Pengikut

Jumat, 03 Agustus 2018

Makanan Bayi (2) - Edukasi Halal Produk

Apakah Makanan Bayi Anda Halal ??

by : Anis Mumtaaz (myhalal.itinerary@gmail.com)

Pembahasan sebelumnya (klik disini

1. Makanan MPASI Makanan Olahan 

Makanan olahan adalah makanan yang  diproduksi dengan mengubah bentuk dan rasa dari bahan asli.  Salah satu contoh makanan olahan adalah menu MPASI (makanan pendamping asi yang diberikan pada usia setelah 6 bulan). 
  • Pada usia bayi 6-9 bulan sebaiknya diberikan MPASI yang bertekstur halus, tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer. Jadi apabila diambil dengan sendok lalu dimiringkan maka bubur tidak tumpah. Untuk mendapatkan kekentalan yang diinginkan, Anda bisa mencampur makanan dengan susu formula, atau air. 
  • Pada usia bayi 9-12 bulan. Pada usia 9-12 bulan, tekstur makanan ditingkatkan menjadi lembek dengan cara tidak disaring tapi dicincang halus atau diiris halus. Sejak usia 8 bulan, bayi bisa diberikan makanan finger food karena ia sudah bisa memegang makanan sendiri. 
  • Pada usia bayi 10 bulan, bayi sudah bisa makan makanan dengan tekstur semi-padat. Bayi dapat diperkenalkan dengan bubur tim sari. Yakni bubur nasi/sayur/lauk  yang dapat Anda blender, beserta kuah kaldu.
  • Pada usia 12 bulan atau 1 tahun, anak sudah bisa makan makanan dengan tekstur yang sama dengan anggota keluarga di rumah, namun tetap dalam batasan tertentu, misalnya tidak terlalu pedas ataupun tidak terlalu berlemak.
  • Terlepas dari gizi tambahan yang didapatkan dari MPASI, jangan lupa bahwa balita tetap memerlukan asupan suplemen vitamin A, vitamin C, dan vitamin D secara khusus. Para ahli merekomendasikan untuk memberikan suplemen vitamin-vitamin ini tiap hari, terutama kepada balita.
  • Makanan untuk bayi yang harus dihindari makan mentah. Makanan mentah karena adanya paparan bakteri salmonella yang terkandung pada makanan mentah meningkatkan risiko bayi menderita gastoenteritis. Akibatnya, anak Anda mungkin akan memunculkan gejala seperti mualmuntah, kram perut, diaredemamsakit kepala, panas dingin, dan darah di feses. Beberapa makanan yang harus dihindari adalah daging, unggas, dan seafood mentah. Selain itu, bayi juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi telur mentah. 

Menu MPASI dengan penambahan bahan tambahan lainnya

Menu MPASI merupakan menu bubur yang berbahan dasar beras atau tepung beras, yang ditambahkan beberapa bahan tambahan lainnya, seperti :
  • Menu MPASI dengan penambahan Susu Formula, Menu MPASI yang dibuat dari susu formula yakni bubur susu adalah bubur beras yang ditambahkan susu formula, bubur susu merupakan asupan penting bagi bayi. Maka penting bagi Ibu untuk memperhatikan kandungan gizi dalam bubur susu. Jangan sampai karena cara memasak yang salah, kandungan gizi dalam bubur susu bisa rusak. Kesalahan yang umum terjadi ketika merebus susu formula bersama makanan bayi lainnya. Jangan pernah memanaskan susu formula diatas kompor, karena nutrisi susu formula akan rusak ketika dipanaskan pada suhu 40 derajat (nutrisi yang rusak adalah probiotil yang sangat bermanfaat untuk sistem pencernaan tubuh). Cara pembuatan MPASI susu formula yang benar dengan larutkan tepung beras halus dengan air matang. Aduk sampai rata. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk sampai kental dan matang (sampai mletu-letup). Aduk – aduk sampai panasnya berkurang. Tuang kedalam mangkuk bayi. Tambahkan susu formula pada saat bubur sudah sedikit dingin. Tambahkan susu formula ketika hendak disajikan pada bayi. Jika bubur susu masih tersisa, jangan disimpan, lebih baik dibuang. Bubur susu boleh diberikan sehari satu kali, kemudian bertahap menjadi 2x dalam sehari. Berikan satu jenis makanan selama 3 hari berturut-turut untuk mengetahui apakan bayi cocok dengan makanan tersebut atau tidak. Setelah 2 minggu variasikan menu bubur bayi. 
  • Menu MPASI dengan menambahkan keju, Bahan utama untuk membuat keju adalah susu, Jenis keju sangat banyak sekali bisa mencapai puluhan, bahkan mungkin ratusan, oleh karena itu cara pembuatannya sangat bervariasi sekali. Walaupun demikian, pada dasarnya keju dibuat melalui beberapa tahap yaitu (1)Tahap persiapan susu, (2)Tahap Koagulasi (pengumpalan susu), (3)Tahap Pemisahan whey, (4)Tahap pengolahan curd, (5)Tahap pematangan keju, (6)Tahap penyimpanan. Berbagai tipe dan jenis keju yang ada dikelompokkan berdasarkan proses dan ingredien yang digunakan. Keju cottage misalnya, dibuat dengan cara penambahan asam untuk menggumpalkan susu yang ada. Karena hanya ditambahkan asam dalam prosesnya maka keju ini aman bagi konsumen Muslim. Sedangkan keju yang lain seperti misalnya mozzarella, cheddar, dan parmesan dibuat dengan penambahan enzim dan kultur bakteri untuk menggumpalkan susunya. Turunan keju adalah Laktosa, whey. 
  • Menu MPASI dengan menambahkan lemak, Anak-anak  membutuhkan asupan lemak yang bisa ditambahkan ke dalam menu MPASInya. Adapun jenis-lemak yang baik dikonsumsi anak adalah mentega, margarine, Mentega berbeda dengan margarine karena rasa mentega lebih gurih dan memiliki aroma yang lebih tajam. Jenis lemak lain adalah santan yang didapat dari daging kelapa asli ataupun kemasan instan, serta minyak sayur yang terdiri dari minyak wijen, minyak zaitun, dan minyak jagung. 
  • Menu MPASI yang tidak menggunakan Gula, Garam dan MSG (Monosodium Glutamat),  Pemberian garam, MSG dan gula karena tidak memberikan tambahan nutrisi, dan hanya memperkenalkan suatu standar rasa enak pada lidah. Penambahan cita rasa dari garam, MSG dan gula kedalam menu MPASI akan akan mengakibatan menghambat perkembangan anak dan sangat berbagaya bagi kesehatannya. Bayi sebenarnya tidak membutuhkan penambahan cita rasa pada makanannya, karena bayi memiliki indra perasa yang masih sangat sensitif. Bayi sudah mampu mengenali rasa dasar dengan cukup baik. Penambahan garam akan menyebabkan beban ginjal bayi dan juga menyebabkan darah tinggi ketika ia sudah dewasa, sedangkan penambahan gula dapat merusak gigi. Hindari penggunaan garam dan gula sampai anak berusia minimal satu tahun.  Dapat menambahkan kaldu untuk memberikan rasa gurih, kaldu yang digunakan sebaiknya dibuat sendiri dari rebusan daging ayam, daging sapi atau ikan. Kaldu yang dibuat sendiri akan aman untuk dikonsumsi anak. Untuk pengganti gula bisa menambahkan palm sugar, brown rice syrup, madu dan menggunakan tepung kurma. Hindari juga pemberian pemanis sampai anak usia 1 tahun karen bisa menimbulkan botulisme atau keracunan makanan. 

Titik Kritis Kehalalan MPASI (makanan Olahan)

Titik kritis kehalalan adalah suatu tahapan produksi pangan yang dimana ada kemungkinan suatu produk menjadi haram. Titik kritis kehalalan dari beberapa produk yang mendukung makanan MPASI yakni : 

1. Tepung beras

Tepung beras yang dibuat dengan cara menggiling beras itu sendiri dengan menggunakan blander sudah tentu halal dan dapat dikonsumsi. Tetapi tepung beras yang berasal dari pabrikan akan lebih berpotensi menjadi tidak halal terkecuali telah tersertifikasi halal oleh LPPOM MUI dan lembaga lainnya yang diakui LPPOM MUI.  

Titik kritis kehalalan dari tepung beras pabrikan adalah 
  • Adanya berbagai bahan improving agent yang ditambahkan manakala proses produksinya bahan improving agent tersebut melibatkan mikrobiologis yang media tumbuhnya menggunakan plasenta babi.

2. Mentega dan Margarine

Selain ASI, bayi 6 bulan bisa memenuhi kebutuhan lemak dari bahan pangan sumber lemak yang sedikit demi sedikit bisa Anda tambahkan ke dalam bubur atau nasi timnya. Mentega (butter) dibuat dari bahan lemak hewani, mentega lebih mudah meleleh dari margarine. Di dalam proses pembuatan mentega melibatkan proses fermentasi, hal ini menyebabkan margarine diragukan kehalalannya, kecuali yang sudah mendapatkan sertifikat halal. Kehalalan proses fermentasi ditentukan media tumbuh bakteri asam laktat, media tumbuh bakteri ini dapat mengkontaminasi bakteri yang dipergunakan untuk proses fermentasi dalam proses pembuatan mentega. Tetapi jika mentega dibuat melalui proses jalur kedua yang tanpa fermentasi maka kehalalannya tidak bermasalah, kecuali jika ditambahkan pewarna karoten karena pewarna karoten biasanya berada dalam suatu carrier (penyalut), salah satu bahan yang bisa digunakan sebagai carrier adalah gelatin (bisa terbuat dari babi, sapi atau ikan). Proses pembuatan mentega kebanyakan ditemui terbuat dari susu sapi, yang telah melalui proses pasteurisasi sehingga produk yang dihasilkan lebih aman dan tidak cepat basi. Tekstur mentega pun lembek dan mudah leleh jika tidak disimpan di suhu dingin.

Tahapan pembuatan mentega :
  • Separasi, memisahkan skim dan rim, lemak susu (skim dan rim) dipisahkan dengan separator.
  • Standarisasi, penyesuaian kadar lemak krim yang akan dibuat menjadi mentega.
  • Netralisasi, menghindari terjadinya penggumpalan apabila dilakukan pasteurisasi. Proses ini dilakukan dengan menambahkan larutan alkali, proses ini memiliki fungsi untuk mencegah timbulnya cita rasa yang tidak baik selama pemanasan dan memberikan hasil lebih baik pada hasil akhir.
  • Pasteurisasi, pemanasan dengan metode cepat (70-75C selama 30 menit), atau metode cepat (80-85C selama 25 detik)
  • Pemeraman, proses yang dilakukan jika dikehendali mentega dengan cita rasa yang spesifik yang dilakukan pada suhu 21C, menggunakan mikroba (Streptococcus lactis, Str. Citrovorus, Str. Paracitrovorus), pemeraman dihentikan apabila keasaman krim mencapai 0,2-0,4% (membutuhkan waktu 12-18 jam)
  • Pendinginan, akan memberikan tekstur yang baik dan memudahkan pembalikan emulsi lemak dalam air menjadi emulsi air dalam lemak.
  • Churning, proses pengadukan (proses cepat dikerjakan 3 jam dengan suhu 3-4C), (proses lambat dikerjakan semalam dengan suhu 10C), keasaman krim 0,4-0,5%
  • Pencucian 
  • Partikel mentega terbentuk terpisah dari serumnya yang dimana proses pencuciannya dilakukan 4-5 kali 
  • Penggaraman, untuk mentega dengan rasa asin dikerjakan sebelum proses churning yang terakhir. Jumlah garam berkisar 5,25%. Garam yang tertinggal dimentega berkisar 1-2%.

Margarin dibuat dari bahan lemak nabati dan berwarna lebih kuning dari mentega, Proses pembuatan Margarin meliputi beberapa tahapan, yaitu: netralisasi, bleaching, hidrogenasi, deodorisasi, dan emulsifikasi. Margarin adalah produk yang berasal dari lemak padat atau cair yang berasal dari nabati dan/atau hewani, artinya bisa seluruhnya berasal dari minyak/lemak nabati, seluruhnya dari lemak hewani atau campuran minyak/lemak nabati dan lemak hewani.  bahkan rawan sekali kehalalannya karena bisa mengandung lemak hewani dimana jenisnya bisa lemak babi atau lemak sapi yang sapinya tidak disembelih secara Islami. 

Tahapan pembuatan Margarin
  • Tahap netralisasi merupakan proses memisahkan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lainnya. 
  • Tahap bleaching, yaitu proses pemurnian untuk menghilangkan zat-zat warna yang tidak disukai dalam minyak. Pemucatan dilakukan melalui pencampuran minyak dengan sejumlah kecil adsorben berupa bleaching earth ataupun arang aktif. Titik kritis haram yang pertama terletak pada zat adsorben tersebut. Arang aktif yang digunakan bisa berasal dari kayu atau tempurung kelapa, namun bisa juga berasal dari tulang babi atau tulang sapi yang tidak disembelih secara islami. 
  • Tahap hidrogenasi, yaitu pengolahan minyak atau lemak dengan cara menambahkan hidrogen pada ikatan rangkap dari asam lemak, sehingga akan mengurangi ketidakjenuhan minyak atau lemak.
  • Tahap deodorisasi untuk mengurangi bau dan rasa yang tidak sedap pada minyak dilakukan Tahapan ini dilakukan dengan penyulingan minyak menggunakan uap panas dalam tekanan atmosfer atau dalam keadaan vakum. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dalam margarin ditambahkan bahan tambahan pangan yang larut minyak (misalnya, pewarna, perisa, vitamin, antioksidan) dan bahan tambahan yang larut air (misalnya garam dan susu). Flavor disini merupakan bahan kritis yang harus memiliki sertifikasi halal. 
  • Proses emulsifikasi antara minyak dan larutan dipercepat dengan agitasi mekanik. Untuk menstabilkan emulsi dan mencegah pemisahan fase minyak – air, dapat digunakan emulsifier. Nah, titik kritis haram berikutnya terdapat pada bahan tambahan pangan tersebut. Emulsifier merupakan mono- atau digliserida yang berasal dari proses hidrolisis lemak hewani ataupun nabati. Yang harus dikritisi adalah jika yang digunakan berasal dari lemak hewani yang berasal dari lemak sapi (yang tidak disembelih secara islami) atau dari lemak babi. Atau kalaupun berasal dari lemak nabati, yang perlu dikritisi adalah proses hidrolisis untuk mendapatkan emulsifier, yang mungkin saja menggunakan enzim yang berasal dari bahan-bahan haram seperti porcine pancreas lipase (enzim lipase yang berasal dari pankreas babi). 
  • BTP lainnya yang perlu dikritisi adalah perisa (flavoring), vitamin (beta-kaoten), whey dan glatine. Bisa saja perisa atau vitamin tersebut berasal dari senyawa kimia sintetis maupun alami yang mungkin berasal dari bahan yang haram. Untuk mencegah kerusakan dan memperpanjang masa simpan, produk campuran tersebut dapat dipasteurisasi. Dan untuk menjaga kestabilannya, kadang dilakukan pelapisan (coating) dengan gelatin. Gelatin ini juga harus dikritisi, karena bisa saja gelatin tersebut berasal dari hewan seperti sapi yang tidak disembelih secara islami ataupun babi. Lesitin sendiri secara komersial berasal dari kedele, akan tetapi jenis lesitin ini cukup banyak, salah satu jenis lesitin dibuat dengan melibatkan enzim fosfolipase A yang diperoleh dari pankreas babi. Hasil hidrolisis (penguraian) lemak susu dengan menggunakan enzim lipase (bisa dari tanaman, hewan dan mikroorganisme, banyak yang berasal dari hewan).
Pilihlah mentega dan margarin yang telah diperiksa kehalalannya (yang sudah berlabel halal), didalam negeri produk halal bisa dikenali dengan adanya nomor MD dan label halal (harus ada dua-duanya), untuk produk luar negeri ada nomor ML dan label halal harus ada dua-duanya). 

3. Minyak Nabati 

Minyak nabati merupakan minyak yang sumbernya berasal dari tanaman, misalnya minyak jagung, minyak kedelai, minyak zaitun, minyak kelapa (coconut oil), minyak kelapa sawit, dan lain sebagainya. 

Tahapan pembuatan minyak nabati antara lain : 
  • Dalam proses pembuatan minyak nabati, dilakukan dari mengumpulkan biji kelapa sawit yang telah dipanen dan kemudian diuji kualitasnya. Setelah itu, biji kelapa sawit yang memenuhi kualifikasi akan dibawa ke pabrik penggilingan (mill) yang berdekatan dengan kebun. Di sana, biji kelapa sawit diekstraksi menjadi larutan berwarna oranye pekat yang sering dikenal sebagai crude palm oil (CPO). Sebenarnya CPO tersebut sudah bisa digunakan sebagai minyak goreng yang disebut minyak kelapa sawit merah, namun bau dan warnanya masih pekat. Sehingga memerlukan proses lanjutan. 
  • CPO akan dikumpulkan di dalam tabung raksasa, disimpan paling lama sekitar delapan hari, kemudian disuling (refinery) untuk menghasilkan RBDPO yang dihasilkan dari ketiga proses diatas terdiri dari dua fraksi, yaitu fraksi padat (stearin) dan fraksi cair (olein). yang telah tiba akan disimpan dalam tabung,
  • Proses Fraksinasi, untuk memisahkan dua fraksi tersebut, umumnya proses ini akan memakan waktu hingga 14 jam. Semakin lama proses fraksinasi, semakin bagus pula kualitas minyak yang dihasilkan. 
  • Selama proses pembuatan minyak nabati tersebut terus dipantau dan diuji secara berkala untuk memastikan kondisi dan kualitasnya. Dan, setelah selesai difraksinasi, minyak goreng kemudian akan didiamkan hingga mencapai suhu ruang, lalu dikemas dengan aneka kemasan plastik, lalu didistribusikan ke para konsumen.
Dalam proses pembuatan minyak nabati tersebut terdapat beberapa titik kritis, yaitu terdapat kemungkinan penggunaan karbon aktif. Penelaahan karbon aktif apakah menggunakan karbon aktif dari tulang hewan haram seperti babi atau tulang hewan halal yang disembelih sesuai syariat Islam atau tidak. Selain bahan penolong proses, perlu penelaahan ada tidaknya bahan tambahan lain, minyak nabati yang dicampur dengan minyak lain, misalnya minyak hewani. Dengan kandungan bahan lain maksimal 10 % masih dapat diklaim sebagai minyak nabati. Penambahan vitamin pun perlu ditelaah sumber dan bahan penyusun vitaminnya.  Pada pewarna perlu ditelaah kehalalan sumber pewarna, pelarut yang ditambahkan dalam proses produksi minyak nabati. 

Konsumen juga harus waspada dengan ketayyiban, terutama pada minyak jelantah. Secara Islami, minyak tersebut tidak tayib karena banyak mengandung radikal bebas. Banyak zat beracun atau karsinogen yang terkandung dalam minyak jelantah yang digunakan lebih dari tiga kali. Karsinogen sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabkan kanker. Minyak jelantah yang terus dipanaskan akan mengandung lemak jenuh. Sehingga tidak baik untuk kesehatan. 

3. Keju dan hasil sampingnya 

Bahan utama untuk membuat keju adalah susu, paling banyak susu sapi, setelah itu susu kambing sebagai kedua terbanyak. Dalam proses pembuatan keju membutuhkan enzim (rennet / pepsin) yang diperoleh dari hewan. 

Tahap koagulasi atau penggumpalan susu adalah tahap yang kritis dari segi kehalalan keju. Hal ini karena untuk menggumpalkan susu diperlukan bahan yang bisa membuat keju menjadi tidak halal seperti akan dijelaskan berikut ini. 

Tiga metoda yang biasa dilakukan pada tahap koagulasi susu ini.
  • Metoda pertama, metoda yang paling banyak digunakan dalam pembuatan berbagai jenis keju, yaitu dengan menggunakan enzim (enzim adalah suatu protein yang mempunyai kemampuan mempercepat reaksi biologis) yang mampu menggumpalkan susu (disebut juga sebagai koagulan). Koagulan yang pertama-tama digunakan adalah yang berasal dari perut sapi muda (anak sapi) yang disebut dengan rennet. Pada saat ini rennet diperoleh dari bukan hanya perut sapi muda akan tetapi juga perut sapi dewasa, anak kambing, kambing dewasa, domba dan babi.
  • Metoda kedua, yang digunakan untuk menggumpalkan susu yaitu dengan menggunakan asam yang dapat dihasilkan oleh bakteri asam laktat yang ditambahkan kedalam susu, atau dengan menggunakan asam organik seperti asam sitrat, asam asetat, asam tartarat atau whey yang telah diasamkan.Dari segi kehalalan perlu dicermati media yang digunakan karena biasanya terdiri dari komponen susu dan nutrien lain seperti ekstrak khamir (yeast extract), mineral dan vitamin. Komponen susu yang perlu dicermati adalah whey karena bisa tidak halal seperti akan dijelaskan kemudian. Ekstrak khamir bisa tidak halal jika diperoleh sebagai hasil samping industri bir, atau jika untuk memproduksinya menggunakan media yang mengandung bahan yang tidak halal.
  • Metode ketiga, yang digunakan untuk menggumpalkan susu yaitu dengan menggunakan asam dan pemanasan yang tinggi
Koagulan juga ada yang berasal dari mikroorganisma, tumbuh-tumbuhan dan hasil fermentasi GMO (Genetically-Modified Organism, mikroorganisma yang telah diubah genetiknya). Sebagai tambahan, pada prakteknya penggunaan koagulan rennet ini biasanya dilakukan bersama-sama dengan penambahan bakteri asam laktat yang digunakan pada metode kedua. Penambahan bakteri asam laktat ini ditujukan bukan hanya untuk menghasilkan asam yang akan memudahkan proses penggumpalan susu akan tetapi juga dimaksudkan untuk menghasilkan flavor (citarasa) tertentu. pada saat ini yang paling banyak digunakan adalah koagulan yang berasal dari hewan, akan tetapi seiring dengan permintaan, koagulan yang berasal dari mikroorganisma meningkat penggunaannya. Dari segi kehalalan, penggunaan koagulan yang berasal dari hewan jelas rawan menghasilkan keju yang tidak halal karena disamping bisa berasal dari babi juga bisa berasal dari sapi atau kambing yang tidak disembelih secara Islami (sebagian besar koagulan diproduksi oleh negara maju non muslim). Hal ini karena koagulan dari hewan ini disamping bisa tidak halal juga bercampur dengan keju yang dihasilkan. Kehalalan bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan keju, akan berpengaruh pada whey dan laktosa yang merupakan hasil sampingnya

3. Susu Formula dan hasil samping

Setidaknya perlu diketahui untuk bayi yang mengonsumsi lebih dari 500 mililiter susu formula per hari sebaiknya tidak diberikan suplemen vitamin lagi karena susu formula sudah diperkaya dengan nutrisi-nutrisi tersebut. Dalam proses pembuatan susu formula secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu Wet Process (Proses Basah), Dry Process (Proses Kering) dan Blending (Pencampuran).
  • Wet Process (Proses Basah) Proses basah adalah proses yang menggunakan bahan-bahan yang masih berupa liquid atau cairan. Prosesnya terdiri dari (1) Penerimaan Susu Segar, (2) Pendinginan susu segar, (3) Pasteurisasi Pasteurisasi bertujuan untuk membunuh semua mikrobia pathogen yang dapat merusak susu sehingga cita rasa dan komposisi susu dapat dipertahankan serta susu aman dikonsumsi. (4) . Compounding (Pencampuran Basah) Compounding merupakan proses pencampuran, pendispersian, dan pelarutan komponen padat (bubuk) dan cair untuk memperoleh campuran yang homogen sebelum dilakukan proses pengeringan. Komponen utama dalam proses ini adalah susu segar, air dan minyak nabati yang telah diformulasi. Sementara komponen bubuk yang ditambahkan berupa susu bubuk, skim, whey, pemberi aroma, emulsifier/stabilizer (lechitin), vitamin dan mineral. (5) Sterilisasi Tujuan utama dari proses sterilisasi adalah menurunkan jumlah total sel mikrobia dan spora agar susu dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa pendinginan. (6) Homogenisasi Homogenisasi adalah suatu perlakuan untuk menyeragamkan ukuran globula lemak, tujuannya untuk menghindari pemisahan lemak dan terbentuknya lapisan cream (creaming) bila susu didiamkan. 
  • Dry Process (Proses Kering) Proses kering yaitu proses untuk menghasilkan susu dalam bentuk bubuk kering. Adapun tahapan prosesnya meliputi (1) Evaporasi, Evaporasi merupakan proses penguapan sebagian air yang terdapat dalam susu untuk memperoleh susu pekat dengan kadar padatan sesuai dengan yang dikehendaki. (2) Spray drying (pengeringan) Susu kental (konsentrat) dari concentrate tank dialirkan ke preheater berbentuk shell and tube untuk dipanaskan sampai mencapai suhu 70o C. Pemanasan di sini berfungsi sebagai pemanasan pendahuluan sebelum susu dikeringkan dalam spray dryer agar perubahan panas campuran tidak terjadi secara mendadak yang dapat menyebabkan kegosongan dan kerusakan komponen
  • Dry Blending (Pencampuran Kering) Dry blending adalah proses pencampuran base powder yang dihasilkan dari spray dryer dengan raw material lainnya seperti whey powder, gula dan material premix. Vitamin yang ditambahkan adalah vitamin dan mineral yang tahan terhadap pemanasan. 
Dalam proses pembutan susu formula ada pencampuran dengan penambahan whey karena tidak murni susu. selain itu penambahan bahan adictive asam lemak (omega 3), prebiotik, laktosa, pengemulsi, perisa (flavor), dan vitamin, yang mempengaruhi kehalalan dari susu formula. Asam lemak omega-3 bersifat tidak stabil. Mudah rusak karena reaksi oksidasi. Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan karena reaksi oksidasi, asam lemak omega-3 biasanya dienkapsulasi (disalut). Dalam kondisi ini, asam lemak omega-3 berada di dalam suatu penyalut (enkapsulan). Ada banyak jenis penyalut yang dapat digunakan. Kebanyakan dari bahan tanaman, seperti pati termodifikasi, gum, dan maltodekstrin. Semua bahan itu berasal dari tanaman dan tidak bermasalah. “Namun, terdapat satu jenis penyalut yang status kehalalannya masih dipertanyakan, yaitu gelatin. Produk turunan susu adalah Keju, Yogurt, Butter, Es krim 

4. Pengganti Gula (Palm Sugar, Brown Rice syrup, madu)

A. Proses pembuatan palm sugar

Proses pembuatan palm sugar mempergunakan bahan baku yang berasal dari bahan alami, gula aren dan gula kelapa sebenarnya tidak memiliki titik kritis haram yang cukup tinggi. Meski dalam proses pengolahannya, gula aren dan gula kelapa melibatkan sedikit zat kimia, yakni sodium metabisulfit. Tetapi zat tersebut tidak memiliki titik kritis yang harus dicermati. Salah satu UKM yang telah tersetifikasi halal adalah PD Mitra Usaha Sejahtera yang memproduksi gula aren, gula kelapa, dan gula semut aren. Tetapi jika gula aren pabrikan serbuk dimana proses produksinya dengan cara melakukan ekstraksi gula aren dan kemudian dilakukan proses spraydryer dengan filler maltodextrine maka harus dipastikan maltodektrine nya telah tersertifikasi halal, dan selama proses pembuatannya tidak ada penambahan flavor dan pewarna. Karena ada beberapa pewarna sintetis yang seharusnya tersertifikasi halal. 

B. Proses pembuatan brown rice syrup,   

Bahan terbesar proses produksi syrup adalah air. Namun, untuk membuat sirup diperlukan bahan-bahan lain, seperti gula, garam, konsentrat buah/brown rice, pewarna, flavor, penatur keasaman, pengawet, stabilizer, dan pemanis buatan. Mengingat banyaknya bahan tambahan yang terkandung di dalam sirup, maka alangkah baiknya senantiasa berhati-hati, terhadap bahan-bahan tambahan yang dianggap mempunyai titik kritis keharaman. 
  • Gula merupakan hasil ekastrak tebu tetapi bisa saja dalam prosesnya bersinggungan dengan bahan tambahan lain yang mungkin tidak halal. Pada proses pembutan gula yang mengalami proses pemutihan untuk menghasilkan gula rafinasi, Titik kritis keharaman dari gula rafinasi terletak pada proses yang menggunakan arang aktif, arang aktif bisa berasal dari tempurung kelapa, serbuk gergaji, batu bara, atau tulang hewan. Jika menggunakan bahan-bahan nabati, maka tentu tak perlu diragukan kehalalannya. Namun jika arang aktif tersebut berasal dari tulang babi, jelas gula tersebut menjadi haram. Sedangkan jika arang aktifnya berasal dari sapi, maka harus dipastikan bahwa sapi tersebut disembelih secara syariah.
  • Konsentrate buah / brown rice. Proses pembuatan konsentrat buah merupakan bahan tambahan untuk menambah rasa sirup sehingga mirip atau sama dengan buah tertentu. Sepintas, konsentrat buah ini memang tidak akan bermasalah bila dilihat status kehalalannya. Tetapi walaupun berasal dari buah, konsentrat pun bisa jadi menggunakan bahan penolong yang tidak jelas status kehalalannya. Untuk membuat konsentrat buah agar tidak keruh, misalnya, diperlukan bahan penolong seperti enzim atau gelatin. Kalau berbicara enzim, maka yang harus dipastikan adalah sumber enzimnya, apakah berasal dari tumbuhan, hewani, atau mikrobial. Selain itu kehalalan juga dipengaruhi penggunaan pelarut, flavor, pewarna yang dipergunakan dalam proses pembuatan konsentrate 
  • Jika penjernih sirupnya menggunakan gelatin, maka harus dipastikan bahwa gelatin tersebut berasal dari sumber yang halal
  • Penatur keasaman, juga bisa bermasalah dari aspek kehalalan. Salah satunya adalah asam sitrat. Karena asam sitrat merupakan produk mikrobial, 
  • Pemanis buatan yang bisa bermasalah adalah aspartam. Pemanis buatan ini terdiri dari dua asam amino yakni fenilalanin dan asam aspartat. Karena biasanya dua asam amino ini juga diolah secara mikrobial, maka tentu harus memenuhi persyaratan halal produk mikrobial. 

C. Proses pembuatan madu

Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga.  Walaupun madu dikenal memiliki banyak manfaat, sayangnya madu tidak dianjurkan bagi bayi. Madu mengandung bakteri penghasil racun dalam usus yang dapat menyebabkan botulisme pada bayi. Untuk kebaikan anak, jangan berikan madu sebelum mereka berusia 1 tahun. 
  • Proses pembuatan madu oleh lebah, Langkah pertama dalam pembuatan madu adalah pengumpulan nektar. Nektar yang diperoleh lebah pekerja dari bunga akan dibawa kembali ke sarangnya. Setelah nektar dikumpulkan, lebah kembali ke sarang dimana lebah pekerja lain (biasanya lebih muda) mengisap nektar dari perut lebah pekerja yang baru pulang menggunakan proboscis.ebah pekerja muda yang berada di sarang lantas mengubah nektar menjadi madu. Hal ini dilakukan dengan menambahkan berbagai enzim dari mulut lebah pekerja ke nektar untuk kemudian mengubahnya menjadi madu mentah. Proses ini memakan waktu sekitar 20 menit. Madu mentah lantas disimpan di dalam sarang tempat madu. Pada tahap ini madu masih memiliki kandungan air tinggi. Madu mentah lantas secara berangsur dikurangi kadar airnya. Kepakan sayap lebah dalam sarang merupakan salah satu metode lebah untuk menurunkan kadar air dalam madu mentah. Madu dianggap matang jika kadar air telah turun ke level tertentu. Madu seperti ini secara kehalalannya sudah cukup jelas (produk yang halal)
  • Proses pembuatan madu pabrikan, bahan baku utama produk madu pabrikan adalah madu. Madu murni diperoleh dari petani lebah madu. Bahan baku pembantu ditambahkan dengan tujuan untuk memberikan atau memperbaiki rasa, aroma dan warna tertentu, sehingga memberikan kesan tersendiri dan lebih menarik bagi konsumen. Bahan pembantu yang digunakan pada produk madu pabrikan adalah ekstrak, flavor, pewarna dan pengawet. Penambahan bahan pembantu inilah yang mempengaruhi Madu pabrikan menjadi tidak halal. Konsumsi madu pabrikan dengan aneka rasa  bisa dikombinasikan dengan berbagai bahan makanan seperti selai, roti atau kue. Diminum langsung, juga tak mengurangi kelezatan dan manfaatnya, bahkan menjadi lebih segar bila dicampur air putih dingin atau hangat.

Pembahasan materi berikutnya bersambung (klik disini




Makanan Bayi (1) - Edukasi Halal Produk

Apakah Makanan Bayi Anda Halal ??


Mukadimah 

Makalah sebelumnya (klik disini

Makanan & Minuman HALAL
Di dalam Islam, semua makanan yang masuk ke dalam tubuh seseorang harus bebas dari bahan yang haram, maka untuk orang tua muslim harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi buah hatinya. 
  • Definisi Makanan dan Minuman Halal, Makanan dan minuman yang diperbolehkan untuk dimakan dan diminum menurut syariat islam. 
  • Definisi Produk Halal, Produk yang dalam proses dan fasilitas produksinya memenuhi prasyarat kehalalan yang sesuai syariat islam dan memenuhi 11 kreteria SJH 23000. Mengenal Kreteria halal produk (klik disini-01) dan (klik disini-02)

Makanan halal dan haram 
  • Makanan halal, merupakan segala sesuatu yang baik berupa tumbuhan, buah buahan ataupun ikan dan daging binatang yang pada dasarnya halal (ayam,sapi,kerbau,kambing dll), kecuali apabila ada nash al quran dan hadist yang mengharamkannya. 
  • Makanan haram, makan yang berasal dari bangkai, darah, daging babi, binatang buas, organ manusia  (QS. Al Baqarah : 173), (Al maidah 3), (Al Na'am 145), (An Nahl 115) 

Minuman halal dan haram
  • Minuman halal adalah minuman yang bukan berasal dari khamar dan turunannya, atau minuman yang tidak memiliki kadar alkohol yang memabukan atau kadar alkohol > 1%. 
  • Minuman haram (al maidah 9) adalah minuman yang merupakan hasil fermentasi yang peruntukannya untuk khamar (minuman keras/minuman beralkohol). Fatwa MUI menetapkan bahwa senyawa etanol yang digunakan sebagai pelarut produk pangan adalah 1% atau tidak boleh > 1 % (berdasarkan hasil penelitian pakar bahwa perasan sari buah yang berumur lebih dari 3 hari kondisi sari buahnya sudah berbuih dan memiliki kandungan alkoholnya lebih dari 1 %.

Hal yang mempengaruhi makanan dan minuman halal : 

Makanan dan minuman halal dipengaruhi oleh cara atau proses pengolahan yang benar sesuai dengan syariat islam di dalam fasilitas produksi yang tidak terkontaminasi bahan haram atau najis. Hewan yang seperti kambing, ayam dan sapi apabila disembelih tidak dengan cara syariat islam maka hukumnya akan menjadi haram. Air putih yang dikonsumsi juga dapat menjadi haram ketika proses penyulingan airnya menggunakan filter dari tulang hewan babi. 

Pemahaman Alkohol dan Khamar 
Ada pun alkohol sebagai sebuah unsur, tidak pernah ditetapkan kenajisannya oleh nash syar’i. Tidak ada satu pun ayat Quran atau pun hadits yang mengatakan bahwa unsur Alkohol adalah unsur yang najis. 

Kalau pun Alkohol itu menjadi haram diminum, karena Alkohol itu menjadi campuran minuman keras yang memabukkan. Di mana minuman itu memang telah berefek mengakibatkan mabuk. Sedangkan bila sebuah minuman mengandung Alkohol dan variannya, tanpa menghasilkan efek mabuk, maka tidak bisa dikatakan sebagai khamar. Karena definisi khamar adalah segala minuman yang bisa memabukkan. Dan standarnya adalah orang yang tidak pernah minum khamar sebelumnya. Kalau dia meminum cairan itu, lalu mabuk, maka minuman itu adalah khamar. Tetapi bila orang yang belum pernah minum khamar sebelumnya meminum cairan itu, tetapi tidak mabuk-mabuk juga, berarti minuman itu memang bukan khamar, meski dituduh mengandung Alkohol. Kesimpulannya, khamar atau bukan, ditentukan oleh mabuk atau tidak kalau diminum oleh orang awam yang belum pernah minum khamar. Bukan oleh ada atau tidak adanya unsur Alkohol.
Kutipan  KEPUTUSAN FATWA MUI NO 4/2003  TENTANG PEDOMAN FATWA PRODUK HALAL (Alkohol dan Turunannya)
  • Khamar adalah setiap yang memabukkan, baik minuman maupun yang lainnya. Hukumnya haram.
  • Minuman Yang termasuk dalam Kategori khamar adalah minuman yang mengandung ethanol (C2H5OH) minimal 1 %.
  • Minuman yang termasuk kategori khamar adalah najis.
  • Minuman yang mengandung ethanol dibawah 1 % sebagai hasil fermentasi yang direkayasa adalah haram atas dasar preventif, tapi tidak najis.
  • Minuman yang dibuat dari air perasan tape dengan kandungan ethanol minimal 1 % termasuk kategori khamar.
  • Tape tidak termasuk khamar.
  • Ethanol yang merupakan senyawa murni yang bukan berasal dari industri khamar adalah suci. 

Mengenal Makanan Bayi 

1. ASI (Air Susu Ibu)

Asi adalah air susu ibu yang diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan ositosin setelah kelahiran bayi.  Sebagaimana kita ketahui bahwa ASI adalah makan terbaik untuk bayi. Asi juga merupakan sumber gizi utama untuk bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. 

Pemberian ASI Eksklusif : 
  • Menurut Al Quran (Al Baqarah 233), “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” 
  • Menurut WHO dan Keputusan Mentri Kesehatan no.450/MENKES/SK/VI/2014, memberikan ASI pada bayi secara eksklusif 1 jam setelah bayi dilahirkan hingga bayi berusia 6 bulan, dan dianjurkan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih dengan memberikan makanan pendamping yang sesuai.
Keuntungan memberikan ASI secara dini adalah : 
  • Kontak kulit membuat ibu dan anak merasa nyaman dan tenang dan menambah ikatan kedekatan ibu dan anak.
  • Dalam ASI mengandung zat gizi dan zat kekebalan tubuh untuk mencegah bayi dari terserang penyakit infeksi (batuk, pilek, radang, gangguan pernapasan)
  • Dengan memberikan ASI akan mengurangi pendarahan pasca melahirkan dan melindungi bayi dari alergi (karena air susu ibu aman dan terjamin kebersihannya, tiadak basi dan memiliki suhu yang tepat untuk dikonsumsi bayi)
  • Dengan memberikan ASI akan memperbaiki reflek mengisap, menelan dan bernafas bayi. 
Janganlah panik ketika ASI pasca melahirkan tidak keluar, karena bayi setelah dilahirkan akan dapat bertahan selama 2x24 jam tanpa cairan karena telah membawa cadangan makanan dari rahim ibunya. Maka apabila ASi belum keluar teruslah tetap mengajarkan bayi untuk menyusui dari panyudara ibu, karena kontak kuit tersebut akan merangsang aliran ASI. 

Sunah yang Rasulullah ajarkan sebelum memberikan ASI : 

Beberapa alasan mengapa bayi yang baru dilahirkan kerap meninggal karena :
  • (1) Kurangnya kadar gula dalam tubuh bayi & bobot bayi dibawah normal 
  • (2) Rendahnya suhu badan bayi yang baru dilahirkan. 
Maka untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan cara "tahnik" yang diajarkan oleh Rasulullah yakni dengan memberikan sesuatu yang manis seperti kurma atau madu. Hikmah dari tahnik adalah menguatkan otot yang ada disekitar mulut dengan bergeraknya lidah bayi ke langit-langit mulutnya, sehingga anak siap untuk menyusui. Orang tua melakukan " Tahnik " yakni melumurkan kurma yang telah dilumatkan / memberikan madu  ke langit-langit mulut bayi. Hal ini perkara sunah yang dapat dilakukan atau tidak dihari pertama bayi. 

Hal yang dilakuan sebagian orang sebelum ASI dapat keluar juga 
  • Memberikan makan prelakteal (makanan yang diberikan sebelum ASI keluar). Makanan Prelakteal seperti susu formula, air kelapa, pisang, air tajin (air nasi). Hati hati dalam memberikan makanan prelakteal malah menyebabkan bayi diare, alergi susu formula, makanan ini membuat bayi akan malas menyusui.
Perpanjangan masa menyusui 

Memperpanjang masa menyusui hanya bila hal tersebut memang sesuai dengan keinginan ibu dan bayi (tetapi sebaiknya di konsultasikan kepada dokter). Menyusui membutuhkan komitmen, tetapi akan banyak hal yang harusnya dipertimbangkan bila seorang ibu ingin memperpanjang masa menyusui.
  • Secara syariat islam, diperbolehkan selama tidak membahayakan bayi dan ibu ridho memberikannya, atau jika ada kebutuhan yang menuntut seperti halnya bayi tidak berselera makan apabila tidak disusui. Tetapi menyusui selama 2 tahun lebih utama. 
  • Secara Medis, menyusui 2 tahun lebih tidak mengapa asalkan jangan sampai ibu dan anak agak terkesan memaksa ataupun anak dipaksa agar mau menyusui, tetapi ada anggapan dari seorang profesor Rochester Medical Center, New York mengatakan bahwa dalam kandungan dalam air susu yang dikonsumsi akan berpotensi mendukung terjadinya pembusukan gigi bayi. Sehingga sangat tidak disarankan menyusui apabila bayi telah tumbuh giginya.

2. Makanan Bayi pada usia 6-12 bulan

Bayi sudah bisa diberikan makanan MPASI (makanan pendamping asi), pada usia sebagai berikut : 
  • Menginjak usia 4-5 bulan, bayi sudah bisa diberikan makanan. Makanan padat pertama yang diperkenalkan hendaknya masih dalam bentuk lunak agar mudah dicerna bayi, bisa berupa dalam bentuk bubur susu. Bubur susu biasanya terbuat dari bahan tepung serelia seperti beras, maizena, terigu atau havermout, ditambah susu dan gula. Pembuatan bubur susu bisa dilakukan dengan dibuat sendiri atau membeli bubur susu instan. Namun penting diingat, jika membeli bubur instant, jangan pernah lupa untuk memeriksa tanggal kadaluarsanya. Makanan selingan bagi bayi pada usia 4 bulan sudah dapat diberikan, biasanya dalam bentuk biskuit yang memang dibuat khusus untuk bayi. Biskuit bisa dicampur air matang ataupun susu. Namun jika bayi sudah dapat duduk, berikanlah biskuit dalam bentuk kepingan. Hal ini lebih baik karena dapat melatih melatih keterampilan jari-jemari tangannya (motorik halus) serta merangsang pertumbuhan gigi pada bayi.
  • Menginjak usia 6 bulan, bayi dapat diperkenalkan pada makanan padat berikutnya, seperti halnya nasi tim. Nasi tim biasanya terdiri dari bubur beras ditambah lauk berprotein hewani maupun nabati ditambah sayuran seperti wortel dan bayam. Ada baiknya nasi tim haruslah melalui proses penghalusan terlebih dahulu, bisa dilakukan dengan alat blender sebelum diberikan pada bayi. Makanan selingan setelah usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberikan makanan lain seperti roti, agar-agar, puding, bubur kacang hijau, dan lainnya. 
  • Menginjak usia 10 bulan keatas, bayi dapat mengkonsumsi nasi tim tidak perlu dihaluskan lagi.

Untuk masalah jadwal pemberian makanan, pada umumnya diberikan tiap 3 jam sekali. Namun dalam suatu kasus, terdapat juga bayi yang sudah lapar dalam interval 2 jam. Hal tersebut normal, karena setiap bayi memiliki keunikan tersendiri. Namun pada umumnya lambung tubuh manusia termasuk bayi akan mengalami pengosongan dalam interval 3 jam. Oleh karena itu penting halnya jika terdapat kasus bayi yang mengalami tidur lebih dari 4 jam, bayi tersebut haruslah dibangunkan dan diberikan makanan.

Menurut WHO, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan MPASI (makanan pendamping ASI yang diberikan pada anak usia setelah 6 bulan) antaralain adalah frekuensi, jumlah takaran, tekstur, dan jenisnya. Tekstur makanan harus sesuai dengan kondisi dan usia bayi, agar ia bisa mencerna dengan mudah dan tidak tersedak ketika menelan makanan. Ketika anak usia 6-12 bulan mereka masih mengenal rasa. 

3. Makanan bayi pada usia 2 tahun 

Pada usia anak 2 (dua) tahunanak Anda harus makan makanan sehat tiga kali sehari, ditambah satu atau dua kali makanan ringan. Asupan makanan untuk balita pada usia 2 tahun seharusnya mulai diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan energi untuk tumbuh kembang dalam kesehariannya dan untuk mempertahankan fungsi organ tubuh balita. Asupan makanan si kecil berubah sesuai dengan rentang usianya. Saat anak berusia dua tahun, memiliki selara makan yang berubah-ubah. 

Idealnya, pastikan memakan empat kelompok makanan dasar setiap hari:
  1. Daging, ikan, unggas, telur
  2. Susu, keju, dan produk susu lainnya
  3. Buah-buahan dan sayur-sayuran
  4. Sereal gandum, kentang, beras, produk tepung
Makanan dasar ini akan memenuhi kebutuhan Karbohidrat (kalori), protein, vitamin dan mineral.  Namun, zat besi tambahan mungkin diperlukan jika anak Anda makan sedikit daging, sereal, atau sayuran yang kaya akan zat besi. Namun ingat, minum susu dalam jumlah besar (lebih dari 960 ml per hari) dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Anak Anda harus minum 16 ons (480 ml) susu rendah lemak atau susu tanpa lemak setiap hari. Porsi susu ini akan memberikan sebagian besar kalsium yang ia butuhkan untuk pertumbuhan tulang dan tidak mengganggu nafsu makannya untuk makanan lain, terutama makanan yang mengandung zat besi.

3. Makan Bayi pada usia lebih dari 2 tahun 

Ketika anak sudah berusia 2 tahun keatas, maka anak sudah bisa mengonsumsi makanan yang hampir sama seperti orang dewasa. Pada usia anak diatas dua tahun, balita seharusnya telah mulai diajarkan untuk mengenal makanan baru yang akan menggantikan ASI. Selain itu yang perlu diingat bahwa balita sangat pemilih dalam hal makanan. 

Perlu diketahui juga bahwa si kecil akan memiliki nafsu makan yang berubah ubah dari waktu ke waktu, jika hari ini makannya banyak bisa jadi keesokan harinya makanannya sedikit. Maka ibu dapat menyiasatinya dengan memberikan makanan yan bervariasi jenis, tekstur dan cita rasa. Jika si kecil tidak tergugah selera makannya maka sajikan makanan dalam porsi kecil dan sajian yang menarik perhatiannya, ajak si kecil juga untuk makan bersama keluarga sehingga ia merasakan kasih sayang dari anggota keluarganya. Sebagai orang tua tentunya akan memberikan makanan yang bergizi dan disukai anak-anak. 

Makan makanan ringan di antara waktu makan besar merupakan bagian penting dari aktivitas harian anak. Jadi buatlah makanan ringan yang paling sehat, bergizi, dan semenarik mungkin. Sarannya meliputi:
  • Buah-buahan segar dan buah-buahan kering
  • Crackers dengan keju atau hummus
  • Yogurt (dapat dibekukan dalam cuaca panas sebagai pengganti es krim)
  • Roti kismis, roti buah, atau muffin panggang
  • Biskuit, kue, atau roti
  • Sayuran batangan yang dipotong-potong – ingat bahwa sayuran keras harus diiris tipis, diparut, atau dikukus untuk anak di bawah usia 3 tahun untuk mengurangi risiko tersedak
Minuman, minuman dapat diberikan kepada anak untuk menggantikan makanan besar dan makanan ringan ketika anak aktif dalam beraktifitas, apabila selara makanan anak kita rendah. Apabila anak doyan makan maka terlalu banyak minum akan dapat mengurangi jumlah variasi makanan yang dikonsumsinya. Tidak ada asuapan makan yang bergizi maka akan mempengaruhi pertumbuhan anak. Susu dan produk susu adalah bagian penting dari makanan anak, sekitar 3 cangkir kecil susu setiap hari memberikan jumlah kalsium yang baik untuk tulang dan gigi yang kuat. Air putih sebaiknya ditawarkan pada waktu lain (bukan dijam anak minum susu). Minuman manis seperti jus diperlukan berkala ketika anak sebagai asupan vitamin pengganti buah segar, apabila anak tidak suka mengkonsumsi buah segar. 

Materi bersambung ke halaman berikutnya (klik disini


Mengenal Produk Bayi - Edukasi Halal Produk untuk Bayi (1)

Mengenal Produk Bayi 

Produk bayi adalah semua jenis produk yang diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan bayi.
  • Perlengkapan pakaian 
  • Perlengkapan mandi 
  • Perlengkapan tidur
  • Perlengkapan makan 
  • Perlengkapan berpergian 
  • Perlengkapan kesehatan bayi

Produk halal dengan Sertifikat Halal MUI bukan hanya dibutuhkan oleh umat Muslim, tetapi juga telah menjadi kebutuhan masyarakat secara umum. Karena produk konsumsi yang halal itu merupakan bagian dari kebutuhan konsumsi yang aman dan sehat serta layak konsumsi. 

Keharusan mencantumkan keterangan halal pada suatu produk telah dituangkan kedalam UU no.33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, sehingga mengatur dengan jelas bahwa semua produk yang masuk ke Indonesia atau diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat Halal. Sertifikat Halal dikeluarkan oleh LPPOM MUI atau lembaga sertifikasi halal negara lain yang telah diakui LPPOM MUI. Sertifikat Halal merupakan syarat untuk mendapatkan ijin mencantumkan logo halal pada kemasan suatu produk. SERTIFIKASI halal dianggap sebagai salah satu jaminan paling tinggi tingkat keamanan suatu produk. Tidak hanya pangan, tetapi juga terkait produk yang dikonsumsi untuk anak-anak. 

Perlu dipahami proses sertifikasi halal diperoleh melalui peninjauan komprehensif produk. Mulai dari pemilihan bahan kandungan, penyimpanan, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Keseluruhan proses akan ditinjau dan dipastikan tidak adanya bahan non-halal atau turunannya yang berpotensi tidak aman bagi konsumen. 

Terutama jika konsumennya adalah bayi dan balita yang memiliki tubuh sensitif, kandungan produk yang tidak terpantau akan menimbulkan berbagai risiko. Beragamnya pilihan produk, khususnya untuk anak, kerap menimbulkan kebingungan pada orang tua. Mereka memelukan arahan untuk menghindari resiko, salah satunya kulit bayi yang sensitif.

Pencarian Produk Halal bisa dilihat pada link web ini (klik disini)
Dengan memasukan informasi nama produk / nama produsen / nomer sertifikat


Hal yang harus diperhatikan  :

1. Kulit Bayi 

Kulit bayi cenderung memiliki sifat yang lebih rentan, sensitif, lebih kering, kurang pH, dan tiga kali lebih berat daripada organ tubuh. Sebab, struktur kulit rata-rata pada bayi terdapat tingkat keasaman (acidity) antara 4 hingga 7 (rata-rata 5,5) tergantung tiap individu. Sifat rentan ini membuat kemampuan kulit dalam melindungi tubuh masih belum maksimal. Akibatnya, kesehatan kulit bayi menjadi terganggu dan rentan mengalami berbagai macam masalah kulit. Misalnya, alergi, ruam, iritasi, dan bercak iklim, debu, dan cuaca.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal seperti cuaca, debu, material pakaian, kandungan deterjen, susu formula, dan berbagai macam faktor lainnya mempengaruhi mutu dan kesehatan kulit. 

3. Kesehatan Bayi 

Dalam beberapa hal alasan yang membuat kesehatan sang bayi terganggu adalah kurang terjaga kebersihan disekitar bayi. Terlebih sistem kekebalan tubuh bayi masih lemah dan ini membuatnya sangat rentan terhadap infeksi. Nah, untuk mencegah hal tersebut terjadi, para ibu wajib memperhatikan enam tips menjaga kebersihan yang berujung pada perlindungan terhadap kesehatan bayi. Enam tips untuk tetap menjaga kesehatan bayi kamu yakni
  • Mencuci tangan 
  • Mensterilkan botol susu
  • Membersihkan mulut bayoi (agar lidah tidak jamuran)
  • Mengganti popok 
  • Memandikan bayi 
  • Kebersihan payudara ibu 

4. Produk Bayi yang dipergunakan 

Setiap hari, kita tidak mungkin lepas dari berbagai produk perawatan seperti sabun, sampo, bedak, pelembab dan lainnya. Kelompok produk yang juga dikenal dengan personal care products ini diIndonesia masuk dalam kelompok kosmetik. Produk-produk ini wajib didaftarkan pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan kehalalannya produknya dari LPPOM MUI. Apalagi dalam memilih produk untuk bayi dan anak-anak. Penting bagi kita untuk mengenali apa yang terkandung dalam produk tersebut. Tentu tidak mudah bagi konsumen awam untuk memahami nama-nama kimia yang tercantum dalam komposisi atau ingredient. Tapi paling tidak, kita dapat memulainya dengan bahan-bahan yang sebaiknya dihindari.

Unsur yang terdapat produk Personal Care 
  • Untuk produk pembersih, unsur utama tentu saja bahan pembersih. Bahan antibakteri merupakan bahan aktif yang biasa digunakan pada bahan pembersih baik berbentuk cair (liquid soap) maupun padat. Untuk bayi dan anak, disarankan untuk menggunakan sabun padat tanpa penambahan bahan-bahan yang tidak perlu seperti pewangi. Demikian juga untuk sampo. Untuk produk-produk pembersih ini beberapa bahan yang perlu dihindari di antaranya adalah triclosan. Triclosan dapat menyebabkan iritasi kulit dan diduga dapat terkontaminasi dengan dioksin yang dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius seperti mengganggu sistem kekebalan tubuh. Hal lain, triclosan juga mengakibatkan dampak terhadap lingkungan. Beberapa industri kosmetik mengklaim sudah tidak lagi menggunakan bahan ini. Selain itu, upayakan untuk menghindari yang mengandung ceteareth dan yang berakhiran eth lainnya, juga sodium lauryl/laureth sulfat yang dapat menyebabkan kerusakan kulit.
  • Produk lain adalah yang memiliki efek pelembab. Untuk produk bayi, ada beberapa jenis produk yang bisa ditemukan di antaranya krim untuk popok (diaper cream), lotion, baby oil,dan lainnya. Bacalah komposisi produk dengan baik. Untuk produk diaper cream, sebaiknya hindari yang mengandung asam borat dan natrium borat. Beberapa bahan lain yang umum digunakan pada produk krim atau lotion disarankan untuk dihindari, terutama pada produk untuk bayi dan anak. Di antaranya adalah paraben yang kerap dijumpai dalam bentuk methyl paraben, ethyl paraben, prophyl paraben, buthyl paraben dan sodium methyl paraben. Kelompok paraben yang digunakan sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri ini disinyalir dapat menyebabkan kanker dan merusak hormon endokrin. Bahan lain yang disarankan untuk dihindari adalah ceteareth dan senyawa PEG lain yang dapat mengandung kontaminan penyebab kanker.
  • Bedak tabur (powder), merupakan produk yang tidak pernah ketinggalan dalam paket-paket perlengkapan bayi. Sepertinya sudah menjadi kewajiban bayi yang baru selesai mandi atau baru dibersihkan, untuk diberi bedak. Sebenarnya ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa penggunaan bedak tabur sebaiknya dihindari untuk bayi. Risiko terhirup menjadi perhatian utama. Butiran atau debu bedak dan bahan-bahan yang biasa ditemukan dalam bedak berpotensi terhirup dan dapat menyebabkan kanker serta mengganggu pernafasan dan paru-paru bayi yang relatif masih sangat rentan. Hal lain, banyak yang mengatakan untuk tidak memberi bedak tabur setelah membersihkan bayi dari buang air kecil ataupun besar. Terutama pada anak perempuan. Penggunaan yang rutin dikaitkan dengan meningkatnya peluang terkena kanker rahim.
  • Pewangi atau pemberi aroma yang seringkali tertulis sebagai parfum atau fragrance , perhatikan pada label produk juga apakah ada bahan-bahan yang sebaiknya dihindari. Untuk kepentingan bayi, upayakan menggunakan produk-produk yang hanya menggunakan bahan-bahan dasar tanpa banyak tambahan kimiawi yang tidak perlu. Pewangi perlu dihindari karena berpotensi memiliki efek alergi, serta dugaan mengandung bahan yang dapat merusak hormon.
Memperhatikan Kualitas Wadah Makanan dan Minuman 

Demi menjaga kualitas makanan  dan kandungan nutrisi di dalamnya, Mum perlu memilih wadah yang baik untuk menempatkan bekal si Kecil saat bepergian dan menyimpan bahan makanan di rumah. Pada pengunaannya sering menggunakan wadah plastik kerena awet dan tidak mudah pecah. Akan tetapi, salah memilih wadah plastik bisa membahayakan kesehatan, bahkan menimbulkan kanker. 

Bagi umat Muslim, akan lebih nyaman dan tenang menggunakan produk rumah tangga  (wadah makanan dan minuman) yang berlabel halal dalam kehidupan sehari-hari. Produk plastik rumah tangga yang telah mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Produk ini diklaim sebagai produk rumah tangga halal pertama yang tersedia di Indonesia dan diproduksi oleh pabrik lokal.


Bahan kontainer untuk wadah makanan dan minuman sebaiknya berasal dari Polypropylene(pp) yang bebas BPA dan aman untuk digunakan oleh manusia. Selain itu bahan polycarbonate tahan hingga suhu 120C, Kualitasnya tidak berubah walaupun di rebus berulang kali, serta bahannya aman dan tahan lama. 

Bahan dari polycarbonate memiliki keunggulan yakni : 
  • Warna botol bening 
  • Tidak mudah pecah dan mudah dicuci
  • Dapat di sterilkan dengan cairan sterilisasi maupun dengan microwave


Maka diperlukan pemahaman arti kode recycling termasuk tips memilih kemasan / wadah plastik. 


1. Wadah berkode PETE

Wadah dengan kode ini dibuat dari kandungan PETE (polyethylene terephthalate). Kandungan PETE biasanya dipakai untuk produksi botol plastik transparan seperti botol air mineral, botol jus, dan botol minuman lainnya. Wadah dengan kandungan PETE hanya boleh digunakan sekali, sebab lapisan polimer yang ada pada wadah tersebut mudah meleleh dan mengeluarkan bahan karsinogenik (pemicu timbulnya sel-sel kanker).

2. Wadah Berkode HDPE

Wadah dengan kode ini terbuat dari bahan HDPE (high density polyethylene). Biasanya, kode HDPE terdapat pada botol susu, galon air minum, botol minyak goreng, wadah mentega, yoghurt, dan sebagainya. HDPE sendiri tergolong bahan plastik yang aman digunakan karena tidak menimbulkan reaksi kimia saat bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman di dalamnya. HDPE bersifat kuat, keras, buram, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Akan tetapi, menurut para ahli, meski tertera angka 2 dalam simbol HDPE, sebaiknya wadah jenis ini hanya digunakan untuk satu kali pemakaian. Ini demi menjaga kualitas makanan dan minuman agar tidak tercemar bahan kimia yang mungkin saja larut akibat suhu panas.

3. Wadah Berkode PVC
Wadah jenis ini termasuk sulit didaur ulang, Mum. Huruf V yang berasal dari PVC menandakan wadah tersebut berasal dari bahan polyvinyl chloride. Bahan ini biasa digunakan untuk plastik pembungkus makanan serta beberapa botol minuman kemasan. Bahan plastik dengan kode ini berbahaya untuk kesehatan karena mengandung DEHA yang dapat bereaksi saat terjadi kontak langsung dengan makanan atau minuman. Reaksi ini berbahaya untuk organ ginjal dan hati.

4. Wadah Berkode LDPE
LDPE merupakan singkatan dari Low Density Polyethylene dan merupakan plastik yang berbahan dasar minyak bumi. Biasanya, LDPE dipakai untuk wadah makanan, plastik kemasan, dan botol, Mum. LDPE bersifat kuat, pekat (sulit ditembus cahaya), fleksibel (bisa ditekan, seperti botol sambal), dan permukaannya agak berlemak. Meski sulit hancur, plastik jenis ini bisa didaur ulang.

5. Wadah Berkode PP
PP adalah singkatan dari Polypropylene, Mum. Wadah dengan kode ini baik untuk menyimpan makanan ataupun bahan makanan. Karena terbuat dari Polypropylene yang bersifat transparan, kuat, ringan, tahan terhadap lemak, stabil pada suhu tinggi, dan cukup mengkilap, bisa dibilang, wadah dengan kode ini merupakan pilihan terbaik dan aman untuk menyimpan makanan dan minuman, termasuk botol minum untuk bayi.

6. Wadah Berkode PS
PS merupakan singkatan untuk Polystyrene. Bahan ini terdapat pada styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Pastikan wadah makanan yang Mum pilih untuk si Kecil tidak terdapat kode ini, ya. Wadah berkode ini bisa melepaskan senyawa styrene ke dalam makanan dan mengontaminasinya. Beberapa efek buruk yang ditimbulkan akibat senyawa styrene antara lain masalah reproduksi, otak, sistem saraf, dan pertumbuhan.

7. Wadah Berkode PC
Terakhir adalah wadah berkode PC. Wadah ini biasanya memiliki beberapa jenis bahan, yaitu PC (polycarbonate), SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), dan nilon. Wadah plastik yang biasanya menggunakan bahan ini antara lain botol susu bayi, botol minum, kaleng makanan dan minuman kemasan (termasuk kaleng susu formula), serta plastik kemasan.
Perlu Mum ketahui, bahan SAN dan ABS termasuk jenis yang baik digunakan untuk kemasan karena memiliki resistensi tinggi terhadap reaksi kimia, suhu, dan tekanan, SAN juga sering digunakan untuk mangkok mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, dan sikat gigi. 

Sedangkan ABS digunakan untuk bahan mainan lego. Sementara, untuk polycarbonate/PC, sebenarnya terbilang berbahaya. Bahan ini bisa mengeluarkan senyawa bisfenol A yang merusak sistem hormon, kromosom, ovarium, serta menurunkan produksi sperma dan memperlemah sistem imun. Sebaiknya hindari penggunaan wadah plastik berkode ini Mum, karena sulit membedakan wadah berkode PC yang terbuat dari bahan SAN, ABS, atau polycarbonate.

Nah, setelah membaca ulasan di atas, maka sudah lebih tahu kode-kode mana saja yang menandai sebuah wadah plastik aman digunakan, dan mana pula yang sebaliknya. Untuk itu, yuk, mulai lebih teliti saat membeli wadah makanan berbahan dasar plastik. Sehingga tidak ada lagi material plastik dari produk yang berpindah pada makanan, 

Seperti halnya memilih wadah yang tepat agar kualitas makanan tetap terjaga, memilih susu pertumbuhan balita untuk menunjang tumbuh kembang si Kecil juga harus dilakukan dengan cermat. 

Jangan mudah mempercayai klaim suatu Produk 

Suatu produk bayi biasanya banyak yang mengklaim-klaim produk mereka adalah “natural”, “organic”, “dermatologist-tested”, “hypoallergenic”. Klaim-klaim ini belum berarti aman bagi bayi atau anak. Bacalah label dengan teliti. Perhatikanlah komposisi produk, dan kenali bahan-bahan yang sebaiknya dihindari, diantaranya : 
  • asam borat, 
  • sodium borat, 
  • triclosan, 
  • BHA, 
  • oxybenzone, 
  • 2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol (Bronopol). 
  • ilihlah produk yang bebas pewangi, biasa tertulis “fragrance free”. Pewangi dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Perkara Kehalalan suatu bukan hanya perkara makanan dan minuman

Perkara Kehalalan suatu bukan hanya perkara makanan dan minuman. Tetapi perkara halal ini tidaklah terpatri pada perkara makanan dan minuman saja. Halal juga berkaitan dengan sesuatu yang dibalurkan / dilekatkan pada tubuh kita (perlengkapan bayi yang dioleskan ke tubuh / digunakan untuk memenuhi kebutuhan bayi). 

Maka kehalalan suatu produk tidak hanya perkara makanan dan minuman tetapi juga perkara apa yang kita pakai dan kita gunakan.

Lalu apakah rela kita melumuri tubuh bayi kita dengan sesuatu yang haram dan najis ?? Maka tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan mulai sekarang dalam pemilihan barang bayi, cobalah melakukan 3 tahapan pengecekan kepercayaan, yaiitu :
  • Cek Halal menjadi penting karena sertifikasi halal dari LPPOM MUI memastikan produk tersebut terjamin mutunya, aman dan tidak membahayakan. 
  • Cek Manfaat bertujuan agar para ibu lebih teliti dalam memahami manfaat yang diberikan setiap produk. 
  • Cek Kualitas mengajak para Ibu untuk mengenal lebih jauh kredibilitas merek produk perawatan bayi.
Jika seorang ibu dihadapkan dengan ujian permasalahan memiliki bayi yang  lahir dengan kulit yang sensitif karena itu seorang ibu harus lebih memperhatikan makanan dan perawatan tubuh buah hatinya.

Produk yang bersertifikat Halal

Produk yang bersertifikat Halal dibagi menjadi : 
  • Produk Daging dan Daging Olahan
  • Produk Ikan Olahan 
  • Produk Susu dan Susu Olahan 
  • Produk Makanan, Produk susu bayi dan balita
  • Produk Bumbu dan Produk Ekstrak
  • Produk Food Ingredient (Pewarna, Pemanis Buatan, Kecap)
  • Produk Addictive (asam amino,emulsifier, flavor, asam lemak, enzim, whey poeder)
  • Produk Minyak
  • Produk Backery Ingredients (margarine, cream, pengental, shortening, topping, weapcream)
  • Produk Coklat dan Permen
  • Produk Minuman
  • Produk Bahan campuran minuman
  • Produk Jam, Jelly, Selai, Agar 
  • Produk Makanan Khusus Diet
  • Produk Restoran dan Catering 

Minyak Herbal

Minyak Herbal yang telah mendapatkan sertifikasi halal dan nyaman untuk bayi.  Minyak herbal asli Indonesia yang terbuat dari 69 jenis bahan herbal alami tanpa mengandung bahan kimia ataupun hewani. Minyak herbal ini dibuat dengan menggunakan perpaduan 5 (lima) unsur tumbuhan yaitu akar, batang, daun, bunga, buah yang mewakili konsep pohon kehidupan. Kemudian ditambah 2(dua) unsur yakni minyak kelapa dan minyak esensial. 

Semua bahan selain minyak ditumbuk sampai berbentuk boreh atau parem, kemudian bahan yang ditumbuk itu dicampur dengan minyak kelapa dan minyak esensial setelahnya mengalami proses ekstraksi. Dalam proses pembuatannya terjadi perpaduan serasi antara jamu dan aroma terapi. Unsur jamu digunakan untuk penyembuhan apabila menderita penyakit dan unsur aroma terapi untuk menentramkan. Diharapkan tinggat penyembuhan akan berlangsung menyenangkan. Minyak herbal ini mudah meresap ke pori pori tubuh sehingga dengan mudah meresap ke sirkulasi peredaran darah. Minyak herbal ini aman dan nyaman untuk dikonsumsi balita, anak-anak dan dewasa. Pemakaiannya sederhana tinggal membalurkan minyak herbal ini ke seluruh anggota tubuh. Pemakaiannya pun tidak menyebabkan efek samping. 

Manfaat utama membalurkan minyak herbal ini adalah 
  1. Tidur menjadi nyenyak, bangun pagi badan terasa segar sehingga menambah tenaga
  2. Meningkatkan energi dan sistem kekebalan tubuh
  3. Mencegah dan membantu penyebaran penyakit akibat penurunan fungsi anggota tubuh
  4. Meningkatkan dan memperbaiki metabolisme tubuh
  5. Meningkatkan kinerja organ 
  6. Memperlancar sirkulasi darah, enzim dan hormon
  7. Meningkatkan sistem imunitas
  8. Menghangatkan badan 
  9. Mengembalikan keseimbangan tubuh. 

IG : anis_mumtaaz 
Email : myhalal.itinerary@gmail.com 


Bersambung ke makalah berikutnya (klik disini

T