyu dari Allah. " (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (Surah Al Baqarah ayat 185)
Tantangan jika dihadapi dengan penuh cinta maka akan menyadari bahwa tantangan itu ada sebagai ujian dan akan mendatangkan pahala bagi dirinya. 

Ketika Allah menciptakan sabar maka Allah akan menciptakan marah. Marah diciptakan bukan untuk supaya manusia memiliki sifat marah, tetapi untuk supaya melatih manusia untuk bisa sabar. Dengan sifat sabar itu manusia dapat menyampaikan/mewujudkan sifat sabar terhadap kehidupan. 

Dalam mewujudkan suatu kebaikan pasti akan ada lawannya yang tidak baik, hal ini untuk menguji yang baik dan menghadirkan adanya pahala kebaikan. 

Surah Al Baqarah ayat 53-54

Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk (53). Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" (54)

Surah Ar Ra'd ayat 24

(sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

Menghadapi Tantangan Semangat Persatuan

Saat ini bangsa Indonesia dihadapkan dengan semangat persatuan dan menanamkan semangat kebangsaan itu dalam nilai nilai kehidupan. Lalu apa tantangan yang dihadapi ketika semua itu muncul. Tantangan itu langsung Allah perlihatkan melalui lisan dan tulisan seseorang, yang memiliki tujuan untuk memberikan ujian kepada kita umat yang mencintai kesatuan dan persatuan. 

Kita tidak perlu menggunjing orang lain, tetapi kita hanya berkewajiban untuk merubah prilaku yag tidak baik dari seseorang bukan mencela dan membuka aibnya. 

Janganlah memiliki hobi yang suka mendebat orang lain, sebaiknya jika ada masalah undang orang tersebut untuk datang dan membicarakan baik-baik dan  bersikaplah kesatria. Ada masalah yang harus diselesaikan dengan melakukan pertemuan sehingga dapat diselesaikan. Tetapi jika penyelesaian masalah hanya untuk diperdebatkan maka tidak akan ada wasilahnya. 
  • Jika dalam pertemuan nanti ada kesalahan dari diri ini maka akui saja kesalahan itu, jangan malah menyalahkan orang lain untuk mencari pembenaran diri. 
  • Jika diri ini berada dipihak yang benar janganlah bersifat menggurui dan tidak usah mengubar aib saudaramu. 
  • Jika kesalahan dari pihak sebrang maka berlapang dadalah untuk memaafkan, karena memberikan maaf jauh lebih mulia kedudukannya. 

Islam mengajak manusia untuk saling memaafkan. Dan memberikan posisi tinggi bagi pemberi maaf. Karena sifat pemaaf merupakan bagian dari akhlak yang sangat luhur, yang harus menyertai seorang Muslim yang bertakwa. Allah swt berfirman "Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah." (Q.S.Asy-Syura : 40).

Masalah di dunia nyata diperbincangkan di dunia maya maka akan tidak nyambung, komunikasi di dunia maya itu hanya melalui tulisan yang biasanya multi tafsir dan menyebabkan perpecahan. Sehingga bukan menghasilkan solusi tetapi malah melebarkan masalahnya.

Permasalahan Penomeran Hadist

Muhammad Fuad Abdul Baqi adalah ulama yang melakukan penomeran hadist. Muhammad Fuadi bin ‘Abdul Baqi bin Sholih bin Muhammad. Beliau lahir di Mesir di desa Balqilyubiyah 3 Jumadil ula 1299 H. Kemudian setelah dewasa Fuad Abdul Baqi mengajar di sekolah-sekolah sekitar kota Kaherah. Setelah itu, Fuad Abdul Baqi pula menjadi tenaga penterjemah bahasa arab dari bahasa Prancis di kota yang sama, yaitu Kaherah. Setelah giat mengajar, akhirnya Muhammad Fuadi bin ‘Abdul Baqi memutuskan untuk mengundurkan diri lalu memusatkan dirinya di bidang penulisan kitab-kitab maupun indeks-indeks. Kitabnya yang terkenal adalah Kitab Al-Lu’lu’ Wal Marjan.

Perlu diketahui bersama membaca penomeran hadist riwayat al bukhari dan muslim akan berbeda. Perbedaan ini dikarenakan Hadist bisa diriwayatkan dengan makna

Ada dua kitab hadits yang diakui oleh kalangan ahli hadits dan kaum muslimin secara umum sebagai seshahih-shahih kitab setelah Al-Qur'an.

A. Penomeran Hadist Bukhori 

Pada awalnya, Imam Bukhary hanya menuliskan kumpulan hadits tanpa memberi nomor. Kemudian para ulama mulai mencari cara untuk memudahkan mengindeks hadits-hadits tersebut. Caranya dengan memberinya nomor urut. Dalam penomoran pun banyak terjadi perbedaan di kalangan ulama. Proses penomoran hadits ini disebut tarqim. Tarqim Shahih Bukhary yang lazim digunakan adalah penomoran oleh Fuad Abdul Baqi. Penomoran lainnya adalah metode penomoran al-Alamiyah.

B. Penomeran Hadist Muslim 

Perujukan hadis berdasarkan penomoran yang diberikan oleh Abdul Baqi ketika mentahqiq (memeriksa, mengoreksi, menyunting, menomori hadis) Shahih Muslim. Penomoran dia berdasarkan hadis yang serupa. Ia menghitung setiap hadis yang serupa sebagai satu hadis. Penomoran dia banyak digunakan dalam penulisan kitab, buku, dan artikel keislaman. 

Penulisan: HR Muslim (nomor hadis), maksudnya adalah hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya pada nomor yang disebutkan. 

Perbedaan penomoran menjadikan perbedaan perhitungan jumlah hadis dalam Shahih Muslim. Menurut penomoran al-Alamiyah, terdapat 5362 hadis dalam Shahih Muslim. Sedangkan menurut Abdul Baqi, ada 3033 hadis. Perbedaan ini timbul karena penomoran al-Alamiyah menghitung setiap sanad hadis sebagai satu hadis; sedangkan penomoran Abdul Baqi menghitung setiap hadis yang serupa sebagai satu hadis, walaupun hadis tersebut mempunyai beberapa sanad. Oleh sebab itu, jumlah hadis menurut penomoran al-Alamiyah menjadi lebih banyak daripada menurut Abdul Baqi.

Tetapi kalau al quran Lafadz dan maknanya tidak akan berubah, sebagaimana firman Allah Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan kamilah yang akan menjaganya” (Surah Al Hijr ayat 9)

Surah Al Najm ayat 3-4 
" Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al quran) menurut kemauan hawa nafsunya (3), Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (4)."

(Tafsir Surah Al Najm ayat 3-4) Hadist yang disampaikan Rasulullah adalah substansinya, Wahyu dari Allah yang diturunka untuk Rasulullah tetapi lafadznya tidak dijaga, Hal ini yang membedakan al quran dan hadist. Untuk hadist tidak harus menghafalkan lafadznya tetapi bisa diriwayatkan dengan maknanya. Hadist bisa dengan kalimat yang sama tetapi lafadznya berbeda, karena yang meriwayatkan orangnya berbeda bukan orang yang sama. 

Menyuarakan Kebenaran Islam 

Menyuarakan Kebenaran Islam akan ada Dajal Pendusta

Hadist Rasulullah, 
Akan datang dimasa umatku Dajal yang berdusta (dustanya bukan hanya masalah dunia saja seperti tidak jujur (sebagaimana dusta yang pernah dilakukan orang quraish dijaman jahiliyah),  

Lalu siapakah dajal pendusta ini?

  • Ketika kita ingin menyuarakan kebenaran islam dan islam bersatu, tetapi justru muncul penyerang penyerang yang tidak menyukainya (mereka muncul satu satu atau berkelompok), bahkan ada sampai yang menggunakan dalil Allah untuk melakukan penyerangan dan pembenaran niat tidak baik mereka (inilah mereka yang disebutkan sebagai dajal pendusta dalam hadist Rasulullah) Dajal Pendusta adalah Mereka Berdusta atas nama agama Allah.
  • Dajal pendusta pada akhir jaman adalah sosok yang tidak dikenal wujudnya. Tetapi ia masuk dalam satu komunitas, sehingga komunitas ini terpecah belah dan berselisih. saat ini hal ini tercermin dari sikap orang orang yang melakukan penyerangan ini, inilah anugrah karena merupakan petunjuk Allah. Ia akan membuka aib saudaranya. Maka jika kalian bertemu dengannya maka tinggalkanlah. 
Tinggalkanlah orang orang yang mengingkari ayat ayat Allah, sebagaimana firmannya " Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam." (surah An Nisa ayat 140)

Mencela perbuatan tercela akan buang buang waktu, 
"Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (Surah Al Furqon ayat 23)


Biasakan mendengar tanpa harus mencela, tangan mendengar pikiran menganalisa dan lisan mengucapkan yang benar

Kebaikan untuk menerapkan nilai nilai Islam


Maka ketika ingin melakukan kebaikan dalam kehidupan, maka jangan cuman cukup baik saja, tetapi kebaikan yang mengandung nilai ibadah kepada Allah. Inilah yang membedakan kebaikan umat islam dengan non muslim. Kebaikan yang dilakukan non muslim hanya memenuhi norma kehidupan. Contoh, pegawai muslim yang baik harus dapat menerapkan nilai islam dalam kehidupannya.

  • Surah 2 ayat 168
  • Surah 3 ayat 110
  • Surah 3 ayat 104
  • Surah 17 ayat 23
  • Surah 46 ayat 15
  • Surah 7 ayat 189
Jalinlah hubungan baik dengan siapapun, jika ada kebaikan darinya dan berlandaskan al quran dan hadist maka ambilah. Jika ada keburukan maka tinggalkanlah. Jika ada perbedaan tidak perlu diperdebatkan. Koreksilah diri sendiri sebelum mengkoreksi orang lain dan tutuplah aib saudaramu. 

Sampai kalian berselisih dan terpecah belah maka yang senang adalah orang orang yang ingin melihatmu dan temanmu bermusuhan. Orang yang berbahagia melihat perpecahan adalah orang yang disebutkan dalam hadist Rasulullah tadi sebagai dajal pendusta. 

Kebaikan yang tidak mengandung nilai nilai Islam, 


Ada kebaikan yang tidak mengandung nilai nilai Islam, kebaikan yang dilakukan non muslim. Non muslim melakukan kebaikan dalam memenuhi norma norma kehidupan. 

Tanggapan Orang Orentalist

1. Orang orentalis mencari kesalahan al quran dan Hadist 

Orang orentalist adalah orang yang berada dalam sekelompok perhimpunan yang mencari kesalahan al Quran dan Hadist. Mereka belajar serius al quran dna hadist (bahkan ada yang sampai hafal), tetapi hafalan yang mereka lakukan bukanlah untuk meningkatkan keimanan tetapi mencari kesalahan muslim. Dengan membenturkan  pemikiran muslim dengan statement mereka yang menyimpang (seolah olah al quran dan hadist salah).

Orang orentalist ini membuat indek kesalahan al quran dan hadist. Lalu kesalahan al quran yang menurut mereka itu, dipaparkaan kepada orang misonaris. Mereka yang akan membelokan pemahaman seorang mukmin. 

Surah al quran al Isra ayat 82
" Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (Surah al Isra ayat 82)

Penghafal quran yang dzalim tidak akan mendapatkan apa apa (tidak mendapatkan pahala) kecuali mendapatkan kedzalimannya. 

2. Orang orentalis beranggapan tidak ada hadist setelah 200 tahun Rasulullah wafat. 

Orang orentalis menyalahkan hadist yang keluar setelah 200 tahun Rasulullah wafat. Mereka melupakan fakta sejarah yang telah terjadi. 

Perjalanan sejarah pada tahun 1942, setelah umat muslim terpecah pecah. Islam akhirnya dapat dikalahkan oleh kekuatan raja ferdinan dan ratu elizabeth di spanyol. Dengan adanya perjanjian Tordesillas yang ditandatangani di Tordesillas (spanyol) yang memecah belah dunia menjadi dua kekuasaan yakni barat (spanyol) dan timur (portugis), mereka melancarkan misi 3G (Gold, Glory, Gospel). Misi iniberkembang tetapi disadari oleh mereka tidak membawa pencerahan dan kedamaian kepada dunia kecuali nilai nilai keislaman.

Karena peradapan islam yang membuat mereka bisa maju dan berkembang. Tetapi mereka tidak ingin islam yang berada dimasa kejayaan sehingga islam selalu di cekal. Lalu mereka membuat sistem pedidikan yang didalamnya ada research (penelitian). Kerja sama pun mulai mereka lakukan dibidang pendidikan seperti di prancis, portugal, italia, amerika, inggris, rusia dan belanda. Mereka mau tidak mau belajar nilai nilai keislaman dari orang islam. Manuskrip orang islam itu mereka ambil ketika terjadi peperangan diantara mereka. Bahkan ada beberapa manuskrip yang mereka hilangkan dan dibakar. Manuskrip yang berhasil di ambil, yang bersifat keilmuan mereka kembangkan, lalu diplagiat dengan disamarkan lalu mereka akui sebagai hasil karya mereka. Mereka wujudkan manuskrip itu dalam wujud yang baru dengan klaim kepemilikan oleh mereka. 

Bahkan ada beberapa manuskrip yang mereka ambil lalu kemudian mereka analisa, maka untuk bisa menganalisa mau tidak mau mereka harus mempelajari al quran dan hadist. Tetapi bersamaan dengan hal itu mereka mencari kesalahan kesalahan al quran dan hadist. Inilah bentuk kelicikan yang mereka lakukan. 

3. Mereka meletakan kaidah racun dalam hadist

Elnast adalah salah seorang yang melakukan pembahasan hadist. Ia adalah orang hongaria. Elnast yang melakukan pembahasan hadist tetapi ia meletakan kaidah racun dalam hadist. Ia memiliki tujuan untuk merancukan pemikiran umat islam dan pada akhirnya mereka berselisih pendapat karena ketidak tahuan. Beberapa kesimpulan yang disampaikan adalah : 
  • Persoalan logika : Hadist dikumpulkan setelah 200 tahun Rasulullah wafat. lalu para orentalist itu akan mempertanyakan bagaimana logikanya bisa menyampaikan hadist setelah 200 tahun wafat dan lalu bagaimana mereka menghafal hadist selama 200 tahun itu. Bagi orang orang yang mengandalkan logika itu wajar dan logis. lalu pertanyaan untuk mereka akankah orang yang sudah berlalu maka esensinya tidak dapat dipergunakan. 
Hadist itu ada sanadnya, dari sanad itulah akan diketahui jalur penghubungnya (belaku sepertii nazab). Imam Mufti  dan syeih yasin menuliskan sanad yang jelas. Belajar agama sesuai dengan urutan sanad. Beliau menulis bab hadist yang merumuskan sesuatu dengan jalur sanad. Dari jaman sahabat juga terjadi perselisihan sanad. Sanad mengalami transisi dari imam bukhari hingga Rasulullah (jalur sanadnya harus jelas).

Hadist sohih (ada lima syarat sanad yang harus dipenuhi), dan sesuai dengan urutan hadistnya (ada persyaratan sanadnya). 

Turunan orang orentalist adalah liberal, sekuler, pluralisme. 

Jika ketika ada orang yang mengatakan hadist nabi tidak bisa dipake karena diriwayatkan 200 tahun setelah Rasulullah wafat, 


Melawan pemikiran tersebut dengan logika juga, " pemikiran anda pun tidak dapat saya terima karena ada hidup 1000 tahun lebih setelah nabi adam, dan anda itu siapa bisa menolak hadist tersebut. 

Lisan orang tersebut sengaja Allah titipkan kepada kita, kalau mereka berbicara secara ilmiah sedangkan kita berbicara dengan celaan ya kita salah,  Jangan gampang marah menghadapi orang orang apatis sepertii itu. Kita harus lebih pintar dari mereka dan mau mempelajari dari sudut pandang mereka. Kalau kita hanya bisa mencela berarti kita salah dan kalah. Pelajari pemikiran mereka juga sehingga kita bisa juga melawannya secara ilmiah. Setiap masa kemasa persoalannya akan selalu sama, maka belajarlah dari sejarah. 

Jika mereka berbicara ilmiah, kita juga harus berbicara ilmiah, jika kita mereka berbicara data maka kita berbicara data. Lawanlah segala apa yang mereka lakukan dengan kebaikan. 

Ketika orang lain mengatakan muslim intoleran maka tunjukannya rasa toleransi umat muslim, ketika orang lain mengatakan anti pancasila maka tunjukan kalau muslim itu lebih pancasila. 

Untuk Ucapan Natal kepada Saudara Nasarani kita, kita dapat mengatakan sebagai bentuk toleransi kepada mereka dan toleransi mereka terhadap kita, 

" Untuk perayaan natal kali ini bertepatan tanggal 25 desember, saya memohon maaf kepada saudari nasrani karena belum mampu mengucapkan selamat pada hari ibadah anda. Mohon untuk pengertiannya, bahwa kepercayaan kami muslim membuat kami tidak mampu untuk mengucapkannya. Tapi bukan berarti itu semua membuat kami tidak mampu berbagi dalam urusan kebaikan bersama kalian dalam kehidupan bertetangga dan bernegara yang baik dalam keseharian. Sebagaimana Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan kami untuk berbuat baik dan saling mencintai terhadap mahluk ciptaanNya. "

Ucapan ini diharapkan merupakan wujud toleransi antar umat beragama, dari pada memposting hal yang malah membikin perpecahan, dan bisa diberlakukan untuk ucapan perayaan agama lainnya. 

Pesan untuk Menyikapi Persoalan 
  • Bersikaplah yang cerdas dan dewasa dalam menyikapi semua persoalan.
  • Tampilkan nilai-nilai keislaman, berislam dalam keseharian (pandangannya islami, prilakunya islami, lisannya islami) 
  • Muslim harus memiliki peran dimata dunia, jangan mau diatur oleh bangsa lain (mandiri dan tampilkanlah kekuatan bangsa sendiri). Bayangkan saja jika bangsa ini diisi oleh orang yang tidak berahlaq dan berilmu, maka bangsa ini tidak akan pernah berkembang. Ahlaq dan ilmu adalah bekal kebangkitan suatu peradapan bangsa. Berperanlah dalam setiap lini kehidupan. Berikan yang terbaik untuk negeri.
  • Mereka diciptakan untuk menguji keimanan kita (bukan untuk dicela atau dibenci). Ketika nilai islam hadir dalam kehidupan disitulah kedamaian akan terlihat. Tetapi mereka tidak ingin kehilangan pengaruh keduniawian, sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah. Karena saat ini kita (muslim) seharusnya memikirkan bekal menuju akhirat, bukan malah terperangkap dengan sikap apatis mereka. 
  • Bersatulah dalam kebaikan kebaikan, sepakat dalam beberapa hal. Tetapi jangan sampai perbedaan untuk mencapai sepakat menjadikan perselisihan, sehingga menjadi sebuah permusuhan.
  • Kembalilah pada ajaran al quran dan as sunah dengan cara yang benar. Jika ini tolak ukurannya maka akan mendatangkan kebaikan kebaikan. Tunjukan kepada dunia bahwa cahaya al quran akan muncul dibumi Indonesia. 
  • Membiasakan diri untuk menghadirkan yang terbaik. 


Hal yang harus diingat ketika Berdakwah 
  • Ketika berdakwah maka yang harus diingat adalah Ridho Allah, ketika kita mencintai islam dan kita ingin islam tersebar untuk menyinari kehidupan manusia. Maka tidak menjadi masalah bagi kita dari mana sumber ilmu itu asal sesuai dengan al quran dan hadist. Asalkan ilmu itu sama sama menghantarkan tauhid kepada Allah. Jika kita memiliki hambatan dalam berdakwah maka lihat lagi apa niat kita dalam berdakwah, kemungkinan masih ada niat yang salah, dan tujuannya bukan mengenalkan Allah dan agama Allah (islam), tujuan kita masih ingin memperkenalkan diri sendiri. 
  • Ketika kita memperkenalkan islam maka benar benarlah menjaga niat (apakah yang kita lakukan adalah benar benar untuk Allah). Allah tidak membutuhkan sama sekali selain keiklasan dalam berdakwah. 
  • Bersabarlah ketika ingin menyebarkan agama Allah, bersabar ketika dalam berdakwa. Kekasaran itu tidak akan menyadarkan orang lain. Berlaku lembut dan santun, karena inilah cara terbaik menghantarkan hikmah/hidayah Allah (sebagaimana sikap santun Rasulullah dalam berdakwah)
  • Santun di dunia maya, karena santun adalah cara terbaik untuk menghantarkan hidayah Allah. Celaan, cacian, hinaan, fitnah, kekasaran tidak akan memberikan manfaat. Jika kalian sudah bersikap kasar terhadap oran lain sehingga akhirnya kalian dinilai buruk. Lalu bagaimana mereka akan bisa menerima apa yang kalian sampaikan. Maka sampaikanlah sesuatu dengan iklas dan sebaik-baiknya.  Karena Allah tidak akan menyia-nyiakan perbuatan baik yang kita lakukan dan akan berbalas pahala.  
  • Seekor anjing yang menemani pemuda ashabul kahfi dalam surah al kahfi pun bisa masuk surga, karena kesetiaannya dalam jalan dakwah. Apalagi kita yang memiiki ahlaq dan ilmu yang lebih mulia akan disebut sebut oleh penduduk langit. 
  • Ingatlah dalam berdakwah kita akan selalu menemui dajal dajal pendusta, dan dengan demikian dakwah kita dan hidup kita akan lebih seru dan bermakna. Dengan demikian kita tahu dimana kita harus berdiiri untuk melakukan pembelaan sebenarnya di jalan Allah.
  • Semakin banyak orang yang mengenal islam, maka semakin banyak juga orang yang ingin berbagi tentang islam, sehingga tugas dakwa ini sebaiknya diemban bersama bukan sendiri sendiri. Berjamaah akan lebih baik sehingga semakin ringan tugas dakwah ini. 
  • Semoga kita kelak amanah untuk menjaga amanah (agama islam) yang telah dipercayakan Allah kepada kita, sehingga kita tidak menjadi orang yang murtad dan mempermainkan agama islam, kelak akan berkumpul disurga Allah. 






Senin, 11 Desember 2017

Reuni 212 - Tugu Monas Jakarta 2017

Hal yang tidak  bisa disanggah besarnya kekuatan aksi 212 tahun 2016, adalah bentuk bersatunya umat islam di Indonesia. Hal ini kelak menjadi fakta sejarah yang akan selalu dibicarakan dari masa ke masa. Mereka yang tidak suka mencap aksi 212 sebagai ajang Intelorenasi bermuatan Politik dan berkedok agama.  Tetapi dilain pihak mereka yang terikat persamaan rasa yakni murka agamanya dinistakan. Jutaan jiwa lebih dari pelosok daerah di Indonesia tumpah ruah memutihkan jalan jalan di Ibu Kota Jakarta. Satu tahun telah berlaku dan saat ini perasaan itu kembali membara dengan di gelarnya reuni akbar 212 ditanggal yang sama yakni 2 Desember 2017. Reuni ini dilakukan di Tugu Monas yang sebelumnya tempat ini terlarang untuk aksi keagaamaan. Tetapi saat ini oleh Gubernur DKI Jakarta yang baru Bapak Anis Baswedan (yang telah dilantik bersama wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno 16 Oktober 2017) melalui Perda (SK Gubernur DKI Jakarta no.150/1994 yang diperluas dengan SK Gubernur DKI Jakarta no.14/2014) yang ditambahkan poin boleh dipergunakannya Area Tugu Monas Jakarta sebagai  acara kebudayaan, pendidikan, dan keagamaan.  

Dari 200 juta penduduk Indonesia yang hadir disini, jika hitungan kasar minimal 3 jutaan yang hadir disini, maka sekitar 1 % dari penduduk Indonesia telah hadir dalam Reuni Akbar 212 di Tugu Monas Jakarta (angka pastinya tidak dapat diperkirakan, tetapi yang jelas "menyemut" dan telah dapat memadati area monas dan sekitarnya hingga sampai bunderan HI). Jumlah peserta yang hadir di acara aksi 212 dan reuni 212 tidak dapat ditandingkan dengan acara ormas lainnya atau acara sekelompok partai manapun di Indonesia. Bahkan aksi tandingan 412 pun tidak dapat menandingi masa yang hadir. Beberapa nasehat terbaik yang dapat kita ambil pelajaran didalamnya dari gurunda kita Ustad Felix Sauqw, Ustad Bactiar Nasir, Ustad Zulkifli dan beberapa tokoh keagamaan lainnya. 

Pada hari 2 Desember 2017, Allah telah menyatukan kita ditempat ini, meskipun ada beberapa orang yang menyatakan reuni 212 adalah perayaan intoleransi. Hal itu mereka lakukan hanya untuk memadamkan semangat persatuan umat. Mereka juga mengatakan bahwa setiap orang yang mengangkat bendera bertuliskan "La Illaha Illallah Muhammad Rasulullah" sebagai orang yang radikal. Sehingga dapat kita lihat kemanakah arah tujuan dari musuh musuh umat islam ini. 

Musuh umat muslim bukanlah orang-orang non muslim tetapi orang orang yang memerangi Allah, memerangi Rasulullah, memerangi agama Allah, memerangi kitab suci (Al Quran). 

Tetapi jauh dihati kecil mereka sebenarnya, 
mereka takut dengan berkumpul dan bersatunya umat muslim saat ini. Mereka berupaya dengan kekuatan yang mereka miliki dapat membuat kalian (umat muslim) keluar dari barisan ini (kelaur dari jalan Allah) dan tercerai berai. Maka dengan berkumpulnya umat muslim hari ini telah membuktikan bahwa mereka tidak bisa dengan mudah meremehkan kekuatan umat muslim. 

Mereka inilah yang berniat untuk : 
  1. Mereka hendak memadamkan cahaya keimanan dalam diri kita
  2. Mereka memadamkan semangat umat islam
  3. Mereka berkeinginan umat muslim untuk menyetujui dan mendukung kedzaliman yang mereka lakukan
  4. Mereka berniat meluruskan syahwat kedzaliman mereka. 
  5. Mereka menyebar opini kebohongan bahwa orang yang mencintai islam adalah sebagai orang yang radikal

Perpecahan Umat di Indonesia

Orang orang pengikut Rasulullah adalah orang orang yang berkumpul untuk memperjuangkan agama Allah, saat ini umat islam berkumpul untuk memperjuangkan persaudaraan dan persatuan. Umad Islam haruslah setia kepada Islam dan NKRI. 
Umat Muslim di Indonesia ini mudah sekali terpecah belah, dikarenakan 

(1) Sholat subuhnya telat dan jarang baca quran. 

Sholat subuhnya telat dan jarang baca quran. Perilaku inilah yang mudahkan diri ini untuk tersulut emosi. 

" Jin telah mendengarkan Rasulullah membaca al quran, para jin itu telah bertaubat ketika dibacakan al quran oleh di lembag Narkoh. Lalu mereka berkata, dulu kami suka duduk duduk dilangit untuk mencuri informasi dilangit sebelum informasi itu disampaikan ke para nabi. Kami curi informasi itu dan kami sampaikan kepada para dukun. " Para jin ini biasa duduk di spot terbaik untuk mencuri informasi di langit. 

Hari ini telah banyak diantara kita yang melakukan hal yang sama seperti jin-jin tersebut. Sehingga kita sering mendapatkan informasi yang salah karena belum baca quran sudah baca wa (inilah fenomena yang terjadi sekarang dan tidak dapat dipungkiri), nah karena kebiasaan itulah maka jin tersebut membisikan informasi yang salah di telinga kita sehingga apa yang kita dengar dan kita lihat adalah sebuah informasi yang dapat menyulut emosi. 

Saat ini setelah kita bersatu untuk kebangkitan umat Rasulullah, seharusnya kita siap untuk melakukan gerakan sholat subuh berjamaah dan rajin baca quran serta rajin untuk mentadaburinya. Jika hal ini benar benar kita lakukan maka jika ada orang orang yang ingin mencuri informasi/mengirimkan informasi yang salah kepada kita. Maka insyaa allah orang orang yang telah membaca quran tersebut akan dilindungi oleh Allah, dan orang orang yang berniat jahat mengirimkan informasi yang salah itu akan diserang dengan panah panah api oleh tentara Allah dan Allah akan memusnahkan mereka dengan sendirinya. 

(2) Membeda bedakan saudara muslim yang ada diantara kita

Sikap membeda bedakan dan mengkelompokan saudara muslim kita adalah sikap yang tidak baik. karena hal ini dapat memecah belah umat. Maka pada hari ini kita bertekad saya akan melihat saudara muslim saya sebagai umat Nabi Muhammad SAW tanpa harus membeda bedakan. Pererat kembali silahturahim antar sesama umat dan mahluk hidup lainnya. Semua umat muslim disini adalah tiang dari negara NKRI (terserah latar belakang apa dan dari ormas mana semua sama)

Meskipun pernah terjadi luka sejarah. Pada jamannya komunisme, masumi pernah kecewa dengan NU karena NU dianggab berkhianat keluar dari masumi. Begitu juga dengan NU pernah kecewa dengan masumi karena menganggap masumi pemberontak dan telah bekerja sama dengan PNRI. Gara gara luka sejarah itu maka sampai hari ini lukanya masih menganga (terbuka lebar). Maka pada hari ini tidak ada salahnya kita semua berijtihad jaman now, untuk tidak menenruskan luka sejarah itu. Siap untuk bersatu dan bersaudara dengan tidak meneruskan perbedaan. Mari lupakan dendam sejarah itu. 

Tapi yang harus umat muslim sadari bahwa 

Musuh umat Islam itu tidak pernah peduli berapa banyak jumlah kalian, mau banyak atau sedikit mereka tidak peduli karena mereka hanya menginginkan umat muslim terpecah belah. Mereka juga tidak peduli siapa yang terkuat diantara kita, tapi yang mereka inginkan umat muslim saling bertikai. Janganlah mau untuk dipecah belah, jangan mudah terpancing emosi yang menyebabkan kalian bermusuhan dan saling merendahkan satu sama lain. Umat muslim tetaplah dalam satu barisan untuk menjalin persaudaraan dan persatuan umat. 

Manusia sebagai Umat Akhir Zaman 

Kita seharusnya menyadari bahwa kita adalah umat akhir zaman, sebagaimana dalam firman Allah di surah an nur ayat 55, "
 Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

Masa depan kehidupan di dunia akan kembali akan diserahkan kepada umat islam. Telah diakui oleh Badan Intelegent Dunia bahwa tahun 2022 ribu keatas ini khalifah islamiah akan kembali memimpin di dunia ini. Dalam sebuah hadist, Imam ahmad mengatakan bahwa Rasulullah bersabda " Bahwa manusia di dunia ini akan mengalami 5 fase sebelum akhir zaman. " 
  1. Fase Kenabian, fase ini berawal dari nabi adam hingga wafatnya nabi Muhammad SAW.
  2. Fase Kekhalifahan dalam konsep kenabian, berakhir pada masa hasan bin Ali sebagai pemimpin.
  3. Fase Khalifah Kerajaan, diakhiri dengan runtuhnya khalifah turki ustmani pada  3 Maret 1924. 
  4. Fase Penindasan terhadap umat islam, pada fase inilah kita berada. Banyak terjadi pengkhiantan dan pertikaian.
  5. Fase Penutup, tegaknya kembali fase khilafah islamiah. Ciri fase ini kamu akan melihat manusia saling berlomba lomba memperebutkan kekuasaan/jabatan. Maka dengan demikian umat muslim berkewajiban menegakan jihad. Perintah Rasulullah untuk menegakan jihad sudah jelas. (Jihad dalam berbagai bidang) untuk menegakan agama Allah.  
Makna jihad itu sangat luas, jihad yang paling tinggi ribatnya adalah jihad di medan perang. Umat islam sebenarnya sangat membenci adanya peperangan. Rasulullah mengatakan perang itu diwajibkan tapi umat muslim membencinya. Maka ketika saatnya tiba dan ada panggilan jihad, kita sebagai umat muslim harus siap untuk berjihad dijalan Allah membela agama Allah. Membela agama Allah ini bukanlah untuk Allah karena Allah Maha Kuasa tetapi membela agam aAllah inii untuk diri kita sendiri. 

Jihad di akhir zaman yang paling mulia adalah di negeri syam, dan perlu kita ketahui semangat jihad itu harus tetap bergelora didalam diri umat muslim karena didalam darah kita mengalir darah  para syuhada, mujahid dan pahlawan. 

Mengapa harus ada Reuni 212

Kenapa sih harus ada reuni ? emangnya ini sekolahan, kami menganggap lapangan monas ini adalah sekolahan untuk tempat persatuan umat dan bangsa Indonesia. Sehingga diharapkan para alumni 212 (baik yang datang/tidak datang) dapat berpegang teguhlah terhadap agama Allah dan jangan bercerai berai. Undangan kami saat itu adalah undangan terbuka untuk siapapun, yang tidak diundang hanya pengacau dan provokator. Sehingga yang hadir saat itu tidak lah muslim saja tetapi ada dari saudara kita non muslim. 


Acara seperti ini yang diklaim sebagai reuni akbar 212, sebelumnya belum pernah terjadi di Indonesia. Aksi 212 (2016) dan reuni akbar 212 (2017) merupakan aksi yang baru-baru saja terjadi di Indonesia. Hal ini terjadi dikarenakan ada rasa yang muncul dimana penguasa baru yang berkuasa seolah mensekulerisasikan beberapa hal di Indoensia. Memisahkan peran agama dan sosial. Bentuk sekularisasi tersebut menyatakan bahwa agama tidak boleh mengambil peran dalam kehidupan. Padahal kita ketahui bersama bahwa mayoritas agama penduduk di Jakarta adalah muslim. Tepat pada pemilihan pilkada tahun lalu 2017, terjadi pengiringan opini bahwa umat muslim untuk menerima pemimpin dari kalangan non muslim. Padahal diketahui bersama bahwa di al quran telah jelas jelas melarang islam untuk memilih pemimpin selain yang beragama islam. Hingga akhirnya terjadi kisah penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Cahya Purnama yang alhamdulillah telah menerima sangksi hukum. Kejadian inilah yang membuat para muslim terpanggil untuk membela agama Allah. Dengan kejadian ini muslim menjadi lebih peduli, mereka merasa dengan kejadian ini mereka mendapatkan hidayah, mulai tersadar untuk lebih mencintai agama islam, kami tersadar bahwa kami memiliki tanggung jawab yang besar terhadap agama islam. 

Ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Indoensia baik yang pro dan kontra yang terjadi. Karena banyak perdebatan di sosial media akhirnya acara ini menjadi boming dan umat banyak yang datang. Karena selain bersilahturahmi atar sesama umat, sebagian mereka ingin tahu dan ingin ikut merasakan aura reuni akbar 212. 

Gerakan aksi 212 adalah gerakan yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun itu, meskipun dibalik itu semua tetap ada usaha dari orang yang tidak menyukainya untuk mengkerdilkan gerakan tersebut. 
Reuni 212 ini diselenggarakan dengan aman, damai dan tertib. Meskipun sebelum dan sesudah reuni 212 ini berlangsung perdebatan sudah muncul baik di media sosial dan media lainnya, maka perlukah sebenarnya 212 ini reuni akbar. 
  1. Sebagian orang beranggapan toh tujuan aksi 212 ditahun kemaren sudah tercapai yaitu penegakan hukum terhadap gubernur DKI Jakarta (Basuki Cahya Purnama/Ahok).
  2. Apakah aksi ini bermuatan politis atau tidak, bahkan ada yang menyatakan dimedia online, bahwa tujuan dari 212 tidak jauh jauh dari politik 2019.
  3. Perdebatan banyaknya jumlah masa yang hadir saat reuni aksi 212 berlangsung. Semua ruas jalan disilang monas terisi tetapi dari pihak yang tidak setuju dengan aksi ini menyatakan cuman ratusan ribu (tapi ini tidak terlalu penting angkanya yang penting faktanya)  
Sampai pada akhirnya sebuah stasiun televisi swasta menyelenggarakan sebuah perbincangan sehat dalam sebuah forum terbuka yang bisa disaksikan banyak orang. Diharapkan setelahnya tidak ada debat miring lagi yang mempermasalahkan reuni akbar 212 ini.  Reuni akbar 212 ini sebenarnya sudah lama terpikirkan oleh para peserta aksi 212 tahun lalu. 

Pada hari H berlangsung tidak ada hujan tetapi juga tidak panas (sejuk). Suasana yang hadir disana merasakan adem, tetapi orang orang diluar monas banyak yang merasakan suasana jakarta hari itu cukup panas pada hari itu. Lalu mengapa mereka tidak datang saja saat itu ke monas. Tetapi sebagaimana kita ketahui bersama bahwa beberapa hari sebelumnya jakarta dirundung hujan  dan angin, sampai beredar foto di medsos ada panggung roboh yang menyatakan "reuni 212 tidak diridhoi karna belum apa apa panggungnya udah rubuh (sebuah tudingan yang tidak bertanggung jawab)." 

Makna Reuni Akbar 212 

(1) Reuni 212 bentuk Rasa Syukur Umat Muslim 

Sebagaimana yang kita dengar dan kita lihat diberbagai kalangan masyarakat ada yang beranggapan bahwa aksi 212 dan reuni 212 bermuatan Politis (banyak yang su'udzon). Sebagai catatan penting umat bahwa acara ini adalah sebuah tasyakuran bentuk rasa syukur umat muslim, karena mereka sadar tahun tahun sebelumnya aksi 212 belum pernah ada aksi berkumpulnya jutaan umat di monas dari berbagai mahzab, ras dan golongan. Inilah yang disyukuri dari reuni 212. Nuansanya lebih kepada rasa bersyukur atas kejadian satu tahun yang lalu. Bersyukur ini adalah perintah agama "kalau kalian syukuri nikmatku maka akan aku tambah nikmat ku." Maka yang hadir di acara reuni 212 kemaren berharap dengan dipanjatkannya rasa syukur maka Allah akan tambah nikmatnya. Merawat energi al maidah 51 ini dapat menyatukan umat, demi kebangkitan umat dan demi kejayaan NKRI. Bersatunya umat menjadi rahmatan lil alamin. Persatuan bangsa sebagai penopang utama kejayaan NKRI. 

Dalam aksi diatas panggung reuni akbar 212 jika ada yang kampanye maka panitia aka menurunkannya. Tetapi Alhamdulllah tidak ada, karena fokus utamanya bukan untuk aksi kampaye dan politis. Acara ini terhindar dari acara politis praktis. 

Namun reuni akbar ini bersyukur karena telah menghasilkan politik persatuan untuk kejayaan NKRI. Bukanlah umat islam sebagai warga negara juga diperbolehkan untuk berpolitik. Inilah yang dimaksudkan bahwa acara reuni 212 mengandung politik untuk kejayaan NKRI, bukan untuk kepentingan individu atau kelompok. Jika ada yang mengatakan tokoh-tokoh yang hadir beraroma politik  ya itu syah-syah saja karena mereka juga warga negara, yang panitia tidak ijinkan itu adalah kampanye. Karena maksud dilarang berpolitik itu adalah yang kampanye. Pengamat politik di Indonesia juga tidak menyanggah hal tersebut. Pengamat politik disini sebagai ahli politi yang mengamati apakah dalam aksi reuni akbar kemaren bermuatan politik. Reuni 212 adalah bentuk Rasa Syukur Umat Muslim bukan bermuatan Politik. 

Ketahuilah sejak zaman Rasulullah, islam tidak pernah meninggalkan dunia politik. Maka untuk saat ini untuk meninggalkan dunia politik rasanya seperti kurang pas. Kalau umat islam meninggalkan dunia politik maka umat tidak dapat berperan untuk memberikan yang terbaik untuk negeri. Dengan adanya umat islam di dunia politik diharapkan bisa menjadi alarm bagi penguasa yang dzalim dalam melangsungkan pemerintahan nanti. Umat islam harus bisa mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan yang dzalim. Islam adalah bangsa yang dipercayakan Allah untuk memimpin dunia. Karena dengan kepemipinan islam menurut fakta sejarah masyarakat dapat hidup dengan aman dan tentram, kemungkaran dan kedzaliman dapat teratasi.

Kalau aksi 212 tahun 2016 adalah aksi sholat jumat terbesar di dunia, dan dalam reuni akbar 212 kemaren merupakan. Mari kita wujudkan setelahnya gerakan subuh berjamaah dari sabang sampai marauke. Setiap masjid subuhnya menbludak seperti sholat jumat dengan tujuan adalah untuk kebangkitan umat agar negara NKRI ini mendapat keberkahan dari Allah, nabi Muhammad SAW bersabda " siapa yang sholat subuh berjamaah maka kehidupannya akan dijamin oleh Allah." (Gerakan Indonesia Sholat Subuh Berjamaah)

Ada tanggapan bahwa setelah aksi reuni 212 berlangsung akan dibuat partai politik ? Hal ini tidak  terpikirkan karena saat ini hanyalah mendukung partai partai yang ada sehingga jalannya lurus dijalan Allah dan diharapkan kinerja mereka mendukung kebangkitan umat islam dan kejayaan NKRI. 

(2) Reuni 212 merupakan Bentuk Tanggung Jawab Muslim 

Jika anda seorang muslim tidaklah kalian memiliki rasa tanggung jawab kepada agama kalian sendiri ? Anda bersyahadat akan tetapi ketika agama anda diperolok maka anda diam saja, dijadikan bahan penistaan lalu anda diam saja. Seharusnya sebagai umat muslim merasa terpanggil karena al quran dinistakan oleh orang lain. Orentasi mereka untuk hadir ikut serta bukanlah uang atau kepentingan sekelompok orang. 

Lalu mengapa muslim yang menyatakan diri memiliki rasa tanggung jawab terhadap agamanya sendiri, dikatakan sebagai intoleran. Padahal setiap warga negara dijamin haknya oleh hukum konstitusional untuk berkeyakinan sesuai dengan agama dan kepercayaannya. 

Orang orang yang menyatakan reuni akbar 212 intoleransi adalah orang orang yang tidak siap menerima kenyataan umat islam bersatu. 

Fakta Reuni 212 

(1) Reuni 212 menakuti sekelompok orang tertentu. 

Ada yang ketakutan jika renuni 212 ini diselenggarakan, padahal mengapa harus takut ? Ini hanyalah bentuk kesadaran umat muslim, yang peduli dengan agamanya sendiri. Mereka sadar bahwa al quran mengajarkan untuk memilih pemimpin dari kalangan muslim. Al quran menyadarkan mereka kalau didalam menjalankan kehidupan ada aturanya dan  sebagai muslim yang taat sebaiknya menerapkan aturan yang telah ada didalam al quran didalam kehidupan saat ini. Apa yang diatur didalam al quran itu sangat spesial dan untuk berbagai sisi aspek kehidupan. Al quran tidak hanya mengurusi kehidupan akhirat tapi juga mengurusi kehidupan dunia. 

Ketika gerakan ini semakin membesar sekelompok orang ada yang kawatir, lalu mengapa mereka kawatir ? karena ada syahwat didalam kekuasan yang akan mereka wujudkan. Dengan kata lain promosi yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut akan menjadi tidak laku. Maka mereka tidak tinggal diam menghadapi semua ini dibuatlah narasi yang baru untuk mengklaim acara reuni 212 itu, yakni acara tersebut intoleran, radikalisme, anti pancasila dan anti NKRI. Mereka tidak langsung menyerang sekelompok orang tetapi yang mereka serang adalah para ulama dan tokohnya. Dengan menjatuhkan tokoh dan para ulama umat muslim tersebut, diharapkan pamor/popularitas menurun, sehingga tidak lagi bisa mendatangkan masa dan tidak bisa menyatukan umat. Itu yang sebenarnya diharapkan oleh musuh islam saat ini. Para ulama dan tokoh diserang secara masif dan pada akhirnya mendeskriminasikan. Dimanakah letak keadilan di negeri ini jika mereka terus melakukan kedzaliman dan kemungkaran ini. 

Reuni 212 ini menjadi pengingat umat muslim bahwa telah terjadi aksi 212 ditahun 2016 sebagai aksi bela quran, ulama dan bela islam. 

(2) Dana aksi dan reuni 212 

Jika orang berfikir dari mana dana untuk menyelenggarakan aksi ini, berarti sensivitas orang tersebut hanyalah uang. Jika ada masa maka harus ada uang. Tetapi hal itu tidak terjadi di acara 212 ataupun reuni 212. Tetapi mereka yang berfikir seperti itu tidak pernah berfikir bahwa akan ada opsi lain. Mereka tidak pernah memikirkan bahwa ada orang yang tidak segan segan memberikan harta mereka untuk orang lain, hanya untuk sekedar berbagi bersama dengan yang lain. Tolong menolong untuk menyediakan kebutuhan logistik (makanan dan minuman) terus mengalir dari berbagai kawasan. 

Inilah keajaiban yang dapat terlihat dalam aksi 212 dan reuni 212, Allah memampukan setiap hambanya yang ingin datang dengan niat Lillahi Ta`Allah. Allah cukupkan rejekinya orang orang yang telah berbagi dalam aksi 212 dan reuni 212 ini. Kalau ada yang bertanya duitnya dari mana? coba tanyakan langsung kepada para peserta aksi apakah kedatangan mereka dibayar. Mereka akan lantang mengatakan kami datang kemari tidak untuk dibayar tetapi iklas karena Allah. 

(4) Perasaan bahagia yang dirasakan 

Rasa bahagia yang dirasakan tidak dapat diungkapkan dengan kata kata. Perasaan bersaudara antar sesama umat islam yang membuat semua orang ingin hadir dalam reuni akbar 212 tersebut. Sebagian orang yang hadir akan memiliki perasaan seperti suasana umroh atau haji. Padahal ini hanyalah dihadiri oleh umat muslim Indonesia bukan dunia. Bahkan merupakan jemaah subuh terbanyak di dunia. 

Sebuah gerakan perubahan untuk persatuan NKRI. Semua ini akan menjadi fakta sejarah yang memiliki andil besar dalam aksi bersejarah 212 tiap tahunnya. Gerakan 212 merupakan suatu gerakan yang telah mendunia. Terlepas itu dituduhkan ada bermuatan positif atau tidak, sama sekali tidak memperngaruhi kebahagiaan yang mereka rasakan. Seseorang yang tidak menyukai gerakan ini seharusnya bisa lebih berlapang dada menerima, tidak perlu memberikan statement miring dan nyinyir. 

(3) Reuni Akbar 212 membawa Bendera Panji Rasulullah. 

Namanya juga bendera jelas dikenal sebagai sebuah simbol. Makanya setiap negara miliki simbol bendera kenegaraan masing masing dengan warna dan bentuk yang berbeda. Tetapi ternyata yg memiliki simbol bendera juga dapat berbagai kelompok komunitas, organisasi dan perusahaan.

Nah, inilah yang diributkan dalam setiap perkumpulan yang dilakukan umat muslim entah itu pada saat aksi 212, reuni 212, bahkan acara lainnya. Orang apatis itu menilai dengan berbagai opini pemikiran mereka sendiri. Entah mungkin karena mereka ketakutan ketika muslim berkumpul atau entahlah apapun itu. Tapi yang perlu diketahui bahwa simbol yang tertera di selembar kain yang selalu kami (muslim) bawa itu adalah simbol jati diri muslim (kalimat syahadat). Karena memang dengan kalimat syahadat itu muslim senaniatasa bersemangat membela agama islam dan mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Jadi buat apa kalian pusing sendiri dan akhirnya ke blinger, sampai meraih rumput ditepi jurang untuk melakukan pembenaran diri demi menyudutkan umat muslim. Dengan menyatakan ini bendera organisasi terlarang, dengan menyatakan muslim aliran sesat, dan entahlah apa lagi opini yang kalian bangun. Berhentilah kalian melakukan pengiringan opini untuk Indonesia lebih baik, untuk persatuan Indonesia.

Sebagaimana telah dijelaskan ustad Felix di acara ILC  (klik disini

Dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas meriwayatkan: “Rasulullah Saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yang ukurannya sehasta kali sehasta. Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan ‘Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’. Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih.”

Kedua bendera Liwa dan Rayah terlintas sama tetapi fungsi peruntukannya berbeda. Bahwa, “Liwaa adalah bendera yang berada di tangan Penguasa. Ar-Raayah, adalah panji yang dimiliki oleh setiap pemimpin divisi pasukan, di mana semua pasukan yang ada dalam divisinya disatukan di bawah panji tersebut. Liwaa hanya berjumlah satu buah untuk keseluruhan pasukan. Liwaa digunakan sebagai patokan pasukan ketika mereka merasa perlu untuk menyampaikan keperluan mereka ke hadapan penguasa (Imam). Liwaa dipilih berwarna putih. Ini ditujukan agar ia bisa dibedakan dengan panji-panji berwarna hitam yang ada di tangan para pemimpin divisi pasukan.”

Alhamdulillah dengan pertolongan Allah semoga orng orang yang berada didalam ring, yang mencoba ingin ikut merecoki umat dan bangsa Indonesia untuk hidup damai, tidak lagi diberikan hidayah tapi dilibas habis oleh tentara Allah. Tidak ada anjuran untuk mendoakan abu lahab dan abi dajal untuk bertaubat. Doakan orng orang yang memerangi agama Allah untuk langsung mendapatkan pembalasan tunai dari Allah.

Janji Allah itu pasti,

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya." (Al-Maaidah: 54).

Jujur saya pun agak gerah melihat semua, tapi saya teringat pepatah bijak " kedzaliman itu akan terjadi jika orang baik duduk diam mendiamkan" maka untuk meluruskan gosip gosip yang beredar bahwa panji/bendera ini adalah bendera ormas terlarang, tetapi bendera/simbol ini sebenarnya adalah panji Rasulullah. Akan tetapi bendera/simbol yang diklaim sebagai bendera/simbol Rasulullah oleh sekelompok orang apatis itu adalah bendera/simbol Khilafah Turki Ustmani. Pernyataan mereka (klik disini)

Liputan video dari Museum Topkapi Turki berdurasi hampir 60 menit, Tolong disimak baik-baik di durasi 34-39menit menjelaskan bendera turki Ustmani. (klik disini)

Kami muslim akan merasa terpanggil untuk memberikan yang terbaik, karena inilah bentuk ketaqwaan kami kepada Allah.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

Yakinlah saudaraku, Sampai kapanpun simbol bendera tauhid ini, tidak akan pernah menggantikan bendera merah putih. Tetapi bendera tauhid ini akan selalu menemani bendera merah putih mengangkasa ketika ada kemungkaran di negeri ini. 

Fakta sejarah mengatakan bahwa Jika umat islam tidak mencintai Indonesia maka Indonesia tidak akan pernah merdeka.

Islam menginspirasi untuk kemerdekaan melawan para penjajahan dan faktanya para penjajah itu menjadi tidak suka dengan umat islam sehingga mendeskritkan umat islam waktu itu. Kini sejarah itu berulang lalu apakah kita akan diam. Terlihat ada persatuan umat di aksi dan reuni 212, kalau ada segelintir orang yang tidak suka maka janganlah bermental penjajah. Sebagai umat yang terpelajar dan terdidik, maka yang terbaik adalah bisa mencari kesalahan diri sendiri sebelum mencari kesalahan orang lain. Ketika Rasulullah ditolak untuk berdakwah, Rasulullah tidak marah beliau malah mengkoreksi dirinya sendiri. Tetapi ketika kita mengkoreksi diri dan menyadari ternyata kesalahan terjadi di pihak orang lain maka sebaiknya tidak kita gunakan kesalahan tersebut kecuali untuk mencari keberkahan diri kita sendiri.

Telah terjadi polarisasi di negeri kita sendiri yang menimbulkan perpecahan, disaat zaman seperti ini maka yang harus kita lakukan adalah :
  • Tidak mudah menerima ajakan yang berniat memprovokasi dengan begitu mereka tidak akan memiliki masa.
  • Tidak mudah mengukuti acara pengusiran dan pembubaran, cari tahu kebenaran beritanya. Ikutilah orang orang yang bisa dipercaya seperti tokoh agama bukan yang tokoh agama gadungan.
  • Carilah tempat tempat dimana ada perkumpulan yang mengeratkan persatuan NKRI bukan perkumpulan yang ingin memecah belah dan menjelekan saudaranya sendiri. 
  • Mencari solusi terbaik bagi negeri, maka solusi terbaik ada di kitab suci dan datang dari Allah bukan pihak yang ingin memprovokasi.
(3) Ekspresi demokratis bisa dilakukan secara rukun 

Dalam aksi dan reuni 212  memperlihatkan bahwa ekspresi demokratis bisa dilakukan secara rukun. Meskipun ada tokoh politik yang hadir tetapi tokoh politik itu yang dapat dikatakan sebagai oposisi pemerintah yang dapat memberikan kritikan postif pada pemerintahan. Aksi masa dan reuni 212 yang terlepas dari agregasi politik, karena keinginan mereka hanya melakukan pesanan kepada partai politik yang ada supaya lebih bisa mendengarkan aspirasi rakyatnya. 

Aksi masa seperti ini akan mungkin saja diteruskan bahkan hingga pilpres 2019 dengan menjaga momentumnya agar tidak hilang. apakah ini akan membesar ini sangat memungkinkan karena aksi ini terkait dengan banyak faktor. Seperti yang kita ketahui faktor pokok terjadinya aksi 212 di 2016 itu kaitannya dengan PILKADA (anggapan sekelompok orang dan ini faktanya dimana waktu itu ahok melakukan pelecehaan kitab suci umat islam). Meskipun ahok tidak lagi berada di dunia politik dan sudah dirutan, sehingga faktor pemicunya sudah tidak ada lagi. Sehingga agak susah mencari faktor pemersatu yang membuat masa dapat berkerumun dalam jumlah yang besar. 

Agak susah menyebut aksi lanjutan 212 (2016) ini memiliki agregasi politik dan ditunggangi partai politik

(4) Aksi 212 bukti Kebangkitan Islam

Kebangkitan Populisme islam adalah bukti dari kebangkitan islam. Umat islam bersatu dan jangan berpecah belah. Mereka sebenarnya tidak berpecah belah tetapi hanya memiliki perbedaan yang ingin dipersatukan kembali. Tidak menjadi masalah lagi ketika solat subuh pake qunut dan tidak, dan berbagai masalah khilafiah lainnya. Tidak akan menjadi isu lagi untuk adanya perpecahan umat ketika umat muslim sudah terlihat bersatu.  Jadi oleh karena itu menyatukan umat islam di Indonesai terlihat agak susah ketika yang dibahas adalah perbedaan khilafiah. 

Pengaruh budaya dan sosiologi sejarah umat islam di Indonesia, cenderung soal politik itu fleksibel. Mereka tidak merasa salah ketika harus memilih figur partai politik yang tidak didalam partai islam, hanya saja harus muslim dan partai politiknya mendukung kepentingan umat bukan kepentingan golongan. Islam di indonesia bukanlah identitas politik meskipun islam merupakan mayoritas muslim, seperti halnya malaysia. Di indonesia perayaan maulid nabi untuk mengambil uswah khazanah maka diselenggarakan bukan sekedar ceremony. 

(5) Reuni 212 tidak berpihak kepada siapapun 

Alur berfikir harus subyektif dan toleran terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam aksi dan reuni 212. Kalau ditanya apakah perlukah reuni 212? maka jawabannya akan subyektif. Ada sebagian orang yang berkata reuni 212 itu perlu (bagi muslim) dan ada yang berkata tidak (bagi orang yang tidak paham/tidak suka). 

Ini adalah ruang kelas terbesar dalam peradapan politik di Indoensia (trand yang baru) tidak bermaksud mengecilkan partai manapun. Tidak perlu aksi 212 itu membuat partai politik yang akhirnya hanya membela satu orang. Apa bila ada partai politik yang ingin menyelenggarakannya di monas, belum tentu bisa mengumpulkan masa sebanyak itu. Hal yang mendasar yang perlu disadari yakni adanya obyektifitas yang harus dipahami yakni kesadaran kolektif umat islam untuk bersatu. Namun yang harus dimengerti ini adalah sebuah perkembangan politik di Indonesia. Adanya keinginan untuk mewujudkan NKRI yang bersyariah bukanlah momok yang akan mengganti ideologi bangsa. Aksi 212 dan reuni 212 adalah merupakan bentuk peradapan politik yang baik, ini bukan hanya aspirasi rakyat  tetapi konsekuensi logis dalam penegakan hukum. 

Logika berfikirnya  adalah bahwa Dasar Negara republik Indonesia berdasar kepada ketuhanan Yang Maha Esa dan berkat rahmat Allah. Jadi dinyatakannya kemerdekaan bangsa ini adalah karena Rahmat Allah. Tidak boleh menafsirkan undang undang seenaknya harus selaras antara batang tubuh dan mukadimah. Ini adalah konsekusi hukum yang jelas bahwa kemerdekaan adalah Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan ialah Allah. Sehingga konsekuensi hukumya berlaku hukum islam yakni Tuhan Yang Maha Esa. 

Siapapun yang mau berkiprah maka masuklah ke parleman, jika mayoritas parlemen adalah orang muslim dan muncul aspirasi islam dan menjadi hukum maka akan menjadi suatu kewajaran bagitu juga jika parlemen yang duduk didalamnya adalah non muslim. Poinya pengambil keputusannya adalah DPR dan Presiden. Kesadaran politis umat islam saat ini sudah lebih baik dari yang dulu. Kembali ke sajarah terjadinya, pada tahun 1950-1959 memakai UUD sementara, tahun 1959 ketika dekrit kembali ke UUD 1945. Tapi ketika 18 agustus 1945, maka piagam jakarta di coret oleh panitia 9. Dengan dicoret itu maka ada perdebatan seriusnya maka munculah kata "Ketuhanan Yang Maha Esa" awalnya pancasila yang di gagas oleh bungkarno itu hanyaah "Ketuhanan" saja tidak ada kata "Yang Maha Esa" dan ditaruhnya pada sila ke-5 dan pada tanggal 22 juni 1945 diperdebatkan maka jadilah piagam jakarta. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya, kemudian 18 agustus 1945 ini dicoret, bung harta memanggil kasmen singodiejo, ki bagus hadi kusumo,  tengku hasan dan wahid hasyim, jika ini tetap ada maka indonesia tidak bisa merdeka (iniah fakta sejarahnya). Ketuhanan Yang Maha Esa yang dimaksud menurut Ki bagus hadi kusumo adalah surat al Iklas (pengertian yang prespektif adalam ketentuan syariat agama islam). Maka kembali dalam pengertian dekrit tadi kata kata "dijiwai" itu tidak menghilangkan maknanya wakau sudah dicoret. 

Jika dalam reuni 212 itu membahas pemilu 2019, itu sangatlah wajar. Karena Pemilu itu hak bukan kewajiban. Hak untuk dipergunakan atau tidak itu terserah yang menggunakan. Hak sebanyak jutaan orang yang hadir di renui 212 adalah hak mereka masing masing lalu mengapa di permasalahkan. (logika hukum berfikirnya itu harus jelas)

Dari sisi pengiat media sosial 

Penggiat media sosial yang tidak menyukai adanya aksi 212

Dari sisi pengiat media sosial ada berbagai macam prepestif, dari sisi pengiatnya  (panitianya) untuk menjaga momentum aksi 212. Ada sisi dari pengiat media sosial yang menganggap reuni 212 adalahgGerakan untuk mempesatukan umat islam (ini syah syah saja). Allah menjaganya sehingga tidak adanya aksi dari mereka yang membahayakan. 

(1) Opini pertama, Mereka tidak mengakui jumlah masa yang datang ke reuni 212 adalah dalam angka juta. 

Beberapa kalimat yang dipropagandakan untuk tergelarnya aksi 212, oleh orang-orang pengiat media sosial yang tidak menyukai aksi ini dilaksanakan, seperti : Dalam segi jumlah yang mereka perdebatkan. Mereka tidak suka dengan besarnya angka yang menunjukan masa yang hadir.  Mereka menyatakan  bahwa besarnya angka yang muslim sebut sebanyak "juta" hanya ingin memperlihatkan besarnya aksi yang menunjukan kedikdayaan, ini adalah kegiatan besar supaya orang melihat sebagai sebuah kebenaran. Mereka tidak suka sehingga mereka mengatakan bertambahnya masa yang datang tidak diakui mereka karena mereka menganggap ada beberapa sekelompok orang yang tidak datang berarti tidak mendukung, jadi mana mungkin yang datang bisa melebihi tahun kemaren. 


Perlu diluruskan pada Aksi 212, MUI melakukan konfrensi bersama dengan ormas islam lainnya dan kapolri. Pada waktu reuni 212 menyataan Muhamadiyah dan NU tidak ikut, tetapi ketuanya ada dilapangan tapi tidak naik dipanggung dan tenda yang dipake adalah tenda NU DKI. 

(2) Opini ke-dua, Mereka beranggapan bahwa para masa reuni 212 tidak memiliki kepedulian akan kesusahan (bencana alam) di Indonesia.

Karna mereka yang tidak menyetujui reuni 212 ini beranggapan dana yang dikeluarkan untuk aksi 212 ini sebaikny untul membantu meringankan permasalahan di berbagai daerah (bencana Alam) sebaiknya dana reuni 212 yang dipergunakan itu untuk membantu kesulitan mereka. Anggapan mereka untuk acara reuni 212 adalah acara yang membuang buang uang dan tidak jelas tujuannya kemana dan hanya berkumpul bersama di monas. 

Perlu diluruskan juga bahwa tanggapan mereka ini diluar apa yang mereka ketahui, bahwa muslim yang datang ke reuni 212 ini adalah muslim muslim yang peduli juga dengan apa yang dirasakan saudara kita yang lainnya di nusantara yang sedang mengalami musibah bencana alam, karena didalamnya juga ada penggalangan aksi dan meskipun tidak terlihat tetapi diluar sana muslim tersebut juga telah menyisihkan harta mereka melalui penggalangan dana lainnya seperti ACT (Aksi Cepat Tanggap) 

(3) Opini ke-tiga, Mereka beranggapan bahwa sebagai perayaan intoleran, anti Pancasila dan NKRI. 

Pernyatan seperti ini adalah pernyataan gagal paham. Karena ini adalah satu sosial movement yang harus diakui. Dalam satu network society bahwa terjadi suatu ketidak adilan. Maka ini adalah perayaan peradapan yang merupakan perlawanan tanpa kekerasan. Ini dibuktikan dengan banyaknya orang yang hadir. Mereka datang suka rela dan tanpa adanya bayaran. Inilah relawan yang murni untuk datang kesatu tempat terpanggil, bahkan ada dari mereka membawa makanan sendiri dan berbagi dengan mujahid yang lain dan setelah selesai acara sampah sampah di bersihkan. Ini adalah suatu fakta dan tidak dapat dipungkiri. Ini menimbulkan ke kawatiran oleh sekelopok orang bahwa gerakan ini ada muatan politis yang menumpanginya. 

(4) Opini ke-empat, Mereka beranggapan bendera ormas terlarang dikibarkan bersama bendera merah putih. 


Mereka yang tidak menyukai acara ini berlangsung beranggapan acara reuni akbar 212 ditunggangi ormas telarang seperti HTI, menistakan bendera merah putih. Dengan fakta yang mereka lihat bahwa di dalam acara tersebut mengibarkan bendera HTI. Yang dimaksud mereka adalah bendera berlafadz "La illaha Illallah Muhammad Rasulullah". Inilah bentuk ketidak pahaman mereka, selain itu mereka mengklaim bahwa bendera Rasulullah tidak demikian (klik disini). Tanggapan yang disampaikan Abu Janda tersebut tidak benar dan telah di bantah oleh ustad Felix saw.

Bendera ustmani didalamnya terdapat tulisan " inna fatahna laka fathan mubina " Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata (surah Al fath ayat 1). 

Banyaknya kesamaan simbol Sunan Gunung Jati dengan Khilafah Utsmani, Logo pedang dzulfiqar, tertulis ayat "inna fatahna laka fathan mubina". Sampai beberapa perkiraan adanya hubungan Nusantara dengan Khilafah Utsmanipada masa itu. Keturunan Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah. Sunan Gunung Jati bersama Fatahillah sebagai pembangun jayakarta, 22 juni 1527 M atau 22 Ramadhan 933 H. Nama Jayakarta diangkat dari Al-Quran surah 48:1 , inna fatahna laka fathan mubina

Makna Fathanmubina adalah kemenangan paripurna atau jayakarta yg dikemudian hari dikenal dengan sebutan jakarta.

(5) Oponi ke-lima, Mereka beranggapan bahwa ideologi negara akan tergantikan dengan ideologi ormas terlarang. 

Ormas terlarang yang mereka maksud adalah HTI ( Hizbut Tahrir Indonesian ), adapun pro kontra pembubaran HTI (klik disini). Mereka mengklaim bahwa acara reuni 212 ini ditunggani oleh kepentingan ormas terlarang, dikarenakan banyak berkibar bendera yang mirip digunakan oleh ormas terlarang tersebut di area monas saat itu. 

Sistem kekhalifahan di sinyalir akan menggantikan ideologi negara, sehingga cinta tanah air bukalah lagi hukum islam yang dapat mempersatukan. 

Ingatlah sampai kapanpun ideologi bangsa Indonesia tidak dapat digantikan dengan yang lain. Jadi jika ada pernyataan muslim akan menggantikan ideologi negara menjadi khalifah itu tidak benar. Karena mereka semua gagal paham untuk memahami apa itu khalifah.

Dalam Al-Qur'an, manusia secara umum merupakan khalifah Allah di muka bumi untuk merawat dan memberdayakan bumi beserta isinya. Khalifah adalah yaitu sebuah sistem kepemimpinan umat, dengan menggunakan Islam sebagai Ideologi serta undang-undangnya mengacu kepada Al-Quran, Hadis, Ijma dan Qiyas. Bagaimana dengan undang undang kita saat ini, bukankah dari dulu mengacu kepada hal tersebut. Lalu mengapa kita termakan dengan isu murahan pemecah belah bangsa itu. 

(6) Opini ke-enam, Mereka beranggapan bahwa ini adalah gerakan politik bernuansa agama. 

Tudingan mereka mengarahkan bahwa ini ada hubungannya dengan politik pilpres 2019, rasa ketakutan ini berlebihan karena alumni yang hadir disana sama sekali tidak memikirkan hal itu, yang mereka utamakan adalah persatuan umat. Wajar jika beberapa orasi menyinggung politik tapi bukan berarti mereka mengkampanyekan diri. Menyinggung politik bukan berarti bermuatan politik. Acara aksi dan reuni 212 ini tidak berpihak kepada siapapun bahkan yang hadir disini bukan hanya muslim saja tetapi ada beberapa warga negara asing dan saudara kita dari non muslim. Muslim tidak akan pernah rela jika ada kemungkaran dan kedzaliman di Indonesia. Dakwah mempererat persatuan dan kesatuan umat tidak mungkin dilakukan jika kami (muslim) tidak cinta NKRI. 

Cara Pandang Reuni 212 secara Intelektualitas 

Mari kita melihat  substansi apa yang melatar belakangi aksi ini, apakah terselenggaranya aksi 212 adalah gerakan politik, gerakan moral, atau gerakan sosial. Pada reunii 212 bertambahnya agenda dalam berkumpulnya masa dalam reuni 212 yang menyelenggarakan maulid nabi juga. 

Para elit politik juga merasa heran mengapa banyak orang yang hadir dalam acara reuni 212 itu.

Banyak kegagalan untuk melihat terselenggaranya aksi dan reuni 212, bahwa acara ini tidak hanya transformasi sebagai satu sosial movement saja, bahkan didalamnya satu gerakan politik, sosial dan moral didalamnya tidak dapat dipungkiri dan harus diakui dalam satu net work society.

Dengan adanya aksi 212 sudah dapat dikatakan sebagai identitas politik di Indonesia, ini sangat wajar dan sebagai resistent dari identitas politik karna ada suatu keadaan yang membuat seseorang merasa , seperti : 
  • Merasa ada satu sistem yang membuat ada rasa suatu ketidak adilan dalam instusi dalam pemerintahan, 
  • Merasa adanya ketidak adilan hukum. (Dalam kasus A tidak apa apa tetapi dalam kasus B sangat mudah di kriminalisasi), 
  • Merasa sekelompok orang dengan mudah mencap inteloren, anti pancasila dan NKRI.  
Dalam reuni wajar didalamnya terjadi CLBK "Cinta Lama Bersemi Kembali", siapapun yang berkenan hadir dan memiliki persamaan pandangan dalam satu isu. Adanya rasa kesukarelaan dari yang hadir dalam acara reuni 212 yang ditujukan karena memiliki pandangan yang sama dalam satu isu, satu transformasi sosial movement yang menunjukan umat islam bukan lagi sekedar gerombolan tetapi sudah menjadi satu barisan dalam pola pikir yang  sama. 

Janganlah berdebat masalah jumlah masa yang hadir dan tujuan diselenggarakan hanyalah untuk kepentingan politis, karena hal ini mengganggu intelektulitas suatu bangsa. 

Rakyat sudah mulai cerdas mana yang betul betul berpihak pada rakyat mana yang tidak, mana yang menyusahkan rakyat dan mana yang bisa menyelesaikan permasalahan rakyat. Aksi dan reaksi kegaiatan besar seharusnya berjalan dengan damai dan baik, karena bangsa Indonesia telah memilih melalui jalan demokrasi. 

ILC Tv One 5 desember 2017
Rekaman streaming " Perlukah Reuni 212 ? "