Pengikut

Selasa, 03 April 2018

Sirah Nabawiyah (4-1) - Tantangan Dakwah di Mekah

Kajian Sirah Nabawiyah Periode Mekah 
Sirah Community Indonesia 

Madrasah Sirah / Pertemuan 04  ( sesi 01 )
Tanggal :  7 April 2018


Materi Madrasah Sirah Nabawiyah Pertemuan 03  (sesi 02) (klik disini)

Mukadimah 

Pokok pembahasan : 
1. Tantangan Internal
2. Tantangan Eksternal
3. Cara quraish menghalangi dakwah Rasulullah


Dakwah yang pertama kali dilakukan Rasulullah adalah dakwah terbatas, dakwah yang dibatasi oleh Rasulullah (klik disini) dilakukan sembunyi-sembunyi. Istilah merahasiakan artinya agar orang lain tidak tahu dan tidak terlihat/tidak tampak. Istilah sembunyi-sembuyi tidaklah tepat, karena Rasulullah tidak melakukan dakwahnya sembunyi-sembunyi. Maka istilah yang lebih tepat yakni dakwah terbatas. 

Dakwah terbatas yang dibatasi Rasulullah untuk orang-orang tertentu. Dakwah terbatas inilah yang melahirkan output berupa generasi awal (As Shabiqun Al awwalu). Rasulullah memiliki modal awal untuk memulai pertarungan dakwah. Dakwah terbatas belum ada persinggungan yang berarti. Tetapi setelah 3 tahun memiliki generasi as shabiqun al awwalu, maka dengan demikian Rasulullah telah memiliki waktu dan SDM  yang sudah dianggap cukup untuk menerima tantangan yang lebih real dan nyata di lapangan (untuk berhadapan dengan orang orang yang belum menerima dakwah beliau)

Otomatis setelahnya Rasulullah memasuki fase terbuka, sehingga disitulah Rasulullah mulai menemukan tantangan yang sangat nyata. Ketika dakwah terbuka maka tantangan yang dihadapinya semakin nyata. Rasulullah fokus untuk dapat membaca tantangan tersebut dan mencoba menyelesaikannya. 

Tantangan Dakwah Terbuka 

Menggambarkan tantangan dakwah terbuka 

Maka saat ini kita akan menggambarkan tantangan real tersebut, dari awal sampai akhir (sampe masa pemboikotan). Mengungkap tantangan dakwah Rasulullah di Mekah setelah itu baru membahas bagaimana Rasulullah menyelesaikan tantangan itu (bentuk tantangannya seperti apa dan prograsenya seperti apa). Pada sebuah tantangan akan selalu ada keragaman bentuk dan ada proses tahapan dari tantangan ini, tidak semua muncul di waktu yang sama dan dalam kasus yang sama, yang memiliki tingkat permasalahan dan kesulitan yang tidak sama. 

Ini terkait erat terhadap sikap Rasulullah untuk menyelesaikannya satu persatu (bertahab) sesuai dengan urutan kejadian tantangan tersebut. Rasulullah sangat fokus terhadap apa yang beliau kerjakan dan mencari penyelesaiannya. Dalam penyelesaian permasalahan secara fokus sehingga tidak akan menyisakan beban kepada beliau, sehingga tidak terakumulasi menjadi masalah yang menjadi besar. 

Cara kerjanya Rasulullah menyelesaikan tantangan 

Cara kerja Rasulullah menyelesaikan tantangan yakni Rasulullah dengan sangat fokus, sehingga ketika beliau keluar dari fase permasalahan tidak meninggalkan jejak masalah yang berarti.  Tantangan yang di hadapi beraneka ragam dan memiliki bentuk dan tahapan berproses yang berbeda. Tantangan ini bertahap dan Rasulullah menghadapinya satu persatu. Disinilah kita melihat pribadi Rasulullah yang sebenarnya ketika beliau menghadapi setiap tahapan prosesnya. Ketika terjadi permasalahan beliau menyelesaikannnya dengan baik sebelum beranjak ke masalah berikutnya untuk diselesaikan. 

Tantangan Dakwah di Mekah (Internal & Eksternal) 


Secara umum tantangan itu terbagi dua yakni tantangan internal dan eksternal, hal ini menjadi fokus kita. Sebenarnya istilah tantangan internal dan eksternal ini tidak ada dalam literatur sirah, hanya saja seperti halnya  :

  • Tantangan Internal merupakan masalah internal masalah Rasulullah sendiri dengan internalnya. 
  • Tantangan Eksternal merupakan masalah eksternal/datang dari luar.
Tantangan internal dan eksternal adalah murni hasil analisa yang membedakan beragam permasalahan yang dihadapi Rasulullah. Rasulullah sangat pandai membaca tantangan internal dan eksternal. 

Pada kondisi saat ini kita cenderung mengatakan masalah yang timbul dikarenakan masalah eksternal. Seakan akan tidak ada masalah yang berasal dari internal. Kita tidak mengevaluasi internal, sehingga itu membuat bobot masalah menjadi berat. Jika kita memiliki internal yang solid, maka permasalahan dari luar dianggap menjadi lebih ringan (dalam menyelesaikan masalah jangan dibalik menyelesaikan masalah eksternal tetapi internalnya ancur ancuran). Meskipun memang mengevaluasi diri sendiri lebih berat dan menyakitkan, tapi apa boleh buat jika kita ingin menyelesaikan masalah yang ada. 

Rasulullah pada saat dakwah terbuka, dapat kita lihat ketika Rasulullah melakukan berdakwah secara terbuka untuk mengajak semua orang mengenal islam, beliau membaca kekuatan internal dulu. Setelah Rasulullah membaca kekuatan internal barulah beliau menghadapi masalah eksternal. Dengan demikian Rasulullah dapat mengatasi masalah internal maka akan lebih mudah setelahnya menyelesaikan masalah eksternal. 

Jangan terbalik menyelesaikannya selesaikan tantangan dari dalam baru beralih menyelesaikan tantangan eksternal.

Quraish menghalangi dakwah Rasulullah, mereka memiliki beragam cara untuk menghalangi dakwah Rasulullah. Rasulullah dihina dan diintimidasi oleh orang quraish. Mereka menyatakan permusuhan sampai melakukan tindakan yang menyakitkan Rasulullah. Orang quraish melakukan pendekatan-pendekatan untuk menghalangi dakwah Rasulullah.  

Sikap mereka bertentangan dengan sikap Rasulullah yang benar benar mengajarkan tauhid. Hanya segelintir orang yang melakukan penyiksaan saat itu kepada Rasulullah ( Abu jahal, abu lahab, Muayah, dll) hanya sekisaran 30 orang. Ketika pribadi Rasulullah (kuat, karismatik dan berwibawa), tetapi Rasulullah menganggap dukungan keluarga menjadi sangat penting. 

Tantangan Internal 

1. Dukungan Keluarga - Bani Hasyim (secara umum) dan Bani Abdul Mutholib (secara khusus)

Tantangan internal pertama adalah dalam lingkungan keluarga, apakah saat berdakwah Rasulullah mendapatkan dukungan keluarga atau tidak. 

Secara pribadi Rasulullah adalah pribadi yang kuat, secara fisik juga kuat, beliau punya wibawa dan karisma. Seberapa besar orang yang memusuhi Rasulullah di mekah, tetapi yang benar-benar memusuhi Rasulullah hanya segelintir orang. Kasus ketika Rasulullah di intimidasi, dihina, menyiksa dan memukuli tidak dilakukan banyak orang. Maka orang-orang yang benar benar melakukan perlawanan terhadap dakwah Rasulullah, sampai benar benar menyiksa hanya sekitar 30 orang (salah satunya Abu Lahab, Abu Jahal, Abu syufyan bin Al Harist). Dukungan keluarga menjadi penting saat Rasulullah berdakwah. 


Saat itu, siapa yang tidak ingin menegakan syariat islam.

Dalam sikapnya Rasulullah sangat idealisme, dimana saat itu orang asobiyah (sekelompok orang yang bersuku-suku) di mekah masih belum beriman tetapi Rasulullah tidak mempermasalahkan justru memanfaatkan kondisi kesukuan itu untuk menyebarkan dakwahnya. 

Bagaimana Rasulullah mendapat dukungan dari keluarga
  • Dukungan dari bani Hasyim, sementara kita tahu bahwa tidak semua bani hasyim itu muslim (yang masuk islam di awal awal dalam 3 tahun pertama berdakwah : Ali bin Abi Thalib, ja'far, Ubaidah ibnu Haris). Ketika dakwah Rasulullah baru 3 tahun yang masuk islam dari Bani Hasyim baru segelintir. Maka ketika Rasulullah berkeinginan dakwah secara terbuka, Rasulullah perlu mendapatkan dukungan dari keluarga, karena yang dihadapi nanti adalah orang quraish dengan sistem kesukuannya. Dimana perang keluarga sangat menentukan. Maka Rasulullah membutuhkan kepasatian Bani Hasyim mendukung Rasulullah. Sehingga diharapkan musuh islam tidak hanya berhadapan dengan pribadi Rasulullah saja tepi juga berhadapan dengan Bani Hasyim.
  • Rasullullah memanfaatkan sistem kesukuan (asobiyah dalam jahiliyah) tetapi tentu saja Rasulullah tidak dapat merubah kesukuan yang telah mendarah daging dalam jahiliyah. Maka yang beliau hanya bisa lakukan hanyalah bagaimana memanfaatkan sistem yang sudah berjalan untuk kemudian tidak mengganggu dakwah tapi menguatkan dakwah. Ketika kita bicara idealisme maka idelisme ini harus ditunjang oleh perangkat yang mendukung. 
  • Rasulullah ketika berdakwah di mekah jelas (prinsip kesukuan/ asobiyah dalam jahiliyah) bertentangan dengan islam, tapi Rasulullah tidak mungkin mengubah asobiyah jahiliyah. Maka Rasulullah tidak mengembor gemborkan masalah ini. Tetapi Rasulullah menunggangi asobiyah jahiliyah untuk kepentingan dakwah. 
  • Rasulullah mendapat dukungan dari bani hasyim, meskipun saat itu kehidupan bani hasyim bertentangan dengan syariat islam (bani hasyim menganut kepecayaan jahiliyah), meskipun demikian tidak penting karena orang jahiliyah kehormatan keluarga jauh lebih penting, dan Rasulullah masih garis keturunan bani hasyim. 
Pada saat ini untuk memahami ajaran islam melalui pendekatan fiqih, seakan akan semua masalah yang berkaitan dengan " dien (agama)" pendekatannya hanya melalui fiqih. Tetapi sebenarnya dalam memahami agama islam tidak selamanya menggunakan pendekatan fiqih. Fiqih itu intinya asal syah (syah atau tidak syah). Ketika fiqih diterapkan maka dalam tahap implementasinya belum tentu seperti pendekatan fiqih minimalnya. Jika masalah hidup hanya menggunakan pendekatan fiqih maka akan kacau. Karena ada pendekatan aqidah, pendekatan dakwah yang juga harus diperhatikan. 

Sampaikanlah sesuatu itu dari orang terdekatmu, sebagaimana Rasulullah melakukannya. Dimana yang terdekat dengan orang quraish adalah Bani Hasyim.


Mengapa Rasulullah perlu mendapatkan dukungan ?


Karena saat itu Rasulullah akan berhadapan dengan kaum quraish (jahiliyah), dimana yang dihadapinya bukan lagi secara personal orang per orang tapi langsung juga akan berhadap hadapan dengan keluarganya, yang nantinya membuat musuh musuh Rasulullah yang ingin menghancurkan dakwah beliau akan berfikir bahwa dibelakang Rasulullah ada dukungan bani Hasyim. 

Pendekatan dakwah berbeda dengan pendekatan aqidah dan fiqih, kalau seperti ini tidak perlu mempermasalahkan mana hadistnya. Ini adalah analisis dari tindakan Rasulullah, yang dimana tindakan Rasulullah ini adalah refleksi dari ajaran islam, dimana beliau menyampaikan ajaran islam lebih dulu kepada keluarganya. 

Allah berpesan, ya Rasulullah sampaikan semua beritaku terlebih dahulu kepada keluarga terdekatmu ", Rasulullah merubah gaya pendekatannya yang semula hanya kepada orang orang yang ingin mengenal islam tetapi dimulai dari yang terdekat. Secara umum quraish adalah keluarga besar Rasulullah, dan diantara kelompok yang ada, maka yang terdekat dengan Rasulullah adalah keluarganya (bani hasyim). Maka Rasulullah berupaya mengumpulkan keluarganya terkait dengan perlindungannya nanti, maka Rasulullah menunjuk pamannya yang memilki peran karena paling senior. Senioritas menjadi penting didalam kesukuan arab saat itu. 

Saat itu beliau mengumpulkan keluarganya dengan alasan menyampaikan hal yang serius yakni dengan apa yang keputusan yang diambil oleh beliau dalam dakwahnya maka secara tidak langsung keluarganya siap menerima segala resikonya. 

Peran Keluarga Rasulullah (bani hasim secara umum dan bani abdul mutholib secara khusus).  


Rasulullah saat itu, menyampaikan apa yang diinginkan dengan cara mengundang makan. Tindakan Rasulullah ini dapat dibaca abu lahab pamannya sebelum Rasulullah menyampaikan maksud dan tujuannya. Abu lahab berkata "janganlah berfikir untuk merubah apapun dan silahkan melakukan apa yang selama ini kamu lakukan, jika kau lakukan itu sama saja kau akan menyeret semua anggota keluargamu kedalam sesuatu yang sangat pelik dan akan menjadi seorang yang sangat buruk karena menarik keluarga besar untuk berpolemik berhadap hadapan dengan semua ". Rasulullah diam dan acara makannya pun bubar. 

Ini sangat menarik, karena apa yang dilakukan Rasulullah sudah terbaca. 

Rasulullah saat itu sifatnya mengundang makanUndangan dalam islam itu sebenarnya intinya makan. Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya, adalah ketika muslim lain mengundangmu maka kau harus memenuhi undangannya (undangan yang dimaksud bukan kondangan jaman sekarang), memenuhi undangan untuk bersyukur atas yang Allah berikan. Mengundang untuk makan maka harus datang memenuhi udangan saudara muslimnya. 

Maka tidak mudah melakukannya, Rasulullah sekali lagi mengundang keluarganya untuk mengundang makan. Dengan harapan di acara kedua ini Abu Lahab tidak mengambil alih acaranya untuk berbicara sebagaimana di acara makan bersama sebelumnya. Abu lahab pun tahu diri, ia tidak ingin dibilang yang mendominasi acara yang digelar Rasulullah. Setelah para undangan (keluarga) makan beliau menjelaskan ke halayak bahwa beliau adalah utusan Allah, maka dengan begitu Rasulullah harus menyampaikan dakwah kepada semua orang, dan kalian adalah saudaraku dan paman-pamanku yang nantinya akan melindungi ku, katika aku berdakwah dan mengalami bentrok maka posisi kalian sebagai keluarga berada dimana. 

Rasulullah telah menyampaikan maksud beliau, Rasulullah sudah meminta kepada keluarganya untuk bersikap. Disitulah Abu lahab berkomentar lagi dengan begitu pedas, " Ya Muhammad kalau itu yang kau akan lakukan, kau telah menjadi orang yang buruk karena telah menimpakan sesuatu yang buruk kepada keluargamu, apakah engkau tidak berfikir bahwa kami semua akan terancam ketika memerangi quraish sama saja kita memerangi yang lainnya".

Karena saat itu yang sebagai orang yang dituakan adalah Abu Thalib, maka Abu thalib memiliki peranan penting dalam keluarga bani hasyim yang mengatakan akan memberikan garansi perlindungan kepada Rasulullah. (Apapun yang terjadi nanti akan menjadi tanggung jawab bersama, maka lanjutkanlah apa yang ingin kamu lakukan). Rasulullah saat itu telah merasakan telah mendapatkan dukungan keluarga. 

Dari sinilah Rasulullah berani bertolak ketahap berikutnya untu melawan orang quraish dan mewujudkan perluasan dakwahnya karena telah mendapatkan dukungan. Mayoritas bani hasyim memberikan pembelaan kepada Rasulullahsehingga peran abu jahal, abu lahab dan abu syofiyan tidak berpengaruh. Sekuat kuatnya abu lahab tidak akan pernah bisa mengadapi abu tholib. sehingga tidak ada permasalahan yang menyisakan masalah semua telah clear. Dari situlah Rasulullah bergerak ketahab berikutnya yakni dengan mengumpulkan tokoh quraish, untuk melanjutkan mensosialisasikan dakwah. 

Langkah selanjutnya setelah mendapat restu keluarga yakni : 

  • Rasulllah mengumpulkan tokoh-tokoh quraish untuk melanjutkan upaya beliau untuk melakukan dakwa secara terbuka. Tidak ada masalah yang tersisa karena Abu Lahab tidak memiliki peran yang lebih kuat dari abu tholib. Sehingga masalah ini clear sampai terjadi pemboikotan. 

2. Koordinasi Manajemen

Tantangan berikutnya adalah koordinasi manajemen, pada saat itu jumlah kaum muslimin hanya sekitar 20-30 orang saja, tapi beliau yakin dalam waktu yang akan datang akan terus bertambah. Tapi saat itu beliau pikirkan "bagaimana dengan jumlah para sahabat yang saat itu telah memeluk muslim masih sedikit, tetapi para sahabat tersebut aman."

Kepada para sahabatnya Rasulullah memberikan : 
  • Rasulullah memberikan jaminan rasa nyaman kepada para sahabat yang pertama memeluk islam, para sahabat diharapkan tidak mendapatkan imbas dari orang quraish akibat dakwah terbuka Rasulullah.  
  • Rasulullah memberikan jaminan harus tetap bisa berhubungan dengan para sahabat untuk menyampaikan wahyu yang telah didapatkannya. Padahal dalam penyampaiannya harus tersembunyi supaya tidak ketahuan quraish dan timbul penyiksaan kepada para sahabat. 
Karena itulah dibutuhkan koordinasi manajemen (darul arqomah) 

Manajemen darul arqomah adalah merupakan pendekatan koordinasi manajemen untuk memanage dakwah, agar tetap efektif maka Rasulullah lebih mengoptimalkan pertemuan darul arqomah untuk koordinasi. Pada saat dauroh di darul arqom minimal Rasulullah bisa bertemu dengan sahabatnya, setelah menjelaskan pembelajaran aqidah dan wahyu, baru setelahnya para sahabat malam harinya menyebar menyampaikan apa yang telah didapatkan dari Rasulullah kepada masyarakat sekitar mekah. Kelihatanya seperti kegiatan silahturahim saja, padahal para sahabat menerima pelajaran / wahyu baru dari Rasulullah yang nantinya disampaikan kepada yang lainnya. (sehingga tidak tampak bahwa sedang menyebar luaskan ajaran islam)

Ini memperlihatkan bahwa Rasulullah telah memiliki manajemen yang canggih saat itu,  Manejeman dibutuhkan agar permasalahan dapat diselesaikan secara efektif dan efisien, dan semua dapat berjalan. Pada akhirnya tantangan yang ditemukan akan semakin berat sehingga mereka tidak mampu lagi menangani sehingga mereka diungsikan Rasulullah ke Abasyah. 

Adanya darul arqom dan hijarah para sahabat adalah bagian dari koordinasi manajemen Rasulullah. 

3. Posisi Kaum Lemah 

Tantangan internal dakwah yang disebabkan posisi kaum lemah (budak, maula, mawali dan wanita) yang masuk islam. Seorang maula (budak yang dimerdekakan). Wanita adalah sosok yang lemah. 

Tantangan dakwah Rasulullah yang disebabkan oleh kaum yang lemah : 

  • Ketika mereka kaum yang lemah masuk islam maka diperlukan upaya untuk memerdekakan mereka dari tuannya/majikannya, supaya mereka dapat  terbebas dari siksaan majikannya. Memerdekakan budak yang masuk islam, karena jika tidak para budak itu masih terikat dengan majikannya yang sewaktu waktu bisa mendapatkan siksaan. 
  • Memerdekakan kaum yang lemah membutuhkan modal (sehinga timbul masalah ekonomi)
  • Setelah Rasulullah memerdekakan kaum lemah akan menimbulkan masalah lagi yakni bagaimana penghidupan mereka setelahnya, kepada siapa mereka akan bergantung karena selama ini mereka bergantung kepada pemiliknya. Ini adalah tantangan. Masalah ekonomi Rasulullah lainnya adalah mencari sumber dana untuk dakwah beliau.
Dari sinilah dapat diambil kesimpulan bahwa dakwah itu memerlukan biaya, Rasulullah selain menyelesaikan dengan hartanya juga melibatkan para sahabat untuk berperan. Begitu juga dengan kekayaan istri Rasulullah. 




4. Ekonomi, sumber dana dan pembiayaan dakwah 

Rasulullah berfikir mencari sumber dana dakwah, akhirnya beliau memiliki jalan keluar yakni bagaimana membuat para sahabat  yang telah masuk islam, berkeinginan menyisihkan harta mereka sebagai sumber dana dakwah Rasulullah. Hal ini tidaklah mudah karena masuk keranah pribadi. Sumber dana dakwah Rasulullah sangatlah luar biasa dari para sahabatnya dan dari istrinya (contoh kekayaan abu bakar, usman bin affan dan khadijah ludes). 

  • Kekayaan Abu bakar saat itu seperti yang dikisahkan Aisyah (putrinya/istri Rasulullah), bahwa ayahnya memiliki kekayaan satu juta ukiyah (perak/emas yang seberat 14 gram, jadi kalau kekayaannya 1 juta berarti menjadi 14 juta gram). Itung saja jumlah kekayannya, Tapi ketika hijrah kekayaannya menjadi beberapa yakni sekitar 400 dinar saja (kekayaannya abu bakar ludes) untuk dakwah Rasulullah
  • Kekayaan Usman bin Affan, dimasa jahiliyah setiap pekan ia memerdekakan setiap budak. 


Kesadaran umat islam untuk membiayai dakwah penyebaran agama islam jangan sampai melemah, karena ketika muslim bersatu akan menyelesaikan masalah umat (kemiskinan). Cara pandang orang kaya muslim haruslah islami, supaya sadar menggunakan harta mereka untuk dakwah. Sumber dana dan pembiayaan dakwah dari para sahabat terkumpul dengan nilai yang sangat fantastis. 


Tantangan Eksternal (dari luar)

1. Fanatisme suku (ashabiyah)

Rsulullah dalam pergerakannya sebenarnya sudah menarik bagi induk kesukuan masing masing. Tindakan Rasulullah ini dipandang sebagai ancaman. Karena tindakan Rasulullah dianggap mengerogoti orang orang didalamnya untuk menjadi musyrik sebagaimana mereka nantinya akan tidak menjadi royal kembali kepada keluarga mereka. 

Fanatisme menimbulkan rasa loyal terhadap keluarganya. Masalah fanatisme merupakan tantangan besar. 

Contoh : 

Ketika sumayah gugur, maka Rasulullah melakukan tindakan apa (sebagaimana Rasulullah sebagai Rasul bukan sebagai pemmpin mereka) ? (sumayah istrinya yasir). Sikap Rasulullah "sabarlah keluarga yasir kita akan berjumpa di surga". (tidak ada tindakan kongkrit yang Rasulullah lakukan, padahal abu jahal telah membunuh sumayah saat itu). 

Sikap ini menarik, karena saat ini Rasulullah sebenarnya berhadapan dalam sebuah sistem asobiyah (kesukuan) bukan individual personal. Bisa saja Rasulullah melabrak abu jahal, tetapi tidak dilakukan. Jika dilakukan maka Rasulullah dianggap perusak tatanan kehidupan/ tatanan kehiudupan sosial di Mekah. Abu jahal menyiksa amru dan keluarga, amru adalah keluarga bani mahzum begitu juga dengan abu jahal (suka suka lah ini urusan keluarga kami), jadi Rasulullah tidak memiliki peran karena ia dari bani hasyim dan ini adalah masalah internal keluarga bani mahzum.

tetapi melabrak abu jahal tidak dilakukan karena akan merusak tatanan yang sudah ada. Masalah internal bani masyum yang tidak mungkin dicampuri Rasulullah (bani hasyim). Maka akan mengancam keberadaan bani hasyim dan mengancam dakwah Rasulullah. Maka stigma negatif dakwah akan dibangun. 

Dari masalah eksternal ini harus ada kepercayaan dari pimpinan hingga masyarakat. 

Yang dilakukan Musuh musuh islam saat ini sama seperti dulu : 

  • Lumpuhkan integritas, keteladanan dan kepiawaian tokoh tokoh muslim, bangun stigma buruk, bongkar aibnya dan lain sebagainya. Ungkap semua di media sehingga kepercayaan umat luntur dan tokoh muslim yang diusung tidak layak menjadi teladan
  • Selain itu saat ini yang diinginkan musuh islam adalah umat yang meruntuhkan integritas kaumnya sendiri sehingga tidak akan ada kepercayaan lagi antara satu dengan lain, maka dengan mudah akan runtuh. Sehebat hebatnya seorang tokoh maka ketika kita cari aibnya maka akan didapatkan aibnya. Kerjaannya nyari aib pasti akan ketemu aibnya. Lalu apa yang dilakukan ketika kita tahu aib dari seorang tokoh ?  (haruskah kita ungkap aib mereka). Ketika mengungkap aib dari seorang tokoh ini akan meruntuhkan fundamental kekuatan kita sendiri. Ketika kita tahu aib aib dari setiap tokoh tersebut, Apakah tokoh baru tidak memiliki aib ? Ketika aibnya ada apakah tidak ada kebaikannya, apabila kita fokus kepada aibnya saja maka sebagian besar yang kita dapatkan adalah aibnya. Itu masalah besar saat ini. 
Umat muslim digerogoti dari dua sisi oleh musuh islam, yakni dari lawannya dan dari orang jahil yang tidak mengetahui. Umat muslim harus ada dibawah pengaruh pemimpinnya yang berahlaq.


2Kendati sistem politik, sosial (Darul Nadwah)

Kendati sistem politik dan sosial saat itu berada dibawah pengaruh kaum quraish (musyrik) dan tempatnya adalah Darul Nadwah. 

Dimana Darul arqom berlawanan dengan Darul Nadwah. 

Kumpul kumpul untuk menyuarakan kebenaran. Umat muslimin butuh dapur untuk menampung permasalahan umat. Darul Arqom itu memliki peran yang jelas dalam dakwah Rasulullah, tidak semua pemasalahan diselaikan oleh satu orang saja, tapi diselesaikan bersama. Maka saat ini umat butuh Darul arqom.

Abdurahman bin Auf tidak menjadi khalifah, merupakan penasehat utamanya abu bakar selain umar bin khatab, setelah umar bin khatab menjadi khalifah yang memberikan kritik internal adalah Abdurahman bin auf. Said bin Zaid tidak berada di medan perang. 


3. Kepemimpinan quraish atas bangsa arab

Ini adalah tantangan artinya suku quraish dianggap sebagai leader dari suku suku diarab. Ketika quraish menjadi leader sama halnya menarik semua bangsa arab untuk memusuhi Rasulullah. 


4. Golongan al Mala'(Pembesar quraish)

Ini juga menjadi masalah eksternal dakwah Rasulullah, karena pembesar quraish adalah pemegang kebijakan publik di bidang ekonomi dan sosial. Kebijakan publik dan ekonomi berada dibawak kendali golongan al Mala' (pembesar quraish). 

Al mala memiliki kendali publik, sehingga merupakan musuh terbesar Rasulullah. Orang orang yang saat itu memiliki kendali publik terus memusuhi, ia akan menggunakan semua perangkat yang dimiliki untuk menggagalkan/menghabisi dakwah Rasulullah. 

Bagaimana Rasulullah menghadapi pembesar quraish. (nanti akan dibahas)


5. Nilai Jahiliyah 

Nilai jahiliyah adalah pemberhalaan dan kemusyrikan. Sehingga tantangan dakwah ini harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Merubah keyakinan mitos  yang tidak berlandaskan kepada wahyu (klik disini pemahaman nilai jahiliyah)


Bersambung Materi Madrasah Sirah - Pertemuan 04/02 (klik disini)


Resume Kajian Madrasah Sirah - Mekah

Kajian Madrasah Sirah Pertemuan 01 (sesi ke-1) dan (sesi ke-2

Kajian Madrasah Sirah Pertemuan 02 (sesi ke-1dan (sesi ke-2

Kajian Madrasah Sirah Pertemuan 03 (sesi ke-1) dan (sesi ke-2)

Kajian Madrasah Sirah Pertemuan 04 (sesi ke-1) dan (sesi ke-2)



Sirah Nabawiyah (3-2) - Generasi As Shabiqun Al Awwalu

Kajian Sirah Nabawiyah - Periode Mekah 
Madrasah Sirah / Pertemuan 03 (sesi 2) 

Sirah Community Indonesia 
Tanggal : 31 Maret 2017 


Materi Madrasah Sirah  sebelumnya - Pertemuan 03/01 (klik disini


Generasi As Shabiqun Al Awwalu

Pokok Bahasan : 
  • Dustur Illahi
  • Definisi As-Saabiquun al Awwalun (Generasi Pertama yang Menerima Islam).
  • As-Saabiquun al Awwalun dari luar Quraish 
  • Karakteristik As-Saabiquun al Awwalun
  • Aspek strategis As-Saabiquun al Awwalun 


Mukadimah 

Jika kita cermati surah al mudatsir, terdapat : 
  • (Ayat 1- 7) merupakan Perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk menyampaikan pesan Allah dan memberi peringatan kepada seluruh manusia atas kesesatan mereka, penyimpangan mereka, kejahiliyahan mereka.
  • Perintah Allah kepada Rasulullah terkait dengan diri pribadi Rasulullah sebagai bekal dalam berdakwah. (Agungkan tuhanmu, bersihkan bajumu, jauhi dari kenistaan, dll) Hal ini dilakukan sebagai panutan kepada beliau oleh orang yang beriman. 
  • Permulaan ayat-ayat dalam surah al mudatsir mengandung perintah dasyat kepada Rasulullah, sebuah panggilan yang menyentak Rasululllah yang saat itu sedang tidur dikarenakan Rasulullah berada dalam selimut dan kehangatan. Rasulullah keluar zona mapan dan kembali ke medan jihad.  Tingkat perjuangan  yang paling berat dilakukan Rasulullah.
Semua ini dialami Rasulullah disaat kondisinya telah berumur 40 tahun, saat itu Rasulullah mempersiapkannya. Usia Rasulullah yang masih sangat produktif, saat ini umur 40 tahun. Perlu diketahui pula bahwa pada usia ke-40, kita menuju estafet terakhir untuk menuju Allah SWT. Maka janganlah kita nyante dan tidak berbuat apa apa (kalau dalam maraton dibabak terakhir kita harus sprin (lari cepat) sehingga sampai dibatas akhir kita menjadi pemenang). Hidup sesungguhnya itu dimulai dari usia 40 tahun. 

Sebaiknya pada usia menjelang 40 tahun, kita mulai memikirkan apa pencapaian kita sabagai hamba Allah. 

Kalau kita melihat usia Rasulullah dari 40 tahun ke usia ke-63 tahun  (selama 23 tahun). Kapan Rasulullah mulai santai (tidak ada). Coba kita lihat selama 23 tahun, Rasulullah melakukan :   
  • Rasulullah sampai tahun ke-9H usia ke 61 tahun, Rasulullah masih memimpin pasukan dalam pertarungan yang sangat luar biasa melawan Romawi. 
  • Rasulullah pada tahun ke-10H bulan dzulhijah masih memimpin haji wada (event yang terorganisir sangat hebat sekali). Pada saat haji wada tidak sekedar manasik, tetapi terlihat aktifitas beliau menyentuh permasalahan dasar umat dan tiga bulan setelah bulan dzulhijah (Muharam, safar, rabiul awal) itu Rasulullah wafat. Beliau tidak pernah santai. 
Secara makna kita dapat menyadari bahwa kita berada di fase terakhir, dimana sebenarnya angka 40 tahun itu disebut oleh al quran. 
  • Pada usia ke-40 tahun manusia mencapai puncak kematangannya, sudah berada pada posisi yang misinya sudah tidak lagi mencari cari tapi harus sudah fokus untuk memiliki kesadaran yang sangat kuat untuk memaknai hidup dengan lebih baik dan memaknai hidup dengan rasa syukur. 
  • Pada usia ke-40 tahun sebaiknya tidak lagi merancang obsesi dan mengeluhkan ini dan itu. Jika ini terjadi maka ada keterlambatan pemikiran yang sangat fatal.
  • Pada usia ke-40 tahun sudah sulit berkembang secara fisik berbeda dengan orang yang berusia 25 tahun. 
  • Jangan menjadikan usia ke-40 tahun hanya memiliki obsesi keduaniawian saja, tapi juga mempersiapkan bekal akhirat. 
Lihatnya pada usia ke-40 tahun Rasulullah diminta Allah untuk : 
  • Allah meminta Rasulullah berfikir out of the box, (keluar dari zona nyaman, karena pada usia ke-40 tahun kehidupan Rasulullah sudah nyaman banget, kaya raya, bahagia, keluarga harmonis, dihargai dan dihormati). Tapi oleh Allah malah diminta keluar. Memaknai surah al mudatshir " Keluarlah kamu dari balik selimut (keluarlah dari zona nyamanmu)"
  • Diantara 1/3 malam hingga 2/3 malam berdoa kepada Allah, membutuhkan persiapan yang sangat luar biasa, untuk mencapai titik puncak yang luar biasa setelah masa penantian selama 40 tahun. 
  • Pada usia ke-40 tahun Rasulullah mengawali aktivitas keluar dari zona nyaman untuk berdakwah. Rasulullah harus berdiri menyelesaikan masalah umat. Rasulullah harus bisa menjadi panutan masyarakat, selain itu Rasulullah perlu menjaga diri agar tiak terkontaminasi dari sifat kejahiliyahan masyarakatnya. Ini adalah konsep visi dakwah Rasulullah, dimana perubahan itu dilakukan dengan cara tidak membiarkan ke dzaliman mendominasi kehidupan bermasyarakat yang harus dirubah dengan segala cara. Maka seharusnya yang memawarnai manusia itu adalah sesuatu yang hak dan kebenaran. 
Usia ke-40 tahun diharapkan sudah dapat mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki 

Ketika seseorang telah melakukan aktivitas sebaiknya perlu menyadari melakukan aktivitas tersebut visi besarnya apa, Tapi tidak hanya sekedar itu kehadiran islam kembali yang dibawa Rasulullah adalah sebuah Risalah (petunjuk Allah yang harus disampaikan dan harus benar benar efektif), harus bersinergi dengan kehidupan. 


Dakwah Terbatas 

Tetapi yang menarik, semula Rasulullah memulainya dari satu titik (dakwah terbatas) dimana antara idealisme dan realitas. Segala sesuatu yang dilakukan atau belum dilakukan harus memiliki gambaran ideal, yakni " Apakah usaha yang kita lakikan hari ini sudah mencapai kondisi gambaran yang ideal ?" 

Dakwah terbatas menurut Al quran 
  • Rasulullah memulai dakwahnya dari titik kecil / dari lingkaran kecil yang terjangkau ini menarik dari sisi dakwa terbatas. Betul dimulai dari keluarga terdekat tetapi tidak membatasi hanya untuk keluarga terdekat. Pembatasannya adalah siapapun orang yang berkeinginan menerima dakwah. 
  • Ketika Rasulullah melakukan dakwah terbatas yang dibatasi bukan pergerakannya tetapi membatasi siapa yang saat itu berhak menerima dakwah beliau. Tidak ada ayat al quran yang secara eksplisit menyuruh Rasulullah masuk ke dunia dakwah langsung terang terangan. Ini adalah strategi (ijtihad) Rasulullah untuk memperkenalkan risalah islam kembali secara clear dan jelas, semua ke dzaliman harus diperbaiki dan dibereskan. Ketika beliau ingin memulai titik tolak perubahan maka Rasulullah memulai memikirkan dari mana dilingkup apa dan bagaimana ? 
  • Ayat yang yang ada meminta Rasulullah dari dakwah terbatas ke dakwah terbuka.  Tidak ada satu ayat pun yang menjelaskan bahwa dakwah Rasulullah dimulai dari dakwah terbatas hanya dakwah yang dimulai dari lingkungan terkecil (keluarga) 

Hidup diatur oleh peraturan Allah Vs peraturan Manusia

Muslim mana sih yang tidak ingin semua kehidupan di dunia ini menggunakan syariat islam, pemerintahan dengan syariat islam. Kehidupan diatur oleh : 
  • Ketika kehidupan ini diatur oleh peraturan Allah (Risalah Allah/Wahyu Allah), meskipun dalam pelaksanaannya nanti manusia ada yang sering tidak sempurna. tetapi kita memulai dari suatu yang sempurna, kekurangannya adalah dalam eksekusi dan pelaksanaannya.
  • Ketika kita memulai kehidupan ini dari aturan manusia, maka aturan itu pincang dan pelaksanaannya semakin kacau. kualitasnya berbeda dengan kualitas peraturan dari Allah. 
  • Ketika sesorang muslim telah bersumpah atas nama Allah selain memberikan kesaksian untuk mempertangung jawabkan amanah pemerintahan, jika dia bohong maka akan bertanggung jawab kepada Allah. 
Dakwah terbatas di lingkungan keluarga 

Dakwah terbuka Rasulullah dimulai dari lingkungan terkecilnya (keluarganya bersama siti khadijah dan anak anak Rasulullah), sampai ke pamannya. Mereka semua dari awal menyambut dengan sangat antusias menerima dakwah Rasulullah. Rasulullah membatasi dakwahnya di tiga tahun pertama kepada : Dakwah terbatas diperuntukan hanya kepada seseorang yang mau menerima dakwah Rasulullah. 

Rasulullah membagi kaum quraish menjadi tiga, yakni :
  • Kaum quraish yang kemungkinan besar menerima dakwah Rasulullah .
  • Kaum quraish yang menolak dakwah Rasulullah tetapi tidak menimbulkan perdebatan. Lapisan ini merupakan simpanan Rasulullah (data base sasaran berikutnya), Mereka ini tidak diusik Rasulullah sama sekali. Mereka lebih disuruh menonton dan meskipun ada pendekatan dilakukan secara persuasif. 
  • Kaum quraish yang menolak dakwah Rasulullah tetapi menimbulkan perdebatan. Rasulullah mengarap yang ketiga dengan mengunakan pendekatan yang membuat mereka simpati kepada islam (pendekatan secara persuasif)
Rasulullah selama 3 tahun dakwah terbatas menggarap kaum quraish yang mau menerima dakwah Rasulullah. Rasulullah berkepribadian sangat fokus, sangat detail dan sangat menghemat energi. Rasulullah membangun pendekatan pendekatan agar kaum quraish ini semakin dekat dan semakin simpati. 

Strategi dakwah terbatas Rasulullah : 
  • Rasulullah sedikit bicara untuk tidak mempublikasikan dakwahnya, ketika dipublikasikan kekurangannya adalah musuh akan menjadi tahu. Sebenarnya publikasi dalam dakwah juga menjadi keuntungan kita. tetapi titik itulah akan menjadi bumerang buat dakwah yang dilakukan. Rasulullah tidak melounching dakwahnya setelah tiga tahun.

Dustur Ilahi 

Dan orang yang terlebih dahulu memeluk islam (generasi As-Saabiquun al Awwalun) dari muhajirin dan anshar, dan orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada Allah.  Dan Allah telah menyiapkan surga bagi mereka yang dibawahnya mengalir sungai, Mereka akan kekal didalamnya selama lamanya. Itulah keberuntungan yang sangat besar (Surah At Taubah ayat 100) 

Dari golongan mereka yang masih hidup setelah berpuluh puluh tahun Rasulullah wafat. Sebenarnya saat golongan mereka menghadapi permasalahan setelah Rasulullah wafat tetapi sebenarnya hal ini tidak merubah status mereka sebagai orang yang diridhoi Allah. Kita semua sama sama tahu bahwa peperangan yang dipimpin para sahabat, dimana saat itu ada  dari mereka (As Shaabiquun Al Awwalu) yang menjadi korban terbunuh. Tetapi hal ini tidak merubah status mereka sebagai " Radhiyallahu 'anhu"  

Allah memberikan status "Radhiyallahu 'anhu" kepada mereka dari golongan As Shabiquun Al Awwalu) tentu dengan ilmu Allah karena sebenarnya Allah Maha tahu akan apa yang mereka lakukan dikemudian hari. Mereka adalah orang orang yang mendapat Ridho Allah.

As-Saabiquun al Awwalun (Generasi Pertama yang Menerima Islam). Generasi ini ada dikarenakan adanya pendekatan yang dilakukan Rasulullah. as-Saabiquun al Awwalun merupakan Istilah ini diberikan al quran kepada mereka yang menerima ajaran islam. Ini adalah pemberian nama yang diberikan Allah secara langsung terhadap output pencapaian dari produk dakwah pertama Rasulullah. 

Generasi Ashabiqun Al Awwalu 

Lalu apa yang dicapai Rasulullah selama tiga tahun ?

Rasulullah harus memiliki target pencapaian yang harus dipenuhi, supaya memiliki pilar pilar penyangga dalam dakwahnya. Dampak dalam keterbukaan bisa diantisipasi dan diredam sehingga Rasulullah bisa bertahan. Pendekatan yang dilakukan Rasululullah dengan orang quraish menghasilkan generasi Ashabiqun Al Awwalu. 
  • Gelar Ashabiqun Al Awwalu adalah pemberian dari Allah, yang memberi penghargaan kepada pencapaian produk dakwah Rasulullah atau output pendidikan yang diberikan Rasulullah. Maka ketika Allah sudah Ridho atas mereka, Allah akan memberikan reword kepada mereka. Allah telah menyiapkan untuk mereka (meskipun mereka masih hidup) Karena surah At Taubah ayat 100 turun ketika mereka semua masih hidup. Allah sebenarnya telah mempersiapkan surga yang dibawahnya mengalir sungai - sungai. Sebenarnya hal ini juga telah Allah persiapkan untuk Khadijah (istri Rasulullah) meskipun ia masih hidup. Pernyataan Allah ini disampaikan langsung oleh malaikat jibril langsung kepada Rasulullah untuk disampaikan kepada Khadijah. 
  • Para ulama mengatakan gelar ashabiqun al awalu tidak hanya untuk 3 tahun pertama dakwah Rasulullah. Maka kedudukan ashabiqun al awalu yang duluan memiliki kelebihan dari ashabiqun al awalu yang belakangan. Umar bin khatab masuk islam (pada 6 kenabian masih di mekah tetapi telah lewat 3 tahun ) Umar masuk ke ashabiqun al awalu. Gelar ashabiqun al awalu adalah sekelompok orang yang digembleng Rasulullah selama 3 tahun pertama dakwahnya. 
Lurus itu harus berpihak kepada kebenaran. 

Koreksi Umar 

Umar menyampaikan pesan dalam dakwahnya setelah jadi khalifah (Quntum khairu umat) " Kita ini adalah umat yang terbaik, kalau Allah mau Allah akan mengatakan "kalian adalah umat yang terbaik". Lalu hal tersebut dikoreksi umar bahwa artinya " Kamu yang lebih dulu sebagai umat terbaik" ayat ini berlaku untuk generasi awal kita dan tidak secara otomatis berlaku untuk yang datang belakangan (atau generasi selanjutnya). 

Kamu yang telah lalu (as as-Saabiquun al Awwalun) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, dan orang orang yang lebih dulu memeluk islam dari golongan muhajirin dan anshar, dan orang orang yang mengikuti mereka dengan baik. Dalam hal ini orang orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak ada batasan hanya saja Allah memberikan syarat untuk mengikuti mereka dengan ikhsan (level kebaikan yang paling tinggi setelah insan). Kalau gagal dilevel dasar maka kita tidak bisa melewati untuk mencapai level ikhsan. Dengan mempelajari ayat ayat yang merupakan jati diri muslim yang mencerminkan bahwa dirinya telah berislam. Maka kita akan mengetahui siapa saja orang orang yang berislam dan kreteria apa yang harus dipenuhi. Sehingga kita bisa mencapai level ikhsan.


Sehingga generasi selanjutnya memiliki prasyarat untuk bisa berada sejajar dengan generasi sebelumnya. 
  • kita harus mengetahui seluk beluk kehidupan mereka
  • kita harus mengetahui apa yang Rasulullah ajarkan kepada mereka
  • telusuri jejak mereka dan ikuti 

Hal inilah seharusnya yang menjadi pembelajaran kita semua pada saat ini, karena generasi muslim saat ini seolah tidak perduli untuk menjadi generasi serupa ashabiqun al awalu. 
  • Muslim ketika ia levelnya berislam, adalah orang yang keberadaanya membuat orang muslim disekitarnya selamat dari kejahatan lisan (lidah) dan tangannya supaya tidak menyakiti saudara muslim lainnya. 
  • Keberadaan orang muslim ditangan komunitas muslim setidaknya keberadaannya memperbanyak  umat islam, keberadaannya tidak mengurangi melemahkan muslim disekitarnya. Dilevel ini saja sudah berguguran. 

Generasi Ashabiqun Al Awalu dlm Al quran : 

Orang yang terlebih dahulu memeluk islam dari kalangan muhajirin dan ansar, dan orang orang yang mengikuti mereka dengan baik (mengikutinya dengan ikhsan (merupakan tingkat kebaikan yang paling tinggi)) Level itu dibagi beriman, berislam dan berikhsan. Setelah Allah memuji mereka (generasi ashabiqun al awalu) maka mereka ditempatkan di tempat yang sangat jelas ditempatkan disurga. Padahal ayat ini turun ketika saat itu generasi Ashabiqun Al Awalu masih hidup, dan diantara mereka ada yang masih hidup berpuluh puluh tahun setelah Rasulullah wafat. Banyak sekali permasalahan yang mereka hadapi setelah Rasulullah wafat, tetapi tentu saja itu tidak mengubah status mereka untuk menjadi orang yang Allah diridhoi dan dilindungi Allah. 

  • Gelar Ashabiqun Al Awwalu adalah pemberian dari Allah, yang memberi penghargaan kepada pencapaian produk dakwah Rasulullah atau output pendidikan yang diberikan Rasulullah. Maka ketika Allah sudah Ridho atas mereka, Allah akan memberikan reword kepada mereka. Allah telah menyiapkan untuk mereka (meskipun mereka masih hidup) Karena surah At Taubah ayat 100 turun ketika mereka semua masih hidup. Allah memberikan gelar ini tentu dengan ke Maha kesempurnaanNya dan kemaha tahuannya (Al Qodim). Allah membangunkan istana di surga. Khadijah pun telah dibuatkan istana dengan ruas ruas bambu (bahan dari mutiara yang disusun menyerupai ruas ruas bambu). Generasi Ashabiqun Al Awalu disampaikan melalui pesan jibril kepada Rasulullah. Umat lahir dari perintah membaca yang diperintahkan jibril. 
  • Sa'id bin Musyayib, Hassan Al Bashri. Qatadah : Para sahabat nabi Muhammad yang sempat solat menghadap ke dua qiblat sebelum badar. Berarti batasannya sampai perubahan kiblat dari masjidil aqsa ke masjdil haram (terjadi pada 12 Hijriah). Perubahan arah qiblat terjadi sebelum perang badar. di akhir tahun pertama hijrah. Totalnya 14 tahun - 5tahun. Itu artinya mereka yang masuk islam setelah kiblat di rubah ke masjidil haram itu tidak dikatakan sebagai As Shabiqqun Al Awwalu. Generasi Ashabiqun Al Awalu adalah generasi yang pernah menghadap kedua arab kiblat, sampai perubahan kiblat dari majsidil aqsa ke masjidil haram (terjadi sebelum perang badar diakhir tahun pertama hijrah). Ini artinya mereka yang telah masuk islam setelah kiblat dirubah ke masjdil haram tidak disebut ashabiqun al awalu. Abu darda masuk islam setelah badar. 
  • As Shabiqun Al Awwalu adalah para sahabat nabi yang memeluk islam sampai peristiwa Bai'at ar Ridhwan (Hudaibiyah). Berarti terjadi pada tahun 6 Hijriah. Berarti sejak Rasulullah berdakwah sampai tahun 6 H itu ada 18-19 tahun. Maka menurut As shafi yang termasuk dalam As Shabiqqun Al Awwalu adalah mereka yang masuk islam dengan rentang 18-19 tahun dakwah Rasulullah dimana batas akhirnya adalah perang hudaibiyah. Tidak semua sahabat masuk kedalam ashabiqun al awalu, dimana ashabiqun merupakan istilah yang lebih spesifik lagi dari julukan para sahabat Rasulullah. Paling banyak adalah muhajirin (sampe fathul mekah yang paling banyak hijrah adalah muhajirin), tetapi tidak semua muhajirin masuk ashabiqun dan tidak semua anshar juga masuk ashabiqun.


Maka apakah Khalid bin walid termasuk As Shabiqqun Al Awwalu ? 

Khalid bin walid bukan termasuk dalam generasi As Shabiqqun Al Awwlau karena setelah peristiwa Hudaibiyah. Ketika khalid bin walid berseteru dengan abdurahman bin auf. Maka Rasulullah berkata kepada khalid bin walid, "janganlah mengkasari (berbuat kasar) kepada saudaraku/sahabatku (abdurahman bin Auf)". memangnya saat itu khalid tidak menjadi sahabat Rasulullah padahal khalid telah memeluk islam. Khalid memang sahabat secara definisi tetapi kalau khalid menempatkan dirinya selevel dengan Abdurahman bin Auf tidak akan bisa. Karena level abdurahman bin auf tidak selevel dengan khalid. Maka dari itu jangan coba coba untuk mengasari sahabat Rasulullah (abdurahman bin Auf). 

Rasulullah bersabda apabila kalian bersedakah emas sebesar gunung uhud, maka perbuatan amal sedekah kalian tidak pernah sebanding dengan sedekah sahabatku walaupun sedekah mereka hanya sekepal tangan atau setengahnya. Ini artinya jika kita bisa sedekah emas sebesar gunung uhud tetapi sedekah mereka (As Shabiqqun Al Awwalu) hanya sekepal tangan/setengahnya  (sedekah apapun) tidak akan pernah setara dengan apa yang kita berikan. Ini menandakan bahwa iman mereka / jasa mereka kepada islam akan memperberat bobot keimanan mereka 

Apakah Abu darda termasuk As Shabiqqun Al Awwalu ? 

Abu darda tidak masuk karena Abu darda masuk islam setelah perang badar. 

Dengan definisi ini tidak semua sahabat tidak termasuk dalam As Shabiqqun Al Awwalu. Karena definisi as shabiqqun Al awwalu ini merupakan istilah yang lebih spesifik dari definisi para sahabat. Sahabat nabi ada yang termasuk dan tidak termasuk dalam As Shabiqqun Al Awwalu. Golongan As shabiqqun Al Awwalu adalah golongan yang lebih istimewa. 

As Shabiqqun Al Awwalu (Muhajirin) 

As Shabiqqun Al Awwalu paling banyak berasal dari muhajirin, yang hijrah sampai sebelum fathul mekah itu tidak hanya dari muhajirin saja. Berarti tidak semua muhajirin termasuk dalam As Shabiqqun Al Awwalu begitu juga dengan anshar. 

Sehingga yang mendapatkan predikat As Shabiqqun Al Awwalu mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan para sahabat yang lain. 

Generasi As Shabiqqun Al Awwalu (Muhajirin) 
  • Bani Asad : Khadijah binti khuwalid, Zubair bin Awwam
  • Bani Hasyim : Ali bin abu thalib, Ja'far bin abu tholib, Hamzah, Ubaidah bin Harits
  • Bani Taim : Abu Bakar, Thalhah bin Ubaidullah, Asma binti Abu Bakar
  • Bani Abd Syams : Usman bin Affan, Abu Hudzaifah bin Utbah, Umu Habibah binti Abu Sufyan, Khalid bin sa'id bin al ash
  • Bani Zuhrah : Abdurahman bin Auf, Sa'ad bin Abu Waqqash
  • Bani Abd Dar : Mush ab bin Umair
  • Bani Makhzum : Abu salamah, Umu salamah, Al Arqam, Asyyasy bin Abu Rabi'ah, 
  • Bani 'Adi : Sa'id bin zaid, Atikah binti zaid, Zaid bin khatab, Umar bin khatab
  • Bani Jumah : Usman bin Mazh'un, qudamah bin Mazh'un
  • Bani Sahm : Khunais bin Hudzafah 

As Shabiqqun Al Awwalu (Bukan Quraish) 

As Shabiqqun Al Awwalu bukan quraish yakni beberapa dari mereka tinggal dimekah tatapi berasal dari luar mekah, atau bahkan mereka tidak tinggal dimekah. 
  • Abdullah bin Mas'ud (Penduduk mekah tapi bukan quraish dri Bani Huzail)
  • Zaid bin Haristsah (Penduduk mekah tapi dari Bani Kalb (syam))
  • Ammar bin Yasir (Penduduk mekah dari Madzhij (yaman))
  • Utbah bin Ghazwan (Penduduk mekah tapi dari bani Mazin) 
  • Abu Musa (bukan penduduk mekah tetapi berasal dari Asy'ari (yaman)) 
  • Thufail bin 'amr (bukan penduduk mekah tapi berasal dari Daus (yaman))
  • Abu dzar (bukan penduduk mekah tapi dari Ghifar)
  • Amr bin Abasah (dari Sulaim) 
  • Amir bin Rabi'ah (dari Anaz) 
  • Shuhaib ar rumi (penduduk mekah tapi dari Bani Namir-syam)

Karakteristik As Shabiqqun Al Awwalu

  • Berusia muda, rata rata 20-40 tahun (rata rata paling banyak di usia 30). kalau kita berbicara tentang kesuksesan dalam sebuah perencanaan, maka pertama kali yang akan dilakukan untuk pencapaian sesuatu yang besar, yang terlintas dibenak kita siapa yang akan membackup kita nantinya. Maka yang akan muncul adalah sosok sosok yang sudah populer dan terkenal di masyarakat dan biasanya usianya tidak lagi muda. Itu dikarenakan mereka punya jaringan dan kekayaan. Jika mereka bisa ditarik dan di recruitmen maka kita akan berkembang dan sukses cepat. Ini yang dipikirkan Rasulullah. Pergerakan Rasulullah sangat menarik, karena mereka mempersiapkan generasi pelapis dimana kondisi ditengah masyarakat belum sepenuhnya diperhitungkan. Semua pergerakan Rasulullah di dominasi anak muda. Beliau berdakwah selama 23 tahun dimana usia rata rata para sahabat berusia 20-30 tahun. Maka ketika beliau mencapai puncaknya maka usia para sahabat yang digemblengnya berusia 40-50 tahun. Dengan demikian Rasulullah masih dapat meninggalkan suatu generasi yang masih produktif untuk melanjutkan kesuksesan dakwahnya. Appabila start generasinya sudah tua sekitar 40-50 tahunan kemudian setelah 23 tahun usia mereka akan 70-80 tahunan (kurang produktif). Maka ketika Rasulullah wafat maka sudah siap generasi penerusnya dan masih bisa berprestasi. 
  • Generasi kedua (pelapis) kelas menengah, putra keluarga terpandang dan tokoh penting. Generasi pelapis adalah generasi penerus bapaknya (anaknya) contoh : zubair bin auf masih bisa memimpin pasukan maka anaknya (abdullah bin zubair) telah berhasil menaklukan afrika utara dan dapat melaporkan pencapaian kaum muslimin di afrika utara. 
  • Lintas etnik, membangun hubungan egaliter tanpa sentimen kelompok dan kelas masyarakat. Mereka berasal dari berbagai macam bani yang pastinya memiliki beragam etnik. Tetapi ketika mereka telah menjadi muslim tidak membuat skat skat yang memisahkan mereka sehingga akhirnya hubungan mereka tidak saling membatasi hubungan mereka. Karena pada prinsipnya setelah mereka muslim mereka menyadari bahwa mereka semua bersaudara.  
  • Mereka haus perubahan, karena pribadi mereka berjiwa muda : tergambar dalam dialog ja'far dengan najasyi membuat keyakinan bahwa Rasulullah adalah utusan Allah. Lebih baik kita dilempar ke bara api dari pada harus kembali kemasa silam jahiliyah. 
  • Pecinta ilmu : aktivitas darul al arqam (muhajirin) dan meningkatnya jumlah seseorang yang mampu membaca baca tulis. Aktivitas di darul Aqram dimulai malam hari setelah banyak dari mereka terlelap tertidur, tetapi Rasulullah malah membuka majelis ilmunya. Murid murid dari darul Al arqom mengajarkan dilingkungan rumah mereka. Umar bin khatab mendapati fatimah dan zaid (iparnya) sedang halaqoh dengan khobar bin araf. Orang orang yang menuntut ilmu di darul arqom itu terbatas dan ekslusif setelahnya mereka mengajarkan ke rumah rumah.
  • Pecinta ilmu : aktivitas darul quro. Majelis ilmu dari darul qoro adalah untuk orang anshar di darul quro, disini intensif juga mengkaji Al quran. Habis menyerap ilmu dari Rasulullah kemudian setelahnya mereka bergabung dengan para sahabat yang saat itu tidak dapat hadir dalam aktifitas belajar akibat ada keperluan di luar. Bagi yang telah belajar dengan Rasulullah mereka sebenarnya sedang murojaah dengan mengajarkan ilmu yang didapat kepada orang lain. Dan bagi orang yang baru menyerap ilmu yang baru. Majelis ilmu berakhir setelah isya, setelah isya Rasulullah kembali kerumahnya dan orang orang yang telah diajarkan tadi berdiam diri di darul quro mengulang pelajaran dan mempertajam ilmu, dilanjut solat malam (aktivitas dilakukan hingga pagi hari) habis subuh mereka beraktivitas kembali menjual kayu bakar dan hasilnya dipake sedekah. 
  • Visioner meskipun sibuk dengan persoalan besar ditengah keterbatasan. Ketika mereka hijrah ke madinah perut kosong, mata pencaharian tidak ada, kesulitan hidup dan berada di lingkungan yang terbatas fasilitasnya. Tapi ketika mereka bertemu dengan sahabatnya yang lain yang mereka bicarakan adalah persiapan akhirat bagaimana kita dapat meraih surga. Yang mereka bicarakan adalah isu isu besar yang terjadi di tengah masyarakat sambil mencari jalan keluar. Mengapa kita antar umat selalu ribut ? karena kita tidak ada isu besar yang diperbincangkan untuk diselesaikan bersama. Kita hanya ribut di masalah isu yang kecil. Umat ini tidak memiliki agenda bersama yang besar, sehingga setiap masalah bisa menjadi pemicu untuk ribut. Karena keributan itu hanya meributkan masalah kecil hingga menjadi masalah besar. Apakah kita pernah merencanakan 20 tahun yang akan datang untuk kehidupan umat ? 
  • Mapan dan matang di usia muda : mampu mengoptimalkan potensi diri, dan dapat mengambil peran penting dalam bidang masing masing. Zaid diangkat Rasulullah sebagai sekretaris, yang menyimpan semua rahasia negara dan rahasia pribadi Rasulullah. Zaid belajar bahasa asing untuk melancarkan surat menyurat Rasulullah dengan para koleganya dari berbagai negara, totalnya zaid dapat menguasai 6 bahasa asing pada usia 17 tahun, selama kurang dari setengah tahun (6 bulan). Ini bukan hanya kemampuan politiknya saja tetapi zaid harus sanggup menjaga amanahnya. Anas bin malik pembantu Rasulullah, juga orang yang sangat menjaga amanah Rasulullah meskipun ibu kandungnya sendiri pernah bermaksud mengetahui apa yang Rasulullah sampaikan kepada anaknya. 
Utbah bin Rabi'ah memusuhi Rasulullah tetapi putranya abu hudaibah dapat menjalin hubungan baik dengan Rasulullah. Abu sofiyan sebelum masuk islam menjadi pemimpin quraish yang mampu mengusir Rasulullah tetapi pada akhirnya putrinya abu sofiyan memeluk islam. 


Peremajaan kadarisasi Ustman bin Affan   


  • Ustman bin Affan mencopot para pejabat dipemerintahannya yang sudah tua, ini adalah kadarisasi yang baik, mencopot harus memiliki pengganti kadarisasinya. Abdullah bin Ash dicopot dari pemerintahannya memimpin mesir, karena pelapis keduanya (Abdullah bin abi zar bin abi sarah) berkompeten untuk menggantikan Abdullah bin Ash. Penggantinya sanggub sampai melebarkan kekuasan islam menang melawan musuhnya pada usia 13 tahun



Karakteristik As Shabiqqun Al Awwalu 

  • Selama periode mekah, islam telah menyebar ke seluruh klan Quraish secara seimbang.  Dari titik awal dari 3 tahun dakwah Rasulullah islam telah menyebar. Tidak ada satupun yang berperan terlalu dominan dalam mengemban dakwah baru, Ini merupakan fenomena  yang sepenuhnya berbeda, dengan artikel kabilah yang ada pada saat itu. Yang masuk islam dari bani hasyim tidaklah banyak, ini menunjukan bahwa Rasulullah tidak fokus terhadap keluarganya (dari bani hasyim) dari awal. Tetapi Sasaran dakwah Rasulullah lebih kepada siapa yang lebih berpotensi. Ini fenomena yang berbeda dari fenomena kabilah yang berkuasa sebelumnya. 

  • Meskipun islam kehilangan peluang untuk memanfaatkan sistem kabilah dan fanatisme untuk melindungi dakwah dan penyebarannya, artinya Rasulullah tidak mengungkapkan bagaimana kabilah mendukung beliau. Tapi disaat yang sama klan klan mekah tidak menghabisinya dengan alasan menguntungkan klan tertentu  dan menjadikannya lebih unggul dari klan manapun. Ketika Rasullah mulai terbuka dakwahnya maka klan klan quraish bingung menghadapi Rasulullah, karena tidak berhadapan dengan satu kelompok tapi berhadapan dengan keluarga masing masing. Itu yang membuat orang quraish kaget saat menghadapi Rasulullah. Rasulullah membangun sistem baru kehidupan masyarakat yang berbeda dengan jahiliyah. Islam tidak lahir dari budaya arab, tetapi jahiliyah dulunya adalah budaya arab.  


Tanya Jawab : 




1. Bagaiman Rasulullah memahami isi surah Al Muddatsir, dimana didalamnya Rasululullah mendapatkan amanah untuk menyebarkan wahyu Allah ? 

Rasulullah beliau diajari oleh Allah, selain itu beliau adalah pribadi yang sangat cerdas. Jika kita membaca tafsir yang menjelaskan maksud dari ayat al muddatsir ini , dapat kita lihat bahwa pesan Allah pada surah ini sangatlah dasyat. Tentu lah Rasullullah jauh lebih memahami dari kita semua maksud dari pesan Allah dalam surah Al Muddatsir. Setidaknya kita paham semuanya dapat membangun misi dalam penyampaian wahyu. 

Masing masing pribadi muslim punya eforia untuk mengikuti / istiqomah dalam menjalankan syariat islam dan membela agama Allah. Tidak akan ada secara pribadi yang mampu menggerakan umat selain kuasa Allah. 


2. Apakah anak khadijah dari suami terdahulu juga masuk islam ? 

Pernikahan khadijah dengan Rasulullah terjadi dijaman Jahiliyah sebelum Rasulullah diutus sebagai Rasul. Sebelum menikah dengan Rasulullah Khadijah pernah menikah dua kali dan memiliki anak. 
  • Suami pertamanya Atiq bin Ayidz bin Abdilah bin Umar bin Makhzum, darinya memiliki anak perempuan bernama jariyah. Jariyah nantinya adalah ibu dari Muhammad bin shaifi al makhzumi
  • Suami keduanya - Abu Halah al Tamimi (dari bani Usaid bin Umar) memiliki anak yang bernama hind bin hind (masuk islam) 
Untuk anak Khadijah yang lain tidak ada riwayat yang menjelaskan apakah mereka masuk islam atau tidak. Hind bin hind yang menjelaskan ciri ciri fisik Rasulullah ketika hasan bertanya. 



3. As Shabiqqun al Awwalu bersal dari muhajirin dan anshar, Dari muhajirin berasal dari quraish dan bukan quraish. Dari quraish berasal dari bebagai macam kabilah. Lalu apakah mereka itu kebetulan masuk islam ketika Rasullulah berdakwah atau memang mereka menetap disana ? 

Sebagian yang bukan quraish itu memang ada sebagian yang  penduduk mekah dan mereka bermukim disana. Tetapi ada sebagian yang lain bukan dari penduduk mekah tetapi mereka mendatangi mekah untuk bersyahadat dan setelahnya kembali. Tetapi ada yang berasal dari luar mekah (contoh yaman) lalu mereka berdagang ke mekah dan akhirnya masuk islam, lalu ketika Rasulullah ke madinah mereka menyusul ke madinah. 

4. Penafsiran surah Al Muddatsir dimana peran Rasulullah yakni mecah sistem kabilah / klan. Tetapi fenomena yang terjadi saat ini dakwah malah meruncingkan sistem kelompok tertentu. Apakah ada landasan yang tertinggal dalam penyampaian dakwah sehingga meruncingkan sistem kelompok tertentu ? 

Pendidikan kita mengalami kekurangan dalam menerapkan Shayfatul Nafh sebagai dasar tahapan dakwah dan penyebaran ilmu dalam masyarakat. Kita didominasi dengan pendekatan fiqih, jika kita menyikapi permasalah hidup dengan pendekatan fiqih akan berantakan. Hidup ini bukan hanya menerapkan hukum. Elemen jiwa itu tidak dapat difiqihkan tetapi elemen jiwa itu harus dibangun. Disitulah adab bermain, dimana pendidikan islam itu menggabungkan antara ilmu dengan adab. Meskipun dimana fiqih termasuk ilmu awal, dan al quran sebagai materi, al quran sebelum sebagai ilmu tafsir menjadi hukum dulu (fiqih dulu yang diaplikasikan). Tetapi intinya ketika mereka masuk ke hadist dan fiqih, dimana perkara adab sudah kental mendominasi. Maka ketika ada perbedaan pendapat diperkara fiqih maka adab itu membingkai semua itu. 

Tetapi saat ini tidak demikian, adab tidak membingkai perbedaan. 

Al muddatsir juga memerintahkan kita untuk membentengi diri dari hal yang akan menarik kita untuk melakukan kesalahan. Dimana shayfatul nafh itu tidak bisa diurai dengan pendekatan fiqih. 

Maka materi pendidikan Rasulullah ketika berdakwah dimekah kepada para sahabatnya maka Rasulullah menjelaskan hubungan ayat ayat al quran dengan kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta dan manusia dengan Allah. Menjelaskan ayat ayat al  quran ini sebenarnya akan menjelaskan apa. Sehingga dengan demikian dapat membangun kerangka untuk shayfatul nafh, intinya dalam shayfatul nafh itu manusia dapat menempatkan dirinya pada posisi seharusnya, disitulah ada adab dan disitulah ia dapat mengerti dirinya, dirinya dengan nafsunya. 

Memangnya saat ini pendidikan sekarang memeliki kurikulum syaifatul nafh ? 

Syaifatul Nafh saat ini hanya banyak diceramahkan, itupun hanya kutipan tetapi tidak membangun paradikma pemikiran. 

Berbeda dengan pembelajaran yang dilakukan para sahabat, ketika mereka membaca surah al furqon, mereka dilatih untuk membangun diri dan jiwa itu seperti apa.  

Rasulullah solat menghadap kabah yang searah dengan syam. Saat Rasulullah berdakwah dengan kaum quraish Rasulullah tidak serta merta menghancurkan patung patung yang berada disekitaran kabah. Tapi setelah 20 tahun Rasulullah berdakwah barulah patung patung itu Rasulullah hancurkan. Pendekatan harus dilakukan dengan baik tidak harus dengan pendekatan fiqih saja, karena jika berbeda mahzab maka akan terjadi penolakan, jika dipaksakan akan terjadi keributan. Ada pendekatan dakwah dan pendekatan strategi yang dilakukan bukan pendekatan Aqidah, karena mereka masyarakat jahiliayah semua adalah orang orang batil. Tidak mungkin akan menerima kebenaran yang Rasulullah sampaikan. Tidak serta merta langsung mengatakan lawan saja kebatilan toh kalau kita mati kita akan mati syahid, pemahaman ini keliru. 


Bersambung Materi Madrasah Sirah - Pertemuan 04/01 (klik disini


Resume Kajian Madrasah Sirah - Mekah : 


Kajian Madrasah Sirah Pertemuan 01 (sesi ke-1) dan (sesi ke-2

Kajian Madrasah Sirah Pertemuan 02 (sesi ke-1dan (sesi ke-2

Kajian Madrasah Sirah Pertemuan 03 (sesi ke-1) dan (sesi ke-2)