Pengikut

Senin, 21 Mei 2018

Amalan Bulan Dzulhijah - Haji Wada (1)

Amalan Bulan Dzulhijah 

Ustad Asep Asobari 
23/06/2017

Bulan harom adalah bulan dimana tidak boleh untuk membunuh bahkan berbuat yang tidak baik (Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharom, Rajab) sebagaimana surah At Taubah ayat 36 dan Hadist nabi 

" Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantara empat bulan harom. Itulah ketetapan agama yang lurus maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam empat bulan itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang yang bertaqwa (At Taubah 36) "


Setahun berputar sebagaimana keadaan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan harom (suci). Tiga bulannya berturut turut yaitu Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharom dan bulan Rajab yang terletak di antara Jumadil akhir dan Sya'ban (HR Bukhari no 3197 dan muslim 1679) "


Bulan Dzulhijah adalah Bulan yang sangat istimewa, terhimpun semua amalan di dalamnya, yakni : 
1.      Sholat
2.      Puasa Arafah 9 dzulhijah
3.      Sodaqoh (qurban)
4.      Ibadah Hajj 

Bulan Dzulhijah adalah hari yang sangat teristimewa sebelum tutup tahun, dan mengawalinya kembali di bulan Muharom. Bulan Dzulhijah sangatlah teristimewa sebagai mana bulan suci Ramadhan. Bulan dzulhijah adalah bulan yang didalamnya terdapat hari istimewa. 

Sebagaimana Hadist Rasulullah, sebagai berikut

Allah ‘Azza wa Jalla telah memilih satu waktu, dan waktu yang paling Allah ‘Azza wa Jalla cintai ialah Dzulhijjah, dan waktu yang paling Allah ‘Azza wa Jalla cintai di bulan Dzulhijjah ialah sepuluh hari awal.

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.




Dari hadist tersebut dapat dipahai bahwa amalan di bulan dzulhijah ini terikat faktor keistimewaan waktu.  
  • Pada bulan dzulhijah ada 1-10 hari pertama yang merupakan faktor keistimewaan waktunya. Serangkaian amalam 1-10 hari pertama yang biasa menjadi luar biasa (waktu ini tidak dapat disetarai dengan waktu yang lainnya).
  • Perlu diketahui bahwa jihad adalah amalan soleh yang tingkatannya paling tinggi. Amalan jihad dijalan Allah tidak bisa menandingi amalan soleh yang dilakukan 1-10 hari pertama bulan dzulhijah. Jadi sebenarnya yang membuat amalan 1-10 hari pertama bulan dzulhijah istimewa adalah faktor waktu. Amalan bulan dzulhijah tidak dapat disetarakan dengan amalan jihad, bahkan pahalanya melebihi amalan jihad di luar bulan dzulhijah. Waktu pelaksanaannya inilah yang membuat teristimewa, karena waktu inilah yang tidak bisa disetarakan dengan waktu-waktu yang lain. 

Amalan Bulan Dzulhijah 

Seharusnya setiap pribadi kaum muslimin dapat menspesialkan waktu 1-10 hari dari  353 hari (menurut kalender Hijriah). Kesampingkan semua kegiatan dunia yang tidak begitu penting untuk dapat fokus di 1-10 hari pertama bulan dzulhijah. Mari berlomba memperoleh pahala di akhir tahun sebelum bulan Muhamrom. Perbanyaklah quantitas dalam beribadah dengan mempertahankan qualitas, maka yang dapat dilakukan adalah :

  • Bertaubat kepada Allah, Bertaubat kepada Allah termasuk yang ditekankan pula di awal Dzulhijah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan tindak zholim terhadap sesama.
  • Berdzikir kepada AllahIbnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10  hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah".
  • Melakukan amalan soleh, Sebagaimana keutamaan hadits Ibnu ‘Abbas yang kami sebutkan di awal tulisan, dari situ menunjukkan dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, puasa, sedekah/berqurban, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Selain itu amalan soleh lainnya berumroh dan berhaji, yakni yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah. 
  • Silahturahmi tanpa memiliki kepentingan apapun, Kita bersilahturahmi mengunjungi teman dan keluarga, sebaiknya tidak memiliki kepentingan dibalik semua kunjungan. Tidaklah benar ketika kita membutuhkan bantuan baru kita bersilahturahmi. Silahturahmi yang sangat luar biasa adalah silahturahmi ke orang yang memusuhi kita, orang yang jahat kepada kita (karena dengan demikian dapat mencairkan suasana). Seorang muslim tidak baik melakukan suatu hal yang dapat memutuskan hubungan silahturahmi, karena memutuskan hubungan silahturahmi sesama muslim tidak dianjurkan. 

1. Esensi berpuasa di Bulan Dzulhijah

Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh. Di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya


2. Esensi Berkorban  di bulan Dzulhijah 

Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Esensi berkorban adalah meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. 

Mengapa Allah perintahkan berkurban di bulan dzulhijah ? 

Karena pada bulan dzulhijah di tanggal 1-9 dzulhijah umat muslim telah melaksanakan puasa, dan ditanggal 10 dzulhijah diharamkan untuk berpuasa, saat itulah Allah menginginkan suplay makanan cukup, semua umat muslim dapat merayakan kebahagiaan, sebagaimana ensensi zakat fitrah setelah sebulan berpuasa ramadhan maka di tanggal 1 syawal diharamkan untuk berpuasa, sehingga adanyanya zakat fitrah umat muslim yang merayakan kemenangan pada 1 syawal memiliki makanan yang dapat mereka makan dan sajikan. Inilah hakekat berqurban dibulan dzulhijah agar kita dapat berbagi kebahagiaan selain meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah 


Menyikapi Persiapan 1-10 hari bulan dzulhijah yakni 
  • Target pencapaian harus segera dibuat dan direalisasikan dengan meningkatkan quantitas dan mempertahankan qualitas
  • Harus ada checklist yang harus setiap pribadi persiapkan untuk mencapai target tujuan yang ingin dicapai. Jangan sampai hari-hari di 1-10 bulan dzulhijah ini berlalu begitu saja sama seperti hari hari lainnya
  • Usahakan melakukan amal soleh sampai diri ini kepayahan dan kelelahan, karena akan ada balasan dari Allah untuk setipa perbuatan. Berlombalah untuk mencapainya. 

Kisah Said bin Zubair

Said bin zubair memiliki guru Abdullah bin Abas, pada saat perang hajjaj beliau akan dipancung, tetapi meminta ijin untuk solat dua rekaat. Ia berdoa kepada Allah "jadikalan aku adalah korban terakhir dari Hajj bin Yusuf ats-Tsaqafi" , dan setelah dua bulan dari peristiwa itu Hajj bin Yusuf ats-Tsaqafi meninggal karena sakit. Amalan yang dilakukan oleh Said bin Zubair yakni selalu bersusah payah untuk beribadah di 1-10 hari bulan dzulhijah, berbadah/ beramal soleh yang dilakukannya sampai ia pun kelelahan. 

Kisah Jabir bin Abdilah  (Fadilah Jihad)

Jabir bin Abdillah putra dari Amru bin Harun, pada perang uhud ayah dan anak ini berselisih paham untuk siapa yang layak menemani Rasulullah untuk berperang. Ayahnya mengatakan bahwa Jabir masih muda umurnya masih panjang masih dapat melakukan amalan yang lain dan masih mampu untuk menjaga saudara perempuannya, bairlah ayah yang menemani Rasulullah. Tapi Jabir berkata kepada ayahnya, jika dirinya lah yang layak karna tenaganya lebih dapat Rasulullah butuhkan ketimbang ayahnya yang sudah tua. Pada akhirnya kesepakatan itu membuahkan hasil, ayahnya yang menemani Rasulullah berperang. Ayah Jabir gugur di medan perang terbunuh oleh pasukan  muslim sendiri karena perang uhud saat itu menjadi kacau karena ketidak taatan pemimpin dengan komando yang diberikan Rasulullah. Sehingga pasukan muslim tidak mengenali temannya sendiri. 

Jabir sangat sedih sepeninggal ayahnya. ayahnya meninggal dengan memberikan dua tanggungan utang dan saudara perempuannya yang harus dia rawat. Rasulullah mendatangi Jabir dan membantu kesulitan yang jabir alami, Rasulullah mengumpulkan para sahabat untuk patungan melunasi utang ayah jabir. Tapi kesedihan jabir tak kunjung berkurang, karena ia ingin berjumpa dengan ayahnya. Rasulullah mengatakan jangan bersedih karena arwah ayahmu ada di surga, ruh para syuhada langsung ada di surga. 

Bersambung - Pesan Rasulullah - Haji Wada (klik disini

Sirah Nabawiyah - Wafatnya Rasulullah (Nabi Muhammad SAW)

kajian sirah nabawiyah sebelunya Peristiwa Haji Wada (klik disini) 

Hari Terakhir Rasulullah 

Peristiwa Haji Wada (bulan Dzulhijah)- Rasulullah wafat ( Rabiul Awal ) ada beberapa bulan saja dzulhijah, Muharam, Safar, Rabiul awal

1. Perang Mut'ah (5 jumadil awal 8 Hijriah) 

Persiapan pasukan yang dibentuk Rasulullah untuk memerangi romawi (ini adalah kali pertama Rasulullah berinisiatif melakukan perlawanan / menyerang terlebih dahulu dalam peperangan melawan Romawi. Pergerakan kaum muslimin untuk melawan romawi (Perang Mut'ah pada 5 jumadil awal 8H) . Rasulullah mengirim 3000 pasukan untuk membuat perhitungan dengan suku Ghassan yang membunuh kaum muslim. Kesempatan untuk menunjukan kekuatan kaum muslimin (meskipun jumlahnya belum begitu besar) untuk menghadapi romawi. Sebenernya pasukan ini tidak disiapkan secara matang tapi diluar dugaan malah memperoleh kemenangan. 

2. Perang Tabuk ( 9 Hijriah ), perang yang terjadi setahun berikutnya. Pasukan romawi bergerak ke tabuk dan siap menyerang madinah tetapi mereka terkendala dengan musim panas. Rasulullah mengantisipasi rencana penyerangan Heraklius untuk menyerang romawi ketika sampai di madinah, dengan memanfaatkan kendala musim panas yang dihadapi musuh, (butuh tingkat kecerdasan disini) Rasulullah begitu cerdas menyusun rencana

3. Akhir tahun ke-10 masuk tahun ke-11 Hijriah

Rasulullah kembali berinisiatif menyerang romawi, untuk menuntaskan kemenangan kaum muslimin. Jika kemenangan ini kembali diperoleh, maka Heraklius tudak akan dapat menunjukan kekuasaannya kembali untuk memperoleh kemenangan. Rasulullah mengangkat anak muda untuk menjadi panglima perangnya (Osama) , meskipun dibalik osama tetap ada tokoh senior yang nantinya mampu bekerja sama mewujudkan kemenangan, bukan sebagai penghambat kepemimpinan (inilah sistem kepemimpinnan yang dibangun Rasulullah) Osama layak sebagai pemimpin perang, telah bersiap melawan pasukan romawi, tinggal menunggu komando dari Rasulullah. Pasukan saat itu sudah berada di Juruk (basis pertahanan madinah) meeting poinnya saat itu di juruk (6-7 km dari madinah). Pasukan tidak jadi diberangkatkan karena mendengar kabar Rasulullah sakit, mereka tetap menunggu kabar komando untuk menyerang. 

Poin diatas merupakan aktivitas terakhir  sebelum Rasulullah wafat

https://republika.co.id/berita/qftqlu366/permulaan-sakitnya-rasulullah-sebelum-wafat

Firasat Kematian Rasulullah

Apabila berbicara hari terakhir Rasululah maka kita akan membahas adanya firasat kematian Rasulullah yang dirasakan dan diungkapkan Rasulullah. 

1. Turunnya Firman Allah pada Peristiwa Fathul Mekah 

Jika berbicara firasat maka peristiwa Fatul Mekah merupakan gerbang awal dari firasat akhir kehidupan Rasulullah. Turunnya Firman Allah pada saat peristiwa Fathul Mekah (surah An Nashr) . Ibn Abbas RA - Surah An Nashr adalah penanda dekatnya ajal Rasulullah yang diberitahukan Allah kepadanya, (Sahih Bukhari & Al Mu'jam Al Kabri Karya Ath Thabrani) 

Apabila datang kepadamu pertolongan Allah dan kemenangan, Dan engkau melihat manusia berbondong bondong memeluk agama Allah. Maka bertasbilah dengan memuji nama Tuhan Mu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya ia Maha Penerima Taubat (An Nashr ayat 1-4) 

Terjadi peristiwa yang drastis pada peristiwa dakwah Rasulullah, dari yang awalnya Rasulullah harus menggunakan potensi yang dimilikinya (tenaga dan pikirannya) untuk mendatangi obyek dakwah. Tetapi setelah peristiwa Fathul Mekah, justru kita melihat manusia berbondong bondong untuk memeluk islam (agama Allah). Disini peran Rasulullah hanya menunggu para khabilah untuk memeluk islam (kesadaran, keinginan, ketertarikan manusia menerima islam sudah menyebar luas) Rasulullah saat itu hanya memetik hasil dakwah yang telah dilakukannya sebelumnya. 

Pembelajaran yang dapat diambil, bahwa disini amanah Allah sudah tersampaikan (tugas Rasulullah sudah selesai), Rasulullah tidak lagi dibebani Allah untuk menyempaikan wahyunya, atau untuk mengislamkan seluruh umat dunia (dakwah Rasulullah sudah sangat efektif) Hal ini sudah dipahami Rasulullah dan para sahabat. 

Surah An Nashr ini merupakan penanda yang Allah berikan bahwa akan dekatnya ajal Rasulullah yang diberitahukan Allah kepadaNya. 

2. Peristiwa Haji Wada 

Aplikasi surah An Nashr puncaknya adalah Haji wada, setelah Rasulullah berhasil mengumpulkan kaum muslimin di Haji wada. Pernyataan Rasulullah saat Haji wada "aku tidak akan berjumpa lagi dengan kalian ditempat ini dan diwaktu yang sama, setelah tahun ini untuk selamanya" (Sunan At Tarmidzi) 

Rasulullah berhasil mengumpulkan kaum muslimin saat haji wada, dan diakhir pidatonya beliau menanyakan sesuatu "ketika nanti Allah bertanya kepadamu tentangku, maka apa yang kalian akan katakan" 

Para sahabat berkata, "kami akan bersaksi bahwa Engkau telah menyampaikan Risalah Allah, menasehati umat, dan telah berjuang dengan sepenuhnya", 

Rasulullah menanggapinya " Allah saksikanlah pernyataan mereka dan berarti tugasku telah selesai " 

3. Kalimat Dzikir yang banyak Rasulullah ucapkan menjelang ajalnya 

Ibnu Abas menyebutkan bahwa Aisyah dan Umu Salamah berkata, kalimat yang paling banyak disebut Rasulullah menjelang ajalnya adalah " Subhanaka Wabihamdika, Astaghfiruka Wa atubu ilaika " (Shahih Muslim & Al Mu'jam Al Ausath karya Ath Thabrani) . rasulullah sepertinya sudah memahami bahwa ajalnya sudah dekat. 

4. Pemberitahuan dari Malaikat bahwa Ajal Rasullah sudah dekat

Firasat diatas merupakan sebagaian firasat yang disebutkan dibeberapa literatur buku sirah, masih banyak firasat lainnya, seperti sampai titik pemberitahuan malaikat ke Rasulullah bahwa ajalnya sudah dekat, tetapi meskipun waktunya masih dirahasiakan. Malaikat sudah memberitahukan "wahai Rasulullah ajalmu sudah dekat, dan malaikat memberikan pilihan kepada Rasulullah" 

5. Rasulullah diberikan dua pilihan oleh Malaikat 

Gelombang fitnah terakhir adalah gelombang fitnah yang paling dasyat. Rasulullah berkata kepada pelayanannya (Abu Muaibah), "sesungguhnya aku sudah diberikan tawaran untuk mendapatkan pundi2 kenikmatan dunia tanpa harus dibatasi, hanya dibatasi sampai kapan aku menginginkannya (kalau sudah puas cukup katakan saja). 

Abu Muaibah langsung berkata " ini adalah pernyataan yang berat, bila ada pilihan lain yakni ayah dan ibuku, maka aku akan lebih baik kehilangan mereka dari pada aku harus kehilanganmu. Bagiku semua tidak seberapa dibanding aku harus kehilangan engkau". 

Para sahabat Rasulullah paham bahwa ajal itu pasti, tetapi secara emosional para sahabat tidak ingin Rasulullah meninggal lebih dulu. Meraka ingin merekalah yang lebih dulu meninggal, karena mereka sadar sepeninggalan Rasulullah nanti maka Madinah akan mendapatkan guncangan yang hebat. Cita cita sebagian besar para sahabat "ketika mereka meninggal, Rasulullah yang akan mengurusi jasad mereka". 

Rasullullah berkata, "demi Allah, aku telah memilih untuk dapat berjumpa dengan Allah", (tawaran ini sebenarnya telah berulang kali diberikan oleh malaikat), Dari beberapa riwayat ada yang mengatakan 4x malaikat sudah memberikan tawaran ini. Tapi sikap Rasulullah tidak berubah. 

Lalu mengapa Rasulullah tidak mau memperpanjang tawaran untuk lebih lama menikmati kenikmatan dunia/waktu rehat, setelah menyampaikan wahyu Allah ? Rasulullah menolak tawaran malaikat, karena Rasulullah sudah pernah melihat surga (akhirat), sehingga tawaran nikmat dunia yang diperpanjang Rasulullah menolaknya (meskipun tawaran tersebut telah diberikab berulang kali). Tapi apapun pilihan Rasulullah adalah pilihan terbaik, karena tugas Rasulullah sudah usai.  

Ada korelasi antara tingkat iman dengan kenikmatan dunia, tingkat iman rendah maka kenikmatan dunia makin menggebu untuk diraih (hati cenderung berat untuk sebuah kenikmatan dunia). Ciri orang bertaqwa yakin akan adanya akhirat, makin tinggi tingkat keyakinan pada akhirat, maka keinginan kepada kenikmatan dunia makin kecil

Cinta Rasulullah kepada umatnya besar, tapi keinginan Rasulullah untuk berjumpa Allah jauh lebih besar (maka Rasulullah tetap pada pendiriannya untuk memilih berjumpa dengan Allah) 

6. Peristiwa Jibril datang dua kali saat Ramadhan 10 H

Rasulullah membisikan kepada Fatimah terkait kedatangan jibril setiap saat untuk ikut menyimak Al Quran pada bulan Ramadhan 10 H (sebelum peristiwa haji wada) sampai dua kali khataman quran, Rasulullah membisikan kepada "wahai fatimah, aku merasa itu bertanda dekatnya ajalku" (Shahih Bukhari) 

7. Peristiwa di makam Baqi

Abu Muwaihibah (pelayan Rasulullah), salah satu dari para sahabat yang mengabdikan dirinya untuk melayani Rasulullah dalam keperluan kesehariannya. Ia dibangunkan Rasulullah untuk menemani ke baqi (makam di madinah). Sesungguhnya aku telah diperintahkan Allah untuk memohonkan ampun bagi mereka yang berada di baqi

Pernyataan Rasulullah kepada Abu Muwaihibah, "sesungguhnya aku disuruh untuk memohonkan ampun bagi mereka yang ada di kubur (baqi), maka ikutlah engkau bersamaku". Setibanya di baqi Rasulullah berdoa " salam sejahtera bagi kalian wahai para penghuni kubur. Sesungguhnya keadaan kalian lebih menyenangkan, dari pada keadaan manusia (yang masih hidup). Fitnah telah mendekat seperti gelap malam yang kian pekat dan saling susul menyusul, gelombang yang datang belakangan lebih hebat dari sebelumnya."


Sakitnya Rasulullah 

Rasulullah bersama Aisyah di hari terakhirnya (hari ke-10) 

Bagi beliau diberikan ujian sakit adalah penghantar beliau bertemu ajal untuk bisa berjumpa dengan Allah. Rasulullah sakit selama 10 hari (mulai dari awal beliau sakit sampai bertemu dengan ajal) 

Rasulullah tidak memiliki dasar untuk berhitung ketika bersama istrinya, tapi disaat hari terakhir Rasulullah, Rasulullah ingin bersama aisyah. Aisyah bangga Rasulullah meninggal saat bersamanya (Aisyah berkata "pada saat giliaranku dan pada saat dirumahku") Tepat dihari ke 10, selain tepat berada digiliran aisyah (Rasulullah juga menginginkan Aisyah yang merawatnya) Mulai hari sabtu pada giliran aisyah dan berakhir pada hari senin jugaa pada giliran aisyah

Istri Rasulullah 9 orang, Aisyah memiliki jatah dua kali sepeninggal Rasulullah. Malam ke-1 (pertama) di aisyah dan malam ke-10 juga di aisyah. Hari pertama sakitnya Rasulullah, sepulang beliau dari baqi. Sakit Rasulullah makin parah pada saat giliran maimunah (tapi entah dihari keberapa giliran maimunah itu). Setelah merasakan sakit yang makin parah, Rasulullah berkata kepada para istrinya bahwa "setelah ini dirinya tidak dapat lagi mendatangi mereka" (bedrest total) dan ingin dirawat aisyah"(aisyah seorang dokter wajar Rasulullah ingin mendapatkan perawatan yang baik saat sakitnya)

Saat terakhir bersama Aisyah ada sisi haru dan romantis

Sepulang dari Baqi Rasulullah mendapati Aisyah sudah tertidur, padahal Aisyah telah menyadari bahwa Rasulullah tidak ada disampingnya. Aisyah terbangun dan mencari Rasulullah dirumah istrinya yang lain (Aisyah cemburu), tetapi Aisyah tidak mendapati Rasulullah dirumah istrinya yang lain tetapi mendapati Rasulullah di baqi. Aisyah mengikutinya sampai ke baqi, dan setelahnya buru buru pulang kerumah, karena mendapati Rasulullah pulang kerumah. Aisyahpun bergegas pulang dan pura pura tertidur, Rasulullah mengetahui bahwa Aisyah belum pulas tertidur dengan mengetahui napas aisyah yang masih tersengal.

Mereka berdua saling mengeluhkan sakit kepala, Rasulullah berkata "tenanglah aisyah, kalau aku yang lebih dulu meninggal, maka engkau yang akan mengurusiku. Begitu pula sebaliknya." 

Dari situ rasa sakit Rasulullah bertambah parah. Aisyah dapat merasakan rasa sakit yang dirasakan Rasulullah. Tidak akan ada orang yang mampun menahan rasa sakit yang diderita Rasulullah/tidak ada orang yang sakitnya melebihi Rasulullah. 

Permintaan Rasulullah meminta Abu Bakar sebagai imam sholat pengganti dirinya

Rasulullah selain meminta Aisyah merawatnya, Rasulullah juga meminta Abu Bakar untuk menggantikan dirinya sebagai imam sholat semasa beliau sakit atau apabila beliau tiada nanti. (Meskipun sholat adalah aktivitas yang menyenangkan bagi Rasulullah). Rasulullah meminta Aisyah untuk mengumumkan pengganti imam solat kali ini adalah Abu Bakar (ayah Aisyah) 

Tapi aisyah menahan diri untuk melakukannya, dengan suatu alasan yakni : 

  • Permintaan Rasulullah ini akan membuat heboh para sahabat yang lain, mengapa harus Abu Bakar yang menggantikan beliau, justru ini akan membuat perasaan para sahabat yang lain seperti tidak mendapatkan kepercayaan
  • Permintaan Rasulullah ini akan membuat Abu Bakar dicemooh oleh para sahabat yang lain, bukankah masih ada yang lain yang lebih mampu melakukannya.
Keraguan Aisyah ini membuat Aisyah berbisik kepada Hafsah (putri dari umar), "Hafsah, menurut Rasulullah bahwa ayahmu diminta untuk menggantikan dirinya sebagai imam solat" . Mendengar ucapan itu Hafsah bergegas untuk memberitahukan ayahnya, tanpa ada rasa keraguan seperti Aisyah

Umar bin khatab mendengar perintah ini pun segera bergegas untuk mempersiapkan diri menjadi imam sholat. Saat waktu solat sudah dekat, dan Rasulullah belum beranjak untuk sholat ke masjid. Rasulullah bertanya "siapa imam pada hari ini?" seseorang menjawab " umar bin khatab sesuai dengan perintahmu" 

Rasulullah berkata kembali, "tidak bukan beliau, aku meminta Abu Bakar untuk menjadi imamnya". 

Dari situ para sahabat bertanya-tanya mengapa harus Abu Bakar, bukankah rumah Rasulullah sangat dekat dengan masjid. Para sahabat tetap ingin Rasulullah yang mengimaninya, mereka menunggu kedatangan Rasulullah. Rasulullah meminta air dari 7 sumber mata air yang berbeda untuk menguatkan tubuhnya yang makin melemah.  Setelahnya Rasulullah bergegas untuk sholat ke masjid meskipun tubuhnya lemah dengan ditopang Abas/Ali

Setelah Rasulullah solat beliau naik ke mimbar dan berpidato/kotbah (memberikan ceramah singkat). Inilah pidato terakhir Rasulullah (kesempatan terakhir umatnya, setelah itu tidak lagi bertemu) Pidato setelah solat subuh tetapi tidak dapat dipastikan harinya

Isi Kotbah terakhir Rasulullah 

Rasulullah menyampaikan kotbah terakhirnya, ada beberapa pesan dalam kotbahnya yakni :
  • Memperlakukan Anshar dengan sebaik mungkin. Rasulullah berkata pada kutbahnya, "sesungguhnya umat ku akan bertambah dan ashar akan berkurang " Rasulullah membuka pidatonya tentang Anshar. Rasulullah ingin memberikan pesan bahwa beliau peduli dengan keberadaan anshar. Karena ketika beliau berada di anshar, penduduk anshar yang membelanya.   Saat islam makin berkembang diseluruh penjuru negeri, kehidupan mereka nyaman. Berbeda dengan anshar yang selalu berada digarda depan untuk kaum muslimin sampai mereka banyak yang gugur (otomatis jumlahnya makin lama makin berkurang) Keberadaan anshar ditengah manusia, seperti garam dimasakan. Meskipun jumlahnya sedikit tapi sangat memberikan peran. Tanpa anshar akan muslim tidak akan berkembang. Maka siapapun nanti pemimpinnya (dari kalangan muhajirin), Rasulullah menitipkan keberadaan anshar dibenak kaum muslimin. Hendaklah mereka menerima kekurangan anshar, jangan ditindas. Karena keberadaannya memberikan pengaruh pada kaum muslimin. 
  • Menonjolkan keistimewaan Abu Bakar. Rasulullah juga menonjolkan kemampuan abu bakar, ini menandakan bahwa Rasulullah menginginkan pengganti beliau nanti adalah Abu bakar (Bukan karena kedekatan Rasulullah, Abu Bakar adalah ayah mertua beliau tetapi karena kepiawaian abu bakar dalam memimpin umat) dan Menyiapkan perpisahan menjelang wafat lainnya,
  • Mengingatkan fitnah kemewahan dunia, Rasulullah mengingatkan, "Sesungguhnya Allah memberikan pilihan hidup kepada umatnya". (seluruh hambanya tanpa terkecuali) . Seorang hamba akan diberikan pilihan, yakni dunia atau kenikmatan disisiNya (mendapatkan balasan langsung dari sisiNya). Pernyataan ini disampaikan didepan para sahabat. Para sahabat diam saja, tetapi yang bereaksi adalah abu bakar (beliau menangis dengan meraung karena memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan Rasulullah). Abu bakar berkata, " Ya Rasulullah biarkanlah kami merelakan ayah ibu kami untuk dapat menggantikan kedudukanmu untuk pergi, atau untuk menebus semua ini. Kami tidak ingin kehilanganmu" Abu bakar menangis. Kejadian ini sontak membuat para sahabat yang lain sadar bahwa hamba yang dimaksudkan adalah Rasulullah. Akhirnya semua sahabat menangis. 
  • Rasulullah menunggu umatnya di tepi telaga (Al Haudh), Rasulullah menyampaikan poin berikutnya, "bahwa takdir kematianku harus mendahului kalian, dan nanti kita akan berjumpa lagi ditepi telaga (Al Haudh), aku akan menunggu kalian disana".  (moment yang sangat ditangisi oleh para sahabat). Rasulullah menunggu umatnya ditepi telaga surga (Al Haudh) meskipun tingkatan surga tiap manusia nantinya akan berbeda menurut amal perbuatannya. Para sabahat sangat mengharapkan perjumpaan dengan Rasulullah karena mereka bersaksi bahwa "kami telah mengenal hidayah melaluimu, perjuanganmu, jerih payahmu dan harta-hartamu", lalu bagaimana Engkau mengenali kami nanti"  Rasulullah menjawab "aku akan dapat dengan mudah mengenali umatku dan tidak akan pernah keliru dalam mengenali, dari tanda yang dipancarkan umatku melalu bekas air wudhunya" (bekas air wudhu tersebut akan memancarkan cahaya tersendiri) Saat Bilal akan wafat, ia berkata "inilah kebahagiaanku, aku akan berjumpa dengan Rasulullah. 
  • Rasulullah mengingatkan umatnya dari Fitnah Dunia. Rasulullah mengingatkan bahwa Fitnah Dunia tetap akan ada hingga hari kiamat. (Fitnah Agama, Fitnah Harta, Fitnah Ilmu, Fitnah kekuasaan/Kedudukan, Fitnah Wanita) 
  • Tidak menjadikan kuburnya sebagai masjid, janganlah menjadikan kuburan beliau nanti sebagai tempat yang dikultuskan. Makan Rasulullah bersama para sahabat (Abu Bakar dan Umar bin khatab) yang berada diarea masjid nabawi (bukanlah didalam masjid) tetapi karena perluasan masjid nabawilah menjadikan makam beliau seperti didalam masjid. Tetapi berada di area masjid nabawi. 

Hikmah Sakit Rasulullah 

Rasa sakit Rasulullah lebih berat dari manusia biasa, Aisyah berkata " Aku tidak pernah melihat orang lain yang sakitnya lebih berat dari Rasulullah (HR Bukhari) 

Sakit adalah anugrah dan tangga mendekatkan diri kepada Allah 

  • Ibnu Mas'ud menuturkan Aku menjenguk Rasulullah ketika beliau sakit. Aku lantas berkata, "wahai Rasulullah engaku demam yang begitu kuat". Rasulullah berkata, "benar, demam yang aku rasakan dua kali demam yang dirasakan dua orang sekaligus." 
  • Ibnu Mas'ud melanjutkan perkataannya, "itu artinya engkau mendapatkan dua kali pahala lebih besar", Rasulullah menjawab " Benar, tidaklah seorang hamba (muslim) menderita, karena tertusuk duri atau yang lebih kecill sekalipun, melainkan Allah akan menghapus dosanya, karena deritanya itu seperti daun yang gugur dari pohon" 

Muhasabah yang dapat diambil 

  • Musibah bagi seorang muslim, jangan pernah berfikir Allah tidak adil, ketika kita dekat dengan Allah kita akan menyadari bahwa ujian justru akan meningkatkan derajat  (sakit diberikan tapi dosa dihapuskan)

  • Musibah bagi orang yang bermaksiat itu teguran, bentuk  kasih sayang Allah, tetapi ketika orang yang bermaksiat tidak mendapatkan musibah/teguran Allah, tetapi malah bergelimang harta (istijraj) berarti tandanya bisa jadi Allah tidak memperdulikannya (sungguh suatu musibah besar)

Ucapan Terakhir dan Hari Terakhir Rasulullah 

Ali menemui Rasulullah dirumah Aisyah 

Ali datang menjenguk Rasulullah di rumahnya. Ali keluar dan bertemu Abas (keluarga dari Abdul Mutholib), Abas berkata " Aku belum pernah melihat Rasulullah seperti ini disaat sakitnya, ia tampak seperti orang yang sehat kali ini (apakah ini tanda ajalnya akan menjemputnya) 

Rasulullah membisikan sesuatu kepada Fatimah 

Rasulullah membisikan sesuatu kepada Fatimah, setelah dibisikan sesuatu fatimah menangis dan setelahnya dibisikan kembali sesuatu fatimah pun tersenyum (hal ini membuat aisyah menjadi ingin tahu apa yang Rasulullah bisikan kepada fatimah) Tapi setelah Rasulullah tiada fatimah baru menginfromasikan apa yang Rasulullah bisikan kepada dirinya kepada aisyah. 
  • Bisikan pertama Rasulullah, Fatimah waktu itu berkata kepada Rasulullah, "wahai Rasulullah Engkau terlihat sakit" . Rasulullah menjawab, "jangan kawatir fatimah, setelah ini aku tidak akan mengalami sakit karena aku akan berjumpa dengan Rabb ku" (hal inilah yang membuat fatimah menangis hebat)
  • Bisikan kedua Rasulullah, Rasulullah berkata kembali " tapi jangan kawatir fatimah, engkaulah keluarga ku sebagai orang pertama nanti yang akan berjumpa denganku (hal ini yang membuat fatimah tersenyum kembali) 
Rasulullah memberikan isyarat untuk kepingin siwak 

Rasulullah memberikan isyarat ingin siwak yang dibawa Abdurahman (putra Abu bakar). Tapi dirinya sudah tak sanggup memintanya, isyarat keinginan Rasulullah itu ditangkap/dipahami aisyah sehingga meminta siwak itu dan melumatkan dengan mulutnya dan siwak yang sudah lembut itu disiwakkan kedalam mulut Rasulullah (ludah aisyah bercampur dengan ludah Rasulullah karena liur aisyah bercampur dengan siwak yang dimasukan kedalam mulut Rasulullah). Rasullah menyandarkan kepalanya di antara tenggorokan (leher) dan perut Aisyah.  

Aisyah menuturkan, " Rasulullah wafat dirumahku dihari giliranku, Ketika Allah mencabu nyawanya, kepala beliau disandarkan diantara tenggorokan dan perut ku, setelah ludahku bercampur dengan ludahnya " (HR Bukhari) 

Kata terakhir Rasulullah menjelang ajalnya saat dipangkuan Aisyah 

Rasulullah berkata, "ya Allah aku lebih memilih bersama mereka diatas sana", sambil menunjuk keatas dan sampai tangan Rasulullah menjuntai kebawah setelahnya. Aisyah baru tersadar Rasulullah telah tiada. 

Aisyah menuturkan, jika ada orang sakit Rasulullah biasa mengusapkan tangan kanannya seraya berdoa, "Adzhibil ba'sa Rabbannas, wasyfi anta asy-syafi syifa'a illa syifa'uka syifa'an la yughadiru saqaman" Ketika Rasulullah sakit dan semakin parah sakitnya dihari terakhirnya, aku memegang tangannya dan hendak melakukan ruqyah seperti biasa yang beliau lakukan. Tapi beliau malah melepaskan tangannya dariku lalu berkata " Allahumma-ghfir li waj'alni ma'a ar-rafiqil a'la (ya Allah inilah aku dan gabungkanlah aku bersama yang menemani di sana) 

Dan setelahnya aku (aisyah) memperhatikan Rasulullah, ternyata beliau sudah tidak ada (Shahih BUkhari dan Shahih Muslim) 

Rasulullah wafat Hari senin, 7 atau 8 Rabiul Awal 11 Hijriah 





Sirah Nabawiyah - Haji Wada Rasulullah

Kajian sebelumnya (klik disini) 

Istilah Haji Wada

Istilah Haji wada dikenal dengan Haji perpisahan, tidak merupakan istilah syari bukan istilah fiqih, Istilah disini sama seperti istilah haji pada umumnya yakni haji sebagai ibadah, tetapi kesepakatan para ulama terkait dengan pelaksanaan haji yang dilaksanakan Rasulullah. 

Istilah haji wada hanyalah istilah sejarah, yang dimana para ulama menyebutkan bahwa haji wada adalah :
  • Haji Perpisahan, Dimana pada peristiwa haji wada terdapat pernyataan Rasulullah berupa pesan-pesan untuk umatnya yang disampaikan pada waktu berpidato semasa haji. Rasulullah mengisaratkan perpisahan dengan umatnya bahwa barangkali setelah ini beliau tidak akan berjumpa lagi dengan umatnya ditahun mendatang (isyarat perpisahan) Tetapi pada peristiwa haji saat itu, Rasulullah sendiri tidak menyebutnya sebagai istilah haji wada (hanya dikalangan ulama dan ahli sirah yang menyebut haji wada/haji perpisahaan) 
  • Haji wada merupakan kesempatan haji yang dilaksanakan Rasulullah sesuai syariat. Haji yang dilaksanakan Rasulullah setelah menguasai mekah, (Haji yang saat itu dengan sepenuhnya dapat menggunakan tata cara syariat islam) berbeda dengan haji sebelumnya yang dilaksanakan Rasulullah. Haji pertama dan terakhir yang dilaksanakan Rasulullah setelah penyebaran islam/islam kembali diperkenalkan oleh Rasulullah.  
1. Haji perpisahan yang didalamnya terdapat pesan Rasulullah 

Dalam pelaksanaan (haji kali itu) Rasulullah memberikan isyarat kepada umatnya bahwa beliau akan berpisah dengan mereka, isyarat perpisahan yang disampaikan Rasulullah. Dengan adanya isyarat perpisahan inilah maka para ahli sirah menyatakannya sebagai haji perpisahan. Rasul sendiri tidak menyebutnya dengan istilah haji wada. Dasarnya penyebutan haji wada sebagai haji perpisahan adalah pernyataan Rasulullah yang mengisyaratkan perpisahan. 

2. Haji setelah Rasulullah dapat menguasai Mekah 

Istilah ini inipun membedakan pelaksanaan haji yang dilakukan Rasulullah setelah beliau menguasai mekah secara keseluruhan, beliau bersama pengikutnya melaksanakan haji secara sepenuhnya dengan syariat islam tanpa berbaur dengan kaum musyrikin yang lain dengan syariat jahiliyah, Inilah yang membedakan dengan haji haji lain yang sebelumnya pernah dilaksanakan Rasul sebelum itu. 

Ada pemahaman yang bahwa Rasulullah hanya sekali melaksanakan haji 
(Pernyataan ini tidaklah benar) 
  • karena Rasulullah berkali kali melaksanakan haji. Jadi bukan hanya sekali, pembatasan sekali itu dikarenakan haji yang dilaksanakan Rasulullah adalah haji yang sesuai syariat islam. Terus sebelumnya bagaimana ? Haji Rasulullah sebelumnya masih bercampur dengan kaum musyrikan dan tidak sepenuhnya melaksanakan syariat islam. 

Haji Merupakan Syariat Nabi Ibrahim 

Haji sebenarnya berasal dari syariat nabi ibrahim (Perintah Berhaji sudah sudah ada sebelumnya dan dicontohkan nabi ibrahim). 

Haji syariat nabi ibrahim dilakukan sepanjang masa sampai masa sebelum islam disampaikan kembali oleh Rasulullah. dimasa jahiliyah Rasulullah telah melaksanakan ibadah haji sesuai syariat nabi ibrahim, tetapi belum sepenuhnya dapat melaksanakan dengan syariat islam yang benar.  Karean kaum musyrikin juga melaksanakan haji dengan syariat jahiliyah. 

Perbedaannya haji yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah :
  • Ada bagian dari manasik haji yang tidak lagi mengikuti syariat nabi ibrahim, seperti tawaf, jumroh, sai. 
  • Ada tambahan yang diberikan orang jahiliyah pada manasik haji. seperti wukuf. Dimana syariat nabi ibrahim wukuf dilakukan di arafah tetapi orang jahiliyah melaksanakan wukuf di musdalifah. Ini sudah merupakan pelanggaran syariat haji nabi ibrahim. Walaupun dalam pelaksananya Rasulullah tidak mengikuti syariat yang menyimpang ini. 
  • Pada waktu itu orang mekah membentuk suatu sistem pelaksanaan manasik yang khas terutama untuk mereka dan sebagian diantaranya diterapkan untuk orang lain. Qhomus adalah bagian dari haji yang merupakan aturan buatan orang orang mekah yang berkaitan dengan tanah suci, salah satunya aturan yang mereka tetapkan orang yang tawaf harus menggunakan pakaian Qhomus, sehingga orang yang datang dari luar mekah ketika mereka datang ke mekah maka pakaian yang mereka bawa dari kampung halaman tidak dapat dipakai karena najis selama berada di lingkungan masjidil haram. Maka harus beli baju baru yang yang harganya selangit. Karena mahal tidak semua orang dapat membeli karena mahal, sehingga mereka apa adanya yang terpenting menutup aurat vitalnya. Bagi perempuan pun demikian, maka ada istilah dengan tawaf telanjang. Tawaf telanjang disini bukan karena mereka telanjang tidak menggunakan pakaian, mereka tetap berpakaian tetapi tidak memakai baju khomus. Sehingga mereka dianggap telanjang saat tawaf. 
Selama di Mekah (13 tahun) Rasulullah menggunakan kesempatan haji untuk berdakwah 

Rasulullah bertemu dengan banyak khabilah, ini artinya saat pelaksanaan haji dimanfaatkan dengan sungguh sungguh oleh Rasulullah, termasuk baiat aqobah itu terlaksana pada musim haji. Di Mina dalam pelaksanaan haji akan selalu ramai, Selama periode mekah (Rasulullah berada selama 13 tahun di mekah) belum disyariatkan pelaksanaan haji sesuai syariat islam. Syariat islam pada haji mulai ditegakan kembali setelah berhasil menaklukan kota mekah (meskipun tidak ditahun yang sama) 

Pelaksanaan Syariat Islam ditegakan kembali saat Haji 

Kapan pelaksanaan penegakan kembali syariat islam ??
  • Haji pada tahun 8 Hijriah, Penaklukan kota mekah  (Ramadhan 8Hijriah) sedangkan haji dibulan zulhijah. Tetapi Pada musim haji di bulan Dzuljijah 8H Rasulullah membatalkannya (Rasulullah tidak berhaji saat itu krn tahun 9 Hijriah itu sibuk, karena setelah penaklukan kota mekah masih ada peperangan lainnya) 
  • Haji pada tahun 9 Hijriah, Rasulullah pun tidak melaksanakan haji pada 9 Hijriah, tetapi saat itu kaum muslimin melaksanakan haji yang dipimpin Abu Bakar. Haji tahun ke-9H ini adalah persiapan Rasulullah untuk menuju haji yang murni, Tahun 9H adalah proses sterilisasi haji dari unsur unsur syirik dan jahiliyah. Karena pada tahun ke-9 masih ada kaum musyrik yang melaksanakan haji. Justru keberadaan Abu bakar yang disusul Ali bin abi thalib atas perintah Rasulullah untuk mengumumkan inilah kesempatan bagi kaum musyrikin untuk melaksanakan haji, pada intinya untuk tahun depan tidak ada orang musyrik yang boleh berhaji. Hikmahnya Rasuullah tidak melaksanakan haji saat 9 Hijriah, karena apabila saat itu Rasulullah melaksanakan haji masih ada kaum musyrik yang juga melaksanakan haji saat itu, dan ini menjadi problem karena sepanjang haji Rasulullah tidak mungkin melarang mereka terus menerus karena tidak melaksanakan haji secara syariat islam. Itu akan sibuk banget, karena haji memerlukan fokus dan ketenangan. Maka ketika haji pada tahun ke 9H ini merupakan sterilisasi berati tahun 10 tidak ada kaum musyrik yang akan berhaji. Maka kesempatan ini digunakan Rasulullah untuk mengundang para kabilah arab untuk mengirimkan delegasi dan kemuadian mereka bertemu Rasulullah saat berhaji tanpa ada satupun orang musyrik. Semua akan fokus terhadap pelaksanaan manasik haji yang dilakukan Rasulullah sesuai syariat islam. 
  • Haji pada Tahun 10 Hijriah, "Ambilah contoh manasik dari ku " sabda Rasulullah. Pada tahun ke10 H sepenuhnya Rasulullah dan Pengikutnya berhaji sesuai syariat islam. Dalam pelaksanaan haji inilah Rasulullah mengisyaratkan kepada umatnya akan berpisah. 

Prosesi Keberangkatan Haji Wada

1. Rasulullah mengumumkan bahwa dirinya akan berangkat haji pada tahun 10 Hijriah 

Setelah mengumumkan bahwa dirinya akan berangkat haji di tahun 10 Hijriah, Rasulullah memberikan waktu jeda antara pengumuman dengan waktu keberangkatan). Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada kelopok arab yang ada disekitar madinah untuk bergabung bersama  Rasulullah, dengan mengirimkan surat kepada seluruh kabilah arab yang telah memeluk islam agar memberangkatkan perwakilan delegasi mereka

Setiap kabilah ada sekelompok rombongan yang mewakili, berarti yang hadir di haji wada bukan seluruh total umat islam saat itu. Perwakilan kelompok yang tersebar di jazirah arab. Sehingga terkumpulah jumlah (data yang mendekati) dengan jumlah sekitar 124.000-140.000 orang, setidaknya tidak lebih dari 150.000 orang, ini artinya inilah jumlah maksimal yang ikut Rasulullah dalam haji wada. Ini mendakan jumlah yang sangat besar dari jumlah pasukan Rasulullah pada fathul mekah.  Jumlah jemaah yang sudah mencangkup jamaah dari yaman sampe suku suku di utara.  Tidak ada delegasi orng musyrik yang berhaji (inilah role model yang telah Rasulullah tetapkan Berhaji dengan syariat islam) 

2. Rasulullah berangkat dari kota Madinah tanggal 26 Dzulqodah 10 H

Rasulullah berangkat dari kota madinah, bersama semua sahabat yang berkemampuan berangkat. Tidak ada data yang menggambarkan apakah saat itu kota madinah kosong atau tidak ada data yang dapat menyebutkan jumlah pasti yang ikut haji wada bersama Rasulullah dari Madinah.  Tapi kemungkinan besar pasti ada yang tertinggal di madinah karena alasan keamanan (menjaga keamanan kota madinah) Tetapi mayoritas penduduk madinah ikut serta dalam rombongan haji bersama Rasulullah. 

Rasulullah dan rombongannya berangkat dari Madinah dipenghujung bulan dzulqodah (26 Dzulqodah)yakni beberapa hari lagi menjelang pelaksanaan manasiq haji. Jika berangkat 26 dzulqodah ke 8 dzulhijah ( ada sekitar 12 hari ) . Perjalanan madinah ke mekah membutuhkan waktu 5 hari. Maka kedatangan Rasulullah di kota mekah sekitar tanggal 1 Dzulhijah 10 Hijriah. 

Sedangkan Pelaksanaan manasiq haji 9 Dzulhijah, Pelaksanaan rukun haji dimulai dari wukuf di Arafah (9 Dzulhijah). Wukuf dilaksanakan tanggal 9 dzulhijah. 

Pada Hari H-nya, tanggal 8 dzulhijah karena (ada sunah tarwiyah) ada yang langsung wukuf di arafah tetapi Rasulullah melaksankan sunah tarwiyah dulu. Palaksanaan haji dimulai dari pelaksanaan sunah tarwiyah, meskipun ada beberapa jemaah haji tidak melaksanakan sunah tarwiyah, tapi Rasulullah melaksanakan sunah tarwiyah. Mempersiapkan diri untuk menghadapi wukuf di arafah (9 Dzulhijah). Pada tanggal 8 Dzulhijah Rasulullah menuju ke mina, menaiki untanya meninggalkan mekah dengan lama perjalanan sehari semalam, seusai solat subuh Rasulullah memerintahkan untuk mendirikan tenda di Namirah. Setelah beristirahat di Namirah, Rasulullah kembali ke Arafah melewati Musdalifah.  Pada tanggal 9 Dzulhijah Rasulullah menuju wadi (dekat Arafah) menyampaikan kutbah. Rasulullah meminta Bilal melakukan azan karena sudah masuk solat dzuhur, Rasulullah melaksanakan jamak taqdim setelahnya melakukan wukuf di Arafah hingga matahari terbenam. 

Pelaksanaan haji saat ini pada tanggal 8 dzulhijah mereka berada di mina, sampai tanggal 9 dzulhijah mereka menuju arafah. 

Karena banyaknya peserta / jamaah haji, maka Rasulullah memikirkan untuk menentukan lokasi  mikod (tempat untuk memulai ihram atau berniat haji/umroh), dikar terletak 94 km sebelah timur Mekah, enakan ada delegasi yang berasal dari yaman utara-selatan (mereka datang dari luar madinah untuk datang ke Mekah. Mereka yang letaknya jauh dari kota madinah menyebabkan Rasulullah memikirkan untuk menentukan lokasi mikod, 
  • Mikod Bir Ali, mikod yang terjauh adalah bir ali. Karna mikod lainnya adalah mikod yang jaraknya sangat dekat dengan mekah. Mikod Bir Ali diperuntukan untuk orang yang datang dari madinah.
  • Mikod Yamlamlam, untuk orang yang berasal dari yaman atau (selatan kota mekah)
  • Mikod Yuhfah (Yuhfah berdekatan dengan kota rabigh), untuk penduduk yang berasal dari kota syam atau wilayah syuriah, mesir, maroko, atau orang yang berasal dari utara di yuhfah, Posisi ini sudah sangat dekat dengan mekah (183 km)
  • Qarn Al Manazil, sebelah timur dari kota mekah (letaknya sekitar 94km) atau tempat mikod untuk penduduk najed dan taif atau jamaah yang datang dari arah timur kota mekah. Dari bandara king abdul aziz jaraknya dekat
  • Adh Dharibah, Dzat IRQ atau Dzatu Irqin ini sekarang bernama Adh-Dharibah. Saat ini tempat miqot umroh ini tidak memiliki penghuni. Jaraknya berada tepat 100 kilometer dari sebelah timur Kota Mekkah.Tempat miqot umroh ini dilewati oleh penduduk wilayah timur seperti Irak, Iran, dan wilayah sekitarnya. Meski tidak disebutkan dalam sebuah hadits, namun hasil Ijtihad dan ketetapan Umar bin Khattab membuat lokasi ini resmi menjadi tempat miqat umroh.

Mikodnya orang yang berasal dari jauh (luar kota madinah) dapat terlebih dahulu terbebas dari niat ihram, karna setelah mereka niat ihram maka larangan berihram telah harus mereka taati. Orang yang masuk lewat madinah, ia akan berihram ketika sudah keluar dari madinah pada saat berada (Zulhulaifah/ Albar ali / Bir Ali). Jarak Madinah ke Mekah sekitar 450 km, sehingga masuk zona haromnya (zona sucinya) sangatlah jauh, maka terbayang menjaga dirinya dari larangan berihramnya juga lumayan lama. 

Ihram itu secara bahasa yakni masuk ke zona harom (suci), karena saat berikhram yang tadinya halal menjadi harom, potong kuku tidak boleh saat berikhram, menyabut bulu, memakai tutup kepala laki laki harom. 

Mikod Orang Indonesia melaksanakan ihram dikenal dengan yamlamlam (ini pemahaman yang keliru), karena saat dulu orang indonesia itu kalau berhaji pakai kapal laut, menyebrangi laut yaman, maka mikodnya di yamlamlam sebelum masuk jedah. Sekarang orang indonesia naik pesawat dan rutenya tidak melawati yaman lagi maka mikodnya menyesuaikan. Sebab bandara jedah sebagi satu satunya bandara jamaah haji, posisinya sudah berada disebelah barat tanah haram, sedangkan jamaah haji Indonesia tidak datang dari barat tapi dari tenggara, jadi apabila mendarat di Jedah sudah melewati garis mikod. Miqat di atas pesawat, maka kita pilih yang sejajar dengan daerah tersebut. Ini sesuai hadits dengan arahan para ulama. Bisa mengikuti pengumuman saat di pesawat atau bisa setelah mendarat di bandara king abdul aziz.. 

Dalam pelaksanaan ibadah haji itu ada tiga tata cara pelaksanaan yakni :
  • Haji Tamattu  adalah haji yang dalam pelaksanaanya adalah umroh dulu baru haji, kalau haji tamattu yakni setelah umroh dia melepas ihramnya. (keluar dari ihram dan terbebas dari aturan ihram) dan akan berihram kembali setelah mereka akan melaksanakan ibadah haji pada tanggal 8 atau tanggal 9 dzulhijah, tamattu hadinya bisa dibeli disana 
  • Haji qiron adalah haji yang juga dalam pelaksanaannya dengan umroh dulu , tetapi setelah berumroh dia tidak keluar dari ihram dan tetep pakai ihram selama melaksanakan manasik haji hingga nanti ia selesai lempar jumrah atau pas menyembelih hewannya / tawaf ifadah. Kalau qiran hadinya dibawa dari tempat tinggalnya. 
  • Haji Ifrad itu hanya haji saja tidak memakai umroh, ifrad tidak diharuskan menyembelih hadi (hewan kurban orang berhaji). Tetapi qiran dan tamattu harus membawa hewan kurban (harus berkurban) 
Rasulullah hajinya adalah qiran (bawa hadi) dan Rasulullah tidak melepas ikhram, tetapi para sahabat ada yang haji qiran atau tamattu. 
  • Unta yang dibawa Rasulullah, Unta yang dibawa Rasulullah ada 100 ekor, tetapi yang disembelih Rasulullah hanya 63 ekor sisanya disembelih ali bin abi thalib. 
  • Ada sebuah hadist yang menyatakan bahwa satu kambing untuk satu keluarga ?? Iya memang ada maksudnya sebenarnya itu kambing hanya diperbolehkan untuk berkorban satu orang, tetapi ketika berkorban yang kemampuannya hanya satu ekor, ia boleh menyertakan keluarganya dalam niatnya. Tapi jangan sampai duit milyaran tetapi korban kambingnya hanya satu. (ini yang tidak dibenarkan). Bagaimana jika satu sapi satu orang , ya boleh saja silahkan Rasulullah saja membawa hadi 100 ekor. Jika miliyader mau korban lebih dari satu sapi juga boleh. 
  • Satu kelompok satu sapi, patungan berbanyak orang untuk sapi niatnya untuk girahnya membangun keinginan berkorban, Hal ini tidak dapat dikatakan kurban tapi dikatakan sedekah. Hukum kurbannya tidak dapat tapi dapat pahala sedekah. Sama halnya satu kambing untuk satu kelas. Disembelihnya sekitar tanggal diatas tanggal 13-15 dzulhijah. Sedekah di waktu kurban. 

2. Peristiwa Melahirkannya Asma Binti Umais (Istri Abu Bakar) saat perjalanan berhaji 

Rasulullah beristirahan di Bir Ali dan ketika itulah Istri Abu bakar ash sidiq melahirkan, Waktu berangkat istri abu bakar sudah saat nya melahirkan.  Madinah ke dzulhulifah (bir ali) sangat dekat, tetapi waktu itu istri Abu bakar diijinkan suaminya mengikuti Rasulullah berhaji. Rasa cintanya kepada Rasulullah tidak memikirkan nasibnya, Walaupun sempat dilarang oleh abu bakar karena apa bila ia tetap beribadah haji dikawatirkan masa nifasnya akan mengganggunya beribadah, Waktu nifas adalah waktu yang tidak suci pada wanita, sehingga ibadah haji ini adalah ibadah yang sangat suci, Kamu tidak akan bisa mengerjakan apa apa. Lalu mereka berdua menghadap Rasulullah, Rasulullah mengatakan jika kau iklas karena Allah berangkatlah tidak mengapa.  Wanita nifas boleh saja melakukan manasik haji (wukuf tidak harus suci, semua bisa satu saja yang tidak bisa dilakukan adalah tawaf karena tawaf dalam keadaan suci, tawaf dilakukan sesudah selesai nifas

Nifas dapat selesai dalam sehari semalam sajaa tidak harus 40 hari, ini batasan kebiasaan maksimal. Kalau masih ada darah dari batasan umum sudah boleh bersuci. Setiap wanita masa nifasnya beda beda. Perjalanan ke mekah membutuhkan waktu 5 hari dan saat itu bayinya masih merah, pastilah sangat riweh dan sangatlah berat, tapi tidak memperdulikan, cinta dan keinginan menemani Rasulullah dalam berhaji (istri abu bakar).  

Tujuan Haji secara Umum 

Tujuan haji (secara umum) adalah melaksanakann rukun islam ke-5 

Dalam ibadah haji menghimpun seluruh unsur ibadah, tidak ada ibadah lain yang seperti ibadah haji. Ada ibadah yang dominan materinya (sedekah, infaq wakaf) , ada yang dominan hatinya (dzikir), ada yang dominam fisiknya (solat, jihad berperang).  Tujuan haji secara umum adalah melaksanakan ibadah. 

Tetapi  dalam haji menuntut semua unsur yakni : 
  • Fisiknya harus prima, harus sehat tidak sakit-sakitan. 
  • Biaya dan materinya harus banyak dibanding yang lain dan ada angka yang pasti, jangan sampai ketika pulang dalam kondisi yang habis habisan (tidak diperkenankan), ini disebut diluar kemampuan. Dalam berhaji sebaiknya masih memiliki/punya sumber penghasilan yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhannya ketika pulang berhaji
  • Hati orang berhaji harus sebersih mungkin, jaga hati dari sifat takabur, iri hati, dan tidak diperkenankan untuk membatin suatu hal yg kurang baik. 
  • Unsur batin ketenangan dan kesopanan.

Nilai Tambah Haji Wada untuk Umat Rasulullah 

Nilai Tambah yang didapatkan untuk Umat Rasulullah saat Haji Wada 
  • Agar mereka /umat Rasulullah saat itu menyaksikan (hadir) untuk menjadi saksi mata dan merasakan manfaat manfaat besar. Bobot hajinya sebenarnya sama dengan saat ini yang membedakan saat itu ada Rasulullah. Dalam haji wada ketika itu Rasulullah menyampaikan pidatonya. 
  • orang yang pergi berhaji wada saat itu, dapat berjumpa Rasulullah dan dapat mendengarkan Pidato Rasulullah yang sangat mahal (Pidato yang berisikan pesan terakhir Rasulullah kepada umatnya). Ini merupakan simbol simbol yang menjadi kunci keselamatan, kebahagiaan dunia akhirat. Ajaran islam yang banyak dirangkum dalam simbol simbol itu. Sehingga menajdi manusia yang bahagia. Jika kita ingin menjadi orang yang bahagia kita harus bisa membaca alur untuk menjadi manusia bahagia itu seperti apa, apa yang dilakukan dan apa yang dihindari. 
Ada Elemen utama dalam berhaji wada yakni : 

Dalam peristiwa haji wada, maka jamaah yang  hadir saat itu akan mendapatkan manasik haji dan pidato haji 
  • Manasik (praktek praktek manasik haji yang menjadi pedoman bagi para sahabat dan umatnya untuk melaksanakan tata cara haji yang sesuai syariat. (tawaf, sa'i, jumroh, wukuf, dll) 
  • Pidato Rasulullah, tetapi saat ini untuk melengkapi sunah Rasulullah adalah adanya pidato yang diberikan oleh setiap wakil perwakilan mahtab, saat ini pidatonya cukup datar dan umum. 

Pidato Rasulullah saat Haji Wada 

Jika kita mengikuti pidato Rasulullah saat haji wada itu sangat penting, karena akan mendapatkan pencerahan dalam hidup, dan harus seperti apa sih persiapan supaya kita bahagia dunia dan akhirat. Pidato Rasulullah juga berisikan nasehat untuk meghadapi kehidupan masyarakat di segala bidang sosilal, ekonomi dan seterusnya. Sebabgai tanggung jawab yang harus dipikul oleh para sahabat dan umat sepanjang masa. 

Isi Kandungan pidato Rasulullah yang dimaksud, sebagaimana dalam firman Allah surah al hajj ayat 28 

Rasulullah dalam pelaksanaan haji wada berpidato sebanyak 4 kali yakni 
  • Mekah dimasa hari tarwiyah tanggal 8 dzulhijah
  • Di Arafah diawal tanggal 9 dzulhijah 
  • Di mina saat tasyirik (dua kali) 
Pidato Rasulullah mengandung pesan yang sangat penting, dengan beberapa tema besar (1) komitmen terhadap sumber utama islam (al quran dan sunnah), (2) urgensi isntitusi umat dan kesatuan, (3) keseimbangan hubungan sosial terutama antara pihak yang kuat dan pihak yang lemah, (4) sumber dan praktik ekonomi, (5) menjaga diri dari gelombang Fitnah. 

Pidato Rasulullah sangat panjang saat Haji Wada 

Pidato Rasulullah sangatlah panjang tetapi kita tidak dapat mendapatkan teks pidato Rasulullah dalam satu riwayat, karena ketika kita berbicara masalah riwayat hadist, dimana hadist ada riwayat itu lebih kepada tema masalah. Riwayat itu berdasarkan tema sehingga pidatonya panjang dengan banyak tema akan tercecer dalam banyak riwayat. Jadi pendekatannya bukan pendekatan sejarahnya. Pendekatan riwayat itu lebih cenderung kepada masalah tema tema, hadist juga begitu. Hadist itu pendek pendek berdasarkan potongan tema tema. 

Jadi pidato yang panjang tersebut tercamtum dalam berbagai riwayat dan tersebar keseluruh riwayat.  Sebagian di al bukhari sebagian di imam muslim dan sebagian yang lain. Cukup banyak , karena yang diangkat adalah temanya maka ada perbedaan isi pidato dari satu riwayat dengan riwayat yang lain, bisa juga panjang pendeknya. Satu riwayat mengangkat tema satu dan satu riwayat lain mengangkat tema yang lain. Ini bukanlah perbedaan mengakibatkan benturan tapi satu sama lain hanyalah mengambil contoh yang penting pokok pidato dan temanya sama. 

Tema tema yang ada dalam pidato Rasulullah adalah : 

Menyelesaikan dampak buruk peperangan jahiliyah, Rasulullah melakukan pembersihan pada dampak buruk jahiliyah. Banyak masyarakat muslim yang keluar dari keyakinan jahiliyah dan memeluk islam. Semua dampak buruk jahiliyah Rasulullah tuntaskan dalam pidatonya. Seperti riba, dendam permusuhan, pembunuhan, serta sistem sosial dan politik jahiliyah, dll. Hal ini dibereskan Rasulullah dengan membuatkan peraturan peraturan yang mengikat yang harus ditaati. 

Nilai nilai islam dibangun disitu, seperti
  1. Membatalkan praktek riba, dan menyelesaikan dampak buruknya yang berpengaruh dalam kehidupan ekonomi dan sosial. 
  2. Menghentikan hubungan sosial yang mengeksploitasi kaum lemah, Rasulullah membatalkan hubungan sosial dimasa jahiliyah (dimana yang kuat dengan arogansinya, kekuatannya dan kekuasaannya itu bisa mengeksploitasi orang, maksudnya memberlakukan hak budak, Dengan posisi lemah budak harus memiliki status (ada pemiliknya) , budak tidak boleh dalam kondisi terhina, berikan makan pada budakmu sesuai dengan apa yang kau makan, dan beri mereka pakaian dari pakaian yang kalian pakai. Budak tinggal dirumahmu dan ia akan menjadi bagian dari keluargamu, 
  3. Perlakukan wanita dengan baik pesan ini ditujukan laki laki yang dimana laki laki memiliki suprior untuk melidungi wanita, dan tidak boleh mendzalimin. Kekuatan itu diberikan amanah kepada Laki laki untuk melindungi wanitanya. Selain melindungi istrinya ia berkewajiban melindungi keluarganya yang lain termasuk anak anaknya, laki laki abai melindungi perempuannya berarti ia adalah abai kepada perintah Allah. 
  4. Bagimana kita bertahan survive /kuat dalam menjalani hidup, makanan yang kita makan sehat, halal dan toyiban (baik dan seseuai dengan standar hukum Allah/Halal), Ini untuk mempertahankan seusatu baik,  Kesederhanaan membuat kita makan apa adanya tanpa memperhatikan untuk kesehatan, Makan halal dan toyib tetapi mahal itu lebih baik. Manusia sebagi pribadi yang bertahan hidup, disisi lain dia juga harus memikirkan bagaimana ia akan menyerp ilmu ajaran Allah untuk menjadikan dirinya bagian dari manfaat dalam menjalani kehidupan ini, dalam bentuk aktualisasi diri, mempangun peradapan, maksud Rasulullah demikian. 
  5. Rasulullah dan para sahabat  dilevel yang sangat luar biasa, ketika perangkat survive belum bisa terpenuhi, maka sebaiknya menaikkan aktualisasi diri, Manusia harus mulai memikirkan dia akan sperti apa nantinya. 
1. Kutipan Pidato Rasulullah 

" Sesungguhnya Darah dan harta kalian kan sesuci hari ini, dibulan ini dan dinegeri ini". 

Harta kalian suci dan sakral maka posisikan dengan benar. Rasulullah memproteksi dunia dan materi sebagai sesutu yang sakral. Janganlah kita menafsirkan dunia itu tidak penting, karena konsentrasi kita ke akhirat. Bukan demikian, dan bukanlah bagi muslim dunia itu bukanlah hina. Ungkapan ini bisa benar ataupun bisa salah, dan bisa menentukan sikap kita dalam menjalani hidup. 

Dan tidak juga selama di dunia hanya berdzikir saja untuk kepentingan akhirat tanpa melakukan hal lain, ini juga tidak benar. Semua harus selaras, para sahabat merelakan dirinya menjadi miskin (bahkan untuk dirinya sendiri susah makan) tetapi bisa mensejahterakan negaranya. Silahkan miskin tapi memiliki peran dalam kehidupan. 

Dunia itu hina ketika dibandingkan dengan akhirat, karena yang mulia itu akhirat dan bukan berarti dunia itu hina dan ekonomi itu tidak penting (ini salah). Banyak sahabat yang kaya mengorbankan kekayaannya untuk dakwah dijalan Allah dan membantu sesamanya. Janganlah juga bercita cita menjadi miskin untuk mendapat akhirat yang baik (hanya berdzikir tanpa berusaha mencari rejeki di dunia). Bercita citalah menjadi kaya. 

Maka kita harus menjadikan dunia sebagai fasilitas menuju kebahagian di akhirat. Secara pribadi diperbolehkan untuk memiskinkan dirinya untuk mencapai kehidupan akhiratnya. Memanfaatkan materi untuk kebahagiaan akhirat. Kuasai dunia untuk memfasilitasi kebahagian di akhirat. Kuasai dunia dengan syarat mencapai tujuan akhirat. 
  • Harta itu adalah materi yang sangat sakral. Harta ini serusnya lebih banyak bermanfaat ketika seorang muslim menjalani hidup. Harta bisa juga dianggap sebagian orng hina, karena yang dipentingkan adalah beribadah kepada Allah saja tidak membutuhkan harta. Ali bin abi thalib itu sosok pribadi yang miskin tapi menjadi orang yang berkuasa dankhalifah di madinah mengatur kehidupan ekonomi, sosial. Ali memang tidak punya cukup harta karena dengan hartanya ia bertekad mensejerahkan umatnya. 
  • Islam menganjurkan umatnya untuk kaya, silahkan kalian miskin tapi contohnya para sahabat yang mensejahterakan masyarakatnya. Jangan salah memaknai harta tidak begitu penting tapi yang terpenting hanyalah ibadah. 
  • Jangan memandang lebih dunia utama dari pada akhirat, akhirat lebih penting, Jangan pernah memulikan dunia karena akhirat lebih mulia. Tapi bukan bellahrarti dunia itu hina, ekonomi itu ga penting (salah). Jangan sekali kali bercita cita menjadi miskin karena tidak akan mendapatkan kehidupan akhirat, Rugi sekali, kalau bisa kaya bahagia masuk surga.
  • Miskin tidak punya skill ini akan menjadi masalah karena ketidak berdayaan dirinya dan akan menyulitkan orang lain. 
  • Jadikan bisnismu, kesuksesanmu, kekayaanmu untuk menghantarkan kehidupan kebahagiaan di akhirat.

2. Kutipan Pidato Rasulullah lainnya " 
  • Ketahuilah semua nilai & praktik jahiliyah telah ku hapus diabwah kakiku ini 
  • Bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan istri istri kalian, sesungguhnya kalian akan mengambil mereka (sebagai pasangan hidup) atas nama amanah Allah dengan sebelumnya melakukan perjanjian kepada Rabb kalian dan menghalalkan faraj mereka dengan kalimat Allah. 
  • Sesungguhnya aku meninggalkan warisan untuk kalian, yang apabila berpegang teguh dengannya maka kalian tidak akan sesat sepeninggalku yaitu kitabullah. 
  • "Seseorang yang tidak amanah itu adalah khianat. Menghalalkan sesuatu yang haram menjadi halal dengan menikah, Nikah menjadi pahala yang besar". 
  • Kalian suatu saat akan ditanya Allah tentang diriku, maka saat ini aku meminta persaksian kalian (persaksian para sahabat dan jamah haji yang hadir saat itu). Lalu apakah yang kalian jawab jika kalian ditanya tentangku, bagaimana muhammad hidup diantara kalian, bagaimana muhammad menyampaikan risalahku. Para sahabat dan jamah berkata "kami akan bersaksi bahwa engkau menyampaikan semua risalah kepada kami, dan engkau telah menasehati umat, engkau telah menyelesaikan tugasmu. Maka seketika itu Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan mengatakan wahai Allah mereka telah bersaksi untuk ku bahwa aku telah menyelesaikan tugasku. (Allahuma fashad x3) 

Note : Kajian Pesan Rasulullah Haji Wada yang lain.

Bersambung ke kajian selanjutnya (klik disini)