Pengikut

Sabtu, 21 Oktober 2017

Mutiara Andalus 04 - Islam di Spanyol

Ustad Asep Asobari 


Kajian Sejarah Andalusia Bagian 03klik disini )


Sekitar Abad ke-10M menyusuri dunia Islam di dunia barat 

Penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan islam yang berjasa yaknu : 
  1. Tharif Ibnu Malik
  2. Thariq Ibnu Ziyad
  3. Musa Ibnu Nushair 
Mereka menyebrangi selat untuk menyebarang dari maroko ke spanyol.

Thariq Ibnu Ziyad lebih dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar, pasukannya terdiri dari suku barbar yang didukung oleh Musa Ibnu Nushair dan sebagian lagi pasukan yang dikirim oleh khalifah Al Walid. Dengan dikuasainya Gibraltar (jabal Thariq) maka terbukalah pintu untuk memasuki Spanyol. Dalam pertempuran di Bakka dapat mengalahkan Raja Roderick. Dari situlah Thariq Ibnu Ziyad dapat menaklukkan kota penting di Spanyol seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibukota kerajaan goth saat itu), selanjutnya mereka (Thariq Ibnu Ziyad dan Musa Ibnu Nushair) dapat menguasai daerah utara (mulai dari sargosa -Navarre)

Gelombang perluasan perebutan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan khalifah Umar Ibnu Abdil Aziz (99H/17M) dengan sasaran menguasai daerah pegunungan Pyrenia dan prancis selatan. Pada pemulaan abad ke-8M kaum muslimin manjangkau seluruh spanyol dan melebar ke arah prancis tengah, prancis selatan (Carassonne, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours) dan bagian italia. Selain itu pasukan islam juga memberikan toleransi kepada suku goth dan Navarro. Sikap para penguasa islam baik dan rendah hati. Muslim spanyol saat itu bukan hanya beragama islam, tapi mereka sungguh sungguh mempraktekkan kehidupan islam, mereka bertingkah laku dengan panutan Al Quran dan Al Hadist. Muslim Spanyol dimasa kejayaan, mereka saat itu berkata tidak untuk musik, alkohol, pergaulan bebas dan segala hal yang dilarang islam.  


Faktor Internal dan Eksternal yang mempengaruhi kemenangan umat Islam di Spanyol

Faktor Internal :  
Suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokoh pejuang, dan prajurit tentara yang terlibat penaklukan wilayah spanyol. Para pemimpin adalah tokoh yang kuat, tentaranya kompak, bersatu dan penuh percaya diri. Mereka cakap, berani, dan tabah menghadapi persoalan. Yang tak kalah penting adalah ajaran islam yang mereka gunakan sebagai pedoman hidup mereka. 

Faktor Eksternal 
Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang islam dimana kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik wilayah spanyol terkoyak koyak dan dan berbagi menjadi kota kota kecil. Bersama dengan itu penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa (aliran monofisit), adapun penganut agama yahudi yang merupakan sebagian besar penduduk spanyol, Rakyat dibagi kedalam sistem kelas sehingga diliputi oleh kemelaratan ketertindasan dan ketiadaan persamaan hak. Mereka menantikan juru pembebas, mereka temukan dari orang islam.  

Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat, ketika islam masuk ke spanyol ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Pada waktu itu spanyol berada dibawah kekuasaan romawi. 


Spayol memiliki tanah yang subur sehingga pertanian pesat, pertambangan, industri dan perdagangan juga baik tetapi setelah berada dibawah kekuasaan kerajaan Goth perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Awal kehancuran kerajaan Goth ketika raja Roderick memindahkan ibu kota negara dari Seville ke Toledo. Toledo dikuasai oleh Witizia, hal pemindahan ibu kota negara memancing kemarahan Oppas dan Achila sehingga mereka menghimpun kekuatan untuk mengalahkan raja Roderick dengan bergabung dengan umat muslim dari Afrika utara. Selain itu umat muslim saat itu mendapat dukungan dari kaum yahudi yang tertindas oleh raja Roderick. 



Dalam buku sejarah karya Lavis dan Rambou dijelaskan : 

Bahwa Inggri Anglo Saxon pada abad ke-7M hingga ke-10M merupakan negeri tandus, terisolir dan mengenaskan. Eropa penuh dengan hutan belantara dan sistaem pertanian dan pemerintahan mereka masih terbelakang. Masyarakat dikota tersebut juga tidak mengenal kebersihan. 

Lalu bagaimana dengan islam ? 

Kota besar seperti Baghdad (irak), Damaskus (lebanon), Cordoba, Granada, Sevilla (spanyol).

Cordoba sebagai salah satu kota terbesar di eropa, Cordoba dikelilingi oleh taman taman yang hijau, sedangkan Granada akan menyingkap keagungan bangunan istana AlHamra. Dan Sevilla  disepanjang penjuru kota ditumbuhi pohon zaitun. Secara umum kota kota di Spanyol sangatlah ramai sekali. 

Baghdad sebelum dibangun oleh Khalifah Al Manshur terletak di daerah yang kecil dan sempit. Ketika hendak dibangun oleh Al Manshur yang mendatangkan insiyur teknik, arsitek dan para pakar ilmu ukur. Baghdad memiliki 3 lapis tembok besar pada bagian barat dan timur, selain sungai efrat dan tigris masih banyak sungai yang mengalir ke istana Baghdad. Pemerintahan di baghdad di lanjutkan oleh pemerintahan Abbasiyah. 

Demikian indahnya kejayaan islam tapi semua ditutup tutupi, dan banyak berbagai temuan ilmu pengetahuan oleh kalangan islam di klaim sebagai kalangan barat. 

Dr Raghib As Sirjani berusaha mengungkap kembali kejayaan islam, berjudul 
" Maadza Qoddamal Muslimuna Lil Alam, Ishaamatul Muslimin fi al insaniyah " (Apa yang telah diberikan umat islam untuk Dunia, kontribusi umat islam dalam membangun peradapan manusia) 

Kawasan yang pernah menjadi wilayah kekuasaan islam dibawah kepemimpinan Bani Umayah pada abad ke-8 di semenanjung Iberia Spanyol. Bani Umayah dari Damaskus adalah pemimpin yang menaklukan spanyol pada tahun 711 dibawah kepemimpinan Tariq bin Ziyad dimasa pemerintahan Al Walid bin Abdul Malik. Beliau menyebrangi selat antara maroko dan spanyol.  Dalam waktu 7 tahun sebagian besar semenanjung Iberia (kini spanyol portugal) berada di bawah kendali muslim. 

Kota berada dikawasan selatan spanyol adalah Andalusia (Cordoba dan Granada), yang merupakan pusat peradapan islam yang sangat penting dan menyaingi baghdad di timur. 


Andalusia

Dalam sejarah peradapan islam tanah spanyol lebih banyak dikenal dengan nama Andalusia. Yang dikenal dengan tanah semenanjung Liberia. Nama Andalusia bersal dari kata Vandalusia yang artinya negeri bangsa vandal, karena bagian selatan semenanjung ini pernah dikuasai oleh bangsa Vandal. Daerah ini dikuasi oleh islam setelah penguasa Bani Umayah yang berhasil merebut tanah semenanjung ini dari bangsa Gothi Barat pada masa khalifah Al Walid ibnu Abdul Malik 

Andalusia adalah jembatan utama peradapan islam dan pintu penting proses transfer peradapan islam ke eropa. Hal itu mencangkup bidang ilmiah, pemikiran, sosial, ekonomi dan sebagainya. Andalusia menjadi bagian dari eropa barat yang memberikan pencerahan selama 8 abad (92-897H atau 71101492M). Pencerahan dilakukan melalui universitas, sekolah dan perpustakaan, industri, istana, taman, ilmuan, sastrawan, sehingga dikenal oleh orang eropa bahwa Andalusia memiliki hubungan yang kuat dengan komponen pencerahan tersebut 

Kaum muslimin yang menetap di Andalusia memusatkan pikirannya ke bidang ilmu pengetahuan, sastra dan seni. Mereka telah mampu melebihi saudara saudara mereka dari eropa timur. Begitu orang arab berhasil menaklukkan spanyol mereka mulai menerapkan risalah peradapan. Dalam waktu kurang dari satu abad mereka berhasil menghidupkan tanah yang mati, membangun kota yang runtuh, mendirikan bangunan megah, menjalin hubungan perdagangan yang kuat dengan negara lainnya. Mereka gemar mempelajari ilmu pengetahuan, seni dan sasra. Menerjemahkan buku Yunani dan Latin. 

Politik islam yang toleran berpengaruh besar terhadap ahli dzimmah (non muslim yang berada di bawah kekuasaan negara islam) dari kelompok yahudi dan nasrani, Orang spanyol saat itu menggunakan bahasa arab dari pada bahasa latin. Selain itu banyak orang yahudi belajar menggunakan bahasa arab. Penerjemahan buku dari bahasa arab ke bahasa eropa sangat giat dilakukan. 


Pada abad ke-12 sampai ke-13 penerjemahan dilakukan dari bahasa arab ke bahasa spanyol. Dari bahasa spanyol ke bahasa latin. Penerjemahan tidak dilakukan untuk karya ilmiah arab saja tetapi juga dilakukan untuk karya ilmiah yunani. Penerjemah yang paling terkenal adalah Jarrid Al Karimuni (dijuluki Ath Tolitoli) 

Pada abad ke 12 orang spanyol dan orang lain yang datang ke spayol ikut kegiatan penerjemah sehingga Al Fonso X (raja castella 1252-1284 M) , membentuk beberpa lembaga pendidikan tinggi dan memotivasi kegiatan penerjemah buku arab ke dalam bahasa latin ataupun dalam bahasa Castella itu sendiri. Kaum muslimin memikiki keberhasilan menguasai ilmu pengetahuan bidang fisika, matematika, astronomi, kimia, biologi, kedokteran dan geografi.

Andalusia secara umum sebagai jembatan mentrasfer peradapan islam di dunia barat. Singrid Hunke mengatakan :
  1. Dari sini peradapan arab menemukan jalannya menuju barat
  2. Api perpecahan peradapan barat dibawa ke andalusia
  3. Rombongan pasukan pedagang, dan tokoh agama secara setiap tahun mereka berbondong bondong dari eropa ke spanyol. 
Sejarah Islam di Andalusia : https://www.youtube.com/watch?v=qp9JNmfxIEk


1. Cordoba/Cordova 

Islam masuk ke Cordoba Spanyol (711M/93H) melalui jalur afrika utara dibawah pimpinan Tariq bin Ziyad. Afrika utara merupakan salah satu provensi Dinasti Bani Umayah. Sebelum penaklukan Spanyol umat islam menguasai afrika utara. 

Peranan khusus kota cordova adalah mentransfer peradapan Islam, Sesungguhnya kota cordova lebih maju dari pada kota kota di eropa (pada abad ke-10) sama halnya dengan kota venesia, kota ini memiliki perpustakaan (70 unit) dan tempat pemandian umum (900 unit). Peran serta cordova dalam menuju masa kebangkitan. Jaman ilmiah modern dimana masa kita hidup sekarang, tidaklah dibuka di  kota kota eropa akan tetapi dibuka melalui kantong islam (Damaskus, Baghdad, Cairo dan Cordova)


Pada tahun 750M Abdul Rahman I mengangkat diri sebagai emir dan membangun kota cordoba sebagai ibukota pemerintahannya. Pada tahun 936M Abdul Rahman III memproklamirkan sebagai khalifah dari Andalusia. 


Kemajuan kota Cordoba di abad 10M melebihi kota lain di Eropa. Jika saat itu para pemimpin negara di Spanyol membutuhkan ahli bedah, insyinyur, arsitek banguann, penjahit pakaian mereka bisa langsung menuju ke Cordoba. Kota Cordoba juga menjadi saksi bisu atas pencapaian peradapan kaum muslimn dan kemulian islam. Cordona menjadi terdepan dengan empat alasan yakni Jembatan Al wadhi, Masjid Jami', Az Zahrah, Ilmu pengetahuan 


Kota Cordoba terletak di sungai Al Wadi Al Kabir dibagian selatan spanyol. Kota ini didirikan oleh bangsa Cordoba yang tunduk kepada pemerintahan Romawi dan bangsa Goth. Kecermelangan kota Cordona mencapai puncak pada tahun 138H/759M. Cordoba juga merupakan pusat ilmu pengetahuan dan peradapan dunia yang dapat menyaingi :
  • Kota Konstantinopel (Ibu kota kekaisaran Bizantium di benua eropa), 
  • Kota Baghdad (Ibu kota Daulah Abbasiyah di timur)
  • Kota Kairawan dan kairo (Afrika)
Kota Cordoba memiliki banyak koleksi buku perpustakaan, dan menjadi pusat kebudayaan berbagai ilmu pengetahuan. Dalam berbagai bidang seperti pendidikan, perindustiran dan pembangunan berkembang dengan pesat. Pasarnya memiliki barang dan komoditi yang lengkap 

Read More


2. Granada  

Granada adalah kota kecil di Andalusia yang menjadi salah satu gudang sejarah dimana ilmu pengetahuan pada masa itu muncul. Segala sumber ilmu pengetahuan adalah warisan dari Granada. Almohad memberi pengaruh seni arsitektur yang masih tetap dijaga di wilayah pusat kota yang biasa disebuy Albaicin sebagai contoh bangunan moor dan marisco. 

Setelah terjadi proses "Reconquista" (proses dimana kaum kristen merebut kembali wilayah spanyol) Hingga tahun 120M Granada masih menjadi salah satu kerajaan yang berdiri di selatan Andalusia. Selama seconqista negara muslim jatuh satu persatu ketangan kerajaan kristen yang menyerang dari utara. Kota Cordoba, Seville dan Toledo jatuh pada 1000M -1200M. Geranda terletak dataran tinggi Sierra Nevada Mountains of Sourthern Spanyol. Faktor geografis yang menguntungkan dapat menjadi penghalang alami bagi musuh. 

Pada masa berakhirnya islam di andalusia spanyol , Granada dibawah kepemimpinan Banis Ahmar/Bani Nashri dan dibawah kepemimpinan Sultan Abu Abdullah bin Abil Hasan (Sultan Muhammad XII). Kondisi umat ilsam di andalusia saat itu sangat memilukan sehingga mereka mengungsi ke Granada. 

Namun kekuatan islam melemah karena terjadi perselisihan antara penguasa Granada (Abu Abdullah bin Abil Hasan) dengan pamannya (Azzaghel) mereka berselisih disaat kondisi umat islam dikepung kaum kristen di spanyol. Lalu solusinya mereka membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Tatapi raja Ferdinand II lebih melihat peluang itu dengan memanfaatkan perselisihan itu dengan menghempuskan isu dan fitnah untuk mengadu domba, sampai akhirnya Azzaghel berhasil dibunuh dengan orang suruhan pihak musuh (yahya). Yahya akhirnya murtad dan menyerahkan lembah Aash ( yang sebelumnya milik Azzaghel ) kepada raja Ferdinand II. Ini telah nyata membantu pasukan salibis 

Abu Abdullah masih terus berusaha mempertahankan Granada sampai ia akhirnya menyerah secara damai. Pada tahun 2 januari 1492 perjanjian mulai berlaku dan tentra kerajaan castile di spanyol mulai memasuki Granada dibawah pimpinan raja Ferdinand. Mereka secara resmi menguasai negara muslim terakhir di Andalusia. Tentara kristen spanyol menduduki istana Alhambra.

Read more :   
Penyebab Runtuhnya Islam di Spanyol 

Akibat Para penguasa muslim di Spanyol tidak melakukan islamisasi secara sempurna, mereka telah puas dengan menarik upeti dari kerajaan kristen yang mereka kuasai di Spanyol. Tetapi mereka lalai dalam menyikapi beberapa hal sehingga inilah titik awal penyebab runtuhnya islam di Spanyol, antara lain : 

1. Mengganti Budaya keilmuan dengan budaya syair dan nyayian. 

Ziryab adalah salah satu penyanyi penyebab jatuhnya peradapan islam di Spanyol, ia adalah penyanyi dari baghdad. Sejak dari datangya ziryab masyarakat Spanyol mengganti tradisi keilmuan dengan budaya syair dan nyanyian. Sehingga banyak masyarakat yang memalingkan majelis ilmu para ulama. Dari sinilah mulai titik kelemahan umat islam sehingga memudahkan diserang kembali oleh penjajah kerajaan salibis di Spanyol. 



2. Perpecahan umat islam dan perebutan kekuasaan di Spanyol

Akibat mudahnya melakukan perlawanan kembali, sehingga penyerangan yang dilakukan kerajaan kristen di spanyol , islam andalusia tercabik cabik menjadi kerajaan kecil (23 kerajaan).Masing anggota kerajaan ingin memiliki kekuasaan. Mereka saling tikam. Raja dan sultan silih berganti berkuasa. Bahkan yang paling buruk adalah anggota kerajaan meminta bantuan kerajaan kristen untuk membantu menyingkirkan siapa saja yang menghalagi ambisi mereka meraih kekuasaan. Dengan begitu dengan mudah kerajaan kristen tersebut melakukan adudomba kerajaan islam. Perebutan kekuasaan antara ahli waris, dimana ketika kekuasaan bani umayah runtuh digantikan dengan Muluk Al Tawa'if

Seperti yang kita ketahui runtuhnya kekuasaan Bani Umayah disebabkan Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (khalifah Bani Umayah) tidak dapat diandalkan untuk mengendalikan pemerintahan dan keamanan dengan baik. Selain itu pemerintahannya juga tidak bisa mengatasi pemberontakan di dalam negeri secar tuntas. Bahkan tidak mampu lagi menjaga keutuhan dan persatuan di kalangan Bani Umayah. 

Krisis keimanan yang dialami mereka menyebabkan mereka memiliki dua option antara tinggal di spanyol dengan menerima perlakukan Aragon dan Castillia, atau pergi ke maroco meninggakan spanyol. Walaupun ada sebagian umat muslim yang melakukan perlawanan dengan meminta bantuan dari saudara muslimnya di maroko dan kekhalifahan Utsmaniyah (yang telah berhasil menaklukkan konstatinopel). Saat itu kerajaan islam maroco tidak segera memberi bantuan karena ingin cari aman untuk terlibat konflik dengan andalusia. Mereka akan mendapatkan ancaman penyerangan dari kerajaan kristen. Sehingga tidak ada kemampuan untuk membendung kebangkitan kristen di spanyol. 

Tapi disitulah resiko perjuangan jika tidak ada pengorbanan maka tidak akan pernah ada kemenangan.


3. Masyarakat Muslim Spanyol jauh dari Al Quran dan Al Hadist 

kibat Sesungguhnya penjajah dua kerajaan Salibis (Aragon dan Castillia) atas peradapan islamm di Spanyol adalah penjajah yang sangat intensif melakukan penindasan, kaum muslimin terancam pembunuhan yang keji jika tidak mengikuti perintah para penjajah salibis (Aragon dan Castillia). Akibat penjajahan yang dilakukan mereka umat muslim di Spanyol lari hijrah ke Maroco dan Tunisia. Mereka lebih memilih untuk melupakan peristiwa itu tanpa keinginan untuk memperjuangkan kembali hak mereka di Spanyol. Saat itu keadaan masyarakat muslim di Spanyol dalam keadaan kristus disebabkan jauhnya mereka dari Al Quran dan As Sunnah (Hadist) merkea lebih memilih meninggalkan Andalusia dan melupakan. 



4. Kesulitan Ekonomi Masyarakat 

Para penguasa membangun kota dan mengembangkan ilmu pengetahuan dengan serius tetapi mereka lupa membina perekonomian, akibatnya timbul kesulitan perekonomian yang mempengaruhi kondisi politik militer 


Menurut Pakar Sejarah Mesir Dr. Raghib As Sirjani dalam bukunya "Qishah Al Andalus (Kisah Andalusia) "

Ada Tiga faktor penyebab runtuhnya peradaan islam di Spanyol 
  1. Gaya Hidup yang mewah dari para pemimpin islam
  2. Sibuk dengan urusan dunia dan meninggalkan semangat jihad
  3. Merebak berbagai kemaksiatan dan kemungkaran tetapi hanya dibiarkan. 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengingatkan dalam firmanNya : 

" Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu menaati Allah, tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlakuk terhadap perkataan (ketentuan kami) , dan kemudian kami akan hancurkan negeri itu dengan sehancur hancurnya (Al Israa ayat 16)


Tragedi Pembataian Umat Muslim di Spanyol 



Meskipun pada masa kejayaan islam saat itu di Spanyol, tapi kaum kafir tentara salibis memiliki beribu cara untuk diam diam mengambil alih kembali. Namun mereka selalu gagal dan berulang kali mencoba. Akhirnya tentara salibis mengirim mata mata untuk mencari tahu kelemahan tentara muslim yakni dengan cara
  1. Melemahkan iman mereka dengan jalan serangan pemikiran dan budaya. 
  2. Maka tentara kafir di Spayol tersebut mendatangkan alkohol dan rokok secara gratis
  3. Musik-musik mulai diperdengarkan, memujuk kaum mudanya untuk lebih suka berkumpul kumpul menyanyi dari pada membaca al quran dan datang ke majelis ilmu para ulama.
  4. Mengirim sejumlah ulama palsu yang sengaja meniupkan perpecahan di dalam tubuh umat islam. 
Setelah kondisi mereka lemah, pasukan tentara salin benar benar dilakukan secara kejam tanpa mengenal belas kasih dan peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan islam yang dibantai tetapi penduduk sipil, wanita, anak kecil, orang tua jumpo, semua dibantai secara sadis.  Satu persatu daerah kerajaan muslim di Spanyol mereka kuasai kembali dan yang terakhir adalah Granada. Yang akhirnya Granada pun dapat ditaklukan. 

Ribuan mayat kaum muslimin bergelimpangan dipinggir jalan akibat perlakuan sadis tentara salib, mereka juga memerintahkan untuk segera meninggalkan Granada dengan armada kapal yang telah mereka persiapkan, karena jika tidak meninggalkan rumah rumah mereka, tentara salib akan membakar rumah tersebut, akhirnya kaum muslimin yang masih bersembunyi dalam rumah mereka keluar menuju pelabuhan, mereka berkumpul dipelabuhan. Tetapi tentara salib dalam satu komando malah membakar kapal tersebut dan membantai kaum muslimin yang saat itu telah berada di dermaga. Seketika itu juga lautan biru berubah menjadi lautan darah kaum muslimin. 

Tragedi pembantaian kaum muslimin di Spanyol oleh tentara salibis ini berlangsung pada tanggal 1 April 1487, yang dikenal dengan " The April Fool Day " 


Share link Youtobe 

  1. Runtuhnya Dauroh Andalus 
  2. Sejarah Islam di Andalus
  3. Tragedi Muslim di Spanyol di Andalus
  4. Khilafah Islam 1 - Jejak awal Dinasti Andalus
  5. Khilafah Islam 2 - Maroko dan Benua Eropa
  6. Khilafah Islam 3 - Pembangunan Peradaban di Eropa 
  7. Khilafah Islam 4 - Peradapan Islam di Spanyol 
  8. Khilafah Islam 5 - Andalus Pusat Budaya
  9. Khilafah Islam 6 - Saksi bisu Sejarah Peradapan Islam di Andalus
  10. Khilafah Islam 7 - Saksi bisu sejarah peradapan Islam di Andalus
  11. Khilafah Islam 8 - Saksi bisu Sejarah Peradapan lslam di Andalus
  12. Khilafah Islam 9 - Cordoba kota seribu masjid 
  13. Khilafah Islam 10 - Cordoba kota yang pernah dikumandangkan adzan
  14. Khilafah Islam 11 - Granda Benteng Terakhir 
  15. Khilafah Islam 12 - Granada Pertahanan Muslim Terakhir 
  16. Khilafah Islam 13 - Akhir Peradapan Muslim di spanyol

Kemenangan kaum muslimin di bulan Ramadhan (klik disini)










Mutiara Andalus 03 - Andalus Pasca Bani Umayah

Ustad Asep Asobari

Muatiara Andalusia Bagian 03
Masjid Agung Al azhar, 13 Oktober 2017


Kajian Sejarah Andalusia Bagian 02  (klik disini)



ANDALUS FIRDAUS DUNIA, Andalus merupakan wilayah islam yang terdiri dari 3/4 bagian wilayah semenanjung iberia (spanyol dan portugal). Andalus pernah mengalami masa kegemilangan dikarenakan perkembangan peradapan islam. Andalus hanya tinggalah peninggalan sejarah nyaris tak berbekas tetapi syarat akan makna. Saat ini daerah tersebut lebih dikenal dengan Andalusia, sebuah istilah administrasi spanyol bagian selatan saja. 

Belum banyak muslim yang mengetahui bahwa Andalus ini menyimpan misteri perdaban muslim, bahkan kegemilangan yang diraih di Andalus merupakan surga Firdaus. Meskipun ratusan jasad syuhada membasahi tanah Andalus demi menjaga panji tauhid berkibar 800 tahun lamanya. Gema takbir dan adzan telah berkumandang diperdengarkan. Islam di Andalusia secara politis telah memberi rasa aman bagi masyarakat yang tinggal didalamnya.


Andalus Merupakan Wadah Keilmuan 

Manuskrip para ilmuan Andalus kini tersebar di eropa, saat itu TOLEDO (ibukota spanyol saat itu) pernah menjadi sumber manuskrip, karena didaerah tersebut tempat mengkoleksi manuskrip dari, 
  • Hasil rapat yang dipimpin oleh kepala negara
  • Hasil rapat yang dipimpin oleh kepala admisnistratif pemerintahan
  • Hasil halaqoh pengajian 
Manuskrip dari hasil ketiga sumber tersebut, biasanya membahas/mengkaji hal hal yang strategis untuk dibahas, 

Andalus merupakan wadah keilmuan (keilmuan tersebut berkembang sangat pesat) meskipun dulunya Andalus bermahzab al auza'i lalu berubah menjadi mahzab maliki namun juga ada yang bermahzab safi'i, meskipun mereka berbeda mahzab tapi perbedaan fiqihnya bukan untuk diperdebatkan. Mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk suatu hal yang telah dibahas oleh para ulama terdahulu. Sikap perbedaan itu dihadapi dengan "dewasa"  sehingga kondisi saat itu tetap stabil  dan membuat mereka hanya fokus kepermasalahan dibidang lain ekonomi, sosial, budaya, hukum dan pemerintahan. Dalam ranah ushul fikih Andalusia memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan kawasan Islam lainnya.

Seharusnya hal tersebut diatas dapat dijadikan pembelajaran baik, karena kondisi masyarakat saat ini membesarkan permasalahan perbedaan fiqih, sehingga mereka lebih nyaman melakukan perang opini di sosial media.  Sebenarnya jika mereka ketahui apa yang mereka peredebatkan tersebut telah dibahas oleh para ulama dimasa ratusan yang lalu. Janganlah kita tersibukan oleh permasalahan khilafiyah, karena musuh musuh islam akan sangat mudah melancarkan keinginannya mencaplok wilayah muslim. Seharusnya kita FOKUS terhadap cita-cita peradaban dan tidak menghabiskan energi dan waktu untuk sebuah perbedaan


Abdurahman al Nasir pemimpin Andalus 

Pada tahun 132 H/ 750 M, orang-orang Bani ‘Abbas melakukan penyerangan terhadap Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus. Bani Abbas yang dipimpin oleh Abū al-‘Abbās al-Saffāh membantai orang-orang Umawiyyun. Ketika dinasti Umayyah di Damaskus tumbang oleh dinasti Abbasiyah, salah seorang keluarga Umayyah, Abdurrahman al-Dakhil, berhasil meloloskan diri dari kejaran dinasti Abbasiyah menuju wilayah Magrib . Dia berhasil menyeberang ke Spanyol dan memasuki Andalusia. Abdurrahman al-Dakhil (Abduhman I) berhasil menguasai Andalusia. Abdurrahman al-Dakhil tidak menggunakan gelar khalifah, tetapi amir dan saat itu masih mengakui bahwa kekhalifahan dipegang Dinasti Abbasiyah. Abdurahman al Dakhil adalah kakek buyut dari Abdurahman Al Nasir. Gelar khalifah di Andalusia pertama kali digunakan Abdurrahman al-Nasir (Abdurrahman III), bersamaan dengan meninggalnya khalifah al-Muqtadir di Bagdad. 

Abdurrahman al-Nasir berkuasa pada tahun 320SM pada masa ke khalifahan bani umayah. Abdurahman al nasir adalah Abdurrahman ibn Muhammad bin Abdullah al-Marwani (Abdurahman III). Masa-masa sebelum Abdurrahman al-Nashir berkuasa merupakan masa-masa kelemahan dinasti Umawiyah di Spanyol. Beliau memiliki kepercayaan yang tinggi dan saat itu Andalu sedang berada di masa kejayaan puncak dalam berbagai bidang. Banyak masalah internal yang beliau bisa selesaikan sehingga layak menjadi khalifah. 

Bizantium (kekaisaran romawi timur) berkali kali melakukan kunjungan ke Andalus (pergerakan dari timur ke barat), meskipun jauh mereka lakukan sehingga munculah kerjasama yang baik. Ketika dapat melukan hubungan kerjasama dengan cordoba maka dapat pula melakukan hubungan kerjasama yang baik dengan eropa, sehingga mendapatkan pengakuan dari cordoba, inggris dan prancis. Abdurahman III berkuasa kurang lebih 50 tahun. Aspek keilmuannya menonjol menyaingi baghdad. Meskipun manuskripnya ditulis di baghdad tapi bukunya terbit di Andalus.

Setelah berhasil memulihkan pemerintahan Dinasti Umayyah di Andalusia, Abdurrahman III mendengar berita kematian khalifah al-Muqtadir di Bagdad pada tahun 932 M. Dengan meninggalnya khalifah al-Muqtadir, Abdurrahman III mengumumkan dirinya sebagai khalfah. Dengan demikian, saat itu di dunia Islam terdapat dua khalifah, yaitu khalifah Dinasti Abbasiah di Bagdad dan khalifah Dinasti Umayyah di Andalusia. Abdurahman III tidak dekat dengan politisi (amir) sebelumnya menjadi khalifah. 

Abdurrahman III juga membangun istana Al-Zahra di dekat Cordoba. Sepeninggal Abdurrahman III, diangkatlah putranya yang bernama Hakam Al Muntasir (kurang lebih 15 tahun memimpin). Hakam al muntasir lebih jeli terhadap buku bukunya, ia lebih asyik dengan buku bukunya, setiap bukunya yang dicatatnya selalu diberikan catatan kaki, banyak buku yang dibacanya (buku fiqih hingga buku sains lainnya). Sebelum ayahnya lengser maka sang ayah harus mempersiapkan anaknya dengan segudang prestasi. Yang merancang (arsitektur dan membangunnya) masjid cordoba adalah Hakam al muntasir, 

Adapun amir-amir Bani Umayyah yang memerintah di Andalusia (Spanyol) sebagai berikut
  1. Abdurrahman ad-Dakhil (Abdurrahman I), tahun 756-788 M.
  2. Hisyam bin Abdurrahman (Hisyam I), tahun 788-796 M.
  3. Al-Hakam bin Hisyam (al-Hakam I) , tahun 796-822 M.
  4. Abdurrahman al-Ausat (Abdurrahman II) , tahun 822-852 M.
  5. Muhammad bin Abdurrahman (Muhammad I) , tahun 852-886 M.
  6. Munzir bin Muhammad, tahun 886-888 M.
  7. Abdullah bin Muhammad, tahun 888-912 M.
  8. Abdurrahman an-Nasir (Abdurrahman III) , tahun 912-961 M.
  9. Hakam al-Muntasir (al-Hakam II) , tahun 961-976 M.
  10. Hisyam II, tahun 976-1009 M.
  11. Muhammad II, tahun 1009-1010 M.
  12. Sulaiman, tahun 1013-1016 M.
  13. Abdurrahman IV, tahun 1016-1018 M.
  14. Abdurrahman V, tahun 1018-1023 M.
  15. Muhammad III, tahun 1023-1025 M.
  16. Hisyam III, tahun 1027-1031 M.

Kekosongan kekuasaan dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang melihat jabatan kepemimpinan adalah jabatan kekuasaan. Dalam masa kekosongan kekuasaan itu hadirlah tokoh yang fenomenal.

Sosok Al Hajib al mansur atau Muhammad bin Abi Amir adalah kholifah yang masyhur kedua di Andalus setelah Abdurrahman Ad Dakhil. Seorang perdana mentri yang telah termasur karena memimpin 40 kali pertempuran, meskipun ia sosok yang individualisme ia sangat memperhatikan visi misi kedepan sebuah negara. Pada tahun 422H terjadi pembubaran khalifah. Begitu khalifah dinyatakan tidak ada maka bermunculah raja raja baru membentuk kelompok kecil (kelompok khawarij), Kelompok ini berdiri sendiri dan satu sama lainnya tidak akur. Kondisi ketidak akuran ini sampai salah satu diantara mereka menggandeng kaum salibis. Keadaaan ini berlangsung selama 50 tahun (kondisi Andalusia saat itu liar) . Kondisi ini terjadi sebelum pembubaran khalifah tapi saat itu masih bisa terkendali. Tapi setelah khalifah runtuh maka keadaan semakin liar. Kelompok kecil tersebut ada yang bermitra dengan kerajaan nasrani. Mereka sangat tega menghabisi saudaranya sendiri. 

Penjelasan lebih lanjut bisa (klik disini



Akibat Kemunduran Andalus

Ketika kekuatan politik sebegitu rapuh/ceos maka bagaimana kondisi masyarakat dan bagaimana nasib karya karya para ilmuan ? 

Apapun kondisinya para ilmuan sastrawan menuliskan kondisi masyarakat yang terjadi saat  itu. Tahun 456 H adalah puncak kejayaan Andalus, tetapi ketika terjadi ceos politik Andalus di bakar dan diporak porandakan , keindahaan azahroh tidak lagi tampak. (dibangun abdurahman al nasir) jaraknya 16 mil daro cordoba musnah. Andalus luluh lantah, manuskrip dimusnahkan, puisi puisi memilukan muncul

Masyarakat Andalus saat itu dapat bertahan karena tidak tergantung kepada pemerintah. Kelebihan umat muslim Andalus adalah ketika elit politik mengalami goncangan, masyarakat ingin dapat berdiri sendiri meskipun disatu sisi terkait politik dan satu sisi terkait dengan ulama. Jalan keluar yang mereka tempuh yakni melakukan penyusunan pergerakan atau upaya sehingga berdampak baik dari kekurangan yang ada, selalu ada peran para ulama untuk permasalahan keagamaan maupun permasalahan pemerintahan, dan tidak menutup kemungkinan masalah ekonomi.  Kenapa saat itu masyarakat bisa untuk tidak bergantung kepada pemerintahan, karena 
  1. Masyarakat memiliki kekuatan wakaf dan kekuatan sosial
  2. Masyarakat tetap bergerak melakukan perubahan
  3. Masyarakat terus berfikir jernih dengan melakukan langkah strategis (mereka selalu berfikir untuk mendapatkan peluang untuk mengembalikan Andalus)

Masa menuju kehancuran  Granada

Pada saat memasuki masa kehancuran Granada semua aspek dari kekuatan politik tidak memungkinkan, mereka selalu berfikir untuk meminta bantuan Pemerintahan maroko , disaat yang sama di maroko muncul kekuatan baru yakni " murobitun ", adalah nama yang disematkan untuk majelis syam ? Murobitun adalah gerakan keilmuan / pecahan dari suku lain. Tahun 440  Yahya bin Ibrahim (menempuh perjalanan dari kota ke kota untuk bisa berhaji) Fas adaah ibukota maroko ditempat itulah jamaah haji berkumpul dari berbagai daerah saat itu. Sekitar abad V H/XI M Salah seorang pemimpin mereka, Yahya ibn Ibrahim, melaksanakan ibadah haji. Ia menyadari bahwa pengikutnya masih awam terhadap ilmu pengetahuan agama. 

Yahya bin ibrahim selepas berhaji menyempatkan diri untuk duduk di majelis ilmu, dalam majelis ilmu yang dipimpinnya akan tercerahkan (memandang semua permasalahan dengan ilmu), meskipun saat itu ada aliran aliran yang juga tercerahkan oleh beliau.  Dalam perjalanan kembali ke kampung halaman di Naflis, Yahya bin Ibrahim berjumpa dengan seorang alim bernama Abdullah bin Yasin Al-Jazuli. Mereka berperan serta sebagai berikut
  1. Mengerjakan amal ma'ruf nahi munkar. 
  2. Membentuk majelis taklim dengan anggota 1000 orang (majelis perdana)
  3. Lahirnya murabitun 
Lahirnya Dinasti Murabitun 

Lahirnya murabitun dibawah kepemimpiannya, Daulah Murabitun (479-540 H/1088-1145 M) adalah salah satu Islam yang berkuasa di Maghribi. Tetapi dakwah yang disampaikan Abdullah bin Yasin Al Jazuli tidak mendapat banyak sambutan, kecuali dari keluarga Yahya bin Ibrahim, Yahya bin Umar dan keluarga adiknya Abu Bakar bin Umar. Yahya bin umar mendelegasikan kepada keponakannya Yusuf bin Tasyfin  (mereka sudah saling mengerti untuk saling membantu meskipun senior dcan junior. Yusuf bin Tasyfin dipercaya untuk melakukan tongkat estafet. Yusuf bin Tasyfin menyebrang ke Andalus karena permintaan tokoh ulama yang saat itu dibawah ancaman tentara salib. Keberangkatannya ke Spanyol atas undangan amir Cardoba, Al-Mu’tamid bin Abbas, yang terancam oleh raja Alfonso VI (raja Leon Castelia). Karena diharapkan kedatangan Yusuf bin Tasyfin ke Andalus mampu menyelesaikan masalah internal Khawarij (jika persoalan internal tidak dapat diselesaikan maka persoalan eksternal akan menjadi beban). 

Yusuf bin Tasyfin menyebrang ke Andalus sudah 4 kali, yakni 
  1. Waktu toledo dikuasai alfonso VI (479H)
  2. Zaragoza dan bagian timur andalus dikuasai aragon (481H)
  3. Bagian barat dikuasai Katsir (483H)
  4. Bagian timur Spayol dan lautan hingga italy, dikuasai katsir (490H)
Dinasti murabitun mengalami saat dipimpin Yusuf bin Tasyfin ( 1061-1106 M) mengalami kejayaan. Akhirnya Ia memperluas kekuasaannya ke Fes, kemudian ke Tlemsan dan Aljazasair, hingga memcapai pengunungan kabyles. Prestasi ini menunjukkan bahwa Murabhitun merupakan dinasti suku Berber yang pertama kali berhasil menguasai sebagian besar wilayah afrika Utara bagian barat. Murabithun berasal dari suku Lamtunah, yaitu merupakan bagian dari cabang suku  Shanhajah dari suku Barbar. Karena ada pergolakan fisik sehingga murobitun pun mempersiapkan diri untuk melakukan persiapan militer. 

Setelah dinasti Murabitun mengalami kemuduran. Masa terberat murabitun tahun 510H (karena sudah tidak lagi mampu menahan kekuatan islam) dan akhirnya hancur tahun 524H, akhirnya beberapa orang kelompok Muwahhidun meneruskan pemerintahannya. 


Lahirnya Dinasti Muwahhidin 

Terbentuknya Dinasti Muwahhidun (1090-1147) beranjak dari kondisi Afrika Utara pada waktu kekuasaan Dinasti Murabithun mulai melemah. Wafatnya Yusuf bin Tasyufin pada tahun 1106 M, Yusuf bin Tasfin wafat dalam usia seratus tahun (1106), yang pada waktu itu kekuasaannya telah sampai ke Liberia Selatan termasuk juga Valencia dan Afrika Utara dari kepulauan Atlantik sampai dengan Aljazair. Warisan yang cukup luas tersebut diterima anaknya yang bernama Ali bin Yusuf bin Tasfin dan berhasil melanjutkan politik pendahulunya dengan mengalahkan anak Alfonso VI tahun 1108.  Setelah toledo dikuasai maka bertahan disekitar madrid. Wilayah islam hampir 1/3 bagian hilang sejak masa bani umayah tersisa granada. Dinasti Muwahhidun yang bermuladari gerakan keagamaan dan berubah menjadi gerakan politik. Gerakan keagamaan tersebut dipelopori oleh Ibn Tumart. Namun karena kondisi yang kurang mendukung, sekitar abad ke-13M dunia Baratbangkit dengan kekuatan baru membuat Muwahhidun lenyap dari Andalusia kecualiIslam di Granada.

Ekspansi pasukan Muwahhidun dilakukan 1163 M, dipimpin Abdul Mukmin.  Selain untuk penaklukkan ke Andalus pasukan ini untuk penaklukkan kepulauan Balearik. Pengganti Abdul Mukmin adalah Putranya yang bernama Abu Ya’kub Yusuf bin Abdul Mu’min. Dinasti Muwahhidun telah mampu menguasai wilayah kepulauan Atlantik sampai ke daerah teluk Gebes di Mesir dan Andalusia.

Salah satu indikasi faktor internal yang menyebabkan terjadinya kemunduran dinasti ini adalah tampilnya pemimpin yang tidak mampu menangkap peluang dan mengakomodasi berbagai trend pengembangan, yakni ketika Muhammad al-Nasir (1184 M) tampil menggantikan pemimpin sebelumnya, Sejak  khalifah dipegang oleh Muhammad Al-Nasir, dinasti Muwahhidun mulai menunjukkan kelemahan-kelemahannya. Karena Khalifah tidak lagi memiliki kemampuan untuk menyusun strategi militer guna menghadapi kekuatan tentara salib. Akhirnya ia meninggalkan Andalusia untuk kembali  ke Fez dan Andalusia diserahkan kepada anaknya Abu Ya’kub Yusuf II dengan gelar Al-Muntasir. Karena usia yang masih muda baru berusia 15 tahun, ia tidak mampu menjalankan pemerintahan. Hal itu terjadi karena khalifah Al-Muntasir tidak memiliki anak yang dapat menggantikan posisinya sebagai khalifah. 

Setelah Al-Nasir wafat selanjutnya kekuasaan dinasti Murabitin dipimpin oleh khalifah yang lemah. Adapun faktor kemunduran tersebut antara lain disebabkan sebagai-berikut:
  1. Perebutan tahta dikalangan keluarga kerajaan.
  2. Melemahnya control terhadap penguasa daerah.
  3. Mengendurnya tradisi disiplin.  
  4. Memudarnya keyakinan Ibn Tumar, bahkan namanya tak disebut lagi  dalam  dokumen Negara. 
  5. Menguatnya kelompok dan raja-raja Kristen Andalusia dan lain –lain. 
Keadaan ini dimanfaatkan oleh kekuatan Kristen untuk menyingkirkan para penguasa Dinasti Muwahhidun dari Andalusia. Usaha ini berhasil dengan terusirnya mereka dari Andalusia pada tahun 1236 M. Pengusiran secara total baru terjadi pada tahun 1238 M, kecuali daerah Granada yang dikuasai Bani Ahmar dari kerajaan Arab Madinah. 

Dinasti murabitun dan muwahhidun (klik disini)


Kunci Kekuatan Andalus 

Sebenarnya Andalus tidak memiliki kekuatan untuk berdiri sendiri tanpa bantuan dari Maroko. Hubungan maroko dan spayol sangat kuat sejak Futuhad Musa bin nushair (pengikutnya mulai bertambah). Bahkan ketika terjadi kekuatan maroko yang bersembrangan dengan kekuatan bani umayah di Andalus (bani umayah di Andalus juga memiliki kekawatiran bahwa mereka tidak bisa berdiri sendiri), karena jika terjadi apa apa di Andalus pasukan salib akan menyerang maroko. Menjalin hubungan baik Maroko dan Andalus. 

Kunci kekuatan Andalus terletak pada kekuatan umat, umat punya kekuatan yang tidak sepenuhnya tergantung dari kekuatan politiknya. Dalam sejarah "politik" sudah sepenuhnya memberikan pengaruh. Politik memang penting tapi bukan yang terpenting (Kondisi ini harus dapat diambil pelajarannya). Dalam sejarah peradaban kekutan politik adalah kekuatan yang dominan. Sehingga umat perlu membekali dirinya dengan ilmu dan pengetahuan politik, meskipun umat memiliki kekuatan sendiri. 

Jika umat saat itu tidak bisa menyelesaikan permasalahannya, maka sudah dapat dipastikan tidak dapat menyelesaikan masalah setelahnya. Dalam setiap menyelesaikan masalah ada penyelesaian yang harus kita pahami terlebih dahulu. Saat itu Yusuf bin Tasfin menyelesaikan masalah dengan menggabungkan kekuatan politik dengan kekuatan keilmuan. Kekuatan Politik tergantung dengan kekuata keilmuan. Saat pemerintahan Yusuf bin Tasfin terlihat pertanian melimpah sehingga mencukupi kebutuhan, rakyatnya makmur, dan kejahatan menurun. Meskipun saat itu semua daerah berkecambuk tetapi daerah yang dipimpin Yusuf bin Tasfin dapat mengedepankan visi ulama demi misi universal. Mereka tidak memikirkan persoalan andalus adalah persoalan pribadi/persoalan mahzab tetapi persoalan regional. 

Pada tahun 450H Andalus mulai tercabik cabik, menariknya ketika Andalus mengalami kemunduran, palestina menjadi incaran pasukan salib eropa. Sehingga  pada tahun 490H madrid akan terkuasai pasukan salib dan pasukan salin juga mulai melakukan ekspansi ke Palestina. Hal tersebut membuat Abu Hammid al Ghazali menulis surat kepada Yusuf bin Tashyfin untuk "memberikan perhatian khusus dan mengamankan Andalus". Minimal hal tersebut membuat pasukan salib eropa menjadi tidak tenang dan tidak bisa memfokuskan kekuatannya untuk mengincar palestine.



Abu Hammid al ghazali dan Yusuf bin Tashyfin bukanlah ulama Andalus, tetapi saat itu peran ulama menglobal. Ulama memberikan peran penting disetiap wilayah yang saat itu dilakukan penyerangan oleh kaum salib eropa. Karena semua ini adalah masalah regional yang perlu dipikirkan bersama. 



Pertanyaan : 

1. Penyebab kemunduran masyarakat Andalus 

Kesamaan kejadian sosial dan keagamaan saat dulu dan sekarang tidaklah jauh beda. Kondisi naik turunya Andalus merupakan permasalahan yang penting, saat itu ulama berperan sebagai sentral. Bukan hanya sekedar keilmuan tapi juga peran ulama sehingga dipastikan kondisi masyarakat ideal. Ketika kita dapat memberikan input baik maka outputnya juga akan kuat. Jika kondisi masyarakat tidak ideal maka terjadi guncangan. Hakam al-Muntasir tidak mempersiapkan kapasitas administrasi sekelas dirinya. Kondisi ini membuat para ulama kaget (karena tidak siap). Para ulama saat itu hanya bisa mencalonkan tidak bisa mengajukan hasil kadarisasinya. Karena mempersiapkan pemimpin sekelas Hakam al muntasir tidak bisa instan dan para ulama juga memiliki permasalahan internal untuk menyelesaikan visi keulamaan dan visi keumatan (visi keumatan adalah menerima tugas kenabian). Jika mereka tidak bisa menyelesaikan maka akan terjadi goncangan. 

Sehingga menurut pemimpin kala itu dilevel ini kekuatan politik lebih diutamakan dari kekuatan keilmuan untuk bisa meraih kemenangan. Sehingga mereka mencari kekuatan diluar Andalus. Kondisi internal mereka ceos (kacau secara politik). Futuhat Andalus kala itu adalah menghubungkan Maroko dan Andalus (karena visi ulama saat itu adalah ini).


2. Mengapa kondisi umat saat ini mudah dicaplok oleh kekuatan manapun ? 

Persoalan saat ini umat bisa saja dicaplok kapan saja dengan kekuatan manapun. Sehingga peran ulama saat ini yakni memikirkan untuk mempersiapkan misi keulamaan dan misi umat.  Pembelajaran yang bisa diambil, dulu ketika kekuatan politik di Andalus sedang mengalami pergoncangan tetapi masyarakat tidak bisa dicaplok (dikuasai dengan mudah). Karena saat itu umat sangat tergantung dengan ulama. Ulama saat itu sangat berperan untuk mengembalikan kekuatan islam di Andalus. 

Fenomena yang terjadi saat ini yakni umat tidak mendekat ke ulama karena umat lebih nyaman dapat merujuk/mendekat pada politik/kekuasaan, hiburan dan merasa bisa menyelesaikan masalah internal. 

Disaat politisi kotor bukan berarti politik yang diterapkannya kotor. Perlu diketahui politik dalam islam itu adalah siasat (bagian yang dibutuhkan). Terkait masalah publik yang tidak bisa di bebankan individual karena harus ada UU, mekanisme, peraturan yang melindungi. Jika tidak ada referensi politik juga akan berbahaya (akan menjadi liar). 

Jika agama tanpa politik tidak ada artinya, tetapi ketika politik tanpa agama maka tidak akan terkendali kondisi masyarakat. Agama hadir untuk mengawal dan menjaga politik dari aneka penyimpangan dan penyelewengan karena syahwat politik dan kekuasaan cenderung menghalalkan segala cara. Tetapi saat ini mereka berusaha memisahkan antara politik dengan agama, dengan cara mengatakan agama boleh jadi hanya diperalat atau dipolitisasi untuk kepentingan politik sesaat. Agama disalahgunakan untuk meraih kekuasaan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) tanpa dilandasi nilai-nilai agama dan akhlak mulia. Lihatlah Fakta sejarah bangsa Indonesia, menunjukkan bahwa NKRI didirikan oleh proklamator dan para pejuang kemerdekaan yang semuanya penganut agama, terutama muslim, bukan ateis apalagi komunis. Rumusan Pancasila yang kemudian ditetapkan sebagai dasar bernegara dan ideologi bangsa jelas mencerminkan ajaran agama dalam semua silanya. 

Imam al-Ghazali dalam Nashihat al-Muluk (Nasihat untuk Para Raja, Pemimpin Negara) pernah menyatakan, ”ad-Din wa as-siyasah tauaman” (Agama dan politik itu bagaikan dua saudara kembar).  Agama (Islam) memang tidak dapat dipisahkan dari (kehidupan) politik

Umat islam sumber hukumnya adalah al quran, dan apakah hanya dengan membaca al quran akan memahaminya, Allah akan membuat orang tersadar dengan sulton, perlu ada yang mengajarkan nilai al quran. Manusia melangsungkan urusannya dengan adil maka akan hilanglah sekala permusuhan dan menganggurlah fukoha, akan teta[i manusia melangsungkan urusan dunia dengan sahwat sehingga melahirkan permusuhan sehingga membuat mereka membutuhkan sulthon.


3. Apakah Andalus dan Andalusia sama ?

Istilah yang tepatnya adalah Andalus, karena nama inilah yang diberikan kaum muslimin untuk wilayah yang dikuasainya disemenajung iberia. Puncak kejayaannya adalah ketika masa bani umayah karena 3/4 tanah potugis dan spanyol dapat dikuasai kaum muslimin selama 800 tahun. Waktu itu wilayah spanyol dan portugal disebut Andalus, 

Sejarah penamaan Andalus oleh kaum muslimin (klik disini)

Andalusia adalah nama wilayah administasi yang diberikan pemerintah spanyol ketika telah menguasai muslim (spayol bagian selatan). 

Saat itu pemerintahan Hakam al-Muntasir sampai 366H, tetapi Yusuf bin Tasyfin masuk ke Andalus tahun 479H (tokoh ulama dan intelektual pemerhati kondisi Andalus). Kekuatan Andalus saat itu berlapis, ketika lapisan pertama runtuh Andalus masilh memiliki lapisan kedua yang masih dapat bertahan. Waktu itu cordoba juga menjadi wilayah administrasi maroko. Cordoba perlu dipertahankan. Madrid juga menjadi pusat pertahanan kaum muslimin, dulu madrid belumlah menjadi kota, kaum musliminlah yang membangun peradapan dikota madrid hingga seperti sekarang (masih ada peninggalan kaum muslimin di madrid). 


4. Beda antara kegiatan keilmuan dengan kegiatan pusat keilmuan ? 

Aktivitas keilmuan dan aktivitas pusat keilmuan itu beda. Terlihat dengan apa yang terjadi dimasanya, jaman dulu perpustakaan menjadi tujuannya. Perpustakaan adalah pusat keilmuan, selain digunakan sebagai ruang baca juga digunakan sebagai pusat penelitian (observaserium). Orang suka nulis adalah orang yang suka membaca. Ketika terjadi ceos politik maka pusat keilmuan akan rusak/terganggu fungsi dan aktivitasnya sehingga aktivitas keilmuan didalamnya juga terganggu. Ceos politik menyebabkan guncangan jiwa sehingga butuh ketenangan. Saat ini peran ulama sangat penting. Jaman dulu orang berperang dari satu tempat ketempat tujuan yang akan dihadapi dengan pola berperang setelahnya menuntut ilmu setelahnya berperang kembali dan menuntut ilmu kembali dilakukan sampai tempat tujuan berperang. 


KESIMPULAN 

Umat Islam memiliki kekuatan meskipun dalam kondisi terpuruk sekalipun, umat islam masih dapat berdiri (ini adalah modal awal). Ketahuilah unsur kekuatan umat yang paling mudah memudar adalah kekuatan politik. Pertentangan antara kelompok/orang yang memiliki misi tersendiri (sangat rentan) karena tidak semua orang iklas. Tidak semua orang membawa misi islam ketika berkuasa. 

Tugas umat adalah melahirkan pemimpin umat yang berontasi islam dan bermisi maslat, tugas kita bukan hanya memilih (mencoblos) tetapi kita sebelum menentukan pilihan sebaiknya kita memiliki misi besar tentang kekuatan politik seperti apa yang akan menunjang unsur unsur lain (karena dibalik itu semua diharapkan ada kebermanfaatan)

Muslim pernah mengalami masa kejayaan selama 800 tahun, maka jadikanlah semua itu pelajaran. Jangan seenaknya untuk hidup dengan menganggap kita sebagai generasi terakhir. Berfikirlah memiliki misi untuk hidup mempersiapkan generasi berikutnya. Apa yang dilakukan saat ini yakni untuk mempersiapkan memberikan yang terbaik untuk mereka dan untuk masa depan mereka. 

Share link Youtobe 

  1. Runtuhnya Dauroh Andalus 
  2. Sejarah Islam di Andalus
  3. Tragedi Muslim di Spanyol di Andalus
  4. Khilafah Islam 1 - Jejak awal Dinasti Andalus
  5. Khilafah Islam 2 - Maroko dan Benua Eropa
  6. Khilafah Islam 3 - Pembangunan Peradaban di Eropa 
  7. Khilafah Islam 4 - Peradapan Islam di Spanyol 
  8. Khilafah Islam 5 - Andalus Pusat Budaya
  9. Khilafah Islam 6 - Saksi bisu Sejarah Peradapan Islam di Andalus
  10. Khilafah Islam 7 - Saksi bisu sejarah peradapan Islam di Andalus
  11. Khilafah Islam 8 - Saksi bisu Sejarah Peradapan lslam di Andalus
  12. Khilafah Islam 9 - Cordoba kota seribu masjid 
  13. Khilafah Islam 10 - Cordoba kota yang pernah dikumandangkan adzan
  14. Khilafah Islam 11 - Granda Benteng Terakhir 
  15. Khilafah Islam 12 - Granada Pertahanan Muslim Terakhir 
  16. Khilafah Islam 13 - Akhir Peradapan Muslim di spanyol

Kemenangan kaum muslimin di bulan Ramadhan (klik disini)

Bersambung Kajian Sejarah Andalusia Bagian 04  (klik disini)