Pengikut

Selasa, 19 Januari 2016

TITIK KRITIS HALAL untuk DAGING IMPORT

Sejak tahun 2006 Badan Karantina Pertanian bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menandatangani kerjasama dalam hal pemeriksaan sertifikat halal di pelabuhan pemasukan. 

Di setiap pintu-pintu pemasukan impor yang terdapat di pelabuhan laut dan udara, Dokter Hewan Karantina dengan kewenangan yang dimilikinya melakukan pemeriksaan kelengkapan, kebenaran dan keabsyahan dokumen. Selain persyaratan dokumen utama berupa Sertifikat Kesehatan Hewan (Health Certificate), dokumen lain yang dipersyaratkan adalah sertifikat halal (HalalCertificate).

Bila tidak ada sertifikat halal maka secara otomatis komoditas tersebut tidak dapat keluar dari pelabuhan. Di dalam sertifikat halal misalnya dagingsapi beku (Frozen) sekurang-kurangnya memuat tanggal penyembelihan, tanggal packing, nama penyembelih yang beragama islam, Nomor Kontrol Veteriner (NKV) atau lokasi tempat penyembelihan (Rumah Potong Hewan), tandatangan dan stempel dari Halal CertificationAuthority negara asal. 

Kemudian juga harus ada pernyataan bahwa RPH dan penyimpanannya harus terpisah dengan produk yang halal dan tidak halal dan masa berlakunya. Sebagai informasi masa berlaku sertifikat halal daging 1 (satu)tahun dan susu 2 (dua) tahun.

Lembaga-lembaga yang sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI antara lain Australia dengan TheIslamic Coordinating Council of Victoria (ICCV) yang berbasis di Melbourne,Supreme Islamic Council of Halal Meat in Australia (SICHMA) di Sydney. New zeeland ada Alkauthar Halal Meat dan Inspection (Alkahmi). Di Jepang ada Islamic Culture Center Kyushu. Di USAada Islamic Information Center of America(IICA).  

Setiap tahun MUI juga mengUpdate daftar nama lembaga-lembaga yang berwenang menerbitkan sertifikat halal baik yang sudah ex pired maupun yang baru. Karantina di dalam membebaskan (merelease)suatu produk impor telah menjamin bahwa produk tersebut sehat dan halal. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir bahwa sudah dapat dipastikan, produk hewan dan turunannya yang dikonsumsi masyarakat sudah terjamin kehalalannya dan kesuciannya.


Minggu, 17 Januari 2016

Bekal Ruhiyah Menikah - APWA 7

Memformat jiwa spirit mental dan jiwanya. Apa yg menjadi passion anda.dan apa persiapan pernikahan

Mengapa kudu ada berkal ruqiyah ?
Karena ini persoalan mengikat diri antara calon mempelai dengan allah dan antara calon mempelai dengan calon mempelai. Dari menghalalkan yg tadinya haram. Melalui ijab kabul meskipun terlihat sepele.tapi sebuah perjanjian besar dan amat berat. Jika perjanjian dipegang baik maka semua menjadi ibadah dan baiti janati. Tapi bosa juga sebaliknya.

Semua itu perlu persiapan dengan baik. Pernikahan mempengaruhi kehidupan mendatang.

Yang perlu diperhatikan ketika menikah adalah :
1. Semula itu dimulai dari niat
2. Aturan syariat yg tidak dijalani dan tidak diikuti prosesnya. Kurang pahamnya pemahaman nikah itu ibadah. Maka seharusnya dalam menikah
-Niat iklas karena Allah.
-Memenuhi rukun dan syarat nikah
-kuatkan komitmen bersmaa ketika menikah bahwa berumah tangga adalah ibadah.

Jika kalian ga kuat dari sisi manapun iblis akan mengancam iman manusia.
Ancaman iblis...
Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya diatas air. Dari atas singgasana air itu diutuslah tentara perangnya. Yang paling rendah derajat kesetanannya adalah paling dasyat kefitnahannya. Datanglah iblis dengan bintang kehormatan kalangan iblis. Pokoknya ketika iblis ini beraksi tidak ada yg tidak mengikuti semua pasti akan berpisah. Iblis senang jika suami istri itu berpisah.

Ancaman apa yg akan anda hadapi, dan bagaimna cara menghadapinya ?
1. Iblis memberikan ancaman
Perzinahan di awal ini akan panjang persoalannya. Persolan adam dilarang mendekati buah terlarang. Adam ga kuat tekadnya sehingga setan berhasil menggelincirkan Allah tidak melindungi adam. Kenapa Allah tidak melindungi karena adam
Kesalahan adam dicatat dan diketahui oleh anak adam. Kesalahan adam menyebabkan tangisan adam menyesalinya.
Godaan proses sebelum menikah adalah menikah. Emnyebabkan luka yg panjang dalam pernikahan. Setiap ada konflik dalam ruamh tangga ini selalu di ungkit.

Jika salah satunya telah melakukan hubungan. Itu tobatnya harus bener bener tobat.dan komitmen menjaga dari
Merubah pola komunikasi jangan berbau zinah. Merubah interaksi yg bisa mengarah kesana. Foto gambar video yg ada harus dibuang. Musnahka
Bentuk komitmen bertobat dan bertekad menjdi baik. Diulang kesalaha  yg lalu
Bukan cuman di tutupi tapi didaur ulang menjdi amal soleh.
Bertaubat
Beriman kuat komitmen
Dan mengantinya dengan amal soleh dan berjanji tidak mengulang
Sehingga dosa masa lalu didaur ulang
Jika separo paro maka kejadian buruk akan berulang. Dan setiap langkah akan timbul percekcokan.

Berhadapan dengan faktor eksternal.
Persiapkan mental yang baik. Hadapi dengan Kelembutan. kasih sayang menghargai dan mau bersabar dalam proses.insyaa allah pemasalahan yg timbul eksternal (mertua atau gangguan dari luar)
Nahi munkar perlu dilaksanakan maka harus bersabar. Menegakkan syariat di lingkungan berumah tangga meskipun pihak eksternal tidak mendukung. Bagaimana cara kita bersikap untuk sabar tapi seharusnya bisa mebawa perubahan.

Walaupun ga pisah fisik tapi berhasil memisahkan hati. Visi iblis dalam memisahkan suami istri. Terkadang mereka berfikir kau bisa kuasai fisikku tapi tak bisa kuasai hatiku

Istri paruh waktu atau full waktu. Istri full waktu. Komitmen untuk seorang istri yg full waktu dikantornya harus sadar bahwa ada suami dan anak yg harus diberikan kasih sayang. Jika
Full timer mother 8tahun menikah ga punya tahun. Akhirnya ia bekerja. Tahun kedelapam baru punya anak. Setiap tahun punya anak. Kembali kemasa lalu ingin jdi full timer. Tapi dikantor urusannya tidak bisa ditinggal. Mulailah dinamika rumah tangga nya berubah. Dinamika rumah tangga bisa terjadi setiap saat. Dari sini rumah tangga diuji.
Saling melindungi mengunakan kata positif. Selalu berbaik sangka. Selalu berfikir baik terhadap pasangan.belajar memuliakan pasangan. Semua akan terbengkalai jika komitmennya tidak ada.

Komitmen kuat dan passion yg masih ada untuk menuju ke surga insyaa allah rumah tangga langgeng.

Full mother akan menerima gangguan tuduhan seorang perempuan kepada suaminya adalah pelit. egois. Kasar. Baiknya terima saja.
Membuat istri puas secara ekonomi.
Mulailah menasehati istri dalam berbelanja dan membelanjakan harta suami dengan mengucap bismillah.

Semakin tua laki laki semakin butuh laki laki. jika suami berbicara pesan ustad maka dengarkanlah. Suami juga butuh didengarkan.

PERKAWINAN

Memenuhi rukun dan syarat syah perkawinan sesuai dengan kompilasi hukum islam dan uu perkawinan.
Rukun perkawinan ialah unsur pokok.
Syarat

Rukun perkawinan
Calon suami istri wali. Saksi dan ijab qobul
(Tiangnya)

Syarat perkawinan harus dipenuhi
Terdiri dari syarat umum dan khusus.
Tidak boleh bertentangan dengan  al barqaroh 221 (beda agama) dan anisa 22.23.24
(Saudara persusuan)

Sayart khusus
1.calon suami istei
Beragama islam
Menyetujui perkawinan tersebut. Tidak ada paksaan dari pihak lain. meskipun gadis boleh dipaksa. Janda tidak boleh dipaksa kecuali janda memilih non muslim.harus di arahkan ke muslim.
Harus dewasa dan ahlil baliq
Dewasa jasmani dan rohani
Tidak terdapat larangan perkawinan
#Bukan mahrom pasangannya
#tidak dalam ihram haji at umroh

Syarat bagi suami
Terang laki lakinya
Banci itu laki laki ke perempuan prempuannya.
Berusia 19 tahun
Tidak beristri lenih dari empat
Tidak mempunyai istri yg haram dimadu dengan bakal istrinya.
Bakal istrinya itu tidak haram untuk dinikahi

Syarat bagi istri
Terang perempuannya
Sekurangnya  berusia 16
Telah memberi izin kepada wali untuk menikahkan
Tidak bersuami

Syarat pernikahan
Hadist rasulullah
Barang siapa diantara

Janganlah menikahkan perempuan menikahkan perenpuan lain da  jangan pula seorang perempuan menikahkan dirinya.

Syarat perkawinan wali.
Tidak ada perkawinan tanpa wali dan nikahnya tidak syah. Ada perbedaan pendapat dalam mahzab hanafi.
Ada yg bertindak sebagai wali. Syarat wali
Muslim.akil. balig. Tidak tuli bisu. Laki laki. adil dan tidak dalam.kondisi berihram

Wali nasab
Kelompok laku laki garis lurus.
Kesamping. Saudara laki laki sekandung. Keturunan laki laki
Kerabat. Paman saudara laki laki ayah.saudara seayah.atau anak anaknya(sepupu at anaknya spupu)
Saudara laki laki kakek garis lurus kakek

Wali hakim.
Penguasa at pemerintah atau penghulu dana petugas KUA. Wali hakim bisa menjdi  menjdi pengganti jika
Wali nasab tidak ada atau tidak mungkin menghadirkannya atau tidak diketahui tempat tinggalnya atau mereka enggan
Wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah apabila ada penetapan pengadilan agama.

Hakam
Seseorang yg masih masuk anggota keluarga calon mempelai perempuan namun bukan wali nasab dan mempunyai pengetahuan agama sebagai wali yang cukup. Contoh Punya keponakan perempuan dari pihak istri akan menikah. Paman punya kemampuan agama
Dari ayat al quran an nisa ayat 35.
Jika ada persengketaan suami istri yg menyebabkan
Maka kirimlah hakam dari pihak laki laki dan perempuan.orang yg bijaks ana dari kedua belah pihak. Kedua hakam bertemu untuk melakukan perbaikan. Maka niscaya Allah memberi taufiq kepada mereka.
Jangan libatkan louyer jangan gampang curhat kepada teman laki laki atau perempuan. Penyakit terbesar suami yakni tidak mau mendengar curhatan hati istri. Ini perkara penting. Suami yang sukses yakni pandai mendengar istrinya. Istri bukan cerewet tapi dia 2x lipat kecerdasan verbal dalam menafsirkan segalanya.
Tapi seorang istri itu ga mau di potong kalau suaminya ngomong.
Perempuan itu ngomong dulu baru mikir.sedangkan laki laki mikir dulu baru ngomong.

Mau membikin menaklukkan suami
1. Jadilah istri solehah. Karena kesolehanmu adalah perhiasan lelakimu. Perempuan solehah menentramkan hati.1
2.menjaga kecantikan adalah sunah rasul. Berbahagialah perempuan yg memperhatikan penampilanmu. Islam menuntut untuk hidup sehat dan bersih.
3. Hartanya
Menabunglah dari sekarang.
4. Keturunannya
5. Agamanya
Walaupun agamanya ga sempurna. Tiada yg sempurna. Tapi perioritaskan agamanya. laki laki yg mendapatkan akan beruntung

Ilmu itu bukan untuk seberapa de
Warnai hidup dengan ilmu ilmu islam. Sehingga dalam penysmpaian ke anak bukan sebagai hanya sekedar ceramah. Tpi sebuah visi keluarga untuk masuk surga bersama. Dalam keluarga jika suami istri tidak berlandaskan dengan agama. Maka dlm menghadapi konflik akan mengedepankan emosi

Yang berjalan dimuka bumi sesuai dengan ketetapan Allah bukan karena keteria mu

Calon pasangan tergantung dari ruhiyah dirimu.

Wanita solehah harusnya mempersiapkan
Kl dilihat menyenangkan
Kalau diperintah taat
Jika Ditingggal menjaga kehormatan dirinya dan harta suaminya

Naluri normal perempuan yg dianggap perempuan biasa tapi berbahaya untuk laki laki. Sesuai dengan kisah yusuf surah yusuf ayat 30
Istri al aziz menggoda yusuf untuk dirinya. Kegantengan yusuf itu kalau di kadarkan setengahnya untuk seluruh laki laki dimuka bumi. Separonya lagi kegantengan yusuf. Ketampanan yusuf mengoncang kerajaan kerajaan. Maka dari itu yusuf dipenjarakan. Pandangan itu adalah panahnya setan. Zulaiha kebelet sama nabi yusuf.  Zulaiha memberi service yusuf. Kalau bukan karena wahyu maka yusuf akan tergoda.

Service seorang perempuan bisa menjadi senjata perempuan menaklukkan suaminya. Jagalah sikapmu wahai perempuan.  Perempuan akan puas ketika telah memberikan service dan laki laki akan senang jika di service. Tempatkanlah dengan benar.

Bentuk jiwamu. Dan niatkan saya menjaga kesucian untuk
Keluarga dajwah keluarga quran yg didalmnya ada sakinah mawadah warahmah
Tingkatlah ilmu agama dan ilmu berumah tangga bukan karena dua pasangan masalah keluarga besar. Dan untuk melahirkan genarasi yg
Perkuat niat berbaharui niat. Apa niat kamu dalam beruamah tangga itulah jadinya rumah tanggamu kelak.

Buatlah rencana ranca dan rancangan investasi rumah rumah di surga. Jangan jdi keluarga yg pelit. Niatkan untuk wakaf tanah yg bermanfaat.

Rek untuk tanah wakaf
BNI syariah 0607011243 kode 009
Yayasan pisan peradapan islam.
1m2 untuk 100rb.

Muhakam
Seorang laki laki







Jumat, 15 Januari 2016

Ayah Juga Ikut Andil dalam Tumbuh Kembang Anak


Sejumlah riset dan studi menunjukkan, keterlibatan para ayah dalam mengasuh anak sangat penting dan dapat memberikan kontribusi positif bagi anak dalam kehidupannya kelak. Berikut ini beberapa hal yang akan dimiliki anak saat Ayah ikut andil dalam mengasuhnya.
1. Lebih percaya diri
Saat bermain dengan anak, Anda kan lebih senang mengajak anak melakukan aktivitas fisik seperti berlari, melompat, melempar, atau memanjat. Menurut Melanie Horn-Mallers Ph.D, profesor di California State University, Fullerton, AS dan pakar mengenai studi keluarga, aktivitas ini bisa membuat anak lebih percaya diri. Soalnya Anda akan mendorong ayunan lebih kencang atau menyemangati anak untuk berani meluncur dari tempat yang tinggi. Ketika berhasil melakukannya, si kecil tentunya akan semakin pede. Seolah Anda ingin mengatakan, “Nak, dunia ini adalah tempat yang aman. Jadi mari menjelajahinya dan percayalah dengan kemampuanmu.”
2. IQ yang lebih tinggi
Penelitian yang dilakukan oleh University of Guelph, Ontario, Kanada, pada tahun 2007 yang berjudul The Effects of Father Involvement: An Updated Research Summary of the Evidence, bahwa anak yang turut diasuh oleh ayahnya sejak dini, memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun. Selain itu, mereka juga memiliki IQ lebih tinggi ketika menginjak usia tiga tahun dan berkembang menjadi individu yang mampu memecahkan persoalan dengan lebih baik.
3. Berani mengambil risiko
Ketika mengasuh anak, ibu cenderung khawatir dengan keselamatan anak. Sebaliknya Anda mendorong anak untuk berani mengambil risiko. Psikolog Daniel Paquette dari University of Montreal, Montreal, Kanada, dalam studinya berjudul Theorizing the Father-Child Relationship: Mechanisms and Developmental Outcomes, menemukan fakta bahwa saat bermain dengan anak, ayah akan berusaha mendorong anak untuk mampu mengatasi hambatan dan berbicara dengan orang asing. Saat berenang misalnya, Anda akan menyemangati anak untuk bisa menyelam lebih dalam.
4. Pandai bersosialisasi
Dari riset terhadap 192 bayi yang dimuat dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, Dr. Paul Ramchandani, psikiater anak dari University of Oxford, Inggris, menemukan, bayi yang memiliki bonding yang baik dengan ayahnya selama 3 bulan pertama kehidupannya, terbukti setelah bersekolah akan menjadi anak yang pandai bergaul, populer di antara teman-temannya, dan jarang memiliki masalah dengan teman-temannya. Begitu juga setelah dewasa dan bekerja, mereka tumbuh menjadi pribadi yang bahagia.
5. Lebih disiplin 
Ayah merupakan sosok yang tegas. Karena itu, saat mengasuh anak, Anda juga berusaha membuat anak disiplin dengan cara yang lebih tegas. Dalam bukunya yang berjudul Partnership Parenting, Dr. Kyle D. Pruett M.D., psikiater anak dan profesor di Yale University, AS, serta Marsha Kline Pruett, menulis, ayah lebih tegas daripada ibu dalam menghadapi anak dan menegakkan disiplin. Ibu, di sisi lain, lebih mengandalkan ikatan emosional untuk mengubah perilaku anak. Pendekatan yang beragam dari Anda dan istri ini terbukti sangat efektif dalam mendisiplinkan anak.
6. Berani mencoba hal baru
Ketika bermain dengan anak, ayah tidak sekadar menghibur si kecil. Berbeda dengan ibu yang cenderung selalu memberikan rasa aman dan melindungi saat mengasuh anak, menurut Norma L. Radin, pakar perkembangan anak dan profesor di University of Michigan, AS, ayah mengajak anak untuk berani berinteraksi dengan dunia di sekitarnya dan dengan orang lain. Anda juga mendorong anak untuk dapat mengeksplorasi kekuatannya sendiri dan berani mencoba hal-hal baru, tentunya tetap dalam pengawasan Anda.
7. Lebih toleran dan pengertian
Menurut Dr. Howard Dubowitz, MD, ahli pediatri di University of Maryland Medical Center, Baltimore, AS, dalam artikelnya Father Involvement and Children’s Functioning at Age 6 years: A Multisite Study, anak perempuan yang memiliki hubungan dekat dengan ayahnya memiliki kenyamanan diri lebih tinggi dan lebih sedikit merasa depresi. Sedangkan anak laki-laki yang diasuh dengan keterlibatan ayah akan lebih mengenal dunia pria. Ia akan lebih sedikit merasa agresif, impulsif, dan tidak egois. Pada saat dewasa kelak, mereka akan menjadi orang yang lebih toleran dan pengertian
8. Lebih aktif
Kegiatan yang biasa dilakukan ayah dengan anak misalnya mencuci mobil, belajar naik sepeda, atau, bermain bola. Aktivitas itu membuat anak terhindar dari kegemukan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, 18,8% anak berusia 5-12 tahun mengalami masalah kegemukan, dengan perincian kategori gemuk 10% dan sangat gemuk 8,8%.
9. Lebih kreatif
Saat bersama anak, ayah akan mengisinya dengan aktivitas yang ‘liar’, membuat mobil-mobilan dari kardus bekas, menggunakan sarung bermain Ninja atau membaca dongeng dengan beragam ekspresi wajah. Pokoknya, kreativitas ayah beda dengan ibu. Menurut Mark Runco, Ph.D, Direktur Torrance Center for Creativity & Talent Development di University of Georgia, AS, semua anak memiliki potensi untuk menjadi kreatif dan tugas orangtua untuk mewujudkannya. Anda ikut serta mengembangkannya.
10. Lebih Spontan
Saat akan pergi berkemah, misalnya, seorang ibu akan menyiapkan bekal makanan. Sementara ayah lebih suka bereksperimen secara spontan untuk memasak menggunakan api unggun. Bagi Anda, yang terpenting adalah anak mendapat pengalaman baru dan belajar menghadapi risiko. Karena itu, menurut Howard Steele, Direktur Attachment Research Center Unit dari University College London, Inggris, cara itu membuat anak lebih berani untuk mengutarakan pendapat dan lebih spontan dalam bertindak.

WANITA SOLEHAH


Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah,” (HR. Muslim).
WANITA shalihah selalu menjaga pandangannya, senantiasa taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Make up-Nya basuhan air wudhu saat shalat tiba. Lipstiknya dzikir memuji keagungan Tuhannya. Jika muslimah menghiasi dirinya dengan takwa, akan terpancar cahaya keshalihan dalam dirinya.
Wanita shalihah selalu menjaga imannya, karena iman adalah kekayaan termahalnya. Dia juga benar-benar menjaga kata-kata. Tidak ada dalam sejarah centil menjadi sifatnya. Apalagi jingkrak-jingkrak dan menjerit-jerit saat bahagia.
Wanita shalihah selalu menjaga tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna. Dia sadar bahwa kemuliaan itu adalah menjaga dirinya (Iffah).
Wanita shalihah itu selalu murah senyum, karena senyum itu sendiri adalah shadaqah. Namun, tentu saja senyumnya proporsional, tidak setiap laki-laki diberikan senyuman manis. Intinya, senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi siapa saja.
Wanita shalihah juga harus pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu ilmunya akan terus bertambah. Sebab ia akan selalu mengambil hikmah dari orang yang ia temui. Dia juga sangat baik dalam menjaga muamalah kepada Allah dan manusia.
Wanita shalihah selalu menjaga akhlaknya. Seperti rasa malu yang menjadi ukuran imannya. Segala tutur kata dan perbuatannya tidak akan menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan As-Sunnah. Dan tentu saja godaan setan bagi dirinya sangat kuat. Jika demikian maka kualitas imannya berkurang. Semakin kurang iman seseorang, maka makin kurang rasa malunya.Semakin kurang rasa malunya, maka makin buruk kualitas akhlaknya.
Prinsip wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang dimilikinya. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi siapa saja.

Selasa, 12 Januari 2016

BERDOA

ADAB BERDO'A

1) Hamdalah (puji2an kpda Allah)....
2) Shalawat atas Nabi Muhammad saw....
3) Istighfar, yakni memohon ampun kepada Allah

Adab yg ketiga ini sebagai konsekuensi manusia hidup di dunianya sebagai pelaku dosa, sedangkan dampak dari dosa manusia kpd Allah itu berakibat ;
Semakin jauhnya kedudukan atau posisi hamba dari Allah. Perhatikan kisah Adam as.waktu di Syurga. Ketika Adàm belum melanggar larangan Allah posisinya dekat dg Allah, dipahami dari firman Allah kpd nya " Jangan kalian dekati pohon INI!" , tetapi sesudah Adam as. dan Hawa melanggar larangan itu, Allah berfirman " ...Bukankah ÀKU telah melarang kalian berdua dari Pohon ITU ". (Perhatikan QS.7:19 bandingkan dg QS .7: 22) . Perubahan isyarat "INI " dengan "ITU" , menunjukkan semula Adàm dengan Allah itu dekat berubah menjadi jauh seaudah berbuat dosa.
Dosa itu teejadi karena dua hal :
a) Meninggalkan perintah, atau
b) Melanggar larangan.
Padahal semua perintah2 Allah itu adalah sesuatu yang menyelamatkan dan menyenangkan hamba yang melaksanalannya. Oleh sebab itu jika hamba meninggalkan perintah Allah itu disebut  جهولا (Jahuulan) = sangat bodoh, disuruh selamat dan senang malah ditinggalkan.
Demikian pula semua larangan2 Allah itu adalah segala sesuatu yang mencelakakan dan menyengsarakan hamba yang melanggarnya Anehnya justru manusia melanggar larangan, karena itu manusia disebut ظلوما (zhaluuman)= sangat aniaya. QS.33:72
Kita sekarang paham mengapa Allah mengajarkan Kakek-Nenek moyang kita Adam-Hawa bertaubat dengan redaksi

ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخسرين .

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa watarhamnaa lanakuunana minal khaasiriin

 Wahai Rabb kami, kami memang telah berbuat aniaya terhadap diri2 kami (dengan meninggalkan perintah, dan atau melanggar larangan),  dan jika Engkau tidak mengampuni kami, dan menyayangi kami niacaya kami termasuk orang2 yang merugi
QS.7:23.
Demikian  pula Nabi Nuh as mendahulukan iatighfar (memohon ampun) sebelum menyampaikan do'anya kepada Allah. QS.71:10-14
Dalam sebuah Riwayat Rasulullah saw yang dujamin Ampunan oleh Allah itu setiap hari beristighfar tidak kurang dari 70 kali.
Nabi2 Allah 'alahimussalam  saja sebelum berdo'a beristighfar memohon ampun kepada Allah. Bagaiamana dengan kita yg justru berlumuran dosa ?
نستغفرالله العظيم  الذي لا اله الا هو الحي القيوم ونتوب اليه

Ketika berdoa jangan lupa Hamdalah, Shalawat dan Istighfar.

“Barangsiapa yang ber-tawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya”. [Ath-Thaalaaq 3].
 ‎
‎Dibalik sikap ber-tawakkal kita wajib ber-ikhtiar yang dilengkapi dengan doa, karena doa berada pada peringkat setelah ikhtiar dan daya upaya telah dilakukan maksimal, namun janganlah mempertanyakan apakah segala doa atau permohonan kita akan dikabulkan-Nya, tetapi pertanyakanlah apakah kita telah mematuhi semua perintah-Nya.
 ‎
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka ber-iman kepada-Ku,”. [Al-Baqarah 186].
 ‎
Doa merupakan ikhtiar spiritual dan motivasi demi tercapainya sebuah tujuan, sebab itu ber-ikhtiarlah dan lengkapilah dengan doa sebagai tiang penyangga dan komponen penguat dari ikhtiar itu.‎
 ‎
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". [Al-Mu’min 60].‎
 ‎
Seseorang yang taat dan patuh kepada perintah-Nya, maka ada tiga macam bentuk pengabulan yaitu akan langsung dikabulkan atau ditunda waktunya, dan yang terakhir adalah akan diganti dengan yang terbaik, karena sesuatu yang menurut kita baik belum tentu baik bagi-Nya, sebab itu janganlah memaksakan kemauan atau kehendak.
 ‎
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. [Al-Baqarah 216].‎
 ‎
Doa adalah suatu realisasi penghambaan dan merupakan media komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya sebagai pernyataan hajat atau keperluan, namun janganlah mendikte atau memaksakan kehendak, sebalikmya ber-doalah dengan rasa takut serta merendah.‎
 ‎
“Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut tidak akan diterima dan harapan akan dikabulkan”. [Al-A’raaf 56].
 ‎
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut". [Al-A'raaf 55].
 ‎
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
 ‎
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya, dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran”. [Shaad 29].
 ‎
Semoga renungan tengah bulan Rabiul Akhir yang pertama ini bermanfaat bagi kita untuk menjalankan semua perintah-Nya dalam Al-Quran agar dapat memohon segala kemaslahatan serta kebaikan yang ada disisi-Nya melalui berbagai doa. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH/TMI-Tafakur Meditasi Islam].‎

Mengenal 4 Madzhab dlm Fiqh

Rekaman kajian dlisya YISC Al Azhar...

Mengenal Madzhab 4 dalam Fiqh
DR. M Taufiq Q. Hulaimi, MA

Part 1
https://www.youtube.com/watch?v=HkNZavvNv8w

Part 2
https://www.youtube.com/watch?v=3Pg5Zn_zaiE

Part 3
https://www.youtube.com/watch?v=0eBYlnr6KWU

Part 4
https://www.youtube.com/watch?v=F7K-JoD2Fz0

Part 5
https://www.youtube.com/watch?v=5yN-CXzetnI

Pesan Untukmu - Kemana Kau Habiskan Waktumu

“Wahai ikhwan/akhwat yang mendapat taufiq-Nya, ini pesan-pesan khusus, yang di sampaikan sebagai nasehat karna peduli kepadamu.

Jika kau ambil, tentu itu akan menjadi sebab keselamatan, keberuntungan, kebahagiaanmu di dunia dan akherat.

Wahai ikhwan/akhwat…
Harusnya engkau menjaga dan melindungi masa mudamu, dengan menjauhi berbagai macam keburukan dan kerusakan, dengan meminta tolong dan tawakkal kepada Allah semata dalam menjalani itu semua.

Semua pintu, atau lorong, atau jalan menuju kepada keburukan atau kerusakan, maka jauhilah dan bersungguh-sungguhlah dalam mewaspadainya.

Wahai ikhwan/akhwat …
Harusnya engkau benar-benar menjaga kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan dalam Agama Islam, terutama shalat, karena shalat bisa menjagamu dari keburukan dan bisa mengamankanmu dari kebatilan.

Karena shalat juga dapat menolongmu dalam melakukan kebaikan, dan menjadikanmu takut melakukan semua keburukan dan kebatilan

Wahai ikhwan/akhwat …
Harusnya engkau menunaikan hak-hak manusia yang Allah wajibkan kepadamu, dan yang paling besar dari hak-hak itu adalah hak dua orang tuamu, sungguh itu merupakan hak yang sangat agung dan kewajiban yang sangat besar.

Wahai ikhwan/akhwat ....
Harusnya engkau banyak berdo’a kepada Allah azza wajall, meminta agar diteguhkan dalam kebenaran dan petunjuk. Dan meminta agar Allah melindungimu dari keburukan dan kehinaan.
Karena do’a adalah kunci semua kebaikan di dunia dan akherat.

Wahai ikhwan/akhwat…
Harusnya engkau semangat untuk berteman dan bersahabat dengan orang-orang yang baik dan saleh, karena ada kerugian besar dalam bersahabat dengan orang-orang buruk......

Wahai ikhwan/akhwat
Harusnya engkau selalu ingat bahwa engkau suatu hari nanti akan berdiri di hadapan Allah, dan Dia akan menanyakan kepadamu akan masa muda ini, engkau habiskan untuk apa?!

Semoga Allah melindungimu dengan perlindungan yang diberikan kepada hamba-hambanya yang shaleh.

http://www.islamek.net/play.php?catsmktba=1798

👤  Baca selengkapnya di http://bbg-alilmu.com/archives/16222 )

TIADA WAKTU UNTUK MENGELUH

Kita paham kalau nikmat Allah sungguh tak sanggup untuk kita hitung.

Allah Ta'ala berfirman:

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS. An Nahl: 18).

Kita juga paham kalau Allah Ta'ala pasti juga menguji kita.

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"

(QS Al-'Ankabuut : 2)

Ketahuilah...

Musibah yang menimpa kita hanyalah sesekali, sementara kenikmatan terus tercurah tiada henti.

Logikanya jika nikmat Allah Ta'ala itu banyak dan gak bisa kita hitung maka harusnya 'Tak Ada Waktu Untuk Mengeluh!'.

Allah berfirman :

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya"

(QS Al-'Adiyaat : 6)

Al-Hasan rahimahullah berkata :

Yaitu orang yg menghitung-hitung musibah (yg sedikit) dan melupakan kenikmatan-kenikmatan Robnya (yg telah banyak diberikan kepadanya).

(Tafsir Ibnu Katsir 8/467)

Sekarang pertanyaannya. Apakah kita termasuk ingkar ? Atau termasuk yang sabar ?

Ingat, jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba,
Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah  sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa.

Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka.
Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho. Dan barangsiapa murka (tidak suka pada cobaan tersebut), maka baginya murka Allah.”

(HR. Tirmidzi no. 2396).

Semoga manfa'at

Senin, 11 Januari 2016

BIOGRAFI AL GHUMAISHA BINTI UMMU SULAIM




Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam bersabda tentangnya :
Aku memasuki Surga lalu aku mendengar suara, maka aku bertanya, “Siapakah ini?” Mereka berkata, “Ini adalah al-Ghumaisha’ binti Milhan, Ummu Anas bin Malik.” (HR. Muslim No. 2456 kitab Fadhaa-ilush Shahaabah, Ahmad No. 13102)

Beliau adalah seorang wanita yang memiliki sifat keibuan, cantik, tabah, bijaksana, lurus pemikirannya dan memiliki kecerdasan berfikir dan kefasihan serta berahlaq mulia. Karena sifat sifat yang ada pada diri beliau, sehingga mendorong putra pamannya ( Malik Bin Nadhar ) untuk segera menikahinya, dari pernikahannya maka lahirlah Annas Bin Malik.

Al Gumaisha binti Ummu Sulaim adalah orang pertama yang masuk islam dari golongan anshar. Akibat keputusannya tersebut beliau harus menghadapi kemarahan dari suaminya        ( Malik Bin Nadhar ). Kemarahan suaminya dipicu karena istrinya ( Ummu Sulaim ) telah memeluk islam. Dengan berjalannya waktu Ummu Sulaim hidup menjanda sejak suaminya meninggal.

Kabar berita inipun didengar oleh Zaid Bin Sahal An Najjary alias Abu Thalhah.                   Maka dikarenakan kepribadian dari Ummu Sulaim membuat Abu Thalhah jatuh hati. Sehingga berkeinginan untuk melamar Ummu Sulaim untuk menjadi seorang istri sebelum laki laki lain mendahuluinya. Karena Abu Thalhah tahu banyak laki laki lain yang juga menyukai Ummu Sulaim. Abu Thalhah sangat percaya diri, ia merasa dirinyalah laki laki sempurna, menduduki status sosial tertinggi, dan kaya raya, selain itu terkenal sebagai penunggang kuda yang cekatan, pemanah yang jitu

Saat akan meminang Ummu Sulaim, Abu Thalhah belum mengimani Islam. Tetapi hal ini tidak membuatnya ragu karena ia berfikir disaat Ummu Sulaim telah beriman kepada Allah dan Rasulullah dengan menganut agama islam, tetapi bukankah suaminya yang meninggal menganut agama nenek moyangnya, bahkan suaminya menentang Muhammad dan dakwahnya.

Setiba dirumah Ummu Salaim maka Abu Thalhah mengutarakan isi hatinya untuk meminang Ummu Salaim dengan mahar bergelimang harta kemewahan yang dimiliki Abu Thalhah.  Ternyata Ummu Sulaim menolak lamaran Abu Thalhah. “Demi Allah, orang seperti anda tidak pantas untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam, maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta yang selain dari itu.” (Lihat an-Nasa’i VI/144).


Ungkapan tersebut sangat menyentuh Abu Thalhah, karena Ummu Sulaim bukanlah sosok wanita yang suka bermain main dengan rayuan kemewahan. Sungguh ia adalah perempuan yang cerdas. Timbullah pertanyaan didalah hati Abu Thalhah “apakah ia akan mendapatkan yang lebih baik dari Ummu Salaim untuk diperistri dan ibu dari anak anaknya kelak “ . Dan tanpa terasa lisan Abu Thalhah mengucapkan syahadat  “Aku berada di atas apa yang kamu yakini, aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang hak kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Ummu Sulaim lalu menoleh kepada putranya Anas dan beliau berkata dengan suka cita karena hidayah Allah yang diberikan kepada Abu Thalhah melalui tangannya, “Wahai Anas nikahkanlah aku dengan Abu Thalhah.” Kemudian beliau pun dinikahkan Islam sebagai mahar.

Oleh karena itu, Tsabit meiwayatkan hadis dari Anas:
Aku belum penah mendengarr seorang wanita yang paling mulia dari Ummu Sulaim karena maharnya adalah Islam.” (Sunan Nasa’i VI/114).
Ummu Sulaim hidup bersama Abu Thalhah dengan kehidupan suami istri yang diisi dengan nilai-nilai Islam yang menaungi bagi kehidupan suami istri, dengan kehidupan yang tenang dan penuh kebahagiaan.
Setelah kita mengetahui kisah pernikahan dari Abu Thalhah dan Ummu Salaim, kita juga bisa belajar kesabaran Ummu Salaim.  Pembelajaran kesabaran Ummu Salaim berawal dari sakitnya anak mereka.  Dari pernikahan antara Abu Thalhah dan Ummu Salaim lahirlah anak laki laki yang diberi nama Abu Umair. Dengan hadirnya seorang anak laki-laki sehingga keduanya sangat bergembira dan anak tersebut menjadi penyejuk pandangan bagi keduanya dengan pergaulannya dan dengan tingkah lakunya. Allah berkehendak untuk menguji keduanya dengan seorang anak yang cakap dan dicintai. Suatu ketika Abu umair sakit, dan sebagaimana kebiasaan yang dimiliki Abu Thalhah setelah pulang dari pasar, ia selalu bertanya, “Bagaimana anakku?’ dan beliau belum merasa tenang sebelum melihat anaknya.
Suatu ketika Abu Thalhah keluar ke masjid dan bersamaan dengan itu anaknya meninggal. Maka Ibu mukminah yang sabar ini menghadapi musibah tersebut dengan jiwa yang ridha dan baik. Sang ibu membaringkannya di tempat tidur sambil senantiasa mengulangi, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Beliau berpesan kepada anggota keluarganya, “Janganlah kalian menceritakan kepada Abu Thalhah hingga aku sendiri yang menceritakan kepadanya.” Ketika Abu Thalhah kembali, Ummu Sulaim mengusap air mata kasih sayangnya, kemudian dengan semangat menyambut suaminya dan menjawab seperti biasanya, “Apa yang dilakukan oleh anakku?” Beliau menjawab, “Dia dalam keadaan tenang.”

Abu Thalhah mengira bahwa anaknya sudah dalam keadaan sehat, sehingga Abu Thalhah bergembira dengan ketenangan dan kesehatannya, dan dia tidak mau mendekat karena kahawatir mengganggu ketenangannya. Kemudian Ummu Sulaim mendekati beliau dan mempersiapkan makan malam baginya, lalu beliau makan dan minum, sementara Ummu Sulaim bersolek dengan dandanan yang lebih cantik daripada hari-hari sebelumnya, beliau mengenakan baju yang paling bagus, berdandan dan memakai wangi-wangian, kemudian keduanya pun berbuat sebagaimana layaknya suami istri.

Tatkala Ummu Sulaim melihat bahwa suaminya sudah kenyang dan telah mencampurinya serta merasa tenang terhadap keadaan anaknya, maka beliau memuji Allah karena beliau tidak membuat risau suaminya dan beliau biarkan suaminya terlelap dalam tidurnya.

Tatkala di akhir malam beliau berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu seandainya ada suatu kaum menitipkan barangnya kepada suatu keluarga kemudian suatu ketika mereka mengambil titipan tersebut, maka bolehkah bagi keluarga tersebut menolaknya?” Abu Thalhah menjawab, “Tentu saja tidak boleh.” Kemudian Ummu Sulaim berkata lagi, “Bagaimana pendapatmu jika keluarga tersebut berkeberatan tatkala titipannya diambil setelah dia sudah dapat memanfaatkannya?” Abu Thalhah berkata, “Berarti mereka tidak adil.” Ummu Sulaim berkata, “Sesungguhnya anakmu adalah titipan dari Allah dan Allah telah mengambil, maka tabahkanlah hatimu dengan meninggalnya anakmu.”

Abu Thalhah tidak kuasa menahan amarahnya, maka beliau berkata dengan marah, “Kau biarkan aku dalam keadaan seperti ini baru kamu kabari tentang anakku?”
Beliau mengulangi kata-kata tersebut hingga beliau mengucapkan kalimat istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) lalu bertahmid kepada Allah sehingga berangsur-angsur jiwanya menjadi tenang.

Keesokan harinya beliau pergi menghadap Rasullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan mengabarkan kepadanya tentang apa yang telah terjadi, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua.”

Mulai hari itulah Ummu Sulaim mengandung seorang anak yang akhirnya diberi nama Abdullah. Tatkala Ummu Sulaim melahirkan, beliau utus Anas bin Malik untuk membawanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, selanjutnya Anas berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ummu Sulaim telah melahirkan tadi malam.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam mengunyah kurma dan mentahnik bayi tersebut ( yakni menggosokkan kurma yang telah dikunyah ke langit-langit mulut si bayi ). Anas berkata, “Berikanlah nama bayi ya Rasulullah!” beliau bersabda, “NamanyaAbdullah.”

Salah seorang rijal sanad berkata, “Aku melihat dia memiliki tujuh orang anak yang kesemuanya hafal Al-Qur’an.”

Di antara kejadian yang mengesankan pada diri wanita yang utama dan juga suaminya yang mukmin adalah bahwa Allah menurunkan ayat tentang mereka berdua yang manusia dapat beribadah dengan membacanya. Abu Hurairah berkata, “Telah datang seorang laki-laki kepada Rasullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan berkata,‘Sesungguhnya aku dalam keadaan lapar’. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam menanyakan kepada salah satu istrinya tentang makanan yang ada di rumahnya, namun beliau menjawab, ‘Demi yang mengutusmu dengan haq, aku tidak memiliki apa-apa kecuali hanya air“, kemudian beliau bertanya kepada istri yang lain, namun jawabannya sama. Seluruhnya menjawab dengan jawaban yang sama. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ‘Siapakah yang akan menjamu tamu ini, semoga Allah merahmatinya’. Maka berdirilah seorang Anshar yang namanya Abu Thalhah seraya berkata,‘Saya, ya Rasulullah’. Maka dia pergi bersama tamu tadi menuju rumahnya kemudian sahabat Anshar tersebut bertanya kepada istrinya (Ummu Sulaim), “Apakah kamu memiliki makanan?” Istrinya menjawab,‘Tidak punya melainkan makanan untuk anak-anak’. Abu Thalhah berkata, ‘ Berikanlah minuman kepada mereka dan tidurkanlah mereka. Nanti apabila tamu saya masuk, maka akan saya perlihatkan bahwa saya ikut makan, apabila makanan sudah berada di tangan, maka berdirilah dan matikanlah lampu’. Hal itu dilakukan oleh Ummu Sulaim. Mereka duduk-duduk dan tamu makan hidangan tersebut, sementara kedua suami-istri tersebut bermalam dalam keadaan tidak makan. Keesokan harinya keduanya datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ‘Sungguh Allah takjub (atau tertawa) terhadap fulan dan fulanah’.”

Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, Sungguh Allah takjub terhadap apa yang kalian berdua lakukan terhadap tamu kalian.”
Di akhir hadits disebutkan, maka turunlah ayat:
Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).”(Al-Hasyr: 9).
Abu Thalhah tak kuasa menahan rasa gembiranya, maka beliau bersegera memberikan kabar gembira itu kepada istrinya sehingga sejuklah pandangan matanya karena Allah menurunkan ayat tentang mereka dalam Alquran yang senantiasa dibaca.
Selain berdakwah di lingkungannya, Ummu Sulaim juga turut andil dalam berjihad bersama pasukan kaum muslimin.
Anas berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berperang bersama Ummu Sulaim dan para wanita dari kalangan Anshar, apabila berperang, para wanita tersebut memberikan minum kepada mujahidin dan mengobati yang luka.”
Begitulah, Ummu Sulaim memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau tidak pernah masuk rumah selain rumah Ummu Sulaim, bahkan Rasulullah telah memberi kabar gembira bahwa beliau termasuk ahli jannah.



Biografi Pemuda miskin dan buruk rupa “Zahid Aswad”


Pemuda yang hidup di zaman Rasulullah berusia 35 tahun, tinggal di Suffah Masjid Madinah. Ia adalah pemuda yang belum menikah pada waktu itu. Keinginannya menikah cukup besar tetapi ia minder dengan keterbatasan keadaan yang ia miliki. Hingga suatu saat ia ditanya Rasulullah “ Zahid apakah engkau sendiri “ Maksud Rasulullah menanyakan mengapa Zahid selama ini masih sendiri. Maka Zahid pun berkata “ Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan wajahku pun tak tampan, siapakah yang akan mau akan diriku ya Rasulullah “

Ketika saat itu Rasulullah tahu keinginan dan kebulatan tekad untuk  menikah, maka Rasulullah melamar Zulfah binti Said untuk Zahid melalui sepucuk surat yang ditujukan kepada Said  (ayahanda dari Zulfa binti Said). Perempuan ini adalah perempuan yang terkenal cantik dan anak seorang bangsawan Madinah yang kaya raya. Awalnya lamaran ini ditolak oleh Zulfah binti Said dikarenakan ia merasa dirinya akan terhina ketika dilamar zahid, karena masih ada pemuda tampan dan kaya raya yang juga menginginkan untuk menikahinya. Setelah permohonan maaf dari Said kepada Zahid dengan mengatakan “Wahai saudaraku, engkau sendiri tahu anakku tidak berkenan untuk dinikahimu, bukan aku yang menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak “. Mendengar nama Rasulullah disebut, Zulfah bertanya kepada ayahanda “ Wahai ayah mengapa engkau membawa nama Rasulullah”. Akhirnya Said menjelaskan kepada putrinya bahwa lamaran atasmu ini adalah perintah dari Rasulullah.  Maka seketika Zulfah beristigfar dan menyesal atas kelancangan perbuatannya, seraya ia berkata kembali bahwa ia berkenan untuk dinikahkan bersama Zahid jika memang ini permintaan Rasulullah. 

Zulfah teringat akan firman Allah :
Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. ( surah An nur ayat 51)

Berita gembira ini segera disampaikan kepada Rasulullah dan Zahid pun mempersiapkan pernikahannya. Rasulullah menyarankan mendatangi Abu Bakar Uthman dan Abdurrahman bi Auf untuk mendapatkan uang yang cukup untuk bekal persiapan pernikahan. Setelah memperolehnya maka Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan pernikahan. Tetapi setelah dipasar Zahid pun mendengar pengumuman untuk berjihad dijalan Allah, dikarenakan orang kafir akan menyerang kaum muslimin.

Zahid pun beristighfar dan ia berkeinginan menggunakan uang yang semula sebagai bekal persiapan pernikahannya untuk membeli baju besi, kuda dan perlengkapan berperang berjihad dijalan Allah bersama Rasullullah. Zahid lebih memilih menunda penikahannya. Zahid membacakan surah At Taubah ayat 24 dihadapan para sahabat, firman Allah sebagai berikut :
“Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khuatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu daripada cintakan Allah dan Rasul-Nya (dengan) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”

Akhirnya Zahid Aswad tetap memilih untuk maju ke medan pertempuran, dan ditangannyalah banyak kaum kafirin yang tewas. Tetapi pada akhirnya Zahid Aswad pun gugur dimedan perang sebagai mujahid yang mati syahid. Setelah mengetahui kematian Zahid, maka Rasulullah berkata “ Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik dari Zulfah “ . Rasulullah membacakan firman Allah  :
Janganlah kamu mengira bahwa orang-oorang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezaki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepada mereka, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka dan mereka tidak bersedih hati. “ (surah Al Imran ayat 169-170)

“Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) telah mati. Sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Al Baqarah ayat 154)

Mendengar kabar kematian Zahid, maka Zulfah seraya berdoa “ Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu. Andai aku tak dapat mendapinginya di dunia, izinkanlah aku untuk mendampinginya di akhirat kelak “. Masya Allah sebuah ekspresi cinta sejati karena Allah dan cinta yang bersemi karena kataatan kepada Allah dan titah Rasulullah