Pengikut

Selasa, 10 Oktober 2017

Syamail Rasulullah (03) - Arti ucapan/sikap Rasulullah - Ustad Asep Asobari

kajian Syamail Rasulullah sebelumnya (klik disini) 

Hadist dalam Arti ucapan/sikap Rasulullah

Ustad Asep Asobari
23/09/2017

Hadist dalam arti ucapan/sikap Rasulullah yang membingkai sebuah permasalahan yang hadir didalam kehidupan umatnya, sengaja ini diangkat karena akan memberikan kerangka pandangan besar dan bertitik tolak dengan petunjuk yang telah Rasulullah sampaikan. Suatu ketika para sahabat berada dalam satu majelis (majelis murojaah), pada saat itu menimba ilmu tidak hanya bersama majelis murojaah bersama Rasulullah tapi juga bersama dengan majelis murojaah lainnya. 

Murojaah perlu dibudidayakan karena ini berguna untuk
·         Mengulas ulang apa yang telah dibahas sebelumnya.
·         Saling mengkoreksi apa yang telah didapatkan. 
·         Membuat ilmu melekat dalam ingatan

Bahan murojaah surah Al maidah ayat 105 para sahabat
Hai orang beriman bersibukanlah dengan diri kalian sendiri, tidak akan membahaayakan mu orang orang yang akan menyesatkanmu selama engkau dalam satu petunjuk Allah. Ayat ini diturunkan karena pada saat itu kaum muslimin memiliki sifat pasif. Lalu Rasulullah bersabda “ tidak seperti kalian bayangkan kalian tidak boleh pasif tapi harus aktif (aktif secara kolektif dan berjamaah), tetapi kalau amal ma’ruf itu sendiri, tetapi itabiun bima’ruf (tidak sendirian alias bareng bareng untuk melakukan amal ma’ruf) menyangkut hajat orang banyak maka tidak bisa sendirian sehingga harus membangun kekuatan bersama.                            

Kalian (sesama kaum muslimin) harus saling mendukung untuk mencegah kemungkaran, ayat tadi mewajibkan kaum muslimin tidak boleh pasif terhadap lingkungan tempat tinggalnya/sekelilingnya.

Ketika agama menjadi persoalan pribadi, merupakan masalah prinsip, ini sebenarnya tanda dari akhir dari sebuah agama, akhir dari tanda orang orang yang beragama, akhir dari warna agama dalam kehidupan. Agama itu mengendalikan semua sendi kehidupan diabad pertengahan. Umat mengklaim bahwa agama adalah urusan pribadi sehingga tidak boleh masuk ke ranah publik, ini awal dari kehancuran sebuah agama. Agama tidak boleh masuk ke perundang undangan. Agama adalah cerminan keberadaan kita untuk melakukan/memunculkan yang haq. Maka agama yang aktif itu disebut Organiz Religion. Rasulullah menegaskan Islam bukanlah agama yang pasif (tapi aktif), Islam bukan agama individualisme, Islam bukan agama warisan. Rasulullah dan para sahabat menyebarkan ajaran islam kepada siapapun yang belum mendengar/menerima kebenaran islam, selain itu mereka juga menghadapi orang-orang yang dengan kuatan mereka sengaja memposisikan diri sebagai penghalang/penghadang kebenaran dari Allah yang sempurna.  (tidak boleh ada yang terhalang untuk mengakses islam yang baik dan benar). Esensi dakwa “kita harus bisa menampilkan islam dengan jelas sehingga mudah dikenali mudah diakses oleh siapapun” (masalah setelah mereka mendapatkan apa yang kita sampaikan mereka mau menerima atau menolak kebenaran islam itu bukan urusan kita, hak perograatif Allah memberikan hidayah).

Yang menjadi kunci kemenangan/kejayaan islam adalah ketika mampu menjelaskan/memaparkan islam dengan clear dan jelas (secara elegan), sehingga dari situlah orang kafir pun sadar dan tahu islam datang dengan ajaran kebaikan. Estafet dakwah kita tidak boleh terputus. Tapi saat ini selain permasalahan internal kita musuh islam juga mulai pintar mempelajari seluk beluk kelemahan islam, sehingga jangan pernah ada satu kekuatan islam yang dapat mereka manfaatkan untuk menjadi kelemahan.  Sibukanlah umat islam dilevel yang lebih rendah sehingga mereka sibuk dengan urusan itu (level bertahan). Fitnahlah umat islam dan adu dombalah umat islam sehingga untuk mengurus dirinya agar dapat bertahan kita sudah berat. Ini akan menguras energi yang sangat besar. Ketika kita sudah merasa kehabisan energi , kita akan mengatakan “kita telah menghabiskan semua tenaga untuk membela agama Allah (padahal belum) “. Kita harus dapat terlepas dari isu fitnah dan adu domba ini karena tugas kita yakni menyampaikan kepada dunia islam yang benar itu seperti apa (secara konsep dan praktek)

Kita seharusnya yang harus dapat membuat orang kafir sibuk antar sesama mereka, karena mereka gundah jika kita telah dapat menjelaskan islam secara elegan (mereka tidak sibuk karena mereka bertikai karena tidak semua kafir itu mau bermusuhan), maka dari itu gegundahan mereka disebabkan mereka dapat mengakses kebenaran islam secara clear dan jelas, mereka akan tertarik dengan silam dan mengatakan “oh ternyata islam seperti itu” (mereka tidak sibuk sendiri mencari tahu kebenaran islam).

Apa yang dilakukan oleh orang kafir untuk menyibukan kaum muslimin itu hanya membuat kita sibuk dan menutup cahaya islam supaya sampai ke mereka  (hal ini pun mereka lakukan sampai sekarang).

Orang eropa akan kebakaran jengot karena islam sudah masuk ke barat dengan sangat masif melalui perairan mediterania, dari sisilia, portugal dan spanyol (islam masuk dengan segala kegembilangannya dengan segala kehebatannya, dengan segala prestasinya) Eropa merasa dirinya terancam. Meskipun mereka tetap bisa berinteraksi dan beraktivitas ditanah yang dikuasai kaum muslimin yang telah dikuasai, tata cara busana, berbicara dan budayanya menyerupai arab (budaya islam). Maka saat itu dikenal dengan “ budaya muzarabes” (orang orang yang kearab araban) berlangsung berabad abad tahun. Jati diri kristen eropa bisa lama lama saat itu menghilang, maka mereka mengatur strategi secara militer jika mereka kuat mereka akan menyerang. Mereka membentuk gerakan orentalisme yang dikomandoi langsung dari vatikan. Lalu mereka menggunakan intelektual yakni mereka mempelajari islam untuk merusak islam. Dari semua lini ilmu mereka kuasai, sampai sampai setelah mereka mengusai mereka mengajarkan orang orang yang tinggal di eropa bahwa ajaran yang islam sampaikan itu seram seperti mosnter (ini salah satu cara perlindungan diri mereka dengan menjelekan islam) dan dikatakan islam adalah sempalan dari agama mereka.

Maka benar apa yang Rasulullah sampaikan “islam harus aktif untuk dapat menjelaskan islam secara jelas bagi mereka yang belum mengenal islam dan orang yang telah mengenal islam” , dengan cara inilah kita membuat mereka sibuk mempersiapkan diri untuk bagaimana menolak kebenaran islam. Pada masa sekarang umat islam terlihat disibukan oleh mereka, mereka saat ini sedang bertepuk kemenangan. Maka menjelaskan islam secara clear tidak dapat dilakukan sendiri tetapi dilakukan secara berjamaah dan terintegrasi. Sehingga di masa sekarang sangat diharapkan umat islam harus ada yang bermain dilevel bawah dan atas. 

Rasulullah memberikan pesan, berhati hatilah jika :
  • Ketika kau melihat kekikiran (baqhil tingkat tinggi) untuk kepentingan pribadinya tetapi banyak orang yang royal kepadanya.
  • Dunia lebih diutamakan dari akhirat
  • Ketika elit pemerintahan dan kaum intelektualnya sibuk mempertahankan pendapatnya sendiri dan menjatuhkan orang lain, mereka menjadikan fenomena debat bukan untuk mencari titik kebenaran  dan kesepakatan untuk melakukan tindakan. (Ilmu tidak akan manfaat ketika ilmu digunakan untuk menunjukan keunggulan diri sendiri)

Maka kata Rasulullah rubahlah ketiga hal diatas dengan sbukanlah dirimu dengan sekitaranmu / dengan orang orang disekitarmu dan dekatkanlah dirimu dengan mereka dengan cara jangan membendung arus dengan cara melawan arus tersebut. Ini sudah menjadi warna dan kita akan sulit memberikan warna baru, dilakukan bertahab dan kita tidak dapat mengubah sistem secara keseluruhan. Maka dilakukan pendekatan mundur dulu, sampai kita bisa membaca situasi dan mereka bisa kita tarik perlahan sehingga mereka bisa menjadi satu tim dengan kita. Menarik diri bukan berarti pasif tetapi tetap harus aktif. Tidak boleh adanya rabaniah dalam islam, karena rabaniah adalah prinsip orang soleh kristen dulu, kalau ingin semakin baik secara agama harus semakin jauh dari hiruk pikuk sosial dan tanggung jawab sosial. Dalam islam menarik diri untuk mundur itu untuk melahirkan sesuatu untuk menjadi titik tolak perubahan. Yang paling kalem melakukan perubahan Abdulah bin Umayah pada saat baniumayah. 

Jangan biarkan musuh menabuh genderang untuk membikin kita sibuk. Jangan mudah terprovoksi dengan berita yang mereka sebarkan, inilah perang pemikiran yang mereka ada adakan untuk membikin sibuk umat islam meladeni apa yang mereka sebarkan. Terkadang umat islam mudah sekali terprovokasi isu yang mereka sebarkan. Mereka membuat keributan di internal umat islam. Mereka berkeinginan membuat citra islam buruk dimata dunia, sehingga tidak ada yang tertarik mengenal islam dan merendahkan islam. Menghadapi kelompok ekstrimis dimasa sekarang ada baiknya berkaca dengan apa yang telah dilakukan Rasulullah saat itu yakni tidak meladeni apa yang mereka lakukan, karena jika diladeni maka energi kita akan habis.


Pertanyanaan 

Fenomena pembebasan andalus dan kemudian dikuasai lagi oleh kaum salib. 

Awalnya fokusnya pembebesan kontantinopel, konstantinopel itu diburu dari arah timur tapi kaum muslimin menguasai eropa dari arah barat.  kewajiban membebaskan andalus (3/4 dari spanyol dan portugal) tetapi bukan skala prioritas saat itu, kita terlebih dahulu harus mengetahui dan memahami fiqih futuhatnya yakni :
  • Bagaimana dulu andalusia di taklukkan
  • Bagaimana andalus hilang dari tangan kaum muslimin
Fiqih Futuhatnya dapat (klik disini

Titik kunci adalah afrika utara (maroko, al zaria, tunisia) solid maka andalus dapat dipertahankan. Suksesnya Thariq bin ziyad juga disebabkan mendapat dukungan/membackup dari maroko hingga tunisia. 

Pada masa akhir berkuasanya granada di spanyol umat islam di maroko dan spanyol terjadi konflik, maka ketika granada diserang maka tidak mendapat bantuan dari banimalik di maroko. 

Seorang sejarawan besar di andalus-spanyol menulis "aku tidak akan menulis dengan mengatakan Firdaus yang hilang, tapi Firdaus yang dijanjikan" ketika aku menulis tulisan ini sebenarnya hatiku tersayat tapi aku sejarawan. sejarawan adalah seorang kesatria yang harus berani mencatat segala kegetiran yang terjadi untuk diambil ibrah/pelajaran didalamnya untuk kita melakukan sesuatu / memberikan sesuatu kepada islam. 

Bersambung di Kajian syamail Rasulullah berikutnya (klik disini) 

Syamail Rasulullah (02) - Ustad Asep Asobari

Syamail Rasulullah - Kebiasaan Rasulullah 

Ustad Asep Asobari 
22 september 2017 

Kajian Syamail Rasulullah sebelumnya (klik disini

Saat ini telah memasuki tahun baru hijriah yakni 1439 H bulan Muharam, ini artinya sudah 1428 H tahun jarak antara kita dengan Rasulullah wafat. Tapi seakan akan sosok Rasulullah akan selalu ada dalam ingatan kaum muslimin. Beliau tidak pernah akan pernah bisa hilang dari ingatan kita. Maka setiap gerak dari diri kita dalam kehidupan tidak akan pernah bisa lepas dari Rasulullah, baik itu petunjuknya atau pun dengan segala isi Risalahnya. Beliau selalu memberi petunjuk kepada umatnya dengan penuh kasih sayang. Sebagai seorang nabi dan Rasul untuk umatnya, sebagai seorang penunjuk jalan bagi orang yang ditunjukan jalan, betapa Beliau sangat menyanyangi kita, agar kita menjadi orang yang selamat didunia ini dan kelak akan berjumpa dengan Beliau dan berjumpa dengan Allah.

Rasulullah bukanlah sosok yang seharusnya jauh dari kita, dan tentu banyak cara untuk mendekatkan diri kepada beliau, salah satunya dengan mengkaji syamail.

Materi ini adalah materi yang jarang diajarkan secara umum, tetapi bagi seoarang mukmin pasti sering dikutip dalam setiap kesempatan menyampaikan kajian. Jika kita ingin membicarakan sosok Rasulullah mau tidak mau kita masuk dari syamail. Karena itu pula dibuat kajian khusus tentang syamail. Tetapi materi sirah secara umum meskipun fokusnya terhadap Rasulullah tetapi secara materi belum mendekatkan kepada pribadii beliau, tetapi ada materi yang lebih mendekatkan lagi yaitu materi syamail.

Syamail adalah bidang yang khusus maka harus dikaji secara khusus perbagian yang perlu di detailkan. Hajat kebutuhan yang mampu mendekatkan setiap insan yang mencintai sirah kepada hal hal sifatnya pribadi Rasulullah begitu mendasar. Kita akan lebih mencintai Rasulullah kalau kita tahu beliau itu begitu sempurna dalam geraknya. Sungguh rugi jika ada manusia yang tidak dapat mengenal Rasulullah secara dekat. Ulama membahas sosok beliau dalam sebuah buku, sebenarnya dalam diri mereka terdapat keraguan “apakah sosok Rasulullah yang mereka gambarkan dapat mewakili keadaan sebenarnya”, mereka selalu mengatakan setinggi apapun pujian ku padamu, tapi itu tidak akan pernah cukup melukiskan kesempurnaanmu.

Kata syamail ini adalah istilah yang dikatakan para ulama untuk
1. Menjelaskan segala hal yang terkait dengan pribadii Rasulullah (yang sifatnya sangat privat), dimulai dari ciri fisik beliau dari ujung rambut sampai ujung kaki ( mulai dari uban sampai telapak kakinya ).
2. Selain ciri fisik maka hal yang terkait dengan syamail adalah hal yang terkait dengan fisik, semisal hal yang berkaitan dengan tangan bagaiamana Rasulullah mengambil sesuatu. kalau berjalan tangannya seperti apa, bagaimana beliau melangkah dll.
3. Dari membahas fisiknya akan menghantarkan untuk membahas kebiasan kebiasaannya, seperti kebiasaan makan Rasulullah, kalau berkendara bagaimana (unta dan keledai Rasulullah punya nama, tempat makan dan minum Rasulullah juga ada namanya), kebiasaan Rasulullah melantunkan huda untuk untanya dan pasukannya.
4. Hal hal yang berkaitan dengan pribadi termasuk kita mengenal orang orang disekitarnya (siapa yang menjadi pelayan Rasulullah), terkait dengan tamu dan siapa yang mengatur keuangan/ bendara keluarga Rasulullah.

Rasulullah mengatakan bahwa wanita itu bagaikan gelas-gelas kaca. Rasulullah memiliki seseorang yang pandai melantunkan huda yakni anjasa. Sehingga setelah huda dilantunkan maka gerak unta akan semakin cepat. Anjasa memegang unta istri Rasulullah, sehingga unta istri2 ini juga bergerak cepat sehingga ini membuat tidak nyaman. Rasulullah menegur anjasa dengan kata kasihanilah gelas – gelas kaca ku, maksudnya kasihanilah istriku yang sedang menunggang unta yang berlari kencang.

Dengan syamail diharapkan kita akan semakin dekat dengan sosok Rasulullah, karena kita mengenal hal hal yang melekat dengan pribadi beliau dan kebiasaan kebiasaan beliau , hak itu tidak banyak kita dapat dalam kajian sirah secara umum. Tentu juga dalam kajian syamail ini disangkutkan pautkan dengan ahlaq beliau, meskipun ahlaq adalah sisi lain bagian yang terpisah. Sebagai mana ciri fisik beliau salah satunyanya diketahui jumlah uban beliau hanya 20 helai sampai wafat, dari sini dapat disadari bahwa memahaminya memiliki faedah yang sangat penting, seperti ada yang mengaku bermimpi Rasulullah tapi ubannya banyak ini hal yang menyimpang.


Kebiasaan-Kebiasaan  yang menurut Syamail

Kebiasaan juga dikenal dengan tradisi. Tapi menurut syamail kebiasaan Rasulullah disebut dengan sunah yang tidak identik dengan ibadah, tetapi lebih menonjolkan aspek pembawaan dan kecenderungan.  Kebiasaan Rasulullah dapat memuat unsur ahlaq, tradisi, dan naluri (terkait sesuatu yang bersifat pembawaan). Disatu sisi terkait dengan kebiasaan tapi bisa terkait dengan ahlaq (sebenarnya ini dua bab yang berbeda), tapi mau tidak mau memang tradisi dan ahlaq saling terkait. Istilah kebiasaan sunah ini tidak mudah karena kita terapkan dalam segala hal.

Pengunaan kata sunah kadang kebablasan, contohnya :
  • Ketika seseorang memakai peci itu dikatakan tidak nyunah (tidak menjalankan sunah), karena dalam kebiasaan syamail Rasulullah tidak mengunakan peci, ini hanyalah kebiasaan Rasulullah dalam berpakaian.
  • Rasulullah suka manis, Rasulullah menyukainya (naluri yang terkait dengan pembawaan), jadi bukan berarti yang suka asin atau pedas tidak nyunah.
  • Rasulullah jalan kaki ketika berhajj, Rasulullah waktu itu naik unta (tetapi naik unta ke mekah tidak disebut sebagai sunah hajj, ini adalah kebiasaan yang dilakukan)
  • Pada saat itu di daerah wadi mubarok sungai yang penuh berkah,Rasulullah pernah berburu kelinci dengan menunggangi kuda (berburu adalah kebiasaan)

Kebiasaan Rasulullah pada dasarnya tidak berdampak pahala karena tidak ada muatan syar'i.

Apa yang dilakukan Rasulullah (kebiasaan Rasulullah), lalu kita ikuti (kita kerjakan persis dan sama dalam hal tertentu) itu belum tentu berpahala karena tidak ada muatan syar’i didalamnya. Kecuali ketika kita melakukan apa yang dilakukan Rasulullah karena satu motifasi/maksud “bahwa saya ingin meneladani sama persis (beruswah) seperti apa yang dilakukan Rasulullah dalam beribadah”. Saya ingin melakukan yang dilakukan Rasulullah karena cinta saya terhadap Rasulullah (bentuk ekspresi cinta). Ketika kita tidak bisa memilah mana yang mengandung batas syariah/ibadah dengan tidak, maka sangat berbahaya. Mereka saling mengakui sayalah yang lebih nyunah.

Berbicara sunah yang tidak berkait dengan ibadah banyak sekali, semangat melakukan sunah itu bagus, tapi kita harus tahu penempatan kata sunah. Kata sunah sebenarnya ada dua pengertian kata sunah yang berkait dengan ibadah, ada yang tidak terkait dengan ibadah (ini yang disebut kebiasaan). Kita tidak bisa mecampur adukan sunah yang berkaitan ibadah dan bukan ibadah. Penempatan kata sunah harus sesuai dengan penempatannya. Secara fiqihnya dibedakan antara sunah dan wajib, tetapi dalam hadist baik secara fiqih itu sunah atau wajib itu semuanya disebut sunah (karena dalam hadist itu adalah praktek Rasulullah).

Kebiasaan Rasulullah (kebiasaan terkait dalam kegiatan kita sehari hari) dalam setiap gerak gerik beliau dalam setiap hal, baik kebiasaan dalam permasalahan aqidah, hukum, adab, aqlaq, sampai tidak terukur dengan apapun yang sifatnya abstrak. Contoh cara bercanda Rasulullah, ketika rasulullah marah, bagaimana kebiasaan Rasulullah ketika mendengar Al quran. Rasulullah sifatnya serius tapi wajahnya selalu menyenangkan untuk dilihat.


Kebiasaan Rasulullah dalam bermuamalah,

Kebiasaan bermuamalah ini berkaitan dengan masalah tanggung jawab yang berhubungan dengan orang lain, dari proses mau meminjamnya, sampai dipinjamkannya dan melunasi yang dipinjamnya.

Rasulullah pernah meminjam makanan sebanyak 40 sha’ kepada anshar, tetapi sebenarnya saat itu anshar juga dalan kondisi terdesak kebutuhan. Sehingga orang anshar tersebut ingin segera dilunasi, karena prosedurnya pinjam meminjam maka anshar menagih. Rasulullah berkata kami belum memiliki makanan yang serupa untuk melunasi. Orang anshar tersebut ingin seraya mengatakan sesuatu, tapi oleh Rasulullah memotongnya dan mengatakan “ janganlah mengungkapkan sesuatu  kecuali yang baik, aku adalah sebaik baiknya orang yang meminjam “. Beberapa saat kemudian Rasulullah melunasi dengan memberi 40 sha’ tambahan selain 40 sha’ pinjaman. Sehingga semua berjumlah 80 sha’ (HR Bazza, shahih)
Anshar mendatangi Rasulullah untuk supaya Rasulullah mengembalikan apa yang telah dipinjamnya jauh sebelum jatuh tempo (karena ashar jug dalam keadaan terdesak). Sebelum anshar mengutarakan niatnya, Rasulullah memotong apa yang ingin dibicarakan orang anshar agar para sahabat tidak salah presepsi, dan menghindari perkataan yang tidak baik oleh ashar karena kebutuhan mereka terdesak ingin segera dilunasi. Pengembalian yang melebihi apa yang dipinjam diatas tidak adanya transaksi (kebiasaan ketika Rasulullah meminjam selalu mengembalikan lebih besar, meskipun setidaknya mengembalikan setara). Kafaqiu (ada kesataraan) berasal dari kata kafa atau kufu (artinya setara), setara itu bukan berarti barang yang sama tetapi bisa karena setara dari nilainya. Pemijaman tersebut tidak ada transaksi maka digolongkan bukan riba (transaksi yang menyatakan proses pinjaman tergolong riba adalah nanti kalau kamu pinjam sebanyak A maka kamu harus mengembalikan sebanyak B)

Pengertian Sha’ menurut ulama mazhab fiqih adalah

Dalam sebuah hadist dikatan
“Rasulullah mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kura atau satu sha’ gandum, baik atas budak, merdeka, laki-laki,perempuan, anak kecil, maupn dewasa dri kalangan kaum muslimin (HR bukhari II/161, Muslim II/677-678, Abu daud no.1611-1613, Ibnu majah no1826, an Nasai V/48 dan lainnya).

Dalam hadis itu disebutkan satuan sha’, akan tetapi di Indonesia tidak menggunakan satuan itu, maka diperlukan penjelasan dari para ulama mazhab fiqih.

Menurut mahzab maliki
(Wahbarut, al zuhali, al fiqih al islami wa Adilatuhu, Beirut, dar al fikr, tt, juz II,hal 910)
1 sha’ = 4 mud,
1 mud = 675 gram.
1 sha’ = 4 x 675 gram = 2700gram = 2,7 kg

Ada juga yang berpendapat 1 sha’ = 2,3 kg maka di Indonesia diambil patokan 1 sha’ = 2.5kg
Zakat fitrah di indonesia yakni dengan 2.5kg beras


Kebiasaan Rasulullah dalam Jual Beli (berdagang)

Jika dalam jual beli, jika kalian menjual dan orang lain membeli dari kalian dan kalian timbang maka tambahkanlah (kunci sukses Rasulullah berdagang) , menyenangkan konsumen.

Bahkan ada beberapa kasus yang dapat diambil pelajaran yakni ketika awalnya Rasulullah serumah dengan fatimah sebelum serumah dengan aisyah, ketika Aisyah serumah dengan Rasulullah barulah fatimah keluar meninggalkan. Fatimah awalnya mengurus Rasulullah sampai aisyah masuk. Fatimah dikenal dengan umu abiah (ibu dari ayahnya) karena semenjak khadijah meninggal sampai serumah dengan aisyah baru fatimah keluar. Sehingga Rasulullah memerlukan rumah yang baru, tetapi Rasulullah tidak memiliki lahan dan diberikan oleh orang quraish. Ambil saja ya Rasulullah. Para sahabat berkata jika Rasulullah tertarik akan sesuatu tetapi orang lain berkeinginan memberikan maka Rasulullah berkata “ aku beli (membeli apa yang ingin diberikan orang lain kepadanya) ”. Sehingga akadnya adalah jual beli dan saat itu Rasulullah menawar dengan harga yang terendah.


Kebiasaan Rasulullah mendoakan umatnya

Rasulullah menyatakan “semua orang di dunia ini telah berjasa kepada ku dan islam dan aku akan membalas dengan balasan yang lebih baik”, dalam perjuangan beliau banyak yang mendukung, membantu, dan banyak yang berperan besar terhadap perjuangan islam. Balasan yang diberikan Rasulullah jauh lebih besar yakni mendoakan umatnya untuk masuk surga dan berjumpa dengan dirinya dan Allah.


Kebiasaan Rasulullah memakan makanan

Kebiasaan yang terkait makanan adalah makan apa, makan dimana (tempatnya) dan kebiasaan Rasulullah saat makan. Abu hurairah menuturkan “Rasulullah sama sekali tidak pernah mencela makanan (dari bentuk fisik dan rasa), jika beliau berselera beliau akan memakannya dan apabila beliau tidak suka beliau meninggalkannya/tidak memakannya/diam saja tidak mencela makan itu (ini ahlaq dan kebiasaan). Kebiasaan makan Rasulullah terkait dengan menjaga kesehatan. Jangan memakan sesuatu yang kita tidak berselera untuk memakannya, kondisi psikologi diri kita tentang keterkaitan dengan berseleranya memakan makanan akan berpengaruh pada diri kita (makanan itu akan memberikan manfaat atau tidak). Rasulullah tidak menyukai makanan yang aneh-aneh hanya memakanan yang menimbulkan selera makan . Rasulullah hanya menyukai makanan yang terbiasa dimakan oleh orang disekelilingnya.  



Makanan Rasulullah,
  • Jenis makanan yang Rasulullah makan adalah makanan bervariasi secara bergantian. Apa yang dimakan tidak memonoton (selalu bervariasi) dalam kondisi yang memungkinkan kecuali sedang dalam kondisi berperang, contohnya : hari ini makan apa besok makan apa. Pada kondisi tertentu Rasulullah hanya makan beberapa butir kurma dan air putih.
  • Menyeimbangkan sifat makanan antara dingin dan panas, contoh makan kurma (panas) dan semangka (dingin) kebiasaan memakan seperti ini akan memberikan keseimbangan dalam tubuh. Memakan roti dengan mencampur dengan minyak zaitun atau dengan cuka (Rasulullah yang mengatakan sebaik baiknya makanan adalah cuka, karena yang ada saat itu adalah cuka)
  • Makanan yang disukai daging, manisan, madu.
  • Daging yang disukai daging kambing/domba bagian kaki depan dan leher, Rasulullah juga suka makan kikil (karena paling mudah dicerna).

Rasulullah bersabda "Makanlah makanan dalam kondisi lapar, dan ketika kita makan tidak sampai kita kekenyangan", mengapa dalam kondisi lapar baru kita makan, karena saat itulah ada timbul selera makan yang akan menyehatkan (cobalah tretment untuk diet sehat). 

Makanlah dalam porsi yang tidak berlebihan berlebihan, makanan berlebihan disini bukan hanya berlebihan masalah jumlah quantity berat (banyaknya makanan dimakan), tetapi dalam kandungan gizi yang dibawa oleh makanan itu sehingga menyehatkan. Contoh : jangan makan nasi dengan mie (ini campuran karbohidrat dengan karbohidrat) ini tidak baik

Sesuatu makanan yang kita sukai/berselera untuk dimakan adalah makanan yang memang lebih cocok dengan kebutuhan tubuh kita. Allah menumbuhkan tumbuhan/buah buahan yang menghasilkan sesuatu yang dapat dimakan penduduk setempat dengan varian yang berbeda disetiap negeri atau tempat, karena kondisi satu tempat dengan tempat lainnya juga berbeda (cuaca, kondisi alam) dan berpengaruh untuk kondisi tubuh masyarakatnya. Hikmahnya sebaik baik makanan yang dikonsumsi seseorang adalah makanan yang dikonsumsi sekitarnya.

Mengapa kurma ajwa terkenal dan populer (ajwa aulia) agak basah bijinya lebih kecil ini harganya agak mahal. Kurma ajwa terkenal dengan kurma nabi ini orang indonesia yang memberikan namanya. Karna Rasulullah memberikan sifat yang lebih untuk kurma ajwa, sehingga memiliki keistimewaan, secara umum kurma di madinah semua didoakan oleh Rasulullah “ Ya Allah berkahilah semua kurma madinah” (sehingga pada dasarnya semua kurma madinah diberkahi Allah). Tetapi ajwa diberikan sifat lain “siapa yang pada pagi hari sebelum makan apa apa (sarapan dan lainnya) makanlah kurma ajwa 7 butir, maka pada hari itu ia akan terbebas dari sihir dan racun” (ini sifat tambahan yang dimiliki ajwa, pada awalnya ajwa kurang disukai orang madinah dan tidak laku). Ajwa suburnya dimadinah tapi orang madinah malah tidak suka. Tapi setelahnya ajwa menjadi yang disukai untuk dikonsumsi.

Terkait dengan masalah kondisi gizi dan  kandungan dalam makanan. “bahwa ketika Allah memberikan rejeki ditempat itu (berupa tumbuhan/makanan yang bisa dimakana), maka rejeki yang ada ditempat itu adalah merupakan rejeki yang cocok untuk kesehatan, pertumbuhan dan kecukupan gizi orang setempat (maka sebaiknya kita tidak usah neko neko untuk menyuplai dari luar/impor kecuali kebutuhan mendesak, akibat musibah), timbulnya penyakit dimasyarakat salah satunya disebabkan makanan yang kita makan tidak cocok dengan tubuh kita. Orang yang tinggal di tropis akan berbeda dengan orang sub tropis.


Minuman Rasulullah

Minuman yang Rasulullah suka adalah minuman manis dan lagi dingin (HR Tirmdizi). Rasulullah menyimpan airnya disatu wadah berselimutkan kulit agar dingin, kalau di Indonesia dinamakan kendi kalau zaman Rasulullah adalah qirbah. Penyimpanan air dalam qirbah memiliki kandungan air yang lebih menyehatkan.  Qirbah tersebut posisinya digantung disuatu tempat oleh Rasulullah. Karena Rasulullah suka yang dingin maka tidak nyunah jika meminum minuman panas (ini keliru)

Masih ada kebiasaan lain dari Rasulullah yang belum terbahas didalam kajian ini, silahkan dibaca sendiri seperti kebiasan Rasulullah dipagi hari dan sepanjang hari 


Pesan buat kita semua dengan melihat kebiasaan makan Rasululllah

Memperhatikan pola makanan sehat adalah peran istri dengan dukungan suami, maka jagalah asupan gizi keluarga dengan baik dan benar untuk membangun generasi yang kuat. Ingatlah beban umat ini berat, tantangan besar dan cita cita umat jauh lebig besar. Jangan sampai daya tubuh kita lemah dan menjadi amburadul. Rasulullah sangat menjaga kesehatan dengan memperhatikan apa yang dimakan, sebelum ia memakan sesuatu ia akan melihat kembali apakah makanan ini menyehatkan dan memakan makanan dengan pola makan yang seimbang dari kandungan gizinya (tidak sembarangan memakan makanan) tetapi tidak mengada ada hanya memakan yang ada. 


Pertanyaan :

1. Rasulullah dalam bertransaksi menawar dengan harga terendah.

Rasulullah dalam bertransaksi memperhatikan prilaku dalam bertransaksi (membeli dan menjual) atau menagih utang. Sikap ini membawa nyaman dan tentram. Memang benar dalam proses menawar beliau menawar dengan harga terendah tapi beliau menawar dengan memposisikan orang yang sedang ditawar barangnya pun dalam kondisi yang enak (tidak berat). Bahkan ketika Rasulullah ditagih membayar pinjamannya juga Rasulullah memiliki adap yang baik. 


2. Masalah kandungan Madu Arab dan Indonesia lebih baik yang mana.

Harus ada penelitian antara kandungan madu di Indonesia dengan kandungan madu di arab dengan berbagai jenisnya. Di arab madu yang terkenal kualitasnya adalah madu yaman (madu yaman do'an). Madu jabar madinah harganya dua kali lipat madu yaman do'an. Madu di Indonesia dan arab sama sama berfariasi. Madu menjadi obat harus mengetahui kandungan dari madu tersebut dan mengetahui ilmu tibun nabawi, ketika akan meracik madu tersebut akan dicampur dengan apa (sehingga cocok dengan penyakit yang sedang dialami). Ketahuilah kalau obat itu cocok dan tepat untuk penyakit pasti akan pasti sembu, ltidak ada suatu penyakit yang menjadi musibah dari Allah yang diberikan kepada manusia, kecuali Allah turunkan obatnya. Tidak mungkin Allah menurunkan penyakit tetapi tidak ada obatnya. Masalahnya obat itu diketahui atau tidak oleh manusia. Ini seharusnya mendorong insan muslim untuk meneliti penyakit tersebut bisa disembuhkan (iktiar manusia). Konsep ibnu Toyib dalam menyembuhkan penyakit. 


3. Berapa kali Rasulullah makan jika beliau makan hanya saat lapar

Tidak ada yang menyebutkan secara pasti berapa sekali Rasulullah makan, jika berbicara tentang sarapan pagi Rasulullah melakukannya. Karena berkaitan literatur yang mengatakan Rasulullah ketika tidak melakukan puasa sunah. Rasulullah bertanya tentang makanan dipagi hari setealah jeda waktu setelah subuh "apakah ada makanan? kalau ada makanan aku akan makan". Makan siang pastii sudah lazim ada karna Rasulullah beraktivitas dan akan membutuhkan asupan makanan disiang hari. Makan malam jelas ada asha (setelah sholat isya), kerena beliau mengatakan kepada sahabatnya "siapa yang hendak kembali kerumahnya hendaklah membawa temannya dan mengajaknya untuk makan". Padahal saat ini dari kita banyak yang jangan makan setelah solat isya (coba diteliti saja mana yang baik), yang terpenting jangan berlebihan. Yang memperngaruhi pola makanan sehat adalah jumlah makanan  dan kualitas makanan (jangan berlebihan karena berbahaya)


4. Rasulullah wafat apa karena diracun

Rasulullah sakit di akhir hayatnya setelah mendoakan para sahabatnya yang telah meninggal, lalu Rasulullah pergi ke makam baqi. Saat itu Aisyah mencari Rasulullah tetapi tidak ada, lalu ditemukanlah Rasulullah dimakam baqi.  Aisyah segera kembali kerumah sebelum Rasulullah pulang. Saat pulang aisyah berkata " Rasulullah kok kepalaku sakit " dan Rasulullah berkata juga " sama kepalaku juga sakit " (ketika sakit sebenarnya tidak ada kait mengait dengan racun itu). Beberapa hari kemudian setelah sakit itu telah berjalan beberapa lama, Rasulullah kembali berkata "aku masih merasakan dampak dari racun itu, racun itu teramat sangat kuat". Para sahabat yang ikut memakan dalam satu-dua hari langsung meninggal. Saat itu pelaku langsung di qisash (perempuan yahudi), Tetapi Rasulullah masih sehat tidak mengalami sesuatu apapun karena daya tahan tubuh Rasulullah itu 30x dari daya tahan tubuh manusia biasa. 

Perumpuan yahudi itu ditanya Rasulullah, "kenapa kau meracuniku ?". Perempuan yahudi itu berkata ia hanya ingin mengetahui Rasulullah itu nabi atau tidak, kalau nabi tidak mungkin celaka. 

Pengaruh racun itu tetap dirasakan Rasulullah disaat beliau sudah sakit terlebih dahulu (inilah literatur yang menyebutkannya). Disaat sakitpun Rasulullah sangat romantis. Rasulullah berkata kepada Aisyah "kan enak jika kau sakit dan kau meninggal lebih dulu aku yang akan memandikanmu, mengkafanimu dan menyolatkan serta menguburkanmu dan aku yang akan mendoakanmu"

Bersambung dikajian Syamail Rasulullah lainnya (klik disini)






Senin, 09 Oktober 2017

Syamail Rasulullah (01) - Ciri Rasulullah ( Tangan, kaki, dada, perut )

Ustad Asep Asobari
Masjid Al Hikmah 
19/05/2017  

Allah SWT telah menjadikan Rasulullah sebagai uswah (tauladan) kita dalam segala aspek kehidupan, sehingga jika kita mengikuti setiap langkah beliau, pastilah kebahagiaan dan keuntungan menunggu kita di dunia dan akhirat, Allah berfirman :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzaab 21)

Beliaulah Insan Kamil ( manusia sempurna ) dalam bentuk tubuh (penciptaan) maupun akhlak beliau, tidak ada satupun cela dan kekurangan pada diri beliau, maka siapakah yang tidak akan rindu kepada keindahan beliau, siapakah yang tidak akan senang untuk menyaksikan dan mengetahui syamail (sifat dan perangai) beliau. Lalu siapakah yang tidak akan mencintai beliau? Dengan segala kesempurnaan dan keindahan yang sejati itu.Beliaulah Pemberi syafa’at dan Penyelamat kita, maka sangat perlu kiranya kita mengetahui syamail beliau yang begitu indah, sehingga menambah mahabbah, kerinduan serta keimanan kita kepada beliau.

Setiap kali Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu melihat beliau, maka dia berkata, ”Yang terpercaya dan manusia pilihan, kepada kebaikan dia menyeru. Seperti bulan purnama yang mengusir kegelapan..”.

Kitab yang menghimpun Syamail Rasulullah (Kepribadian Rasulullah) :
  1. Kitab Syamail, karya Al Imam al Hafidz Abu Isa Muhammad bin Isa bin Sauroh at Tirmidzy.
  2. Al Mawahib al Ladunniyah ‘alas Syamail Muhammadiyah, adalah Hasyiyah (keterangan) kitab Syamail Tirmidzy, karya al Imam Ibrahim al Baajury.
  3. Al Mawahib al Laduniyyah bil Minahil Muhammadiyah, karya Al Imam Ahmad bin Muhammad al Qusthullany.
  4. Syauqul ‘Aruus wa Unsun Nufuus, karya Al Imam Husein bin Muhammad Ad Damaghony.
  5. As Syifaa bi ta’rifi huquqil Musthofa,karya Al Imam al Qodhi ‘Iyadh bin Musa bin ‘Iyadh al Yahshubi.
  6. Wasaailul Wushuul ilaa Syamail ar Rasuul,karya Al Imam Yusuf bin Ismail an Nabhany.
  7. Muntahas Suul syarah Wasaailul Wushuul,karya As Syeikh Abdullah bin Sa’id al Lahji.
  8. Muhammad Al Insan Kamil, karya As Syeikh Al Imam As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky al Hasany.

Tujuan dan Faedah mempelajari Syamail Rasulullah.

Al Imam Yusuf bin Ismail an Nabhany menyebutkan dalam kitabnya Wasaailul Wushul, beberapa faedah yang dapat dipetik dari membaca dan mempelajari sifat-sifat Rasulullah, baik yang berkait dengan kholqiyyah (bentuk tubuh) maupun khuluqiyyah (akhlak perangai) beliau,  adalah :
  1. Merasakan kenikmatan tersendiri dengan mendengarkan Syamail beliau SAW, sebab dengan itu menjadi tentram dan sejuk hati kita.
  2. Menambah kedekatan kita dengan Shohib Syamail tersebut, dan mengharap kecintaan dan ridhonya dengan menyebut-nyebut sifatnya yang sempurna.
  3. Sebagai usaha kita sekalipun sangat sedikit, untuk membalas jasa beliau yang begitu besar, beliaulah yang mengangkat kita dari jurang kegelapan menuju taman keindahan yang terang benderang, dari kesengsaraan menuju kebahagiaan abadi.
  4. Mengetahui Syamail beliau dapat menarik dan mengajak kita untuk lebih mencintai beliau, yang mana hal itu adalah sebagai Ruh keimanan, cinta kepada Rasulullah itulah dasar segala kebahagiaan dan kejayaan. Sebab merupakan tabiat manusia akan cinta dan dekat kepada siapapun yang berpenampilan indah dan berperangai mulya.
  5. Dengan mengenal Syamail beliau, kita dapat ber-uswah dan menjadikannya sebagai pemimpin kita dalam segala aspek kehidupan, bagaimana ketawadhuan beliau, kesabaran, keadilan, kezuhudan,kedermawanan dan semua akhlak beliau yang mulya. Hal ini tidak mungkin kita ketahui tanpa mempelajarinya dari kitab-kitab Syamail. 

Ciri-Ciri Rasulullah Shalallah Alaihi Wassalam 

Dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa Ali bin Abi Tholib berkata, Rasulullah memiliki  
  1. Perawakan dengan tinggi yang ideal tidak menjulang dan tidak terlalu pendek
  2. Postur tubuhnya tidak gemuk dan tidak pula kerempeng (kurus) 
  3. Tulang sendi dan bahunya lebar
  4. Badannya tidak berbulu (tidak banyak bulunya) hanya bagian tertentu yang memiliki bulu. Bulu tersebut memanjang dari dada hingga ke pusar. (masrullah)
  5. Telapak tangan dan kakinya tebal. jika berjalan sedikit membungkuk seperti seseorang yang berjalan dijalan yang menurun.   
  6. Jika seseorang memanggilnya, beliau akan memutarkan badannya kearah orng yang memanggilnya untuk memberi penghargaan karena telah memanggil.  

Sifat Rasulullah yang lain dari segi Ahlaq adalah 
  1. Beliau memiliki sifat berlapang dada ( mudah memaafkan kesalahan orang lain dan tidak cepat tersinggung).
  2. Beliau yang mudah memafkan akan lebih mudah untuk memaklumi.  Selagi bisa dimaafkan beliau akan memaafkan terkecuali ada syarat kejahatan yang terpenuhi untuk dijatuhi hukuman. 
  3. Beliau juga dermawan. 
  4. Beliau memiliki sifat yang seolah pura pura tidak tahu akan sesuatu yang tidak pantas.
  5. Beliau juga tidak suka membuka aib saudaranya.
  6. Tidak ada perkataan yang lebih jujur dari pada perkataan Rasulullah.
  7. Beliau tidak suka pada orang yang suka bergibah dan membuka aib saudaranya. 
  8. Beliau Perangainya yang lebut / natural (alami) tidak dibuat buat,membuat orang yang berada disampingnya merasa nyaman.
  9. Dalam pergaulan dan persahabatan, Beliau selalu memberikan apa yang beliau miliki kepada sabahatnya agar para sahabatnya senang. Perhatian Beliau tercurah kepada para sahabatnya. Bahkan ketika beliau diberikan uang, maka yang Beliau katakan "bagaimana dengan keluargaku dan bagaimana dengan umatku, apakah mereka juga mendapatkannya". Bahkan ketika putri (fatimah) minta dibelikan budak, Rasulullah menolak karena rakyatnya lebih membutuhkan uang beliau. 
  10. Jika ada seseorang yang baru sekilas mengenal beliau / baru pertama kali mengenal Beliau, maka dapat dipastikan seseorang itu akan mengagumi dan jatuh cinta. Dengan belajar siroh dan syamail Rasulullah akan mengenal Rasulullah.
Bahkan dalam kepemimpinan dalam islam selalu berkiblat kepada ciri sifat Rasulullah seperti 
  • Siddiq (jujur/benar), dalam hal ini Rasulullah memiliki perkataan benar, perbuatan benar, perkataan & perbuatannya sejalan (surah An- najm 4-5) 
  • Amanah (dapat dipercaya), jika suatu urusan diserahkan kepadanya maka urusan itu akan dilaksanakannya dengan sebaiknya, atas sikap amanah ini beliau diberi gelar Al Amin (terpercaya) (surah Al A'raaf 68)  
  • Tabligh (menyampaikan), segala firman yang ditujukan manusia, disampaikan Rasulullah. Tidak ada yang disembunyikan (surah Al Jin 28) 
  • Fatanah (bijaksana), dalam menyampaikan ayat Al quran diperlukan kebijaksanaan yang luar biasa. Rasulullah harus mampu menjelaskan firman Allah kepada kaumnya agar mereka mau beriman kepada Allah dan memeluk Islam.  
Pemimpin islam yakni " Umar bin. abu Aziz " ketika berpidato dan berkata "jika kalian mempercayakan saya sebagai pemimpin kalian maka dukunglah aku. dan janganlah ada seseorang yang bergibah tentang rakyatku dihadapanku", maksudnya hatinya harus bersih dari apapun sehingga apabila si fulan berbuat salah maka saling memaafkan atau menjatuhkan hukuman sesuai dengan syarat hukuman yang ditetapkan.

Setelah Rasulullah meninggal saat itulah hari dimana para sahabat merasakan kegelapan. Kesedihan melanda para sahabat, mereka seperti seseorang yang kebingungan kehilangan arah, sampai Fatimah (anak Rasulullah) berkata " apakah hati kalian merasa nyaman setelah menguburkan jasad beliau?" sebenarnya saat itupun Fatimah juga dalam keadaan bersedih hanya saja menghibur diri menanyakan hal tersebut kepada para sahabat, yang membuat para sahabat tidak bisa menjawab.

Ali pun berkata " seseorang yang menjelaskan sifat Rasulullah, akan selalu berkata bahwa aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih sempurna dari Ahlaq Rasulullah.


Salah satu hadist doif tetapi isinya tidak doif mengatakan tentang Rasulullah

Sebuah hadist Doif hanyalah beberapa  yang disebutkan oleh banyak riwayat , hanya saja secara terpisah mengatakan hal yang sama, sehingga hadist ini isinya sebenarnya tidak doif akan tetapi menurut alurnya riwayat ini doif. (dan bukan berarti hadist seperti ini tidak berguna). Hadist tersebut dapat dipergunakan asalkan tidak melanggar ketetapan aqidah, berikut pernyataan hadist tersebut :
  1. Rasulullah adalah seseorang yang besar (tidak kurus)  dan tingginya ideal.
  2. Sangat berwibawa jika dipandang, bahkan oleh musuh sekalipun. Pada saat itu zuhair (utusan quraish) diutus untuk menemui Rasulullah, sehingga selepasnya zuhair berkata "aku sering keliling dunia dan bertemu banyak pemimpin negeri, tetapi belum pernah melihat pemimipin yang disukai rakyatnya seperti  Rasulullah.
  3. Bulu didada tidak tebal tapi halus, terlihat membentuk garis dari dada hingga pusar dan tidak semrawut. 
  4. Badannya bersih tidak berbulu tetapi hanya beberapa bagian yang berbulu halus , tetapi ada yang berbulu tipis dibagian lengan diarea siku, diatas bahu dan diatas dada (tidak pada area susunya)  
  5. Perawakannya ideal (badannya kokoh dan berisi tetapi tidak ada riwayat yang mengatakan badannya sispack)
  6. Perut Rasulullah datar tidak buncit dan rata dengan dadanya
  7. Dadanya dan bahunya lebar dan bidang
  8. Jari tangannya panjang tidak pendek-pendek
  9. Ketika berjalan langkahnya lebar dan tegap
  10. Arah pandangan matanya menunduk (matanya tidak jelalatan) menunduk lurus. Pandangan Beliau  mengamati jalan didepannya. (snagat hati hati dalam berjalan) 
  11. Ketika berjalan dengan para sahabat, Rasulullah memilih untuk mepersilahkan para sahabatnya berjalan lebih dulu, sedangkan dirinya berada di belakang.
  12. Jika berjalan dan bertemu dengan seseorang, Beliau lebih dulu mengulurkan tangan untuk menyalami dan beliau juga lebih dulu mengucapkan salam kepada mereka.
  13. Pribadi yang ahli ibadah, merendah dan mengalah 
  14. Bahkan dibahunya terdapat tanda kenabian (sesion berikutnya dibahas)

Sesi Tanya Jawab

1. Bagaimana dengan Mata Rasulullah 

Mata Rasulullah bola matanya indah, bola mata yang putih tampak putih sekali dan yang hitam tampak hitam sekali. Hanya saja pada bola matanya terdapat semburat urat mata (memerah) yang membuat mata beliau semakin indah


2. Dalam sebuah hadist telapak tangan Rasulullah dingin dan harum ? 

Telapak Rasulullah yang dingin bisa disebabkan pada musim dingin, tetapi dengan telapak tangannya yang harum perlu diketahui bahwa tanpa farfum saja keringat Rasulullah wangi seperti minyak Kasturi (karena Rasulullah menjaga jiwa dan raganya). Banyak amalan baik yang beliau lakukan sehingga mempengaruhi bau keringatnya sebagaimana sebelum beliau tidur beliau berdoa " aku akan meletakkan punggungku dan aku serahkan jiwa dan ragaku hanya kepada Allah ". 
Selain itu juga Rasulullah sangat senang dengan minyak wangi. 

Rasulullah juga selalu membersihkan badannya dan bukan berarti harus berpakaian  mewah untuk membuatnya menarik. 


3. Cara memandang Rasulullah 

Pandangannya tidak berlebihan terhadap suatu hal, hanya sekedar melihat, memandang hanya untuk mengamati. 


4. Apakah Rasulullah memiliki tanda kenabian di tubuhnya

Semua nabi dan Rasul Allah memiliki tanda dibagian tubuhnya. Dan ini sebagai tanda untuk menunjukan kepada kaum kafir bahwa mereka benar benar utusan Allah, akan ada bab tersendiri yang akan membahas tanda kenabian di tubuh Rasulullah (dilain kesempatan makanya ikuti terus kajian ini)


5. Apakah hadist doif tidak dapat dipergunakan  dalam memahami ilmu sejarah ? 

Dalam memahami ilmu hadist itu dibutuhkan pemahaman. Tidak bisa serta merta melabeli hadist ini doif dan yang itu tidak. Dan kita juga tidak bisa mengatakan  bahwa hadist doif tidak bisa dipergunakan. 

Pemahaman hadist doif ini ada hadist palsu dan ada beberapa hadist doif yang dapat dipakai. Hadist doif yang dapat dipergunakan itu sebenarnya bukan berarti palsu (tidak palsu), karena isinya berasal dari satu jalur periwayatan dan sisinya juga telah banyak dipergunakan oleh para ulama, hanya saja disampaikan melalui jalur lain. Hadist ini lemah tapi dikuatkan oleh jalur yang menguatkan jalur riwayatnya. Asalkan dalam penempatan hadist ini kita tahu akan dipergunakan untuk apa, dan jika tidak terkait masalah aqidah tetapi justru menguatkan silahkan hadist doif itu dipakai sebagaimana para ulama juga menggunakannya. Hadist doif ini dikarenakan hanya kekurangan pada salah satu syaratnya untuk menjadi hadist sohih. Syaratnya pun bukan merupakan syarat yang khusus yang berkaitan dengan aqidah. Berbeda dengan hadist palsu. Hadist palsu adalah kumpulan hadist yang diada-adakan. 


Ringkasan buku Syamail Rasulullah - Imam Tirmidzi (klik disini)

Bersambung dikajian Syamail Rasulullah lainnya (klik disini)





Jumat, 06 Oktober 2017

Berhijrah dijaman Milinia (digital) - Ustad Asep Asobari

Hijrah di jaman Milenia belajar dari Kisah Abdullah bin Umar

Ustad Asep Asobari 
Mabit GrahaXL 29-30 September 2017


Kajian kali ini membahas tentang sosok tertentu yang disesuaikan dengan abad milinium/milenia dimana keterkaitan dengan hijrahnya para sahabat Rasulullah Shalallah Alaihi Wasallam. Menghubungkan hal ini tidaklah mudah. Definisi milenia adalah abad ke-21 (masa digital)

Bagaimana generasi muda di jaman milinea ini dapat memaknai Hijrah.

Hijrah adalah bentuk perubahan secara material / fisik dari suatu kondisi ke kondisi yang lain (tidak bisa dijadikan patokan), untuk hijarah di jaman Rasulullah dengan jaman sekarang pastilah banyak perbedaannya. Pada saat ini memahami hijrah lebih kemasalah non fisik, tetapi sewaktu dulu hijrah adalah gabungan dari fisik dan non fisik (sangat terasa sekali perbedaannya). Spektrum hijrah dijaman Rasulullah dan para sahabat jauh lebih besar dari sekarang. Saat ini tidak ada tantangan fisik yang secara nyata dialami ketika kita sedang berhijrah, tetapi di jaman Rasulullah mereka saat berhijrah juga tetap mendapatkan tantangan fisik (perang) sehingga anak anak dimasa usia 15 tahun telah mengalami permasalahan yang tidak dapat kita bayangkan. Selain tantangan fisik mereka juga merasakan tantangan mental dan kejiwaan bersatu dalam satu waktu yang dihadapi secara sekaligus.

Adanya permasalahan dijaman sekarang, seakan membuat berat sekali melalui jalan hijrah. Hal ini bukan karena tabiat dari tantangannya yang berat tetapi terlihat kepada pelaku hijrah. Jika pelaku hijrah tidak berada di level ideal untuk menghadapi tantangan yang dihadapi. Berbeda dengan pelaku hijrah dijaman Rasulullah, mereka begitu menjiwai bahkan sampai ikut serta menghadapi permasalahan, mereka mempesiapkan untuk menjadi pelaku hijrah yang ideal dengan permasalahan yang dihadapi (para pelaku hijrah ikut menyelesaikan). Bahkan sebenarnya tantangan yang mereka hadapi (dijaman Rasulullah) adalah tantangan sebelum generasi mereka

Contohnya :

Abdullah bin  umar terjun untuk menyelesaikan tantangan ayahnya (umar bin khatab), awalnya tidak sebagai pelaku utama meskipun tantangan itu sejak zaman ayah mereka. Saat itu mereka tidak sama sekali berfikir bahwa saat itu mereka terlalu kecil untuk mengantikan ayah. “Tantangan ayah adalah tantangan aku juga” (ucap Abdulllah bin umar). Kondisi ini sebenarya telah dikondisikan Rasulullah.

Pada perang badar banyak sahabat cilik yang ditolak Rasulullah karena usianya masih kecil, karena diusia yang belum cukup umur tersebut mereka belum memiliki kepiawaian dalam berperang di perang badhar. Lalu apakah semua orang ditolak Rasulullah.

Ketika Anas bin Malik ditanya “apakah engkau mengikuti perang badar ?” , lalu dijawabnya  “aku adalah pelayan Rasulullah, Anas bin Malik dibawa bukan untuk sebagai prajurit. Tapi anas menjadi saksi sejarah dalam peristiwa sejarah (diusia 20 tahun) meskipun tidak mengangkat senjata.

Tetapi dijaman milenia ini, kita tidak sadar tantangan yang akan dihadapi seperti apa,

Tantangan itu bukanlah kasus, Perang badar itu awalnya adanya masalah yang mendasari bahwa saat itu Rasulullah terkesan berkejar kejaran dengan waktu. Ketika hijrah sebenarnya tidak dikuasai kaum quraish (hingga hijrah Rasulullah sebagai tantangan terbesar dari madinah ke makah oleh orang quraish) Dari awal hijrah Rasulullah sudah mempersiapkan pasukannya tinggal tunggu masanya menyerang kaum quraish. Meyiapkan madinah untuk bisa kokoh berdiri disaat Rasulullah hijrah ke mekah. Persiapan ini hanya dilakukan selama satu tahun. Pada saat seperti itu anak anak madinah telah berkeinginan “ bahwa aku harus menjadi bagian dari proyek itu “.Maka ketika diumumkannya perang badar mereka telah bersiap.

Pada saat perang salib pun, para pemuda islam sudah mengerti dan memikirkan apa yang diberikan untuk proyek besar ini dlam menghadapi pasukan salib.

Jika pada kondisi sekarang ini, apakah kalian akan tahu akan berada diposisi mana saat itu?. Tetapi saat ini yang terjadi kita tidak mengetahui apa yang akan dihadapi di jaman milinea  (ini  PR besar). Pada jaman milinea ini sebenarnya kita mengalami kekawatiran , karena dijaman digital ini sebuah tantangan juga berarti sebuah ancaman. Kita harus memikirkan “bagaimana kita keluar dari permasalahan yang dihadapi di dunia digital ini”. Tantangan yang dihadapi sebagai sebuah ancaman sehingga kita harus bisa merespon, diharapkan kita tahu bagaimana menghadapi permasalahan dan terbebas dari ancaman tersebut.

Perlu diketahui dan dipahami Generasi Milienia bahwa, 
  • Merasa ada ancaman itu penting menurut para ahli sejahrah, sehingga kita dapat mengetahui produktivitas masyarakat dapat kita ketahui ketika mereka menghadapi sebuah ancaman (teori sejarah). Teori dasar kaum muslimin adalah “bergerak gesit dan melakukan ekspansi/futuhat (apakah mereka melakukan ini karena mereka mendapatkan tantangan tentu tidak). Tapi itu bukan faktor utama mereka bergerak , mereka bergerak karena kaum muslimin terdorong dari dalam hati yang paling dalam bahwa “saya punya misi sebagai manusia yang pembawa risalah “, hal ini betul betul dipahami kaum muslimin saat itu. Hal ini yang mendorong mereka sehingga mereka berfikir “apa yang dapat saya lakukan” (terjun langsung menyelesaikan misi ini)
  • Yang disebut musuh dalam islam bukanlah orang yang membenci islam, tetapi mereka yang memusuhi Allah dan Rasulullah (memusuhi Risalah yang Allah dan Rasulullah sampaikan). Inilah yang menjadi musuh islam yang harus diperangi. Sebenarnya musuh islam ini sebagai obyek dakwah kaum muslimin, kepada merekalah kita berfikir untuk bagaimana menyampaikan Risalallah Allah dan Rasulullah kepada mereka. Jika musuh islam tersebut mengajak berperang fisik maka kewajiban kita untuk memerangi mereka secara fisik juga. Sehingga mereka paham seperti apakah kaum muslimin itu (perangilah musuh musuh kalian supaya mereka tahu kekuatan islam). Biarlah mereka merasakan kekuatan kaum muslimin supaya mereka tidak neko neko dan  memahami islam seperti apa. Setelah mereka telah memahami islam maka kita perkenalkan risalah Allah, insyaa allah hidayah akan mereka dapatkan (tanyakan apa yang membuat mereka tidak menerima kebenaran islam. Berbeda dengan bangsa barat yang menggap musuh mereka harus diperangi untuk dihabisi.
  • Pada jaman Rasulullah tawanan muslim tidak harus dijebloskan ke penjara, Tawanan muslim hanya dibuat tidak memiliki kendali secara independen lagi untuk melakukan apa apa. Apa apanya tergantung dari siapa yang menawannya. Tawanan tersebut biasanya dititipkan di rumah rumah penduduk muslim atau hanya beberapa saja yang diikat dihalaman belakang masjid agar mereka bisa melihat aktivitas kaum muslimin, diharapkan mereka akan sadar. Islam sesungguhnya seperti apa, sangat jauh dari pemikiran mereka diawal. Yang nyinyir kepada islam sebenarnya mereka masih memiliki masalah mendasar untuk memahami dan menerima islam. Sebenarnya mereka belum memahami hakekat islam. Sehingga kebencian mereka merajalela dan macem macem terhadap islam. Mereka tidak mengerti islam seperti apa, sehingga mereka memusuhi islam. Tetapi ketika mereka telah memahami islam kebencian mereka berbalik menerima islam. Contohnya, Hadi bin hatib adalah musuh islam, saat itu ia mendatangi Rasulullah untuk memenuhi permintaan andiknya yang saat ini menginginkan dirinya untuk menemui Rasulullah. Saat itu Rasulullah menerima dengan baik kedatangan tamunya, dan hadi ditanya “apa yang membuatmu belum mau menerima kebenaran islam, suatu saat kau akan melihat kekuasaan persia akan ada di madinah, jika kau berfikir kami lemah tidak  sebenarnya kami kuat “. Hal ini yang membuat hadi berfikir ulang dan akhirnya mau menerima kebenaran islam.


Sebagaimana genarasi para pemuda dijaman Rasulullah paham akan misi islam

Perang badar dan perang uhud adalah peristiwa penting yang didalamnya banyak para pemuda yang telah memahami misi besar islam, mereka berjuang bukan untuk gagah gagahan. Awal tahun 8H osama bin zaid yang berusia 15tahun diperintahkan Rasulullah untuk menemani ayahnya (zaid bin harisyah) dimana 3000 pasukan mut’ah (kaum muslimin) melawan 200.000 pasukan romawi. Saat itu osama bin zaid telah melihat ayahnya sebagai pemimpin perang yang membawa panji islam, tetapi sayang ayahnya (zaid bin harisyah) terbunuh dimedan perang didepan mata anaknya. Osama melihat ayahnya tersungkur dengan luka didadanya (70 luka), pada saat berperang ayahnya tidak pernah berbalik kebelakang meninggalkan medan perang meskipun dalam kondisi kristis sekalipun (inilah kesatria sejati). Sejak saat itu 2-3 tahun kemudian Rasulullah kembali membentuk pasukan perang menunjuk osama bin zaid untuk memimpin perang pasukan abubakar sidiq, umar bin kahatab, dan abdurhman bin auf (anak muda yang memimpin senior berkelas). Tapi hal ini tidak menjadikan osama gentar dan minder, ia terus maju kemedan perang membawa pasukannya sampai ditempat ayahnya gugur, tembus ke syam hingga ke gaza (perintah Rasulullah). Hal ini tidak akan dengan mudah dilakukan osama bin zaid jika dirinya tidak dipersiapkan Rasulullah sejak lama tidak bisa instan, karena kematangannya ia dapat memahami masalah inti umat.

Di jaman umar pendapatan negaranya saat itu surplus, harta kekayaan negara dibagi bagikan ke penduduk, ketika itu yang mendapatkan nominal paling besar adalah orang yang memiliki peran besar terhadap islam yakni Rasulullah, istri dan keluarganya (1000-1200 dinar setara dengan 2,5 milyar/tahun), kaum muhajirin 400 dinar/tahun, tetapi Abdulah bin ummar hanya mendapatkan 250 dinar setara dengan 500juta/tahun. Padahal Abdullah bin ummar termasuk golongan muhajirin, tetapi bukan golongan muhajirin independen. Abdullah bin ummar hijrah karena dibawa ayahnya, kalau bukan ayahnya yang membawa maka Abdullah bin ummar tidak muhajirin. Abdullah bin ummar  diterima sebagai prajurit untuk menghadapi perang qondaq pada tahun 5H, Ketika hijrah usianya 10tahun, ada 5 tahun untuk menuju 15 tahun dimana Rasulullah mengangkatnya sebagai prajurit. Qondaq terjadi ditahun ke 2 Ramadhan sehingga usianya Abdullah bin ummar adalah 12 tahun, saat itu Adullah bin umar telah dituntut untuk memahami masalah umat dan berkontribusi untuk umat.

Tetapi saat ini meskipun usia berajak remaja 20 tahun masih belum bisa memahami permasalahan umat. 

Sehinga mereka tidak pernah tahu mereka akan berdiri diposisi yang mana, ini adalah titik permasalahan sosial yang harus dipahami. Jika kita memahami misi yang akan kita jalankan untuk menghadapi permasalahan umat, ini adalah sikap yang tepat. Ingatlah umur kita terbatas dan umur produktivitas kita lebih terbatas. Ketika kita dapat menempatkan diri dalam satu posisi kita sebaiknya paham dimanakah posisi yang nantinya akan memberikan kontribusi terbesar untuk menyelesaikan masalah umat. Jangan sampai kontribusi yang kita berikan adalah kecil. Waktu akan terus berlalu melewati masa produktif, tetapi generasi muda belum paham apa yang harus diberikan. Setidaknya orang disekitarnya mampu memberikan kerangka besar untuk mengarahkan mereka, sehingga generasi muda kaum muslimin tersebut sadar dan memiliki komitmen bahwa “ harus menjadi bagian dari cita cita umat” dan memahami bahwa umat islam membawa misi dari Allah”. 

Tanyakan kepada diri sendiri
  1. Apa arti keberadaan, kejiwaan, dan ragaku untuk islam
  2. Ketika aku muslim apa arti keislamanku
  3. Apa peranku untuk islam.

Generasi Abdullah bin umar dan belasan anak lainnya (dijaman kepemimpinan Rasulullah) merupakan contoh untuk generasi saat ini. Peran kitalah yang menciptakan generasi muda mereka bermanfaat untuk umat, kita sarankan mereka untuk membaca buku sirah Rasulullah dan buku sejarah para sahabat (dan melakukan pendampingan), dengan begitu mereka akan paham untuk memanfaatkan waktu luang mereka (membaca buku atau duduk dimajelis ilmu), sebaiknya dari aktivitas yang mereka lakukan adalah yang dapat memberikan kontribusi  terbesar dalam cita cita umat.

Ancaman teknologi  hanyalah sebuah alat yang dapat menghancurkan generasi muda milenia, tetapi jika kita sebagai pemakai/usernya bisa menempatkan diri dari awal maka tidak akan berpengaruh apalagi kita telah memiliki basic iman. Ketika para generasi muda sudah mulai tergerak berarti mereka telah terdorong untuk memiliki kesadaran dari dalam diri mereka.

Pertanyaan

1.Menciptakan pemimpin muda berkualitas dibawah usia 35 tahun

Jika kita menginginkan pemimpin muda yang mumpuni, sekarang jika itu keinginan kita maka yang harus kita ingat supaya dapat mewujudkan semua ini adalah peran dari generasi tuanya (bagaimana yang tua bisa menciptakan pemimpin muda). Sekarang kita lihat apakah yang tuda memiliki kemampuan /kapabilitas untuk melahirkan generasi muda yang kelak menjadi pemimpin yang berkualitas.  Selagi yang tua maburadul maka tidak lahir pemimpin muda yang hebat dan berkualitas. Sebelum semua terlambat maka peran orang tualah yang harus mempersiapkan generasi penerusnya (membekali ilmu ilmu yang bermanfaat untuk anak anak berusia 10 tahun), menceritakan perjuangan Rasulullah dan para sahabat dan para pemimpin muda isam

Kita lihat Muhammad Al Fatih diusia 22 tahun sudah menjadi khalifah (untuk dua kali kepemimpinan), Muhammad Al fatih telah diangkat ayahnya menjadi seorang khalifah sejak usia 18 tahun.  Sebelum mengenal muhammad al fatih sebaiknya mengenal ayahnya dulu (Raja Murad II). Raja murad II adalah ahli strategi perang, ahli administrasi, ahli sastra, ahli aristek, suka dengan tasawuf, ayah muhammad al fatih meneruskan perjuangan kakeknya untuk merebut konstantinopel, sampai akhirnya wilayah yunani bulgaria dan eropa bertekuk lutut, sehingga raja murad merasa tidak ada perlawanan dari musuhnya, sehingga diangkatlah muhammad al fatih menggantikan dirinya. (kota turkipun mendapat sentuhan artistik dari raja murad II). Raja eropa mengetahui hal ini seingga kembali menyusun trategi perang melawan muhammad al fatih, sehingga untuk menghadapi mereka muhammad al fatih mengirimkan surat kepada ayahnya untuk meminta bantuan, tapi ayahnya membalas suratnya “anakku sekarang dirimu adalah seorang khalifah yang berhak memimpin peperangan, ayahmu hanyalah rakyat jelata” tidak kehabisan akal Muhammad al fatih kembali membalas surat ayahnya “ ayah akulah pemimpin sehingga aku berhak menunjuk siapa saja yang menjadi pemimpin pasukanku, dan saat ini aku menunjukmu”

Makna keumatan jika dipahami maka permasalahan umat antar satu kelompok dengan kelompok lainnya tidak saling melemahkan. Tantangan yang harus dihadapi umat muslim sebenarnya bukan seberapa kuat kekuatan lawan tapi bagaimana kita bisa berada distandar minimal.

Kekuatan islam
  1. Kekuatan yang ideal jika 1 : 10 (jika ada 20 orang sabar maka akan mengalahkan 200 orang)
  2. Kekuatan dalam kondisi tidak ideal standar minimalnya 1000:2000 (1:2)
  3. Kekuatan dibawah standar 1:2  sudah dipastikan islam berada dalam posisi yang tidak akan bisa menang

Gambar minimal kualitas umat islam ini menjadi problem, saat ini di berbagai bidang umat islam terlihat mulai tertinggal (bukan berarti secara genetika kita lemah), sebenarnya karena pendidikan tauhid kita yang mulai melemah. Jika kita umat islam berada dalam kondisi ideal sebenarnya akan membawa dampak positif untuk masyarakat/negara. Umat islam ini tidak akan melemah dan tidak akan pernah hancur karena kekutan lawannya tetapi karena pertikaian antar sesamanya (sabda Rasulullah). Maka hal inilah yang harus kita sadari bersama, bahwa musuh musuh islam menggunakan strategi ini untuk menyerang umat islam yakni mengadu domba antar sesama adalah cara terbaik melemahkan islam. Sejak jaman bani umayah, islam tidak pernah berada dalam satu payung sehingga mudah diruntuhkan.

2. Dalam membaca supaya bisa fokus adalah

Membaca sesuatu itu tidak hanya sekedar membaca tetapi dipahami, untuk lebih mudah memahami terlebih dahulu kita menimbulkan rasa suka untuk membaca yang kita baca. Proses membaca itu harus sabar (iman safii dalam membaca dia tidak akan pernah kembali kehalaman yang telah ia baca, halaman buku yang dibacanya seolah telah terscraning ke dalam otaknya)
Dalam membaca gunakanlah cara maping (memetakan) apa saja buku yang akan dibaca dikelompokan sesuai jenisnya. Fokus dulu mana yang kan dibaca. Misalkan 
Kita memaping buku  (masa jahiliyah – masa Rasulullah – masa dakwah islam)
Lalu kita ambil masa jahiliyah untuk dibaca lebih dulu.

Dari situ kita ambil kata kuncinya dari masa jahiliyah itu apa saja petakan kembali, maka dari satu kata kunci tersebut di buku pertama kita hanya mendapatkan pembahasannya satu paragraf ya pahamilah, jika besok membaca buku kedua mendapatkan pembahasan baru tambahkanlah. Sehingga kita akan mendapatkan pembahasan dua paragraf yang harus kita pahami sebelum beranjak ke kata kunci yang lain.